Wawancara

Ahmad Riyadh UB, SH,MSi, PhD. Ketua Asosiasi Provinsi (ASPROV) PSSI Jawa Timur

Assalamu’aiakum warakmatullohi wabarokatuh?
Wassalamu’alaikum warakmatullohi wabarokatuh.

Bagaimana kabarnya bang Riyadh sehat?
Alhamdulillah sehat dan baik (seraya mengumbar senyum dan tertawa)

Kabarnya program doktoral di Malaysia sudah selesai?
Alhamdulillah secara administrasi dan kewajiban perkuliahan sudah selesai tinggal menunggu wisuda (pada tanggal 17Novemver 2017 mendatang), bisa dihadiri bisa tidak.

Alhamdulillah, selamat pak atas kesuksesan menyelesiakan program doktoralnya?
Ya, terima kasih, terima kasih, tetapi belum dikukuhkan masih menunggu pada convo (convocation) nanti November.

Tetapi kan sudah boleh menyebutkan gelar doktoralnya bang?
InsyaAllah boleh.

Soal persepakbolaan gimana pak setelah hampir 4 bulan menerima amanat sebegai Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur?
Alhamdulillah bersama exco dan pengurus inti serta seluruh pengurus program PSSI Pusat maupun program wajib di PSSI Jatim, dapat dijalankan sesuai dengan perencanaan. Artinya pelaksanaan Kompetisi Liga 1 dan Liga 2, di Jatim berjalan dengan baik, lancar, bahkan tidak ada permasalahan. Mudah-mudahan berlangsung terus sampai selesai dan sesuai harapan.

Harapan bang Riyadh bersama pengurus membenahi sepakbola nasional apa?
Kami di Jawa Timur, berusaha meningkatkan kualitas pelatih dengan standar sesuai dengan ketentuan PSSI maupun FIFA. Demikian juga wasit dan perangkat pertandingan lainnya, terutama wasit kami menginginkan dapat menjadi pengadil di lapangan hijau yang baik, jujur, dan dapat dipercaya sehingga menjadi salah satu gerbong meningkatkan prestasi sepakbola nasional kita. Oleh karena itu, kami tidak segan-segan akan mengambil tindakan tegas soal ini.

Masalah suporter bang?
Saya sudah melaporkan langsung kepada Ketua Umum PSSI, pak Eddy Rahmayadi bahwa PSSI Jatim segera menggelar Jambore Suporter, setelah Kongres tahunan menyetujui program itu. Dan PSSI sangat setuju dan mendukung sepenuhnya. Apalagi Jambore Suprter itu tujuannya untuk mengembalikan martabat suporter menjadi pendukung klub secara profesional, tanpa melakukan kenakalan dan kekerasan bahkan tawuran yang selama ini justru mencoreng wajah sepakbola Indonesia.

Jadi apa targetnya soal suporter?
Setelah Jambore Suporter, antarsuporter dari berbagai klub menjadi saudara, menjadi sahabat, menjadi teman akrab, yang sama-sama mendukung sepakbola dengan profesional dan bermartabat. Sehingga suporter memberikan dukungan dengan sportif, dan jauh lebih hebat apabila kreatif seperti menyalakan handphone dengan warnawarni yang indah dan lainnya. Sehingga antarsuporter saling mendukung dan harus kompak untuk kemajuan sepakbola nasional.

Ngomong-ngomong soal target, apa harapan bang Riyadh?
Ha, ha...ha..., ada ada saja, harapan saya adalah harapan masyarakat dan bangsa Indonesia yang saya yakini menginginkan Tim Nasional (Timnas) Indonesia bisa menjadi juara di level internasional. Oleh karena itu, harapan saya melalui beberapa program (maaf nanti akan digodok dan dimatangkan pada Kongres Tahunan) melahirkan pemain sepakbola (baca, pesepakbola) bertaraf internasional dari Jawa Timur.

Apakah sekarang kontribusi Jawa Timur untuk nasional masih belum memuaskan?
Sangat memuaskan, karena hampir semua klub di indonesia ada pemain dari Jawa Timur, atau setidak-tidaknya pernah bermain di SSB atau sampai pemain yunior di Jawa Timur, kemudian ditranfers klub luar provinsi atau daerah lain pindah ke klub-klub yang bertebaran di seluruh nusantara.

Lalu, perbedaan dengan perkembangan atau prestasi yang sudah ada, dengan harapan bang Riyadh?
Ada benang merah harus dicari dengan seksama dan profesional. Mengapa kalau kompetisi dari usia dini sampai level senior kelompok umur U-23 berjalan dengan baik, dan melahirkan pemain potensial, tetap belum mampu melahirkan standar pemain internasional. Yang punya kemampuan indivisu skill, stamina, wawasan bermain sepakbola standar internasional. Pasti ada sesuatu yang harus dikerjakan dengan sungguhsungguh untuk mencapai itu. Dan inilah tantangannya, tantangan kita semua. Dan tantangan itulah yang menjadi cita cita atau harapan saya. Jadi, tidak tertutup kemungkinan ada semacam akademi sepakbola seperti di klub-klub besar di eropa akan kita contoh, dan menjadi program PSSI Jatim. Salah satu yang sudah masuk program kerja pada saat rapat pleno bersama exco sudah disetujui ialah, mendata masing-masing sekitar 200 pemain di setiap kelompok umur (KU), dan diseleksi secara kompetitif, kemudian mendapat porsi latihan secara profesional dan proporsional. Sehingga perkembangan pemain dari usia dini dengan rekam jejak skill, stamina, wawasan bermain sepakbola, kecerdasan, maupun kemampuan lain akan tercatat dengan baik dan rapi. Inilah salah satu program melahirkan pemain sepakbola standar internasional ke depan.

Kapan bang dijalankan?
Yang pasti salah satu pilot project ialah gambaran Tim PON tahun 2020 yang akan berlaga di Papua, insyaAllah awal 2018 sudah mulai melakukan pemusatan latihan daerah secara profesional, proporsional dan kompeititif. Dan bukan sekedar mengincar emas PON Papua, tetapi jauh lebih ke depan adalah melahirkan pemain standar internsional, dan Timnas Indonesia menjuarai event-event internasional. Doakan semoga cita cita ini akan segera terwujud.

Apakah memungkin pemain dengan talenta yang baik dari luar rovinsi masuk program PSSI Jatim?
Selama tidak melanggar peraturan, baik statuta PSSI maupun statuta FIFA, maka boleh boleh saja. Dan yang tidak kalah penting jangan sampai menyakiti pembinaan di daerah dengan sistem merekrut pemain untuk mematikan pembinaan di daerah lain. Jadi program PSSI Jatim dengan harapan melahirkan pemain sepakbola standar internasional itu. Pertama, untuk merah putih, untuk bangsa dan negara supaya Timas berprestasi di Asia dan Dunia. Kedua, meningkatkan standar pemain Indonesia bersaing dengan pemain profesional negara lain yang sudah lebih dahulu maju, baik di tingkat Asia maupun internasional. Ketiga, sepakbola Indonesia dengan potensi jumlah penduduk, jumlah penonton, dan berbagai fasilitas penunjang yang standar internasional harus segera bangkit dari keterpurukan di level di atas 100 (175 sekarang), Indonesia harus masuk paling tidak 5 tahun ke depan di bawah ranking 100.

Bagaimana pola pembinaan PSSI Jatim dengan PSSI Pusat?
Kalau nanti program PSSI Jatim sudah berjalan dengan baik, saya kira kontribusi dari PSSI Pusat maupun pemerintah pusat melalui anggaran apa saja yang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional sesuai prosedur harus seimbang dan mendukung dengan sungguh-sungguh. Demikian juga kesungguhan dari Jawa Timur harus total bukan hanya untuk kepentingan Jawa Timur semata, tetapi untuk kepentingan nasional, kepentingan lagu kebangsaan Indonesia Raya didengarkan di negara lain karena prestasi Timnas sepakbola, juga bendera merah putih berkibar  karena prestasi anak - anak bangsa dari cabang olahraga sepakbola. InsyaAllah kalau niat baik akan melahirkan hasil baik, insyaAllah kalau sungguhsungguh, akan menghasilkan yang terbaik. (*)

Maskur

Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak sejumlah partai politik mulai berbenah dan melakukan sejumlah persiapan. Tak terkecuali di Jawa Timur. Beberapa partai politik telah membuka penjaringan bakan calon gubernur (bacagub). Yang paling mendapat perhatian adalah penjaringan yang dilakukan PDIP dan Partai Demokrat.

La Nyalla Mahmud Mattaliti

Provinsi Jawa Timur dengan jumlah penduduk diatas 35 juta jiwa memerlukan seorang pemimpin yang bukan saja tau akan ekonomi Jawa Timur, tapi juga butuh sosok yang religi mengingat mayoritas penduduknya Muslim dengan ribuan pondok pesantren. Disamping itu perlu sosok yang tegas. Itulah sebabnya La Nyalla Mahmud Mattaliti tegerak hatinya untuk mendaftar BakalCalon Gubernur (Bacagub). Dan pilihanya ternyata jatuh pada  Partai Demokrat.

MOCHTAR W OETOMO - Pengamat Politik:

SUASANA politik Jawa Timur semakin menghangat jelang Pemilihaan Gubernur (Pilgub). Setelah sebelumnya terasa adem dan hambar. Sejumlah gimmick politik mulai bermunculan. Aroma jegal-menjegal juga sudah muncul. Mulai melibatkan petinggi negara hingga melibatkan ulama sebagai upaya memuluskan jalan politik sudah terlihat.

Nurwiyatno

Pilgub Jatim semakin semarak. Sejumlah nama tokoh mulai bermunculan. Tokoh dari birokrat yang awalnya dianggap mampu bertarung memperebutkan kursi Jatim satu mulai muncul.  Nama Nurwiyatno Inspektur Wilayah Jawa Timur ini menyatakan siap bertarung di Pilgub Jatim.

Direktur Utama PT PWU Basanto Yudoyoko.

PERUSAHAAN daerah selalu menjadi sorotan publik. Ini karena Badan Umum Milik Daerah (BUMD) diharapkan mampu pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Nyatanya di Jawa Timur harapan ini tidak landing dengan mulus. Berbagai persoalan termasuk pendanaan dan iklim ekonomi juga mempengaruhi hal ini.

  •  Start 
  •  1 
  •  End 
banner
 

> BERITA TERKINI lainnya ...