Wanita

Rendra Kresna, Ketua DPW Partai Nasdem

PARTAI Nasdem hingga saat ini masih terbuka dengan semua calon yang akan maju pada Pilgub Jatim 2018. Hal ini dipengaruhi masih lamanya pelaksanaan Pilgub dan masih melakukan penjajakan pada calon.

Nasdem tak mau tergesa-gesa dalam menentukan jagonya  pada Pilgub Jatim mendatang. Meskipun sejumlah kadernya dinyatakan mampu bertarung. Nasdem tetap menahan diri.

Bahkan, kader Nasdem yang duduk di Kursi DPR RI, Hasan Aminuddin yang menyatakan siap maju dalam Pilgub, belum tentu mendapat dukungan dari partai ini. Berikut kutipan wawancara dengan Ketua Partai Nasdem Jatim, Rendra Kresna.

Jelang pilgub, siapa tokoh yang akan diusung Partai Nasdem?
Masih umum. Tapi nama-nama yang muncul diperbincangkan saat ini sudah masuk radar Nasdem.

Siapa saja?
Ada Bu Risma (Walikota Surabaya), Gus Ipul (Wagub Jatim (Saifullah Yusuf), Halim Iskandar (ketua PKB Jatim) dan Mensos RI Khofifah semuanya masuk radar kami untuk disurvei.

Bagaimana dengan kader internal yang berniat maju?
Kita tidak bicara internal atau eksternal. Siapapun yang secara survei dikehendaki masyarakat Jatim, memiliki kapasitas, kapabilitas dan kemampuan serta kemengertiannya tentang Jatim sudah pasti dong dipilih.

Kabarnya sudah menjalin komunikasi intens dengan Gus Ipul?
Kalau komunikasi biasa, saya kan bawahannya (sebagai bupati Malang) kan masih ketemu.

Bagaimana dengan Khofifah?
Dengan Bu Menteri juga sering komunikasi. Beliau sering ke Jatim, khususnya ke Malang dan saya sering mendampingi beliau.

Bagaimana mekanisme pemilihan Cagub di Nasdem?
Kami tetap pegang survei. Hasil survei ini diserahkan ke DPP untuk dirapatkan. Hasil ini nantinya akan menjadi rekomendasi siap yang akan diusung.

Lembaga survei yang dipakai Nasdem?
Kita masih fokus survei internal dulu, belum menggandeng lembagai survei tertentu.

Kalau bicara koalisi dengan partai mana yang paling nyaman buat Nasdem, apakah dengan Hanura seperti di DPRD Jatim?
Tidak harus seperti itu. Siapapun nanti yang punya pandangan sama dalam mengusung calon yang dikehendaki rakyat Jatim ya itu yang akan dijadikan koalisi.

Apakah popularitas di media jadi pertimbangan?
Itu juga diperhitungkan, karena media menjadi sarana pengenalan masyarakat Jatim. Tanpa media masyarakat juga belum tentu tahu, karena sehari-hari calon tertentu tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat.(zal)

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kiri) bersama istri, Veronica Tan (kanan) dan anak, Nicholas Sean Purnama (tengah) menunjukkan nomor antrean sebelum melakukan pencoblosan

Jakarta (KT) - Pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat unggul dalam hitung cepat yang dilakukan tiga lembaga survei pada pilkada DKI Jakarta 2017, Rabu (15/2).

Wali Kota Kupang Jonas Salean

Kupang (KT) - Wali Kota Kupang Jonas Salean mengajak warga di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki hak pilih menggunakan hak suaranya di tempat pemungutan suara (TPS) saat pilkada 15 Februari nanti dan jangan golput.

DI LUAR Khofifah Indar Parawansa, Saifullah Yusuf, Abdullah Azwar Anas dan Tri Rismaharini, sejumlah nama kandidat juga bermunculan. Ada yang berpotensi menjadi 'kuda hitam' seperti Hasan Aminuddin, ada yang mungkin hanya 'numpang lewat' seperti Masfuk, Musyaffa' Noer atau Jailani.
   

Gus Ipul : UMKM Perlu Pendampingan MKGR

WAKIL GUBERNUR Jawa Timur Saifullah Yusuf meminta agar MKGR Jatim berkiprah dalam pengembangan ekonomi Jatim. Di antaraya melakukan pendampingan UMKM yang jumlahnya mencpai 6 juta lebih agar UMKM menjadi pemenang di negeri sendiri.

Calon Cagub MKGR

MUSDA MKGR BAHAS PILGUB JATIM

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...