Politik

Gus Ipul dan Halim.

SURABAYA (KT) – Meski Pilgub Jawa Timur masih cukup jauh, Juni 2018 , namun saling klaim dukungan mulai muncul. Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang selama ini berada dibarisan ketua umumnya Khofifah Indar Parawansa (KIP), tiba tiba saja aspirasi politiknya berbelok ke Saifullah Yusuf.

Aksi klaim itu muncul dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim yang menyatakan bahwa Muslimat NU solid mendukung pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Abdullah Azwar Anas. Kesolidan itu menyeruak setelah Gus Ipul-Anas secara resmi diusung koalisi partai  PKB dan PDI Perjuangan.

“Alhamdulillah laporan dari DPC  semakin bagus progresnya. Kekuatan muslimat juga semakin solid baik yang ada di struktur maupun yang kultural . Ya kami kaget juga,” kata Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar kepada wartawan Jumat (20/10/2017).

Selain dukungan dari Muslimat NU, Gus Halim juga mengaku ada banyak perempuan yang aktif di organisi perempuan partai baik di PKB maupun di DPI-P yang sudah pasti menjadi pendukung Gus Ipul-Anas.

“Kita kan punya stuktur perempuan, namanya perempuan bangsa. PDIP juga punya struktur perempuan. Saya pikir perempuan Jawa Timur banyak, tetapi juga segmentasinya banyak,” tuturnya.

Tidak hanya itu, berdasarkan informasi dari DPC PKB se-Jatim, Gus Halim mengaku pasangan Gus Ipul-Anas sangat disambut baik oleh masyarakat umum. Masyarakat menilai pasangan Gus Ipul-Anas merupakan perpaduan dari pemimpin provinsi dan daerah.

“Ternyata masyarakat responnya sangat bagus, karena ini adalah perpaduan dari zona provinsi dengan zona kabupaten. Artinya, perspektif yang selama ini dialami oleh Gus Ipul mengelola provinsi dipadukan dengan perspektif yang dialami oleh Azwar anas mengelola kabupaten ini dipadukan,” paparnya.

Gus Ipul yang hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan terimakasih atas atas kerja keras PKB untuk terus melakukan konsolidasi untuk menghadapi Pilgub yang semakin dekat.

“Mereka terus berusaha konsolidasi dan melakukkan pemetaan lebih dalam dan telah menyusun langkah-langkah yang kongkrit. Hari ini mengumpulkan sejumlah pengurus untuk membikin suatu penyusuna langkah yang didasarkan dari bawah,” ujarnya (min)

Khofifah Indar Parawansa.

JAKARTA (KT) - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kemungkinan besar akan mengusung Khofifah Indar Parawansa sebagai calon gubernur Jawa Timur pada Pilkada serentak tahun 2018 dengan pertimbangan realistis.

"PPP memilih mengusung Bu Khofifah dengan pertimbangan sebagai figur yang populer dan memiliki basis massa yang kuat," kata Wakil Sekretaris Jenderal PPP, Gugus Joko Waskito, di Jakarta, Kamis.

Menurut Gugus, Khofifah Indar Parawansa sebenarnya kader PPP, awal karirnya di politik menjadi anggota DPR RI periode 1992-1997 melalui PPP.

Para kiai sepuh di Jawa Timur, kata dia, pada pertemuan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, hasilnya mempertimbangkan Khofifah sebagai figur pemimpin Jawa Timur di masa mendatang.

"Bu Khofifah adalah tokoh populer dan memiliki basis massa yang kuat," ucapnya.

Menurut dia, Khofifah sebagai ketua umum Muslimat NU adalah figur populer dan memiliki basis massa yang kuat di kalangan Nahdliyin.

"Basis massa Muslimat NU ini potensial untuk memenangkan Bu Khofifah. Ini yang menjadi pertimbangan PPP," tuturnya.

Di sisi lain, PPP juga mempertimbangkan kader-kadernya untuk diusung sebagai calon wakil gubernur pendamping Khofifah, salah satunya adalah Ketua DPW PPP Jawa Timur, Musyafa Noer.

Pada bursa calon wakil gubernur, menurut Gugus, PPP tetap membuka peluang pada nama lainnya, termasuk tokoh dari luar PPP.

Gugus menegaskan, pertimbangan penting dalam menentukan pendamping Khofifah adalah elektabilitas, basis zona wilayah, serta kapasitas kepemimpinan.

Dia mencontohkan nama-nama yang layak diusung dampingi Khofifah, antra lain Bupati Malang Rendra Kresna, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, serta Bupati Mojokerto Mustofa Kemal Pasha.

"Masih ada nama lain yang tentunya saling melengkapi dan menguatkan kemenangan Bu Khofifah," ujar Gugus.

Gugus menambahkan, PPP akan segera mendeklarasikan pasangan cagub-cawagub Jawa Timur tahun 2018.

"Siapa pun pasangan yang akan diusung PPP, pasti sudah melalui pertimbangan yang terukur dan realistis," ucapnya, menegaskan.(ant)

KPU Lakukan Penelitian Administratif 30 Hari

JAKARTA (KT) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan akan melakukan penelitian administratif selama 30 hari, sebelum melakukan verifikasi faktual.

"Tahapan pendaftaran yang sudah berlangsung akan mengambil kesimpulan untuk menentukan partai mana saja yang dinyatakan diterima pendaftarannya, untuk kemudian dilanjutkan ke tahap penelitian administrasi yang kurang lebih berlangsung selama 30 hari," kata Ketua KPU RI Arief Budiman di Jakarta, Rabu.

Arief mengatakan nantinya KPU akan menyampaikan hasil penelitian administrasi kepada seluruh parpol, termasuk menyampaikan ada atau tidaknya catatan dari KPU yang perlu ditindaklanjuti parpol.

Jika ada catatan, maka parpol dipersilakan melakukan perbaikan, untuk selanjutnya KPU akan melakukan pemeriksaan terhadap perbaikan tersebut.

Jika tahapan penelitian administrasi sudah selesai, kemudian KPU akan melakukan proses verifikasi faktual. Proses verfikasi faktual hanya ditujukan kepada partai -partai baru yang sebelumnya belum pernah menjalani verifikasi faktual.

"Sampai akhirnya nanti pada bulan Februari 2018 kami akan menetapkan siapa saja parpol yang sudah bisa mengikuti pemilu 2019," kata Arief.(ant)

Wapres Jusuf Kalla.

" Kalau bicara (pilgub) Jatim ini menarik. NU sama NU. Jadi nanti persaingannya betul-betul head to head "

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham bersama dan jajaran pengurus partai mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat di Jakarta, Minggu, untuk mendaftarkan diri menjadi peserta pemilihan umum legislatif 2019.

JAKARTA (KT) - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dan jajaran pengurus partai mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mendaftarkan partai menjadi peserta pemilihan umum legislatif 2019.

Wakilb Gubernur Syaifullah Yusuf, ketika menerima rekomendasi dari Partai Kebangkitan Bangsa.

SURABAYA (KT) - Wakilb Gubernur Syaifullah Yusuf resmi diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam Pilgub Juni 2018.Dan rekomendasi PKB Rabu (11/10/2017) diserahkan ke Gus Ipul  di kantor PKB Jawa Timur.

Surat Keputusan (SK) dari DPP PKB bernomor : 23947/DPL-03/Vl/A.1/X/2017 tertanggal 5 Oktober 2017. SK diteken Ketum PKB Muhaimin  Iskandar (Cak Imin).

Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar mengatakan, awalnya dia berencana mengumumkan pasangan calon (paslon) cagub dan cawagub Jatim. Namun, ternyata DPP PKB menghendaki pengumuman cagub terlebih dulu. Pihaknya sendiri tidak dapat berbuat banyak karena soal pilgub Jatim sudah menjadi kewenangan DPP PKB.

"Lalu siapa yang akan mendampingi Gus Ipul (Saifullah Yusuf), Abdul Halim Iskansar mengataka masih akan dibicarakan dengan partai pengusung yang lain," katanya kepada  wartawan.

Halim menyampaikan, sebenarnya, SK ini turun pada 5 Oktober lalu. Kemudian akan diumumkan pada 6 Oktober. Namun, karena masih ada sejumlah kegiatan partai yang harus dikerjakan, maka pengumuman baru bisa dilakukan hari ini. Pihaknya sendiri masih berkomunikasi dengan sejumlah partai lain untuk membangun koalisi. Salah satunya dengan PDIP.

"Kalau mengusung Gus Ipul, kami sudah lama mengusungnya. Hari ini hanya memformalkan saja. Kan ada masyarakat bertanya-tanya, kalau mengusung, mana SK-nya. Nah, ini kami tunjukkan," ujarnya

Sementara itu, Gus Ipul mengaku berterima kasih dengan PKB yang sudah mengusungnya sebagai cagub Jatim. Dengan adanya SK ini, pihaknya akan lebih mudah untuk berkordinasi dengan partai yang dideklarasikan para kiai Nahdlatul Ulama (NU) itu.

"Saya diberi pesan saya pak ketum (Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar), agar ketika terpilih nanti, memprioritaskan pembangunan di wilayah Madura," ujarnya sembari mengaku bahwa pesan tersebut sesuai dengan cita-citanya membangun Jatim ke depan.
Pria yang sudah dua periode menjabat sebagai wagub Jatim ini menginginkan agar Madura dijadikan daerah yang khusus. Sehingga, baik penanganan maupun anggarannya dipersiapkan secara khusus. Nantinya, perlu ada ahli-ahli yang akan merumuskan bagaimana membangun dan mengembangkan wilayah Madura.

Di ketahui, Madura merupakan salah satu kawasan termiskin di Jatim. "Yang juga menjadi perhatian saya adalah kawasan pantai selatan. Kesenjangan ekonomi antara utara selatan sangat lebar. Nah, ini nanti bagaimana terjadi pemerataan," terangnya. (min)

banner

> BERITA TERKINI lainnya ...