Wanita

Published in Wanita

PKK dinilai Paling Efektif Mengoperasionalkan KB

Nov 21, 2017 Publish by 
Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat membuka Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Prov. Jatim tahun 2017, di Surabaya, Senin (20/11).
Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat membuka Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Prov. Jatim tahun 2017, di Surabaya, Senin (20/11). (kt/min)

SURABAYA (KT) - Organisasi pembinaan kesejahteraan keluarga/PKK merupakan lembaga yang paling efektif dalam mengoperasionalkan program keluarga berencana/KB. Efektifitas ini cukup beralasan, karena PKK memiliki dasa wisma yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Pencanangan program KB ini memang dari pemerintah, namun yang mengoperasionalkan di lapangan yaitu dasawisma PKK. Gabungan ibu-ibu dalam dasawisma PKK ini lah yang bisa memberi sentuhan pada KB,” tutur Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat membuka Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Prov. Jatim tahun 2017, di Surabaya, Senin (20/11).

Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim menjelaskan, laju pertumbuhan penduduk/LPP di Jatim saat ini nilaianya 0,59 lebih rendah dari nasional. Selain itu, total fertility rate/TFR nya juga hanya 1,946. 

Data-data ini menunjukkan bahwa program KB cukup berhasil di Jatim, salah satunya berkat peran PKK. “Program-program kemanusiaan dalam PKK lewat dasawismanya terbukti efektif menggerakkan dan menyadarkan masyarakat dalam ber KB,” terangnya.

Menurut Pakde Karwo, operator KB dalam dasawisma yang paling tepat yakni perempuan karena sifat humanis yang dimilikinya. Selain itu, perempuan merupakan simpul jaringan sosial dan transfer sosial pada masa kritis dan krisis. 

Apalagi, perempuan di Jatim terbukti memiliki produktifitas yang tinggi dengan diraihnya penghargaan pengarusutamaan gender selama sepuluh tahun berturut-turut. “Peran perempuan sangat strategis dalam pembangunan, khususnya dalam hal kemanusiaan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Pakde Karwo mengusulkan agar kabupaten/kota memperbanyak keberadaan pondok kesehatan desa/Ponkesdes dalam rangka meningkatkan upaya preventif dan promotif. 

Dalam satu ponkesdes ini nantinya paling tidak ada satu orang bidan dan dua orang perawat. Berdasarkan data yang ada, dari 5700 total pondok bersalin desa/polindes baru 3.213 yang menjadi ponkesdes. Ponkesdes ini merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah

“Ibu-ibu PKK yang hadir disini harus mendorong bupati/walikotanya agar mau membentuk ponkesdes. Jika polanya masih kuratif seperti sekarang, 

maka BPJS juga akan keberatan menanggung biayanya,” jelasnya.

Menurutnya, dengan adanya ponkesdes maka akan memberi rasa tenang pada masyarakat karena dekat dengan balai kesehatan. Ponkesdes juga merupakan kepanjangan tangan dari puskesmas, sehingga tugas utamanya yakni memberi pengertian tentang pentingnya kesehatan. 

“Hampir 80 persen orang sakit itu sebenarnya bukan dari fisiknya namun dari psikisnya, sehingga dengan adanya balai pengobatan yang dekat maka akan mampu menekan jumlah orang sakit di suatu daerah,” terangnya. (min)

 

banner