Wanita

Kawal Suara Pilgub Jatim di Mojokerto, Khofifah Siapkan Ribuan Saksi Terlatih

MOJOKERTO (KoranTransparansi.com) - Semakin mendekati hari pencoblosan, pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur, nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak menyiapkan ribun saksi untuk mengawal suara. Ada sekitar 3400 saksi yang disiapkan untuk mengawal suara di wilayah Mojokerto.

"Ada sebanyak 3.400 saksi yang saya akan hadir langsung dalam pembukannya," kata Khofifah di Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (18/5/2018).

Ribuan saksi tersebut akan tergabung dari unsur relawan, simpatisan dan masyarakat yang ditunjuk akan dilatih dua hari ke depan. Yang kemudian nanti akan ditempatkan di 68.511 titik TPS (Tempat Pemungutan Suara) untuk Pilgub Jawa Timur.

"Kami ingin bahwa DPT semua terpantau. Sampai dari DPT itu yang memilih berapa persen semua terpantau sampai di kecamatan, kabupaten kota, dan provinsi semua tidak ada yang lolos," ungkapnya.

Nantinya, saksi untuk Pasangan calon Khofifah-Emil disiapkan dari saksi luar dan saksi dalam dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS)

"Masing-masing saksi akan ada tiga orang. Tim PPK juga tiga orang," pungkasnya.

Khofifah berharap para saksi ditugaskan sesuai tempat memilih. Hal itu juga agar para saksi bisa menggunakan hak pilihnya di 27 Juni nanti.

"Mengamankan suara satu TPS tapi jangan kehilangan suara panjenengan. Betapa pentingnya panjenegan menjadi saksi, panjenengan juga haru menggunakan hak pilih,"

Dalam data KPU Jawa Timur tercatat DPT untuk Pilkada Jatim sebanyak 30.155.719 pemilih. Jumlah DPT tersebut terdiri dari pemilih perempuan sebanyak 15.315.352 orang dan pemilih laki-laki sebanyak 14.540.367 orang. (den)

 Gubernur Jatim Soekarwo dan Ketua KPAI Susanto usai pertemuan di kantor Gubernuran Jalan Pahlawan 110 Surabaya, Kamis (17/5/2018).

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Sungguh memperihatinkan anak anak yang harusnya sibuk dengan belajar menjadi korban radikalisme. Kasus  bom di tiga Gereja pada hari minggu dan Mapolresrtabes pada Senin lalu tidak boleh terulang lagi.

Ini perlu pencegahan. Dan karenanya pemprov Jatim perlu menggandeng KPAI dalam program programnya. Sebab KPAI punya pengalaman dalam penanganan anak anak.

Ketika menerima Ketua KPAI ( Komisi Perlindungan Anak Indonesia) Susanto di kantor Gubernur Jatim, Soekarwo menjelaskan, setidaknya terdapat pilot project di Jatim untuk mencegah radikalisme pada anak. “Atau minimal sharing informasi antara KPAI dengan Pemprov. Jatim” ujarnya 

Dua Dinas yang harus terlubat yautu Dinas Sosial Dinas dan Dinas  Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependukan Prov. Jatim.

Untuk menindaklanjuti gagasan ini Gubernur segera mengundang Forkompimda dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Jatim terkait radikalisme. 

Terkait penanganan anak korban terorisme di Jatim, Pakde Karwo menjelaskan semua anak yang menjadi korban terorisme beberapa hari terakhir ini telah didampingi para psikolog. 

Sementara itu Ketua KPAI Susanto mengatakan, KPAI datang ke Jatim untuk memberikan atensi secara khusus kepada para anak yang terkait terorisme,  baik dugaan keterlibatan terorisme maupun sebagai korban. Meskipun posisinya sebagai  sebagai pelaku, tetapi  perspektifnya tetap sebagai korban. 

Sesuai dengan mandat UU Perlindungan Anak, jelasnya, KPAI harus melakukan proses pengawasan dan memastikan adanya perlindungan kepada anak. Untuk itu, KPAI melihat penanganan yang ada di Jatim, terutama dalam proses rehabilitasi pada anak. 

Menurutnya, kebutuhan rehabilitasi terhadap anak terduga pelaku dan dan korban harus sekomprehensif mungkin, baik rehab terhadap medis, psikis, sosial, hingga sentuhan keagamaannya.

Ke depan, Susanto menyampaikan, KPAI akan mengumpulkan anak-anak dan keluarga untuk mencegah radikalisme. Salah satunya dengan memberikan literasi media sosial pada anak dan keluarga, mengingat media sosial memiliki informasi yang tak terbendung.

 Ia berharap dengan langkah yang dilakukan ini anak-anak beserta keluarga bisa mempunyai daya tangkal sekaligus proteksi terhadap anak. (min)

Gumtur Soekanro akan hadir di Surabaya bertemu dengan soekarnois di Jawa Timur. Ini sekaligus memberikan dukungan kepada putrinya Puti Guntur Soekarno yang tengah berjuang memenangi pilgub Jawa Timur berpasangan dengan Gus Ipul.

Surabaya (KoranTransparansi.com) – Putera sulung Bung Karno, Guntur Soekarno, yang telah sekian lama tidak tampil di depan publik, bakal berkunjung ke Kota Surabaya, Jumat 11 Mei 2018. Guntur akan bertemu kaum nasionalis dan para Soekarnois.

Kedatangan Guntur diprakarsai oleh Barisan Soekarnois, yang berasal dari berbagai eksponen ormas-ormas Front Soekarnois,  Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, GMNI, KBM, ISRI, Perwanas dan elemen-elemen kaum nasionalis lainnya. 

“Ada 3 tujuan utama kehadiran Mas Tok (sapaan akrab Guntur Soekarno,” kata Ahmad Basarah, Ketua Umum Persatuan Alumni GMNI di Kota Surabaya, Selasa (1/5/2018).

Tujuan pertama, jelas Wakil Ketua MPR itu, temu kangen dengan para Soekarnois yang  tersebar di banyak tempat dan kiprah perjuangannya. Ada yang di partai-partai politik, lembaga sosial, pengusaha, guru, dosen, mahasiswa, dan sebagainya. “Kami ingin melepas rindu, setelah lama Mas Tok tidak muncul,” kata Basarah, yang juga Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan.

Di awal rezim Orde Baru, dekade 70-an, Guntur Soekarno sempat diprediksi bakal mengikuti jejak ayahnya, Ir. Soekarno, Sang Proklamator dan Presiden ke-1 Republik Indonesia. 

Guntur dahulu dikenal sebagai orator dalam berpidato, mewarisi Bung Karno. Banyak kalangan nasionalis tua di Jawa Timur yang masih mengingat dengan baik nama Guntur Soekarno. 

“Tujuan kedua, forum temu kangen itu juga sebagai wahana konsolidasi ideologis. Bahwa kami adalah anak-anak ideologis Soekarno. Kami punya kewajiban sama, untuk menjaga keutuhan negara Indonesia dan memajukannya, seperti ajaran dan cita-cita Bung Karno,” kata Basarah.

Tujuan ketiga, kata Basarah, adalah kepentingan politik yakni pemenangan Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno, kandidat nomor 2.

“Kehadiran Mas Tok sebagai wujud, bahwa Jawa Timur merupakan basis penting kaum nasionalis. Di Jawa Timur, Bung Karno lahir, tumbuh sebagai tokoh pergerakan, dan disemayamkan di provinsi ini,” kata Basarah.

Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno adalah puteri semata wayang Guntur Soekarno. “Pencalonan Mbak Puti menjadi momentum kebangkitan kaum nasionalis, para Soekarnois, di Jawa Timur. Bekerja sama dengan kaum nahdliyin, dan elemen-elemen masyarakat lainnya” kata Basarah.

Ia menjelaskan, acara temu kangen nanti akan diikuti 1.500 undangan. Mereka berasal dari 27 organisasi barisan Soekarnois. Mereka hadir secara eksponensial, sebagai pribadi-pribadi yang tergabung di organisasi tersebut.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo, alumni GMNI dan mantan Ketua Umum PA GMNI, juga diundang dalam pertemuan itu. “Sebagai sesama kaum nasionalis, alumni GMNI, kami berharap Pakde Karwo bisa hadir di temu kangen dengan saudara-saudaranya seideologi, sebagai Barisan Soekarnois dengan Mas Tok putera pertama Bung Karno,” kata Basarah.(min)

Khofifah Indar Parawansa mendadak alih profesi sebagai penjual soto. Malahan calon gubernur yang diusung tujuh partai itu dengan terampil melayani pembelinya.

 

Surabaya (Korantransparansi.com) - Usai menghadiri acara istighosah akbar, calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama rombongan tim tiba-tiba berhenti di depan warung kaki lima.sejurus kemudian Khofifah masuk ke dalam warung yang berlokasi di sekitar Jl. Samemi, Pakal, Surabaya.

Setelah tahu kedatangan Khofifah bersama rombongan, pemilik warung yang bernama Sumarni itu merasa kaget. Bahkan dirinya salah tingkah saat disapa dan disalami Khofifah yang tak disangka kehadirannya.

"Ini mungkin rejeki saya. Mudah-mudahan Ibu Khofifah dimudahkan jalan ihktiar dan cita-citanya," kata Sumarni.

Rupanya kedatangan Khofifah tidak hanya menjadi kejutan bagi Sumarni, namun pedagang soto ayam itu akhirnya tahu bahwa sosok Khofifah suka melayani masyarakat. Selain itu, dia mengatakan Khofifah pemimpin santun dan pelayan masyarakat.

"Menurut saya Ibu Khofifah orangnya baik, perhatian sama masyarakat kecil. Meskipun pernah jadi menteri, namun beliau hidupnya tetap sederhana, dermawan dan santun sama semua orang," kata Khofifah 

Terbukti di dalam warung, pasangan calon Gubernur nomor urut 1 itu tanpa sungkan meracik soto ayam sendiri dan dihidangkan kepada rombongan serta pelanggan yang datang. Terlihat Khofifah tidak jadi pembeli namun melayani pembeli. 

"Saya memang selalu menempatkan diri saya sebagai pelayan, sering saya menyampaikan di event manapun kalau jadi pemerintah itu tugasnya melayani. Ada hadist kutsi yang artinya begini, siapa yang melayani masyarakat maka Allah yang akan melayani kita," ujar Khofifah.

Perempuan mantan menteri sosial 2014-2018 itu menceritakan, kebiasaan melayani itu sudah terbiasa dilakukan sejak sebelum menjabat menteri. Bahkan saat menjadi menteri pun ia tetap mengaku senang melayani hidangan makanan sendiri kepada para tamunya.

"Hampir semua tamu-tamu saya di kementerian soal yang biasa sambil makan siang saya biasa ngupas mangga dan jeruk sendiri untuk dibagikan kepada mereka, jadi siapapun saya layani selama itu bermanfaat buat orang lain," pungkasnya. (min)

 Siti Fauziah

Bukit Tinggi, Sumbar (Korantransparansi.com) - Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah mengungkapkan bahwa Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) akan menggelar sidang paripurna penetapan dan pelantikan tiga anggota baru pimpinan MPR pada Senin (26/3).

Mereka akan dilantik dalam sidang paripurna sekitar pukul 13.00 WIB, kata Siti Fauziah dalam acara Media Expert Meeting di Bukit Tinggi, Sumbar, Minggu.

Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah menjelaskan, penetapan dan pelantikan tiga wakil ketua MPR tersebut merupakan konsekuensi dari terbitnya UU Nomor 2 Tahun 2018 sebagai revisi UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD atau dikenal dengan UU MD3.

Siti Fauziah juga memastikan bahwa acara sidang paripurna MPR pada Senin itu tidak ada agenda pergantian pimpinan MPR.

Ketiga calon anggota pimpinan MPR yang ditetapkan dan dilantik, masing-masing Ketum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, Ahmad Basarah dari PDIP, sedang Ahmad Muzani dari Partai Gerindra.

"Kalau untuk pergantian itu forumnya berbeda, cukup dilakukan dihadapan pimpinan MPR. Tapi kalau penetapan dan pelantikan pimpinan baru harus melalui sidang paripurna," kata Siti.

Dengan demikian yang ada adalah penambahan jumlah pimpinan MPR. Yakni dari lima orang menjadi delapan orang.

Pimpinan MPR saat ini adalah Zulkifli Hasan (ketua, dari PAN), dan empat wakil ketua masing-masing Hidayat Nur Wahid (PKS), Mahyudin (Golkar), EE Mangindaan (Demokrat), dan Oesman Sapta Odang (kelompok DPD).(sam)

Berkunjung ke Blitar, Gus Ipul Saksikan Pacuan Kuda

BLITAR (Korantransparansi.com) - Calon Gubernur Jawa Timur Incumbent H Saifullah Yusuf berkunjung ke Desa Wisata di Blitar. Wilayah yang selama ini menjadi basis pendukung Marhaen tersebut, Gus Ipul menengok Gelanggang Pacuan Kuda Kikis Tunggurono, Kendalrejo, Talun, Blitar.

  •  Start 
  •  1 
  •  End 
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...