Wanita

 Anggota Komisi III DPR RI Habib Abo Bakar Alhabsy

Jakarta (KOranTransparnsi.con) - Anggota Komisi III DPR RI Habib Abo Bakar Alhabsy mendesak Kapolri mengusut pembubaran aksi mahasiswa di Bengkulu dan Medan yang dilakukan secara represif oleh polisi. Ini hal yang berlebihan dilakuakn aparat kepolisian setempat dalam mengamankan demonstrasi.

“Pembubaran kegiatan aksi mahasiswa yang represif seperti di Bengkulu dan Medan kemarin seharusnya tak perlu terjadi. Saya minta Kapolri mengusut persoalan ini. Apakah memang prosedur pengamanan aksi telah sesuai dengan protap (prosedur tetap, RED),” kata Habib dalam rilis yang diterima Parlementaria, Senin (24/9/2018).

Sebagaimana diketahui, unjuk rasa massa pro dan kontra pemerintahan Joko Widodo di Medan diwarnai bentrok pada Kamis (20/9/2018) lalu. Menurutnya, polisi tidak boleh bias menghadapi kejadian seperti ini. Apalagi ada dua kubu demonstran yang berseberangan. Aparat dinilai Habib berat sebelah. Hanya melindungi satu kubu dan represif terhadap kubu lain. 

Anggota DPR dari dapil Kalimantan Selatan I ini menyayangkan tindakan represif polisi. Menurutnya, apa yang dilakukan para mahasiswa adalah hak konsitusional dan itu biasa terjadi di negara demokratis. Kapolri harus bertanggung jawab kepada publik atas hal ini.

“Saya sangat menyayangkan jika aparat membubarkan aksi mahasiwa secara represif. Apa yang dilakukan oleh mahasiswa adalah menyampaikan pendapat yang merupakan hak konstitusional. UUD 1945 menjamin hak tersebut dan kepolisian memiliki kewajiban untuk melakukan pengamanan,” tutur legislator PKS itu.(sam)

 

Sejumlah kiai sepuh Jatim saat berkumpul di kediaman Wakil Gubernur Jawa Timur di Surabaya, Senin (17/9). (Foto Istimewa)

Surabaya (KoranTranparnsi.com) - Sejumlah kiai sepuh Jawa Timur berkumpul menyikapi perkembangan politik membahas Pemilihan Presiden 2019 sekaligus sebagai ajang silaturahim di kediaman Wakil Gubernur Saifullah Yusuf di Surabaya, Senin.

"Ini silaturahim rutine. Agenanya membahas perkembangan politik sehingga suasana tetap kondusif," ujar Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim, kepada wartawan di Surabaya.

Beberapa kiai yang hadir antara lain KH Zainuddin Jazuli dan KH Nurul Huda Jazuli dari Pesantren Ploso, Mojo, Kediri, KH Miftachul Ahyar dari Surabaya, KH Anwar Iskandar dari Al Amin Kediri, KH Idris Hamid dari Pasuruan, KH Nawawi Abdul Djalil dari Pasuruan dan KH Anwar Mansyur dari Lirboyo Kediri.

Selain itu, turut hadir KH Ubaidillah Faqih dari Langitan Tuban, KH Nuruddin Abdurahman dari Bangkalan, KH Safiudin Wahid dari Sampang, KH Fakhrillah Aschal serta sejumlah ulama dan kiai sepuh lainnya. 

Gus Ipul, yang juga salah seorang Ketua PBNU tersebut mengakui belum semua kiai memutuskan kepada siapa arah dukungan di Pilpres mendatang, tapi ada juga yang sudah mendukung Joko Widodo maupun Prabowo Subianto. (ais)

Khofifah-Emil saatnya sampaikan kemenangan

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Hasil quick count dari Pilgub Jatim yang dilakukan oleh beberapa lembaga Survey menunjukkan kemenangan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Estianto Dardak atas Saifullah Yusuf-Mbak Puti Guntur Soekarnoputri dengan kisaran angka 53% vs 46% . 

Kemenangan tersebut terlihat dari trend dukungan suara terhadap pasangan Khofifah-Emil yang semakin lama semakin naik selama 4-5 bulan terakhir sementara disi lain suara Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarnoputri yang tertahan, ungkap Cea Initiative Institut dan Dosen Departamen Politik Unair Airlangga Pribadi Kusman, Ph.D.   

Ada beberapa hal yang menjadi faktor kemenangan dari pasangan Khofifah-Emil atas Gus Ipul-Puti: 

Pertama,  strategi populisme elektoral yang dijalankan oleh Khofifah dan Emil dimana mereka langsung menyentuh lapisan terbawah dari pemilih menjadi strategi utama yang dilakukan oleh pasangan ini.  

Hal ini membuat hubungan dan identifikasi politik antara Khofifah-Emil dan pemilih bersifat langsung. Hal ini yang juga terjadi dalam strategi kemenangan pasangan Gubernur Jakarta Jokowi-Ahok pada 2012 lalu.  

Kedua,  pertarungan pilgub Jawa Timur ditengah popularitas yang optimal antara Khofifah dan Saifullah Yusuf sangat ditentukan oleh perolehan dukungan yang didapat oleh wakilnya Emil Estianto vs Puti Guntur Soekarnoputri.  

Dalam beberapa debat yang berlangsung Emil berhasil menunjukkan dirinya sebagai figur pemimpin muda,  berkapasitas,  berani dan cerdas.  Ini menjadi rujukan dari para pemilih di Jawa Timur.  

Tiga,  satu faktor yang menentukan adalah langkah cantik dari Pakde Karwo (Gubernur Jatim)  yang pada detik2 terakhir melansir surat terbuka kepada masyarakat Kawa Timur untuk memilih pasangan KIP-Emil dengan pertimbangan kapasitas calon. Basis dukungan Pakde yang masih kuat baik dikalangan basis Mataraman maupun Kyai ikut memberikan kontribusi suara kepada pasangan Khofifah-Emil Dardak. 

Menurut Airlangga Pribadi, untuk pasangan Khofifah-Emil Dardak saat ini adalah waktu yang tepat untuk memberikan sambutan terima kasih kepada warga Jawa Timur dan mengajak kepada pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarnoputri untuk bersatu bersa membangun Jawa Timur.  

Sementara untuk pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarnoputri ini adalah saat yang baik untuk menunjukkan kebesaran hati dan memberi selamat kepada Khofifah Indae Parawansa-Emil Dardak dan ikut bersama2 memberi dukungan untuk membangun Jawa Timur.  (den)

Ke Pasar Tjap Toenjoengan, Khofifah Ngeludruk

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri undangan dari Pakuwon Grup ke Pasar kuliner Tjap Toenjongan, Surabaya. Kunjungan Khofifah ini dsambut warga Surabaya. 

Khofifah tampak mengenakan outfit casual. Kedatangan Khofifah sudah ditunggu masyarakat kota Surabaya. Setibanya di lokasi, masyarakat bergantian menyemut meminta swafoto dan bersalaman bersama Khofifah. 

Sambil menyapa masyarakat, Menteri Sosial 2014-2018 itu pun menyusuri satu per satu booth kuliner. Ada sekitar 150 lebih jenis kuliner yang tersaji di Pasar Kuliner Tjap Toenjongan, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (31/5/2018).

Sambutan hangat dan antusias masyarakat ini pun berlanjut dengan menonton bareng Ludruk yang ditampilkan Ludruk Karya Budaya Mojokerto. Meskipun hingga dini hari, warga tampak tetap antusias menonton pertunjukan khas budaya Jawa Timur tersebut bersama Khofifah.

Khofifah bersama masyarakat Surabaya tampak menikmati pertunjukan ludruk tersebut. Bahkan tak canggung Khofifah tertawa karena lawakan yang menggelitik.

“Kalau mau lurus ikuti apa kata Gus Dur menjaga tradisi, ibu Khofifah ikut apa kata Gus Dur lurus hidupnya menjaga tradisi budaya. Makanya kalau di pimpin ibu Khofifah Jawa Timur Sejahtera,” kata salah satu pemain ludruk, Cak Memet dengan bahasa bahasa Jawa Timur.

“bu Khofifah ini memperhatikan tradisi dan budaya. Besok pilihnya bu Khofifah dan mas Emil nomor 1,” imbuhnya.

Sementara itu, Khofifah mengapresiasi festival kuliner yang digelar oleh Pakuwon Grup. Menurutnya festival ini bisa menjadi penguatan UMKM mempertemukan penjual dan pembeli.

“Ini adalah mempertemukan para buyer dan penjual. Pola yang sebetulnya bisa mengembangkan UMKM. Kalau kuliner, saya rasa tren dunia salah satunya bisnis kuliner. Kuliner ini akan menjadi magnet siapapun yang mengunjungi Surabaya,” kata Khofifah. 

Khofifah juga menyampaikan industri padat karya perlu dikembangkan di pedalaman Jawa Timur. Ini juga untuk meredam peningkatan urbanisasi dari desa ke kota. Desantralisasi industri ini juga demi membuat pembangunan dan kesejahteraan Jawa Timur lebih merata.

“Saya sampaikan ke pelaku usaha, agar mau merelokasi industri di daerah supaya warga di desa bisa mendapatkan pekerjaan. Supaya tidak ada urbanisasi. Ini dampaknya berat. Relokasilah dari kota ke desa-desa Jawa Timur supaya ada pemerataan Jawa Timur,” pungkasnya. (min)

 

Ketua Fraksi Golkar Jawa Timur yang juga Sekretaris DPD  Golkar Provinsi Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak SH meminta agar Golkar Surabaya kerja extra keras untuk mendongkrak kursi di DPRD Surabaya pada Pileg 2019.

SURABAYA  (KoranTransparansi.com) – Ini bentuk apresiasi Ketua Fraksi Partai Golkar Jawa Timur (FPG) Sahat Tua Sumanjuntak SH untuk menambah kursi di DPRD Kota Surabaya pada Pemilu Legislatif 2019 mendatang.

Sahat, anggota DPRD Jawa Timur dua periode yang berangkat dari Dapil Jatim l (Surabaya-Sidoarjo) siap menjadi bapak asuh di Dapil 5 mengingat Dapil 5 tidak kebagian kursi di DPRD.

Bukan hanya siap jadi bapak asuh, Sahat juga akan melakukan kerja kerja politik secara maraton mengingat waktu Pileg sudah dekat.

Saratnya Ketua PK dan PL se Dapil 5 jangan pangku tangan dan menunggu dari saya. Artinya inisiatif dan gagasan juga harus muncul dari kader. Saya akan fasilitasi. tegasnya saat temu kader Golkar dalam Reses ll/2018 di kantor Golkar Kota Surabaya, Rabu (30/5/2018) malam.

"Saya bersama Pak Blegur, Ketua DPD Golkar Surabaya akan selalu turun lapangan tanpa melihat waktu. Artinya saya turun langsung ke masarakat. Kerja politik harus lebih keras lagi dalam menghadapi beberapa event politik lokal Jawa Timur dan nasional. tandasnya

“Pilgub Jawa Timur 27 Juni mendatang adalah momentum untuk mengukur tingkat keberhasilan mulai dari organisasi sampai kaderisasi apakah DPD ll Kota Surabaya sudah cukup maksimal,” tandas Sekretaris DPD Golakr Provinsi Jawa Timur itu.

Dalam perjalanannya,  partai bergambar pohon beringin itu sempat mengalami pasang surut terutama pasca reformasi. Hasil pemilu yang lalu , Golkar Surabaya mengalami penurunan dan kini tersisa 4 kursi dari sebelumnya 5 kursi. Dapil 5 harus menjadi perhatian serius. Sementara Dapil yang lain harus dijaga dengan ketat.

Sahat mmberikan tip untuk meningkatkan kursi di DPRD Surabaya pada pileg 2019 nanti. Kepada anggota fraksi, empat orang ini, kalau reses  jangan hanya bertemu dengan konstituennya saja melainkan juga mengajak pengurus Golkar ditingkat Kecamatan dan Kelurahan. Ini penting agar pengurus itu bisa kenal  masyarakatnya.

“Saya kawatir jangan jangan pengurus Kecamatan dan kelurahan malah tidak dikenal sama sekal. Kalau ini terjadi sangat kecil Surabaya bisa menambah kursi di DPRD,” tegas Sahat.

Instrumen yang ada dibawah harus selalu bekerja extra untuk bisa memenangkan Cagub yang sudah diusung yaitu Bu Khofifah Indar Parawansa dan Mas Emil. Ini pertarungan harga diri.

Selain itu DPD l Golkar Jawa Timur tengah menurunkan timnya untuk  melakukan audit organisasi apakah pengurus Golkar Kecamatan dan kelurahan betul betul ada atau sekedar pasang nama saja. 

Khusus untuk Dapil 5 yang tidak ada dewannya, kata Sahat, Sekretaris DPD Provinsi Jaw Timur itu menyatakan kesediannya  untuk menjadi bapak asuh meski pada Pemilu 2019, aya belum memutuskan berangkat dari Dapil mana. Yang jelas kader kader dibawah saya harus diberi kesempatan untuk naik.  

“Ini masih menjadi tanggung jawab saya. Dapil 5 ayo bekerja sama saya,” ungkap anggota DPRD Jawa Timur dua periode itu sambil menunjuk kader kader Dapil 5. (min)   

Gus Ipul Ingin Tingkatkan Investasi di Jatim Melalui "Baja Emas"

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Investasi berbasis padat karya menjadi satu sektor ekonomi yang akan terus digenjot oleh Calon Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) apabila kelak terpilih. Optimalisasi penyerapan tenaga kerja diharapkan dapat berdampak positif terhadap ekonomi Jawa Timur.

Untuk memaksimalkan hal tersebut, pemrov nantinya akan merangsang investor menamkan modal di Jawa Timur dengan melalui berbagai kemudahan. Di antaranya, sektor infrastruktur. 

Gus Ipul menjelaskan, bahwa industri berbasis padat karya tak bisa dibiarkan berjalan sendiri. Perlu adanya dukungan dari pemerintah, terutama terkait penunjang aktivitas kegiatan industri. 

"Industri berbasis padat karya perlu backup supaya mereka bisa bertahan. Apalagi, persaingan makin ketat. Sehingga, kita menyiapkan langkah-langkah untuk menjaga mereka agar bertahan," kata Gus Ipul di Surabaya, Kamis (24/5/2018).

Mengutip data Badan Penanaman Modal (BPM) Jawa Timur tahun 2017, sebanyak 598.862 tenaga kerja terserap melalui investasi. Rinciannya, Penyertaan Modal Asing (PMA) sebanyak 2.527 proyek (Rp21,4 triliun rupiah) berhasil menyerap lapangan kerja sebesar 78.496 tenaga kerja. 

Kemudian, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebanyak 2.165 proyek (Rp45 triliun) yang menyerap 69.290 lapangan kerja. Di luar itu, masih ada PMDN non fasilitas yang justru menyediakan lapangan kerja terbesar.

Yakni, dengan 129.260 proyek (Rp85,9 triliun) menyerap 451.076 lapangan kerja. "Kedepan, investasi inilah yang akan kami dorong. Kita bersyukur, di tahun 2017 lalu, ada 400-500 ribu lebih lapangan pekerjaan yang tersedia. Baik dari PMA, PMDN, maupun investasi non fasilitas," jelas Gus Ipul.

Untuk menunjang hal ini, pemerintah provinsi nantinya akan memberikan dukungan dari berbagai sektor. Di antaranya penyediaan infrastruktur. 

Secara spesifik, kandidat yang berpasangan dengan Cawagub, Puti Guntur Soekarno ini telah menyiapkan program Baja Emas yang merupakan kepanjangan dari Perbaikan Jalan untuk Ekonomi Masyarakat.

Sasaran program ini di antaranya adalah peningkatan status jalan rusak (176,29 km) dan rusak berat (6,5 km) menjadi baik dan sedang. Kemudian, menuntaskan Jalan Pantai Selatan (Pansela) sepanjang 676,82 km. Serta, pmbangunan Pelabuhan Rakyat untuk kepentingan nelayan. 

Gus Ipul optimistis, melalui peningkatan infrastruktur, utamanya jalan, akan berdampak positif terhadap sektor ekonomi Jawa Timur. 

Tak hanya itu, komitmen Gus Ipul juga sebagai bentuk dukungan pemrov terhadap proyek infrastruktur nasional di bawah pemerintah pusat. Misalnya, pembangunan jalan tol hingga proyek bandara.

Sebagai contoh, pemerintah pusat telah sepakat bahwa dalam waktu dekat membangun jalan tol yang menembus wilayah Kabupaten Kediri.

Jalan sepanjang 22 Km ini akan terdapat dua simpang susun yang berada di daerah Papar Nganjuk dan daerah Banyakan Kediri. Jalan ini juga akan tersambung dengan jalan tol Solo-Kertosono yang saat ini juga masih tahap proses penyempurnaan.

"Rencana pembangunan jalan tol yang nantinya menghubungkan Kediri hingga Tulungagung sudah masuk dalam rencana kami sejak saya menjadi Wakil Gubernur," ujar Gus Ipul yang juga Wakil Gubernur Jatim dua periode ini.

"Sehingga, kalau nanti kami terpilih, kami akan dorong dan lanjutkan agar proses pembangunan jalan tol ini bisa terrealisasi," ulas pasangan Cawagub Puti Guntur Soekarno ini.

Nantinya Jawa Timur akan dikelilingi oleh jalan tol yang terbentang dari Surabaya-Solo hingga Surabaya-Banyuwangi. Banyaknya akses tol tersebut diharapkan akan memaksimalkan pembangunan di Jawa Timur, khususnya ekonomi kawasan Jatim selatan yang saat ini masih tertinggal di banding utara.

"Jalan tol bisa menumbuhkan ekonomi, membangun 'city link' dan membuka layanan transportasi sehingga memudahkan orang dan barang. Ada JLS (jalur lintas selatan) juga, harapannya ke depan kawasan selatan akan lebih maju," pungkasnya. (den)

  •  Start 
  •  1 
  •  End 
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...