Tajuk

Merdeka atau Mereka

    Merdeka atau Mereka
    Hakikinya merdeka itu adalah hak segala bangsa
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar belum
merasakan kemerdekaan secara sungguh-sungguh
    Hakikinya merdeka itu bebas dari penjajahan
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar terjerumus
dalam praktek penjajahan secara sungguh-sungguh
    Hakikinya merdeka itu menjunjung tinggi
perikemanusian dan perikeadilan
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar masuk
jurang cukup dalam praktek tidak manusiawi, bahkan jatuh
terperosok masuk lingkaran jauh dari rasa keadilan secara
sungguh-sungguh.
    Sebagian kecil bangsa Indonesia menikmati kemerdekaan
bersama mereka (bukan siapa siapa)

    Merdeka atau Mereka
    Hakikinya merdeka itu kebahagiaan
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar tidak bahagia
bahkan masih tercatat sengsara secara sungguh-sungguh
    Hakikinya merdeka itu pintu gerbang bersatu
    Mengapa persatuan (maaf, gotong royong) hanya
digembar gemborkan saat kerja bhakti tetapi sesungguhnya
tercabik cabik dalam perpecahan sunyi karena sesungguhnya
memang tidak bersatu secara sungguh-sungguh
    Hakikinya merdeka itu berdaulat
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar tidak
berdaulat (bahkan tanpa mahkota martabat) secara sungguhsungguh
    Hakikinya merdeka itu adil dan makmur
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar tidak
menikmati keadilan juga tidak makmur secara sungguhsungguh.
Sebagian kecil bangsa Indonesia menikmati kemerdekaan
bersama mereka (bukan siapa siapa)

    Merdeka atau Mereka
    Hakikinya merdeka itu supaya berkehidupan kebangsaan
yang bebas
    Mengapa bangsa Indonesia sebagai besar tidak
memperoleh kehidupan kebangsaan yang bebas secara
sungguh-sungguh
    Hakikinya kemerdekaan itu Atas berkat rahmat Allah Yang
Maha Kuasa
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar,
memain-mainkan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala secara
sungguh-sungguh (maaf, bersumpah, beragama, berkorupsi,
berpungli, ber...niat meninggalkan dan menanggalkan kebaikan)
    Hakikinya merdeka itu dorongan keinginan luhur
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar tidak mencerminkan
leluhur yang berbudi pekerti luhur secara sungguhsungguh
    Sebagian kecil bangsa Indonesia menikmati kemerdekaan
bersama mereka (bukan siapa siapa)

    Merdeka atau Mereka
    Hakikinya merdeka itu membentuk suatu pemerintah
negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar tidak
mendapat perlindungan secara sungguh-sungguh.
    Hakikinya merdeka itu memajukan kesejahteraan umum
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar di depan
umum banyak tidak sejahtera secara sungguh-sungguh
    Hakikinya merdeka itu mencerdaskan kehidupan bangsa
Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar belum
mendapatkan kesempatan cerdas secara sungguh-sungguh
    Sebagian kecil bangsa Indonesia menikmati kemerdekaan
bersama mereka (bukan siapa siapa)

    Merdeka atau Mereka
    Hakikinya merdeka itu ikut melaksanakan ketertiban
dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi
dan keadilan sosial secara sungguh sungguh.
    Mengapa banga Indonesia sebagian besar tidak
menikmati secara sungguh-sungguh
    Sebagian kecil bangsa Indonesia menikmati kemerdekaan
bersama mereka (bukan siapa siapa)

    Merdeka atau Mereka
    Hakikinya merdeka itu sudah bisa mensyukuri dan
menikmati semua kenikmatan di Negara Kesatuan Republik
Indonesia dengan sungguh-sungguh
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar tidak
menikmati secara sungguh-sungguh (maaf, menjadi buruh
di negeri sendiri dan menjadi buruh negeri orang)
    Sebagian kecil bangsa Indonesia menikmati kemerdekaan
bersama mereka (bukan siapa siapa),

    Merdeka atau Mereka
    Hakikinya merdeka itu sudah 72 tahun
Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar sepertinya
belum merdeka,
    Masih nampak seperti anak kemarin secara
sungguh-sungguh.
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar masih terjajah
secara sungguh-sungguh
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar sepertinya
masih berjuang (kembali). secara sungguh-sungguh
    Sebagian kecil bangsa Indonesia menikmati kemerdekaan
bersama mereka (bukan siapa siapa),

Lokasi tempat Nabi Ismail disembelih (dlingkari) di kawasan Mina.

HAMPIR seluruh jamaah haji para dloifullah (tamu Allah) mulai berdatangan ke Makkatul Mukarromah, di Mekah. Selain melaksanakan umroh wajib bagian dari ritual ibadah haji (baik yang memilih haji Tamattu’ atau haji Qiron), para tamu yang diberikan kebarokahan oleh Allah SWT tentu berlomba memperbanyak ibadah di masjidil Haram, sambil menunggu puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Padang Arofah, pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Pesta Demokrasi

Aug 03, 2017
Pesta Demokrasi

Negara Kesatuan Republik Indonesia kembaliakan memecahkan rekor pelaksanaan pestademokrasi, dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyatuntuk kali ketiga, pada tanggal 27 Juni 2018, ketika Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan digelar pada 17 provinsi, termasuk Provinsi Jawa Timur, 154 kabupaten/kota, dengan catata 18 berada di Jatim. Situasi politik di 171 daerah mulai memanas dan pertarungan perebutan kekuasaan mulai diletup-letupkan.

Halal Bi Halal = Pancasila

Tradisi halal bi halal merupakan sebuah kekuatan dahsyat bagi bangsa Indonesia. Betapa tidak? Tradisi modern hasil ijtihad ulama-ulama di Indonesia memberikan penguatan bahawa dengan menetapkan halal bi halal sebagai model merekatkan  persaudaraan dan persatuan juga kesatuan antar-anak bangsa, justru lahir dari sebuah kegiatan religius sangat fundamnetal, yaitu meneruskan Hari Raya Idul Fitri, sebagai simbol kemenangan umat Islam  mencapai derajat bertaqwa, bagi mereka yang beriman dan beramal  sholeh, juga menjalankan ibadah wajib puasa sebulan penuh dalam  bulan suci Ramadhan.

Antara Mudik, Idul Fitri, dan Hari Raya Ketupat

Suasana Mudik pada setiap lebaran sudah mulai terasa sejak3 bulan sebelum tradisi mengujungi kampung halamanitu dilaksanakan, di Indonesia tiket kereta api sudah mulaiboleh dipesan dan dibeli, dan itupun harus antri dan berebut. Panitia Mudik di sejumlah instansi dan lembaga juga sudah mulai merencanakan acara Mudik. Sebuah potret bahwa begitu sakral bagi umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan tradisi Mudik ini

Pertama di Indonesia, Gubernur Jawa Timur Dr. H.Soekarwo pada Rapat Koordinasi E-Newbudgetingdi Ruang Rapat Lantai VII Kantor Gubernur Jatim Jl.Pahlawan 110 Surabaya, Selasa (16/5).menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) pada P-APBD (Perubahan atas Anggaran dan Pengeluaran Belanja Daerah) Tahun Anggaran 2017 akan memberlakukan E-Newbudgeting dalam pengelolaan keuangan, yakni pengelolaan  sistem anggaran terintegrasi dari E- Musrenbang, E- Planning dan E-SIKDA/Sistem Informasi Keuangan Daerah. E-Newbudgeting merupakan kreasi Pemprov. Jatim untuk transparan dan pembelajaran secara konsisten terhadap program prioritas pemerintah, khususnya Pemorv Jatim.

E-Newbudgeting merupakan  sistem pengelolaan keuangan terkoneksi satu sama lain,  efi sien dan termonitor antara hubungan perencanaan dengan IKU (Indeks Kinerja Utama) gubernur. Dengan sistem ini, apabila terdapat ketidaksesuaian dengan program prioritas, akan mudah terkontrol, dapat dilakukan penelusuran dan koreksi secepatnya.

Pelaksanaan E-Newbudgeting baru dapat diakses atau dilihat oleh masyarakat setelah terwujud menjadi produk berupa Peraturan Gubernur, sedangkan prosesnya tidak terlihat karena memerlukan perbaikan-perbaikan dalan proses menjadi Aplikasi yang akan di-Pergub-kan tersebut. Dalam proses sampai keluar produk Pergub terebut, Gubernur Jatim mengharapkan agar para Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan Biro untuk langsung terjun menanganinya. Sebab, jika tidak, akan tertinggal dengan program-program yang ada di Pemprov Jatim. Bagi kabupaten/kota di Jatim yang ingin menggunakan E-Newbudgeting dalam pelaksanaan anggaran, Dinas kominfo Provinsi Jatim  akan memberikan pelatihan.

E-Newbudgeting merupakan penguatan dari Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Undang Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, sekaligus menjalan Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2015 dan Inpres Nomor 9 Tahun 2015, sedangkan Inpres dan Peraturan Perundangan termasuk produk Peraturan Gubernur sebagai implementasi dari ENewbudgeting supaya merakyat (baca, membumi). Oleh karena itu, prinsip dari kreasi atau inovasi dari Pemprov Jatim dalam melakukan program pengelolaan keuangan memalui ENewbudgeting, akan menjadi manfaat, apabila budaya (maaf) ketertutupan Informasi Publik para birokrasi sudah cair dan bersama masyarakat membangun Provinsi Jawa Timur dengan sungguh-sungguh, transparan dan akuntabel.

Mengapa demikian? Kehebatan Pemrov Jatim dalam berbagai terobosan program, kreasi maupun inovasi sebagai bagian dari percepatan pembangunan, dan kreasi dari pejabat melakukan program prioritas dengan harapan dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia, terutama rakyat Jawa Timur, selama ini sebagian masih baru di awang-awang. Artinya, program-program itu hanya khusus untuk para pejabat, penguasa, dan pemagang kekuasaan, bahkan ada kesan berusaha semaksimal mungkin mengeterapkan hanya untuk kepentingan AGS (Asal Gubernur Senang), sehingga program itu bersifat ‘’MELANGIT’’, hanya pejabat tingkat atas saja yang berhak tahu, selebihnya masyarakat mau tidak mengerti bahkan tidak memahami tidak mau tahu.
Sekedar Catatan sekaligus mengingatkan bahwa Pemprov Jatim senantiasa menjadi pioner (terdepan) dalam beberapa hal bersifat nasional, bahkan terobosan sebagai kreasi yang dibenar menurut Undang-undang Administrasi Pemerintahan, namun website atau situs resmi Pemprov Jatim, ternyata tidak dapat diakses dengan mudah untuk mengetahui apakah program-program keterbukanaan anggaran, keterbukaan Informasi Publik itu, sudah dapat dipuji, dikritisi, diberi masukan atau dievaluasi oleh masyarakat, sebagaimana harapan dari perubahan Undang Undang Dasar 1945, khususnya pasal 28F yang berbunyi, ’’Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia’’.

Sebuah pertanyaan kritis khusus mengenai program yang sangat luar biasa bernama E-Newbudgeting? Apakah program hebat ini hanya sekedar meninabobokkan masyarakat Jawa Timur yang merupakan pemilik sah APBD Pemprov Jatim, atau benar-benar melalui produk Pergub (nantinya) akan mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun Jawa Timur dengan transparan, terpercaya, teraktual, terhebat, terdepan dalam berbagai persoalan persaingan dunia modern. Sebab, semua itu akan menentukan masa depan Provinsi Jawa Timur, akan mengalami kemajuan hanya dengan catatan dan proigram hebat belaka, atau memang terwujud dan masyarakat merasa menjadi bagian dari demokrasi partisipatoris yang selama selalu dikampanyekan Pak De Karwo.

Kunci dari sebuah program spektakuler bernama eNewbudgeting, apabila ‘’MEMBUMI’’ atau masyarakat dari berbagai lapisan yang memahami, mengerti, dan dapat melakukan komunikasi maupun koordinasi mengenai APBD atau P-APBD, maka program ini akan menjadi catatan bersejarah kepemimpinan Pak De Karwo di Jawa Timur sangat baik bahkan terbaik atau dalam kata lain husnul khotimah. Namun apabila hanya dinikmati segelintir pejabat Organisasi Perangkat Daerah sampai pada tingkat Unit Kerja (seperti keterbukaan keuangan pemerintah daerah di Pemprov Jatim) selama ini, maka program yang ’’MELANGIT’’ seperti ini hanya akan mensengsarakan dan menyusahkan masyarakat dan rakyat jelata.

Tentu saja dengan berperasangka baik, dengan sabar dan tawakal menunggu sebuah ikhtiyar atau usaha dari hasil kreasi ini, apakah E-Newbudgeting Pemprov Jatim Melangit atau Membumi. (*)

  •  Start 
  •  1 
  •  End 
banner