Tajuk

Sumpah Pemuda

Nov 06, 2018
Sumpah Pemuda

Tajuk Transparansi

Djoko Tetuko

 

Sumpah Pemuda

Sumpah Apa

Sumpah Milik Siapa

Pertama:

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoea:

Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga:

Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia

Sumpah Pemuda kembali diperingati di seluruh penjuru nusantara Indonesia Raya, banyak klaim atas kehebatan atau kesuksesan dikaitkan dengan Sumpah Pemuda, seperti sukses Asian Games di Jakarta dan Palembang serta Asian Para Games di Jakarta. Juga sederetan prestasi pemuda-pemudi Indonesia di kancah internasional dalam mengibarkan merah putih dengan lagu kebangsaan ’’Indonesia Raya’’.

Berbagai catatan tentang sepak terjang kesuksesan pemuda dan pemudi Indonesia dikaitkan dengan Sumpah Pemuda memang sah-sah saja, sebab kunci menuju kemerdekaan Indonesia, salah satu upaya menyatukan perjuangan seluruh nusantara memang menjadi sangat kuat setelah ikrar Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, tetapi apakah Sumpah Pemuda yang sakral itu, hanya sekedar sebuah peringatan yang diagung-agungkan atau harus terus menerus sekedar mendapat nilai kehormatan dalam mewujudkan kesetaraan, kesejahteraan, kemakmuran, dan pemerataan dalam berbagai bidang pembangunan, tanpa menyentuh subtansi atau makna sesungguhnya.. 

Oleh karena itu, sekedar mengingatkan kembali bahwa Sumpah Pemuda (kalimat sumpah pertama), bahwa Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Apakah dalam mengatur tata pertanahan secara nasional, sudah menjadikan Sumpah Pemuda ini menjadi dasar dan pijakan, sehingga tanah Indonesia dalam ’’kekuasaan negara’’. Dalam hal ini, negara hadir melalui peran aktif seluruh komponen pejabat negara untuk menyampaikan secara transparan atau secara terbuka masalah pertanahan kepada seluruh warga negara.

Mengingatkan kembali bahwa Sumpah Pemuda (kalimat sumpah kedua), bahwa Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Nilai luhur amat sakral kalimat kebangsaan dari Sumpah Pemuda ini, mengandung arti sangat mulia bahwa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, berbagai budaya, berbagai kekuatan daerah, berbagai kerajaan daerah, dan simbol-simbol kebesaran secara adat istiadat, dinyatakan dalam Sumpah Pemuda menjadi satu bangsa Indonesia.

Dalam hal ini, negara hadir melalui peran aktif seluruh komponen pejabat negara, menyatakan bahwa kebangsaan kita sudah final, bangsa Indonesia, jika ada campur tangan asing, atau masih ada bangsa Indonesia berjuang untuk kepentingan asing, maka harus segera diluruskan kembali karena itu sama halnya dengan mengkhiati bangsa Indonesia.

Mengingatkan kembali bahwa Sumpah Pemuda (kalimat sumpah ketiga), bahwa Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia memang sudah mengakar dan hampir merata menjadi alat komunikasi nasional seluruh nusantara, sudah dipahami dari Sabang sampai Merauke, tetapi itu hanya sekedar bahasa, hanya menggunakan bahasa.

Tetapi arti yang sangat dalam dari kalimat bahasa Indonesia itu, ialah kesamaan seperjuangan untuk menyuarakan satu tekad tentang Indonesia, dalam keadaan suka maupun duka. Bahasa menjadi bahasa bangsa bahwa dengan bahasa persatuan, maka persatuan bertanah air dan berbangsa, wajib menjadi satu, bukan saling menjatuhkan. Apalagi ’’Saling Menjajah’’. Sebuah pengingkaran terhadap Sumpah Pemuda.

Sekedar mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda ialah sumpah agung bangsa Indonesia, dengan berbagai konsekuensi logis bahwa melanggar sumpah akan mendapatkan balasan setimpal atas upaya mengingkari sumpah itu sendiri. Sudah menjadi catatan sejarah bahwa usaha-usaha mengkhianati bangsa sekaligus mengingkari sumpah, mendatangkan ujian dan cobaan dalam berbangsa dan bernegara yang sangat membahayakan. Ketika daerah-daerah potensi dengan adat istiadat sangat menjunjung tinggi budaya beradab, sopan, santun bergeser ke budaya asing dengan penuh kebobrokan moral, maka terjadi musibah dan bencana.

Sekedar menjawab pertanyaan konyol dari beberapa pemuda, lalu Sumpah Pemuda itu apa? Tanpa bermaksud merendahkan nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda bahwa itu Sumpah Pemuda Indonesia pada tahun 1928 atau sudah 90 tahun yang lalu. Sumpah itu milik pemuda dan pemudi Indonesia sampai kapan pun, mengingatkan kembali takdir dari Yang Maha Kuasa sudah menuliskan seperti demikian, sehingga tatanan pertanahan, tatanan berbangsa, dan tatanan berbahasa (tatanan persatuan), sudah mulai terkoyak dalam ’’Penjajahan Modern’’, maka hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Mengetahui, Maha Pengasih dan Maha Penyayang, akan menyelesaikan dengan takdri baikNya. Oleh karena itulah, yakinlah bahwa Sumpah Pemuda itu milik pemuda-pemudi Indonesia sampai kapan pun dengan kekuatan Ilahi Robbi.

Sekedar menjawab pertanyaan konyol dari beberapa pemuda, lau Sumpah Pemuda itu milik siapa? Tanpa bermaksud merendahkan pemuda-pemudi Indonesia jaman dulu kala 90 tahun silam, juga pemuda pemudi Indonesia jaman now, maka sumpah itu milik pemuda-pemudi Indonesia, sehingga barang siapa melanggar, mengkhiati, mengingkari, maka lambat laun akan mendapatkan balasan setimpal sebagaimana Sumpah Pemuda menjadi ’’Paku Bumi’’, kekuatan paling mendasar bangsa dan negara Indonesia. 

Sumpah Pemuda akan menjadi kekuatan dahsyat ketika pemuda pemudi Indonesia membutuhkan kekuatan itu, akan menjadi kekuatan ghaib ketika pemuda pemudi Indonesia membutuhkan kekuatan itu, akan menjadi kekuatan penyeimbang modernisasi dunia ketika pemuda pemudi Indonesia membutuhkan kekuatan itu, dan akan menjadi kekuatan mensejahteraan dan memakmurkan bangsa Indonesia ketika pemuda pemudi Indonesia membutuhkan kekuatan itu. Karena memang Sumpah Pemuda itu milik pemuda pemudi Indonesia.

Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, ialah 17 tahun setelah Sumpah Pemuda diikrarkan, Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945, ialah 17 tahun setelah Sumpah Pemuda, semangat perjuangan ulama dan santri berkobar, Hari Pahlawan 10 November 1945, juga setelah 17 tahun Sumpah Pemuda disumpahkan dalam sumpah suci, Cikal bakal suatu negara berdiri dan merdeka dalam Sumpah Pemuda. 

Menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara secara sungguh-sungguh penuh kebenaran dan kejujuran, serta segera bertobat (tidak mengulang lagi perbuatan negatif, bahkan langsung memperbaiki ke arah yang benar) akan mengantar kemurnian Sumpah Pemuda sebagai sebuah keniscayaan karena pertolongan dari Allah Subahanahu wa Ta’ala, Yang Maha Esa, Maha Bijaksana, juga Maha Kuasa atas seluruh kekuasaan dan kekuatan di jagad raya. (*)

 

Merdeka atau Mereka

    Merdeka atau Mereka
    Hakikinya merdeka itu adalah hak segala bangsa
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar belum
merasakan kemerdekaan secara sungguh-sungguh
    Hakikinya merdeka itu bebas dari penjajahan
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar terjerumus
dalam praktek penjajahan secara sungguh-sungguh
    Hakikinya merdeka itu menjunjung tinggi
perikemanusian dan perikeadilan
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar masuk
jurang cukup dalam praktek tidak manusiawi, bahkan jatuh
terperosok masuk lingkaran jauh dari rasa keadilan secara
sungguh-sungguh.
    Sebagian kecil bangsa Indonesia menikmati kemerdekaan
bersama mereka (bukan siapa siapa)

    Merdeka atau Mereka
    Hakikinya merdeka itu kebahagiaan
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar tidak bahagia
bahkan masih tercatat sengsara secara sungguh-sungguh
    Hakikinya merdeka itu pintu gerbang bersatu
    Mengapa persatuan (maaf, gotong royong) hanya
digembar gemborkan saat kerja bhakti tetapi sesungguhnya
tercabik cabik dalam perpecahan sunyi karena sesungguhnya
memang tidak bersatu secara sungguh-sungguh
    Hakikinya merdeka itu berdaulat
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar tidak
berdaulat (bahkan tanpa mahkota martabat) secara sungguhsungguh
    Hakikinya merdeka itu adil dan makmur
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar tidak
menikmati keadilan juga tidak makmur secara sungguhsungguh.
Sebagian kecil bangsa Indonesia menikmati kemerdekaan
bersama mereka (bukan siapa siapa)

    Merdeka atau Mereka
    Hakikinya merdeka itu supaya berkehidupan kebangsaan
yang bebas
    Mengapa bangsa Indonesia sebagai besar tidak
memperoleh kehidupan kebangsaan yang bebas secara
sungguh-sungguh
    Hakikinya kemerdekaan itu Atas berkat rahmat Allah Yang
Maha Kuasa
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar,
memain-mainkan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala secara
sungguh-sungguh (maaf, bersumpah, beragama, berkorupsi,
berpungli, ber...niat meninggalkan dan menanggalkan kebaikan)
    Hakikinya merdeka itu dorongan keinginan luhur
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar tidak mencerminkan
leluhur yang berbudi pekerti luhur secara sungguhsungguh
    Sebagian kecil bangsa Indonesia menikmati kemerdekaan
bersama mereka (bukan siapa siapa)

    Merdeka atau Mereka
    Hakikinya merdeka itu membentuk suatu pemerintah
negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar tidak
mendapat perlindungan secara sungguh-sungguh.
    Hakikinya merdeka itu memajukan kesejahteraan umum
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar di depan
umum banyak tidak sejahtera secara sungguh-sungguh
    Hakikinya merdeka itu mencerdaskan kehidupan bangsa
Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar belum
mendapatkan kesempatan cerdas secara sungguh-sungguh
    Sebagian kecil bangsa Indonesia menikmati kemerdekaan
bersama mereka (bukan siapa siapa)

    Merdeka atau Mereka
    Hakikinya merdeka itu ikut melaksanakan ketertiban
dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi
dan keadilan sosial secara sungguh sungguh.
    Mengapa banga Indonesia sebagian besar tidak
menikmati secara sungguh-sungguh
    Sebagian kecil bangsa Indonesia menikmati kemerdekaan
bersama mereka (bukan siapa siapa)

    Merdeka atau Mereka
    Hakikinya merdeka itu sudah bisa mensyukuri dan
menikmati semua kenikmatan di Negara Kesatuan Republik
Indonesia dengan sungguh-sungguh
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar tidak
menikmati secara sungguh-sungguh (maaf, menjadi buruh
di negeri sendiri dan menjadi buruh negeri orang)
    Sebagian kecil bangsa Indonesia menikmati kemerdekaan
bersama mereka (bukan siapa siapa),

    Merdeka atau Mereka
    Hakikinya merdeka itu sudah 72 tahun
Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar sepertinya
belum merdeka,
    Masih nampak seperti anak kemarin secara
sungguh-sungguh.
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar masih terjajah
secara sungguh-sungguh
    Mengapa bangsa Indonesia sebagian besar sepertinya
masih berjuang (kembali). secara sungguh-sungguh
    Sebagian kecil bangsa Indonesia menikmati kemerdekaan
bersama mereka (bukan siapa siapa),

Lokasi tempat Nabi Ismail disembelih (dlingkari) di kawasan Mina.

HAMPIR seluruh jamaah haji para dloifullah (tamu Allah) mulai berdatangan ke Makkatul Mukarromah, di Mekah. Selain melaksanakan umroh wajib bagian dari ritual ibadah haji (baik yang memilih haji Tamattu’ atau haji Qiron), para tamu yang diberikan kebarokahan oleh Allah SWT tentu berlomba memperbanyak ibadah di masjidil Haram, sambil menunggu puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Padang Arofah, pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Pesta Demokrasi

Aug 03, 2017
Pesta Demokrasi

Negara Kesatuan Republik Indonesia kembaliakan memecahkan rekor pelaksanaan pestademokrasi, dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyatuntuk kali ketiga, pada tanggal 27 Juni 2018, ketika Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan digelar pada 17 provinsi, termasuk Provinsi Jawa Timur, 154 kabupaten/kota, dengan catata 18 berada di Jatim. Situasi politik di 171 daerah mulai memanas dan pertarungan perebutan kekuasaan mulai diletup-letupkan.

Halal Bi Halal = Pancasila

Tradisi halal bi halal merupakan sebuah kekuatan dahsyat bagi bangsa Indonesia. Betapa tidak? Tradisi modern hasil ijtihad ulama-ulama di Indonesia memberikan penguatan bahawa dengan menetapkan halal bi halal sebagai model merekatkan  persaudaraan dan persatuan juga kesatuan antar-anak bangsa, justru lahir dari sebuah kegiatan religius sangat fundamnetal, yaitu meneruskan Hari Raya Idul Fitri, sebagai simbol kemenangan umat Islam  mencapai derajat bertaqwa, bagi mereka yang beriman dan beramal  sholeh, juga menjalankan ibadah wajib puasa sebulan penuh dalam  bulan suci Ramadhan.

Antara Mudik, Idul Fitri, dan Hari Raya Ketupat

Suasana Mudik pada setiap lebaran sudah mulai terasa sejak3 bulan sebelum tradisi mengujungi kampung halamanitu dilaksanakan, di Indonesia tiket kereta api sudah mulaiboleh dipesan dan dibeli, dan itupun harus antri dan berebut. Panitia Mudik di sejumlah instansi dan lembaga juga sudah mulai merencanakan acara Mudik. Sebuah potret bahwa begitu sakral bagi umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan tradisi Mudik ini

  •  Start 
  •  1 
  •  End 
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...