Pungli

Published in Pungli

Di Lamongan, Peras kades, dua LSM di ringkus polisi

Dec 09, 2017 Publish by 
Pelaku pemerasan yang di amankan itu di antaranya Asikin (40) dan Sudi Harsono (43) yang diduga adalah anggota LSM
Pelaku pemerasan yang di amankan itu di antaranya Asikin (40) dan Sudi Harsono (43) yang diduga adalah anggota LSM ( kt / ard )

LAMONGAN (KT) - Tim Saber pungli polres Lamongan meringkus dua anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang di duga telah melakukan pemerasan terhadap seorang kepala desa di rumah makan sego sambel jalan Suwoko Lamongan (08/12).

Kedua pelaku pemerasan yang di amankan itu di antaranya Asikin (40) dan Sudi Harsono (43).

Awalnya kedua anggota LSM itu datang ke balai desa Tambak Menjangan kecamatan Sarirejo dengan tujuan menemui kepala desa Nurul Azis dengan maksud menanyakan persoalan program pertanahan nasional (PRONA) yang sedang di laksanakan di desa itu.

Keduanya langsung menuduh kepala desa telah melakukan pungutan liar (PUNGLI) untuk program PRONA yang seharusnya tanpa bayar atau gratis.

" Tiga hari yang lalu dua anggota LSM itu ke tempat saya di balai desa," tutur Nurul Azis kepala desa Tambak Menjangan.

Saat menemui saya, jelas Nurul Azis kedua pelaku itu langsung mempersoalkan program PRONA dan tanpa bukti apapun mereka menuduh panitia PRONA di desa saya telah melanggar hukum. 

" Mereka intinya langsung menuduh saya melanggar hukum, " ungkapnya.

Saat pertemuan itu Asikin dan Sudi Harsono mengatakan sudah merancang surat yang akan di kirim ke penegak hukum, tapi ujung-ujungnya mereka malah meminta sejumlah uang dengan alasan sebagai ganti rugi untuk membatalkan pengiriman surat pengaduan.

" Itu semua bisa di atur pak, " kata Nurul Azis menirukan ucapan pelaku.

Dari pertemuan pertama memang pelaku belum menentukan berapa besaran uang yang di minta, kemudian pada pertemuan kedua tepatnya pada hari Kamis (07/12) mereka mengajak bertemu di rumah makan jalan Pahlawan yang akhirnya pelaku memasang bandrol uang damai Rp.25 juta dengan alasan ada lima anggota LSM lainnya.

Karena Nurul Azis tidak memiliki uang sebesar itu kemudian di tawar Rp.10 juta, tapi pelaku menolak dan meninggalkan korban.

Pada hari Kamis malam salah satu pelaku ada yang menghubungi korban dan tetap meminta uang Rp.25 juta, dan akhirnya Nurul Azis menyanggupi dan mengatur strategi karena pihaknya yakin LSM ini hendak memerasnya.

Akhirnya di sepakati setelah sholat Jum'at di adakan pertemuan di rumah makan sego sambel jalan Suwoko Lamongan, di awali dengan makan bersama dan tumpukan uang sebesar Rp.25 juta yang terdiri dari pecahan Rp.100 ribu dan Rp.50 ribu di serahkan dan diletakan di lesehan warung tempat pelaku dan korban makan.

Belum sempat meninggalkan lokasi akhirnya tim Saber pungli Satreskrim polres Lamongan meringkus kedua pelaku dengan barang bukti uang hasil memeras.

KBO Reskrim polres Lamongan iptu Supriyanto mengungkapkan kedua pelaku saat ini sudah di giring ke polres Lamongan dengan tangan di borgol, kini keduanya sedang menjalani pemeriksaan intensif di ruang reskrim unit ll.

Perlu di ketahui, desa Tambak menjangan kecamatan Sarirejo pada tahun 2017 melaksanakan program PRONA sebanyak 1.300 bidang, dari program PRONA inilah oknum anggota LSM Ilham Nusantara, Asikin dan Sudi Harsono berniat memeras kepala desa tambak Menjangan.(ard).

banner