Politik

Pendukung Khofifah-Emil Dardak saat mengantarkan proses pendaftaran Pilkada Jatim di Kantor KPU Jatim di Surabaya, Rabu

Surabaya (Koran Transparansi) - Ribuan orang pendukung mengantar pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak pendaftaran ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi setempat, Rabu.

Khofifah dan Emil Dardak tiba di kantor KPU Jatim di Jalan Raya Tenggilis Surabaya, tepat pukul 11.30 WIB didampingi pimpinan partai politik pengusungnya.

Pada Pilkada Jatim yang diselenggarakan 27 Juni 2018, Khofifah-Emil diusung koalisi Partai Demokrat (13 kursi), Partai Golkar (11 kursi), PPP (5 kursi), PAN (7 kursi), Partai Nasdem (4 kursi) dan Partai Hanura (2 kursi) serta didukung PKPI (non-parlemen).

“'Sedulur rikho' (saudara kamu) , dukung Khofifah. Sedulur rikho (saudara kamu),  dukung Khofifah,” teriak para pendukung Khofifah-Emil di luar gedung KPU sembari membawa bendera dan melompat-lompat.

Khofifah dan Emil yang mengenakan pakaian putih-putih mendaftar juga didampingi pimpinan partai politik pengusung, antara lain Soekarwo (Ketua DPD Demokrat Jatim) dan Kelana Aprilianto (Ketua DPD Hanura Jatim).

Hadir juga pimpinan dari Partai NasDem, PPP, Partai Golkar, PAN, PKPI dan relawan pendukung lainnya serta istri Emil Dardak, Arumi Bachsin.

Sementara itu, sampai berita ini ditulis, proses pendaftaran masih berlangsung dan dijadwalkan setelah menyerahkan formulir serta persyaratan dokumen, akan digelar konferensi pers.

Di sisi lain, proses pendaftaran mendapat pengawalan ketat dan jalan Raya Tenggilis depan kantor KPU ditutup total. Hadir langsung di sela pengamanan, Komandan Korem ( Danrem) 084/Bhaskara Jaya Kolonel Kav M Zulkifli. (jn)

Foto : Pasangan Samsul-Teguh saat mendatangi kantor DPC Hanura Kota Kediri

KEDIRI (Koran Transparansi) - Usai dikabarkan menghilang saat memasuki masa pendaftaran Pilwali Kediri 2018, Rabu (10/1/2018), Samsul Ashar muncul secara mengejutkan dengan mengantongi rekom dari DPP PDI P dan Partai Hanura, guna mendaftar di kantor KPUD Kota Kediri yang digelar 8-10 Januari.

Kondisi ini mementahkan internal DPC PDI P Kota Kediri yang sebelumnya menyatakan dukungan ke pasangan Petahana. Begitu pula, DPC Partai Hanura Kota Kediri, yang sebelumnya mengajukan dukungan paslon lain, yakni Aizzudin dan Sujono Teguh Wijaya.

Disamping itu, Samsul Ashar, mantan Walikota Kediri periode 2009-2013 itu diprediksi, tidak akan mewarnai pesta demokrasi di Kota Tahu. Namun, kali ini dirinya malah muncul mengandeng Teguh Juniadi, sebagai bakal calon Wakil Walikota.

Keterangan Samsul Ashar, pihaknya mengakui sempat menghilang lantaran dipanggil DPP PDI P. Lalu, dirinya disandingkan dengan Teguh Juniadi sesuai arahan dan petunjuk petinggi PDI P.

" Memang sebelumnya Pak Adi Suwono santer dikabarkan berpasangan dengan saya. Namun, seiring waktu berjalan, keputusan DPP mengarahkan untuk digandengan Teguh Juniadi " kata Samsul Ashar, Rabu (10/1/2018),saat mendatangi kantor DPC Hanura Kota Kediri.

Ketika disinggung minimnya komunikasi dengan DPC PDI P Kota Kediri, Samsul Ashar mengakuinya. Dari sini, pihaknya meminta maaf terhadap pengurus akan komunikasi yang terputus selama ini.

" Putusnya komunikasi, lantaran saya harus melakukan lobi ke DPP guna mendapatkan rekom. Hingga, bakal pasangan calon yang sudah disiapkan DPC dan DPD PDI P tidak terealisasi dan saya sudah meminta maaf akan hal ini " tandasnya.

Terpisah, Budi Santoso, Ketua DPC Partai Hanura Kota Kediri, mengatakan, pihaknya mengakui memang sempat mengajukan dukungan ke DPP guna mengusung Paslon Aizzudin dan Sujono Teguh Wijaya. Namun, keputusan tertinggi ada di internal Pusat.

" Jatuhnya rekom kepada Samsul Ashar dan Teguh Juniadi merupakan ranah pusat. Dalam hal ini, kami hanya mengikuti dan menjalankan intruksi dari DPP guna mengawal Paslon yang diusung saat ini " akunya

Sementara, dalam keterangan sebelumnya, H.Gus Sunoto, Ketua DPC PDI P Kota Kediri, bahwa dr Samsul Ashar dinilai tidak komitmen terhadap Partai. Ditambah lagi, menjelang pendaftaran malah menghilang dan tidak bisa dihubungi.

" Selain sulit dihubungi, yang bersangkutan ( dr Samsul Ashar) juga tidak jelas dalam memilih pendampingnya dan sering minta gonta-ganti pasangan.Padahal, Adi Suwono sebagai bakal calon Wakil Walikota, sudah siap mewarnai dalam Pilwali 2018 " kata Gus Sunoto, Senin (8/1/2018), lalu.

Menurutnya, dari kegagalan mengusung bakal calon Walikota dan Wakil Walikota, pihaknya memilih mendukung pasangan Incumbent yang dirasa mempunyai program jelas dalam menata Kota Kediri kedepanya.

" Mendukung Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibah ( pasangan Incumbent), lantaran yang bersangkutan mempunyai visi dan misi jelas. Disisi lain, langkah ini dilakukan lantaran  tidak memungkinkan PDI P mengusung bakal calon Walikota Kediri dan Wakilnya " pungkasnya.

Sekedar diketahui, munculnya rekom dari DPP PDI P dan Partai Hanura terhadap Samsul Ashar- Teguh Juniadi, akhirnya memenuhi syarat pendaftaran yang ditetapkan KPU Kota Kediri, sebanyak 6 kursi di Parlemen yang dikantongi kedua Parpol tersebut.(bud)

Ketua tim sukss pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Roziki mengikuti Istightsah di kediaman Kiai Asep Sayaifuin Sialan Kerto Surabaya, Rabu (10/1/2018) pagi

SURABAYA (Koran Transparansi) – Pasangan Bacagub-Bacawagub Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak memilik pemberangkatan menuju KPU Jawa Timur dari kediaman  Kiai Asep Saifudin Ponpes Manatul Ummah Jalan Siwalan Kerto Surabaya.

Kegiatan diawali dengan Istighotsah yang dipimpin KH Asep Saifudin dan pembacaan doa oleh masing masing Kiai yang hadir.

Di panggung berukuran sedang sudah hadir Ketua tim sukses Drs. Roziki, mantan pejabat tinggi di Kementerian Agama yang juga mantan Kakanwil Departman Agama Jawa Timur. Istighotsah di hadiri ribuan pendukung  masing partai, para santri dan masyrakat sekitar pondok.

Bacawagub Emil Elistianto Dardak datang lebih awal sekaligus mengikuti Istighotsah. Sedangkan calon gubernurnya datang belakangan. Dalam kesempatan tersebut hadir pula ketua ketua partai pengusung yaitu Partai Demokrat, Golkar, Hanura, Nasdem, PPP, PAN dan PKPI ikut membaur dalam kegiatan doa menyertai pemberangkatan menuju KPU.

Emil Dardak ketika memberkan sambutan singkat menyatakan bahwa anak muda hendaknya tidak  menjadi penonton  dan obyek dalam pembangun.Namun anak muda harus menjadi pelaku dalam pembangunan.

Tampilnya anak muda dalam kontestasi Pilgub  Jawa Timur menunjukan semangat partai politik.  Dan pasangan ini mudah mudahan tidak memblenggu persaingan dalam Pilgub lima tahun lalu. Selain itu Pakde Karwo yang telah 10 tahun memimpin Jawa Timur menginginkan agar pembangun Jawa Tumur lebih maju lagi. “Bunda Khofifah dan kami siap meneruskan  cita cita rakyat Jawa Timur lebih sejahtera lagi.

Hari ini kata Emil Dardak yang kini masih menjabat Bupati Trenggalek mengatakan,  adalah langkah awal sowan kepada kepada masyarakat Jawa Timur. Setelah ini kami mendaftar ke KPU Jawa Timur, untuk selanjutnya terus menyapa masyarakat mulai ujung timur Banyuangi  sampai ujung barat Ngawi, Trenggalek dan serterusnya. “Saatnya anak muda tampil sebagai pelaku pembangunan,”. tegas Emil. (min)  

 

Sekretaris Partai Golkar Jawa Timur Sahat Tua Simanjunak SH Selasa malam melakukan rapat koordinasi mengecek kelengkapan adminsitrasi yang diperlukan guna kelancaran pendaftaran  pasangan Cagub-Cawagub Khofifah-Emil mendaftar ke KPU Jawa Timur, Rabu (10/1/2018) pagi ini. (foto/dok/min)

Surabaya (Koran Transparansi) – Siang ini pasangan Calon Gubernur-Wakil-Wakilnur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak akan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur sbagai kontestan Pilgub pada 27 Juni 2018 mendatang. 

Pasangan Khofifah-Emil yang diusung koalisi besar yaitu Partai Golkar, Demokrat, Nasdem, Hanura, PPP dan terakhir bergabung Partai Amanat Nasional (PAN)  menjadi peserta pertama yang mendaftar meski menurut jadwal KPU Rabu (10/1/2018) adalah hari terakhir. 

Untuk menyemangati Bu Khofifah-Emil Dardak,  semua Ketua Partai akan hadir. DPD l Golkar Jawa Timur Selasa malam melakukan koordinasi dengan semua pengurus dipimpin sekretarisnya Sahat Tua Sumanjuntak,SH dan beberapa wakil ketua. Sedang Ketua Umm DPP Golkar Airlangga Hatarto secara khusus mengutus Yahya Zaini, Gatot Sudjito dan Sarmuji, wakil sekjen DPP. “ Ya kami diutus Ketua umum bersama DPD l Golkar Jawa Timur ikut mengantar pasnagan Bu Khofifahi Emil Dardah,” tegas Sarmuji  ketika dihubungi by phone tadi malam.

Harapan kami semua Ketua DPD ll bisa ikut. Tapi itu tidak mungkin bisa semua. Ada 17 Kabupaten/Kota melakukan hal sama dan banyak kader yang ikut tarung di pilkada serentak. “Ya bisa kita maklumi. Tapi untuk yang lain diharapkan ikut bersama sama,” ucapnya.

Sekretaris Sahat Simanjuntak akan didampingi Wakil Ketua bidang organisasi Kodrat Sunyoto, Andriani Yuli Bendahara, Ketua Harian, RB Zainal Arifin dan beberapa wakil ketua lainya.  

Gerakan Perempuan (GePe) Ormas MKGR Jawa Timur juga tidak mau ketinggalan. Kami akan mengerahkan kade sebanyak mungkin dan bergabung dengan pengurus partai . Kami akan berangkat bersama sma dari kantor Golkar Jalan A.Yani, lalu menuju titik kumpul yaitu Ponpes Amanatul Ummah Jalan Siwalan Kerto Utara 56 Surabaya.  

Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekawo mengatakan,  pendaftaran cagub-cawagub Khofifah-Emil akan diantar semua Ketua DPD partai pengusung. Saya sama Pak Renvil akan mengawal sendiri. Tutur Soekarwo, kepada korantransparansi usai menerima Sekretisnya Renvil Antonio dan Matono, konsultan pemenangan, Selasa (9/1/2018) sore.(min)

Dokumentasi. Wasekjen Sarmuji bersama Cagub Jatim yang diusung Partai Golkar Khofifah Indar Parawansa.

Surabaya (Koran Transparansi) – Massa kader Partai Golkar akan mengantar pasangan bakal Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak mendaftar ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim di Surabaya, Rabu (10/1) pukul 09.00.

DPP Partai Golkar resmi mengutus Wakil Sekjen/Ketua Hubla  Jawa Timur Sarmuji. Selain itu juga ada beberapa pengurus DPP yang akan ikut mendampingi Bu Khofifah-Emil ke KPU. Sedangkan dari unsur DPD l Golkar Jawa Timur diharapkan para wakil ketua juga menyempatkan bergabung.

Sarmuji kepada korantransparansi.com mengatakan, Partai Golkar telah mengusung Mensos Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak sebagai Cagub-bacawagub Jatim. “ Kita harus antarkan beliau mendaftar dan memenangkannya pada Pilgub 27 Juni 2018. ujarnya ketika dihubungi by phone, Selasa (9/1/2018) malam.

Harapan kami semua Ketua DPD ll bisa ikut. Tapi itu tidak mungkin bisa semua. Ada 17 Kabupaten/Kota melakukan hal sama dan banyak kader yang ikut tarung di pilkada serentak. “Ya bisa kita maklumi. Tapi untuk yang lain diharapkan ikut bersama sama,” tegasnya.

Pengurus DPD l Golkar Jawa Timur akan ikut mengantar Khofifah-Emil diantaranya Wakil Ketua Harian Freddy Purnomo, Wakil Ketua bidang organisasi Kodrat Sunyoto dan beberapa pengurus lainya.

Sedangkan Gerakan Perempuan (GePe) Ormas MKGR Jawa Timur menurut Ketuanya Andriayani Yuli akan mengerahkan kader perempuan sebanyak mungkin. Mereka akan bergabung dengan pengurus Partai Golkar JawaTimur lainnya.

Menurut Andriyani, kader perempuan akan langsung menuju tempat pemberangkatan pasangan Khofifah-Emil yaitu Ponpes Amanatul Ummah Jalan Siwalan Kerto Utara 56 Surabaya.  

Sementara itu Ketua Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo memastikan akan bersama sama denga bacagub-bacawagub. Semua Ketua DPC se Jatim saya minta datang. “Saya dan sekretaris Renvil Antonio akan berangkat dari Ponpes Amanatul Ummah. Lalu besama sama dengan kader partai pengusung lainya. (min)

 Bupati Anas Saat Berada Dihalaman Pemkab

 

BANYUWANGI (Koran Transparansi) - Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas akhirnya menemui wartawan Banyuwangi di halaman Pemkab Banyuwangi, Senin (8/1) sekitar pukul 09.20. Anas mengakui kenapa dirinya mundur dari pencalonanya sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur.

“Kenapa saya mengundurkan diri sebagai Cawagub Jatim. Karena ada banyak pertimbangan, seperti menghormati para tokoh, para kiai dan para pendukung di partai politik. Saya tidak ingin menjadi beban,” ujar Anas mengawali konfrensi persnya di halaman Pemkab. 

Selain itu, kata Anas, Pilkada Jatim ini jangan sampai dirusak dengan isu-isu negatif, karena Pilkada itu bagi dirinya sangat penting dan bisa menjadi festival ide, gagasan  dan  program. Sehingga demi kepentingan yang lebih besar itu, dirinya lebih bagus mengambil sikap untuk mengundurkan diri. “Sehingga proses pilkada ini tetap menjadi festival, gagasan dan program serta bisa mencerdaskan masyarakat,” ungkapnya.

Ditanya wartawan terkait poto-poto yang beredar, Anas malah menganggap kalau hal itu sudah terbiasa. “Biasalah ya. Ini adalah bagian cara membunuh karakter saya dan bagian dari ini adalah sesuatu yang bisa kita lihat bagaimana nanti seperti apa dan bagaimana kira-kir nantinya,” papar Anas.

Ketika ditanya apa tidak melapor ke pihak berwajib, lagi-lagi Anas tidak menjawabnya. “:Jadi gini, politik bukan benar atau salah. Tapi bagaimana menentukan strategi. Saya kira para politisi sudah paham. Setiap ada langkah untuk memperluas jaringan seperti kami ini dalam proses Pilkada yang ke-2 juga ada tantangan seperti itu. Sekarang ini juga ada tantangan yang sama. Karena, ketika akan ada memperluas program-program kerja selalu ada yang suka ada dan ada yang tidak suka,” ujar Anas. 

“Dalam politik itu adalah sesuatu yang biasa dan kami melihat ini bagian cara Black Compaign kepada kami dan proses politik terjadi selalu muncul hal-hal seperti ini,” bebernya.

Mundurnya Anas dalam Pilkada Jatim banyak dukungan masuk. Bahkan, ada beberapa bupati yang akan bertandang ke Banyuwangi. Semalam, kata Anas, Bupati Jember, Faida datang menemuinya hingga larut malam. “Bu Risma telpon kami beberapa kali. Begitu juga kepala-kepala daerah yang lain. Sedangkan Bu Rsma menyampaikan simpati dukungan dan bu Risma menyampaikan beberapa masukan kepada saya tentang Pilkada Jatim,” tutur Anas.

Tidak hanya itu, Anas juga menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada PDIP Perjuangan yang telah memberikan dukungan luar biasa. Begitu juga tokoh-tokoh kiai, para pendeta, para pedande kemarin menyampaikan dukungan kepada dirinya. “Dukungan itu menjadi modal spririt bagi kami untuk bekerja lebih luas dan mengabdi kepada masyarakat di Banyuwangi,” urainya.

Terkait poto-poto yang beredar, Anas juga tidak mengetahui siapa yang mengirimnya. Tapi, proses politik dan politisi  itu sudah biasa. Bahkan, Anas mengaku  kalau dirinya bersama istri mendapatkan gambar yang jauh lebih parah dari yang beredar. Tapi, Bupati anggan  menunjukkan. “Kalau yang ini saya tunjukkan, saya takut kena UU Pornografi. Karena, dalam poto itu saya telanjang dan lain-lain. Teror poto-poto itu sudah biasa,” ungkap Kang Anas. (am)

Bupati Tetap Prioritaskan Pelayanan Masyarakat

Meski terus digoyang, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas tetap memberikan layanan prima kepada masyarakat Banyuwangi. Kerja di Banyuwangi tentu inovasi-inovasi baru dan nbekerja lebih giat, bekerja lebih cerdas. “Kami akan ada inovasi-inovasi baru yang prioritas kami pelayanan masyarakat. Misalnya yang kita kerjakan adalah rantang kasih, kemudian untuk memberikan uang saku kepada anak SD dan SMP dan program dan target kami yang lebih besar adalah inhternasional faiht kami persiapkan bersama phak swasta di bandara,” ungkapnya.

“Saya juga mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada teman-teman media yang luar biasa. Memberikan support kepada kami. Kami juga haru dengan dukungan masyarakat lewat wawancara yang dilakukanteman-teman. Ini sungguh luar biasa dan ini menguatkjan kami untuk mengabdi secara luas di Banyuwangi dan memberikan pelayanan lebih bagus kepada masyarakat,” papar Anas. (ari)

 

banner