Politik

Lora, Gus dan Ning Se-Madura Deklarasi Dukung Gus Ipul

SAMPANG (KoranTransparansi.com) - Gelombang dukungan dari elemen masyarakat untuk pasangan Calon Gubernur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno terus mengalir.

Kini giliran para Lora, Gus dan Ning (julukan putra-putri para Kiai) se Madura mendeklarasikan dukungan. Untuk memenangkan Gus Ipul-Mbak Puti, mereka membentuk Aliansi Lora for Syaifullah Yusuf (Alos).

Sebagai putra atau putri Kiai tentu mereka ini memiliki kedekatan yang sangat khusus dengan kiai sebagai bapak sekaligus pemegang keputusan tertinggi di lingkungan pondok pesantren.

Hal ini pula yang menurut Ketua Alos, Ra Khoiron Zaini, menjadi alasan pihaknya mendeklarasikan dukungan ini. 

"Kami sebagai kepanjangan tangan para kiai dan ulama sudah sewajarnya mendukung dan mengamankan instruksi mereka. Kami akan turun membantu proses pemenangan nanti," tegas Ra Khoiron.

Ra Khoiron adalah pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Karang Durin, Sampang. Dia juga Ketua Majelis Sholawat At-Taufiq yang juga putra dari alm KH Ahmad Zaini Sholeh. 

Selain Ra Khoiron, hadir pula sejumlah lora lain se-Madura. Bahkan, ada pula beberapa Gus (istilah putra kiai dalam Bahasa Jawa) dari sejumlah pesantren lain di Jawa Timur. 

Di antaranya, perwakilan dari Pesantren Sidogiri Pasuruan, Pesantren Lirboyo Kediri dan Pesantren Ploso Kediri.

Mereka menegaskan kemenangan di pilkada mendatang merupakan nilai harga mati. 

"Kalau sudah perintah kiai, kekalahan kiai adalah kekalahan kami. Maka jangan sampai kiai kita kalah. Caranya,  kita harus perjuangkan sama-sama," tegas pria yang akrab disapa Gus Igo Zain ini membakar semangat seluruh peserta. 

"Setelah acara ini, bisa bergerak di masing-masing kabupaten untuk bergerak bersama memenangkan Gus Ipul dan Mbak Puti. Insya Allah kalau sudah arahan kiai, semua akan dimudahkan," lanjut pria yang juga menjabat Ketua GP Anshor Kabupaten Sampang ini.

Menerima dukungan ini, Gus Ipul yang juga hadir pada deklarasi tersebut menyampaikan rasa terimakasihnya. 

Gus Ipul menuturkan, sama halnya dengan para lora, keputusannya untuk maju di pilkada sebagai kandidat juga tak lepas dari para kiai. 

"Sudah saya katakan kepada para kiai, saya tak punya banyak modal untuk maju di pilkada. Kecuali modal pengalaman pernah menjadi Wakil Gubernur Jatim dua periode," ujar Gus Ipul pada sambutannya. 

"Namun karena ini adalah arahan kiai, Alhamdulillah semua dimudahkan. Mulai dari partai pengusung hingga relawan begitu banyak datang bergelombang," kata Gus Ipul yang juga keponakan KH Abdurrahman Wahid (Gusdur) ini. 

Apabila terpilih, Gus Ipul berkomitmen untuk melibatkan kiai di dalam mengambil keputusan strategis di pemerintahannya kelak. 

Khususnya di Madura, Gus Ipul pun tak segan untuk berkantor secara rutin di masing-masing kabupaten, bahkan di beberapa pesantren. 

"Kami akan menjadikan para kiai sebagai tim penasehat. Insya Allah, kalau semua keputusan diambil dengan saran dan pertimbangan kiai, semua akan dimudahkan," jelas salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini.

Gus Ipul pun memberikan arahan kepada Alos untuk membantu proses sosialisasi sepulang dari acara tersebut. 

"Pulang dari sini, tinggal bekerja. Saya titip sampaikan kepada masyarakat tentang visi dan misi kami," harap Gus Ipul.

"Kami berkomitmen untuk melanjutkan yang sudah baik dan menyempurnakan dengan program yang lebih baik. Kami menyebutnya dengan Perubahan Berkelanjutan," pungkas mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini. (min)

Inilah prediksi calon presiden Ketua Jam'iyyatul Qurra Walhufazh NU Sulawesi Tengah, Drs Hafid Yahya

SULAWESI (KoranTransparansi.com) - Ketua Jam'iyyatul Qurra Walhufazh NU Sulawesi Tengah, Drs Hafid Yahya meyakini hasil data para lembaga survai untuk calon presiden dan wakilnya yang akan bertarung pada pemilihan presiden 2019 sudah berdasarkan pendekatan metode survai yang akurat. 

Karena itu, analisa paket capres dan cawapres yang akan muncul pastilah sesuai aspirasi masyarakat. Misalnya saja Jokowi, Abraham dan Prabowo, Yusril serta Gatot, Anis Baswedan. 

"Sangat elok  jika capres dan cawapresnya bisa lebih dari dua pasang. Misalnya, Jokowi, Abraham dan Prabowo, Yusril serta Gatot, Anis. Mereka semua putra bangsa yang tidak diragukan lagi sudah dikenal dan mengenal, " Kata Hafid Yahya, Senin (16/4/2018) di Palu.

Menurut Hafid, satu hal yang juga harus diperhatikan dalam pilpres 2019 yakni Penetapan ambang batas calon presiden alias Presidential Threshold sebesar 20 persen jangan sampai membuka peluang terjadinya praktik transaksional politik.

Seharusnya dengan adanya Presidential Threshold  tersebut semua partai akan mengedepankan semangat koalisi dengan mengedepankan usulan calon potensial dari partai politik.

Persoalan lain yang menjadi perhatian dan penilaian publik adalah bukti nyata dari kinerja para capres dan cawapres yang akan berlaga pada pilpres 2019.

" Kinerja para capres dan cawapres yang kami sebutkan itu tidak diragukan lagi. 

Walaupun ada kekurangan akan tetapi kami yakin jika dipelajari sepak terjang mereka dan profesionalnya dalam mengatasi masalah tanpa menimbulkan masalah baru, " ungkap Dewan Penasehat Kerukunan Keluarga Sulbar. (r nur)

Para tokoh Madura yang selama pilgub pertama dan kedua manjdi tulang punggung Khofifah Indar  Parawansa mendadak "atret/berbalik) mendukung Gus Ipul. Para tokoh yang dimototri Syafrudin Budiman mendeklarasikan diri mendukung Gus Ipukl , Senin (16/4/2018)

SURABAYA – Syafrudin Budima, orang dekat Khofifah Indar Parawasa sejak pilgub pertama dan kedua, mendadak memisahkan diri dan balik mendukung Syaifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guruh Soekarno. Bahkan Syafrudin berjanji akan membalikan perelohen suara pada Pilgub Juni nanti.

Pada Pilgub kedua lalu posisi Khofifah menang 52 persen. Namun pada Pilgub nanti akan saya balik tidak hanya Gus Ipul menang 52 persen, namun akan lebih dari itu. "Saya akan buktikan janji saya ini ," tegasnya kepada wartawan.   

Syafrudin membawa gerbong pendukung dari kalangan ulama maupun aktivis yang dulunya mendukung Khofifah berbalik ke Gus Ipul.

“Kami kecewa dengan Bu Khofifah. Bu Khofifah dulu menuding Pakde Karwo dan Partai Demokrat melakukan pembajakan demokrasi setelah kalah di pilgub 2013. Kini mereka malah bersatu di Pilgub Jatim 2018. 

Kami sekarang menitipkan aspirasi ke Gus Ipul-Mbak Puti tanpa ada embel-embel apapun,” tegas Ketua Presidium Pusat Barisan Pembaharuan (BP) Syafrudin kepada wartawan di sela-sela peresmian Posko Suara Jawara Jatim, Senin (16/4/2018).

Beberapa ulama yang ikut ‘balik kanan’ itu di antaranya adalah KH Imam Haromain (Pengasuh Ponpes Darul Ulum Desa Talaga Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep), KH Baijuri (Pengasuh Ponpes Ar-Rahwini Desa Rombiyah Timur Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep), KH Rasyid (Pengasuh Ponpes Tahfidul Qur’an Nurus Sya’ada/Nuruttilawah Desa Prancak Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep), KH Syaifudin (Pengasuh Ponpes Al-Muhibbah Desa Ketawang Daleman Kecamatan Ganding Kabupaten Sumenep) dan KH Hamidi (Pengasuh Ponpes Al-Hayyan Desa Karduluk Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep).

Sementara itu, sejumlah aktivis partai politik di Jawa Timur mendirikan organisasi kemasyarakatan dengan nama ‘Barisan Pembaharuan (BP)’ untuk Jatim Makmur demi memenangkan pasangan Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno sebagai Cagub-Cawagub Jatim 2019-2024.

Pentolan mantan pimpinan parpol di Jatim itu di antaranya, Syafrudin Budiman SIP (Koordinator), Iwan Setiawan ST Sekretaris Partai Karya Perjuangan Jatim (Sekretaris), Ir Ardijoso Ketua DPW Partai Indonesia Sejahtera Jatim (Dewan Pembina), Indria Wachida Affiva Sekretaris PW Partai Matahari Bangsa Jatim (Bidang Perempuan), Jefry Eric profesional Informasi Technology (Bidang Media dan Komunikasi Sosial) dan beberapa nama aktivis lainnya. (min)

Hadir ke Harlah Muslimat dan Fatayat NU Malang, Gelombang Dukungan Khofifah Semakin Tak Terbendung

Malang  (KoranTransparansi.com) - Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-72 dan Fatayat NU ke-68 yang digelar oleh Pengurus Cabang Muslimat dan Fatayat NU Malang yang berlangsung di Gedung Olahraga Ken Arok Malang.

Ribuan Muslimat dan Fatayat NU berkumpul sekaligus untuk menyolidkan dukungan untuk Khofifah. Dalam acara ini hadir, Ketua PW Muslimat Jawa Timur Hj. Masruroh, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Malang, Ibu Hj. Mutmainnah Hasyim dan KH. Zamrawi.

Dalam acara yang bertajuk "Meningkatkan Khidmat Muslimat NU dalam Meneguhkan NKRI yang Damai dan Sejahtera" ketua pengurus pusat Muslimat NU ini mengatakan banyak warga Muslimat yang menginginkan kehadiran orang nomor satu di Muslimat itu. Namun kali ini hingga selesai Pilgub nanti Khofifah ingin fokus menemui warga Muslimat di Jawa Timur.

"Harlah muslimat itu sebetulnya tanggal 29 Maret. Tapi dari Februari nanti biasa sampai Oktober juga terus Harlah. Artinya hikmahnya Muslimat itu akan menjadi basis bagaimana sebetulnya pemberdayaan sosial penguatan kohesifitas sosial itu dilakukan melalui majlis-majlis Muslimat," ujar Khofifah.

Khofifah menyampaikan bersilsturrahim dengan warga Muslimat merupakan upaya untuk menenangkan hati yang antara lain melalui kegiatan-kegiatan keagamaan. Hal ini akan menjadi bagian dari penetrasi yang sangat kuat dari seluruh kohesifitas bangsa yang harus dibangun bersama.

"Jadi kalau menghitung kontribusi kok pengajian terus? dari penajian itulah problem-problem keluarga sangat mungkin akan cair ketemu solusi ketika hatinya tenang pikirannya tenang. Kalau pikirannya nggak tenang tsmbah ruwet bukan tambah ketemu solusinya,"

Khofifah juga menambahkan efektifitas dari kekuatan kegiatan keagamaan untuk mengurai masalah-masalah kehidupan sosial, kehidupan ekinomi dan kehidupan kenegaraan. 

"Dengan begitu, keutuhan NKRI terjamin dengan kuatnya keteguhan masyarakat warga NU," tutup mantan Menteri Sosial 2014-2018 di Kabinet Kerja Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) ini. (ko/min)

Petani Kakao, Gus Ipul Akan Jadikan kawasan Selatan Pusat Perkebunan

Bnyuwangi - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi sentra kakao Banyuwangi, yang ada di Doesoen Kakao, Sabtu (14/4/2018). 

Di perkebunan kakao yang berlokasi di Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, ini Gus Ipul singgah di Kafe Rolas dan diskusi dengan pada petani kakao.

Dari diskusi bersama salah satu tokoh di sentra kakao tersebut, terungkap bahwa bisnis di tempat ini, khususnya  pariwisata dan produksi kakao sebagai bahan baku cokelat pun meningkat.

Berwisata kuliner di tempat ini, wisatawan bisa menjajal menu makanan dan minuman yang serba terbuat dari cokelat. Seperti, pisang crispy topping cokelat, minuman cokelat panas, permen cokelat, dan masih banyak lagi.

Perkebunan Kendeng Lembu sendiri mampu memproduksi cokelat hingga 950 ton per tahun, dengan produktivitas 800 kg kakao per hektare. 

Satu di antara kemudahan akses yang ditawarkan adalah dengan adanya akses Jalur Lintas Selatan (JLS) yang melintas di kawasan tersebut. Untuk diketahui, Doesoen Kakao menjadi kawasan nol kilometer JLS.

Dengan adanya fakta tersebut, Gus Ipul semakin antusias untuk membangun pusat-pusat ekonomi baru di jalur lintas selatan.

"Banyuwangi adalah titik nol km untuk JLS. Penuntasan JLS menjadi skala prioritas kami dalam pembangunan. Ini adalah jalan lintas selatan yang harus segera selesai supaya kawasan selatan bisa mengejar ketertinggalan untuk kawasan lainnya," ujar Gus Ipul di sela kunjungannya. 

Isu kesenjangan memang menjadi salah satu fokus yang ingin diselesaikan oleh pasangan Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno. 

Membawa slogan "Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur," Gus Ipul dan Mbak Puti ingin mewujudkan pemerataan pembangunan di Jawa Timur.

Di dalam konsep membangun Jatim selatan, Gus Ipul menyiapkan program Tebar Jala yang merupakan kepanjangan dari Pusat Ekonomi Jalur Selatan.

Melalui program ini, Gus Ipul ingin menghadirkan pusat-pusat ekonomi baru di jalur selatan.

"Dengan jalan ini, kita ingin membangun pusat-pusat ekonomi baru. Mulai dari kawasan industri, pertanian, hingga usaha pendampingan," jelas mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini. 

Gus Ipul mengistilahkan dengan agropolitan, yakni kota pertanian yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem dan usaha agribisnis serta mampu melayani, mendorong, dan menarik.

Serta, kawasan minapolitan atau pengembangan kawasan ekonomi berbasis perikanan budidaya terintegrasi.

"Nantinya akan ada kawasan agropolitan atau minapolitan. Mulai dari Banyuwangi sampai dengan Pacitan bisa ada pusat-pusat ekonomi baru," tegas Wakil Gubernur Jawa Timur yang sedang cuti ini. 

Berdasarkan data penerimaan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur tahun lalu, kawasan selatan yang terdiri dari beberapa kabupaten hanya menyumbang kurang dari sepuluh persen. 

Hal ini tertinggal jauh dari wilayah Surabaya dan sekitarnya yang mencapai lebih dari 50 persen. (min)

Bersama Ribuan Jamaah, Gus Ipul Hadiri Haul Pendiri Laskar Hizbullah

Mojokerto (KoranTransparansi.com) - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengajak generasi muda meneladani semangat para pejuang, di antaranya para ulama.

 

Pernyataan ini disampaikan keponakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini pada acara Semaan Al-Quran Al-Ittihad dan Hadrah Ishari Se-Jatim dalam Rangka Haul Al-Maggfurllah KH Achyat Chalimy, Kamis (12/4/2018) malam.

 

Selain Gus Ipul, acara yang berlangsung di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, Kota Mojokerto ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh dan sejumlah Kiai pengasuh pesantren di Mojokerto. 

 

Di antaranya, Walikota Mojokerto yang juga alumni pesantren Sabilul Muttaqin, Masud Yunus; Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Hukum Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Amar Ahmad; serta Kiai dan ribuan jemaah lainnya.

 

Gus Ipul yang memberikan sambutan pada acara tersebut, mengajak jemaah untuk ikut meneladani semangat perjuangan Kiai Achyat. 

 

Sekadar diketahui, Kiai Achyat adalah salah satu pejuang di masa kemerdekaan sejak saat masih muda. 

 

"Paling penting adalah kesetiaan beliau untuk bersama-sama membangun solidaritas perjuangan," ujar Gus Ipul.

 

Gus Ipul bercerita, semangat kebersamaan yang dibanting Kiai Achyat dimulai dari Pesantren Tebuireng, Jombang. 

 

"Dimulai dari liwet (masak) bareng, sinau (belajar) bareng, ngaji bareng, muncul ide untuk ikut berjuang memerdekakan bangsa ini," cerita Gus Ipul.

 

Kiai Achyat lantas menambah aktivitasnya, dari yang awalnya ngaji, bertambah dengan belajar silat yang kemudian membentuk semacam batalion. 

 

Pendiri Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin ini merupakan salah satu pendiri Laskar Hizbullah, barisan pasukan militer yang terdiri dari kiai, santri serta kalangan masyarakat lainnya.

 

Pasukan ini berjihad melawan sekutu yang hendak menduduki kembali bangsa Indonesia seusai Indonesia menyatakan kemerdekaan di 1945 silam. 

 

Di Laskar Hizbullah, Kiai Achyat adalah pemimpin Kompi Khusu yang tugasnya mengawal para ulama’ di barisan sabilillah.

 

Tak hanya itu,  Kiai Achyat juga pernah ditunjuk sebagai Ketua Ansor Nahdlatoel Oelama (ANO) Mojokerto.

 

Selain itu, Kiai Achyat juga pernah terpilih sebagai anggota konstituante (semacam MPR) di Jakarta, yaitu pada masa berlakunya UUDS RI Tahun 1950 selama dua tahun. 

 

Seusai merdeka, Kiai Achyat lantas mendirikan lembaga pendidikan. 

 

"Semangat perjuangan dari angkat senjata berubah dengan semangat mencerdaskan anak-anak bangsa. Kiai Achyat berjuang untuk meningkatkan kualitas SDM anak Indonesia," urai Gus Ipul. 

 

Dari cerita tersebut, Gus Ipul menilai ada beberapa hal yang bisa ditauladani oleh anak muda saat ini. 

 

Menurut kandidat yang mengusung jargon "Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur" ini kebersamaan dalam menyusun visi dan misi adalah penting. 

 

"Dari visi dan misi itu, lantas dieksekusi melalui tindakan. Anak muda zaman sekarang bisa menauladani sikap beliau," ceritanya. 

 

"Sejak kecil, beliau adalah aktivis. Karena jasa-jasa beliau, lantas beliau tetap dicari orang meskipun sudah wafat," kata dia.

 

Pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gus Ipul kedepan akan memfasilitasi generasi milenial dalam mewujudkan cita-citanya. 

 

Di antaranya, dengan mencetak para entrepreneur muda melalui program Superstar (Sentra UMKM dan Pemberdayaan Start Up). 

 

Melalui program ini, anak muda akan didampingi dalam berbagai program pelatihan, pemasaran, hingga pemberian modal untuk mengembangkan usahanya. (min)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...