Politik

Hadiri Harlah Muslimat di Tulungagung, Khofifah Ingatkan Muslimat Jangan Salah Pilih

Tulungagung (KoranTransparansi.com) - Cagub Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri harlah Muslimat NU ke-72 dan Isra' Mi'raj di GOR Rojoagung, Tulungagung. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah ingin Muslimat NU Tulungagung bersatu untuk memenangkan Khofifah-Emil.

Khofifah berpesan Muslimat agar tidak salah pilih saat pencoblosan 27 Juni nanti. Khofifah kembali mengingatkan agar yang dicoblos adalah calon yang menggunakan pakaian yang sama dengan para Muslimat.

"Jangan lupa coblos yang panjengan dan saya pakai. Baju putih khas Muslimat dicoblos," kata Khofifah di lokasi, Minggu (22/4/2018).

"Semua harus bersatu pilih nomor 1," lanjutnya.

Khofifah juga meminta doa restu agar dirinya dan Emil bisa terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. 

"Mohon doa restu dan dukungannya, tanggal 27 Juni nanti ada pemilihan Gubernur Jawa Timur. Warga Tulungagung jangan lupa pilih nomor 1," tutur Khofifah.

"Moga-moga Allah meridhai agar Khofifah memimpin Jawa Timur manfaat barokah," doanya.

Sementara Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur, Masruroh Wahid, menegaskan bila Muslimat NU tidak boleh terkecoh. Terkecoh yang dimaksud Masruroh adalah tidak memilih Khofifah karena ada kabar miring di masyarakat.

"Banyak yang bilang milih Gubernur kok nggak bisa jadi imam salat, kita ini mau milih Gubernur untuk memajukan Jawa Timur. Jangan terkecoh," tegas Masruroh. (firli)

 

Cagub Saifullah Yusuf saat kampanye di Ponorogo pada Sabtu (21/4/2018)

PONOROGO (KoranTransparansi.com) - Selama hampir 10 tahun menjadi wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dinilai merupakan sosok sentral dibalik suksesnya beberapa kebijakan yang pro terhadap pesantren.

Hal ini diungkapkan KH Sholikan Al-Hafid, pengasuh pesantren Nurul Quran, ketika mengikuti silaturahmi para Kiai dan ulama serta para alumni Pesantren Lirboyo dan Ploso se Kabupaten Ponorogo di pesantren Nurul Quran, Kelurahan Pakunden, Ponorogo, Sabtu (21/4).

"Gus Ipul terbukti tidak hanya berangan-angan dan penuh janji, tapi sudah membuktikan kebijakan yang bermanfaat bagi pesantren," kata KH Sholikan.

Kebijakan penuh berkah dan bermanfaat ini, diantaranya adalah pemberian honor bagi guru Madrasah Diniyah; kemudian beasiswa bagi guru Madin yang melanjutkan kuliah.

"Program Gus Ipullah yang sukses memberikan beasiswa bagi santri penghafal Al Quran dan bagi santri yang mampu membaca kitab kuning," kata dia.

Atas keberhasilan ini, KH Sholikan berharap seluruh warga NU khususnya kalangan pesantren se Ponorogo bisa kembali mendukung dan memilih Gus Ipul dalam Pilkada 27 Juni mendatang.

"Nanti kalau Gus Ipul jadi gubernur semoga bisa memperjuangkan kesetaraan. Selama ini ijazah pesantren belum diakui, padahal di Yaman saja ijazah pesantren Indonesia diakui," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul mengungkapkan bahwa kebijakan penguatan madrasah diniyah selama hampir 10 tahun dijalankan adalah amanah dari para Kiai.

"Para Kiai dan Ulama minta saya selalu memperkuat pendidikan agama. Bagi yang sekolah umum, pendidikan agama hanya 3-4 jam perminggu. Ini yang harus ditambah, makanya saya memperkuat Madin," kata dia.

Menurut Gus Ipul, untuk memperkuat Madrasah Diniyah, maka guru dan pengasuhnya yang pertama harus diperhatikan. Caranya, dengan memberikan tunjangan dan memberikan beasiswa agar para guru bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"KH Sholikan ini hebat karena dulu di Lirboyo pengasuhnya yang hebat bukan karena fasilitas di Lirboyo yang hebat," kata Gus Ipul.

Setelah gurunya diberi tunjangan dan ditingkatkan kemampuannya, kemudian giliran muridnya yang diberikan bantuan dengan cara memberikan bantuan operasional sekolah Madin (BOSDA Madin), serta beasiswa bagi yang berprestasi diantaranya penghafal Al Quran.(fir)

Dr Deding Ishaq, anggota MPR RI saat melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Makorem 084 Bhaskara Jaya Surabaya, Sabtu (21/4/2018)

SURABAYA (KoranTransparansi.com)  - Pimpinan DPR RI saat ini tengah membahas rencana perubahan sistem pemilu khususnya pilkada Gubernur,  Pilkada Bupati dan Walikota dari pemilihan langsung kembali ke sistem lama yaitu dipilih DPRD.

Kajian strategis dari akademisi sudah diterima pimpinan DPR untuk di bahas di Komisi terkait yaitu Komisi III dan Komisi II. tutur  Anggota MPR RI  Dr Deding Ishaq kepada wartawan usai seminar dan sosialisasi 4 pilar di Makorem 084 Bhaskara Jaya Surabaya, Sabtu (21/4/2018).

Menurutnya kajian  akademis menyangkut diberlakukannya sistem pemilu yang lama terutama untuk Gubernur,Bupati dan Walikota itu sangat bagus. Karena faktanya dengan pilkada langsung banyak  Bupati/Walikota terjerat masalah hukum dan masuk tahanan. 

Jadi pilkada langsung ternyata banyak mudorotnya ketimbang manfaatnya. Disamping itu pemilihan langsung nyatanya  telah terjadi transaksional. Bagi pasangan calon ongkosnya sangat tinggi. 

Anggota Komisi Vlll DPR RI yang membidangi masalah masalah sosial dan keagamaan mengatakan  Komisi III dan Komisi II sudah pernah membahas. Setelah pilkada serentah 2018  ini akan di lanjutkan lagi . 

Disisi lain bagi KPK , ucap Deding Ishaq, dengan kembalinya ke sistem lama, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  akan lebih mudah mengawasi 100 anggota DPRD ketimbang 1 juta orang. Dengan pengawasan KPK yang ketat, DPRD juga tidak bisa apa apa. tandasnya.

Anggota DPR yang  berangkat dari pemilihan Jawa Barat itu itu juga menyinggung soal perlu penguatan penguatan nilai nilai Pancasila. Dewasa ini para orang tua harus lebih berhati hati atas banyak kasus asusila yng ternyata para pelakunya adalah orang dekat si korban. 

Yang lebih mengerikan pelaku tindak asusila adalah orang tuanya sendiri. Lebih prihatin tidak jarang kita temukan orang tuanya malah menjual anaknya sendiri. 

"Di jaman now ini apa saja bisa dilihat dengan cepat dan bebas. Teknologi sudah demikian maju. Maka kasus kasus asusila sering terjadi. Ini sungguh memperihatinkan," tegas Dding Ishaq. (min)

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (dua dari kanan) saat menerima Priscilla di ruang kerja Ketua DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/4/2018)

JAKARTA (KoranTransparansi.com) - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo bangga dan mengapresiasi prestasi Dokter Gigi Priscilla Daniego Pahlawan, yang telah meraih juara dua lomba karya ilmiah tingkat Asia Pasifik di ‘Global Clinical Case Contest 2017/2018’ di Singapura. Prestasi tersebut membuktikan kemajuan bidang medis di Indonesia tidak kalah dengan negara lain.

“Selama ini perkembangan dunia medis kita kerap dipandang sebelah mata. Masyarakat Indonesia sendiri masih banyak yang memilih berobat keluar negeri. Prestasi yang diraih oleh Priscilla ini membuka mata kita dan dunia, bahwa bidang medis di Indonesia tidak boleh diremehkan,” ujar Bamsoet, sapaan akrabnya, saat menerima Priscilla di ruang kerja Ketua DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Lebih lanjut ia mengatakan, kemenangan ini bukan hanya kemenangan Priscilla semata. Tetapi, merupakan kemenangan seluruh bangsa Indonesia. Sehingga dapat menjadi motivasi bagi kaum muda lainnya. Bamsoet juga berharap keberhasilan Priscilla tersebut dapat memacu kaum millennial untuk menekuni dengan serius studi atau bidang yang tengah digeluti. Dengan belajar dan berusaha dengan tekun, tidak sukar untuk meraih prestasi.

Priscilla yang saat ini sedang menempuh pendidikan dokter spesialis konservasi gigi di Universitas Padjajaran itu menjelaskan bahwa dalam Global Clinical Case Contest 2017/2018 di Singapura, ia membawa tema  ‘The Digital Smile Design’ dengan judul ‘Memperbaiki Gigi Geligi Rahang Atas dengan Direct Komposit dengan Ceram X Speretec Universal’.

“Setiap orang tentu ingin memiliki senyum ideal. Tetapi, tidak semua orang memiliki bagian gigi, mulut, rahang, hingga jaringan pendukung gigi dengan kondisi yang bagus. Nah, the digital smile design ini, merupakan upaya rehabilitasi satu mulut dengan kondisi kerusakan gigi yang belum begitu parah. Seperti mengubah bentuk geligi, tetapi dengan perhitungan tersendiri,” papar Pia, begitu Priscilla biasa dipanggil.

Pia memaparkan bahwa dalam tahapan yang dilakukan adalah membuat foto klinis terlebih dahulu. Hasilnya, akan dijelaskan kepada pasien. Pasien kemudian diminta mengisi kuesioner dari aplikasi perencana digital 'Visagismile' untuk membuat preferensi akhir bentuk gigi. Proses berikutnya adalah pembuatan geligi baru dengan sentuhan seni. Kenapa disebut seni? Karena pembuatan geligi baru tersebut tidak semuanya memakai alat cetak.

Pia juga mengatakan bahwa ia akan mengikuti kejuaran estetika gigi tingkat dunia di Jerman pada pertengahan tahun ini.  Ia berharap doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar bisa memenangkan kejuaraan tersebut sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. (sam)

Wakil Ketua Komiisi V DPR RI Sigit Sosiantomo.

 

JAKARTA (KoranTransparansi.com) Wakil Ketua Komiisi V DPR RI Sigit Sosiantomo menyesalkan musibah robohnya jembatan Babat-Widang yang berada di jalur Lamongan-Tuban. Pasalnya, musibah ini menewaskan sedikitnya dua pengguna jalan. Sigit menilai penyelenggara jalan bisa dipidana karena tidak segera memperbaiki jembatan peninggalan Belanda tersebut.

“Kami prihatin dengan musibah ini. Terlebih ada korban jiwa. Seharusnya jembatan ini sudah diperbaiki atau diganti, karena tua dan sudah berulang kali rusak dan ini kali kedua ambruk. Kami menduga adanya kelalaian dan pemerintah bisa dipidana sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ),” kata Sigit dalam rilis yang diterima Parlementaria, Rabu (18/4/2018).

Menurutnya, hal tersebut berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Jalan dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada pasal 275 ayat 3. Setiap penyelenggara jalan yang tidak segera memperbaiki jalan rusak sehingga menimbulkan korban jiwa dapat dikenakan sanksi penjara paling lama lima tahun atau denda Rp120 juta.

Politisi PKS itu meminta aparat penegak hukum untuk segera melakukan investigasi terhadap ambruknya jembatan tersebut. “Penegak hukum harus investigasi siapa yang bersalah dan siapa yang melakukan kelalaian. Kalau tidak ada perawatan jembatan selama ini dan lalai harus segera ditindak,” katanya.

Seperti diketahui, Jembatan Babat-Widang yang menghubungkan Kabupaten Lamongan dan Tuban, Jawa Timur ambruk pada Selasa (17/4/2018), sekira pukul 10.30 WIB. Jembatan yang melintang di atas sungai Bengawan Solo Desa Ngadipuro, Widang, Tuban dan Babat, Kabupaten Lamongan ini di buat oleh Belanda untuk sarana penyeberangan.

Untuk menghindari musibah serupa, Sigit meminta Kementerian PUPR segera merehabilitasi jembatan tua yang berada dijalur Pantura. Menurut Sigit, hasil audit teknis Kementerian PUPR tahun 2012 sebanyak 158 jembatan lainnya di jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) memerlukan rehabilitasi.

“Hasil audit teknis PUPR tahun 2012, sekitar 158 jembatan membutuhkan perbaikan dan 4 jembatan yang kondisinya kritis memerlukan perkuatan dan penggantian. Seharusnya hasil audit teknis ini sudah ditindaklanjuti oleh PUPR,” kata Sigit.

Dari hasil evaluasi teknis Kementerian PU, kata Sigit, kerusakan jembatan di Jalur Pantura umumnya disebabkan karena kelebihan beban aktual  (overloading) yang melebihi batas ijin dalam Cummulative Equivalent Standard Axle (CESA), campuran aspal yang kurang baik  pada lapis atas, dan akibat 70 persen kendaraan besar terkonsentrasi pada lajur cepat.

“Selain overload, kerusakan jembatan di Pantura akibat kualitas konstruksi , pemeliharaan dan  factor desain. Hal ini mengindikasikan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan,” kata Sigit.

Untuk itu, Sigit meminta Kementerian PU untuk mengawasi secara ketat pelaksanaan pengerjaan semua proyek infrastruktur, khususnya jembatan. Selain itu, Sigit juga meminta agar mutu aspal dan campuran hotmix diperbaiki serta menggunakan umur rencana 10 tahun atau lebih dengan beban aktual. (sam)

 

Lora, Gus dan Ning Se-Madura Deklarasi Dukung Gus Ipul

SAMPANG (KoranTransparansi.com) - Gelombang dukungan dari elemen masyarakat untuk pasangan Calon Gubernur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno terus mengalir.

Kini giliran para Lora, Gus dan Ning (julukan putra-putri para Kiai) se Madura mendeklarasikan dukungan. Untuk memenangkan Gus Ipul-Mbak Puti, mereka membentuk Aliansi Lora for Syaifullah Yusuf (Alos).

Sebagai putra atau putri Kiai tentu mereka ini memiliki kedekatan yang sangat khusus dengan kiai sebagai bapak sekaligus pemegang keputusan tertinggi di lingkungan pondok pesantren.

Hal ini pula yang menurut Ketua Alos, Ra Khoiron Zaini, menjadi alasan pihaknya mendeklarasikan dukungan ini. 

"Kami sebagai kepanjangan tangan para kiai dan ulama sudah sewajarnya mendukung dan mengamankan instruksi mereka. Kami akan turun membantu proses pemenangan nanti," tegas Ra Khoiron.

Ra Khoiron adalah pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Karang Durin, Sampang. Dia juga Ketua Majelis Sholawat At-Taufiq yang juga putra dari alm KH Ahmad Zaini Sholeh. 

Selain Ra Khoiron, hadir pula sejumlah lora lain se-Madura. Bahkan, ada pula beberapa Gus (istilah putra kiai dalam Bahasa Jawa) dari sejumlah pesantren lain di Jawa Timur. 

Di antaranya, perwakilan dari Pesantren Sidogiri Pasuruan, Pesantren Lirboyo Kediri dan Pesantren Ploso Kediri.

Mereka menegaskan kemenangan di pilkada mendatang merupakan nilai harga mati. 

"Kalau sudah perintah kiai, kekalahan kiai adalah kekalahan kami. Maka jangan sampai kiai kita kalah. Caranya,  kita harus perjuangkan sama-sama," tegas pria yang akrab disapa Gus Igo Zain ini membakar semangat seluruh peserta. 

"Setelah acara ini, bisa bergerak di masing-masing kabupaten untuk bergerak bersama memenangkan Gus Ipul dan Mbak Puti. Insya Allah kalau sudah arahan kiai, semua akan dimudahkan," lanjut pria yang juga menjabat Ketua GP Anshor Kabupaten Sampang ini.

Menerima dukungan ini, Gus Ipul yang juga hadir pada deklarasi tersebut menyampaikan rasa terimakasihnya. 

Gus Ipul menuturkan, sama halnya dengan para lora, keputusannya untuk maju di pilkada sebagai kandidat juga tak lepas dari para kiai. 

"Sudah saya katakan kepada para kiai, saya tak punya banyak modal untuk maju di pilkada. Kecuali modal pengalaman pernah menjadi Wakil Gubernur Jatim dua periode," ujar Gus Ipul pada sambutannya. 

"Namun karena ini adalah arahan kiai, Alhamdulillah semua dimudahkan. Mulai dari partai pengusung hingga relawan begitu banyak datang bergelombang," kata Gus Ipul yang juga keponakan KH Abdurrahman Wahid (Gusdur) ini. 

Apabila terpilih, Gus Ipul berkomitmen untuk melibatkan kiai di dalam mengambil keputusan strategis di pemerintahannya kelak. 

Khususnya di Madura, Gus Ipul pun tak segan untuk berkantor secara rutin di masing-masing kabupaten, bahkan di beberapa pesantren. 

"Kami akan menjadikan para kiai sebagai tim penasehat. Insya Allah, kalau semua keputusan diambil dengan saran dan pertimbangan kiai, semua akan dimudahkan," jelas salah satu Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini.

Gus Ipul pun memberikan arahan kepada Alos untuk membantu proses sosialisasi sepulang dari acara tersebut. 

"Pulang dari sini, tinggal bekerja. Saya titip sampaikan kepada masyarakat tentang visi dan misi kami," harap Gus Ipul.

"Kami berkomitmen untuk melanjutkan yang sudah baik dan menyempurnakan dengan program yang lebih baik. Kami menyebutnya dengan Perubahan Berkelanjutan," pungkas mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini. (min)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...