Politik

Ketua Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo

Surabaya (KoranTransparnsi.com) - Ketua DPD Partai Demokrat sekaligus Gubernur Jawa Timur Soekarwo menegaskan beredarnya surat ajakan untuk memilih pasangan Khofifah dan Emil Dardak merupakan instruksi DPP dan menjadi bagian internal partai.

"Surat itu instruksi DPP dan tidak hanya di Jatim, tetapi seluruh Indonesia. Ini menjadi bagian kegiatan partai dan fungsinya adalah urusan internal," katanya ketika ditemui wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin malam.

Menurut dia, surat dukungan dan ajakan itu menggunakan kop lambang Demokrat sehingga fungsinya dikhususkan ke internal partai untuk disampaikan kepada anggota dan disampaikan ke masyarakat.

"Partai Demokrat merupakan salah satu partai pendukung pasangan calon pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur sehingga menyampaikan kepada pemilih dan bagian dari fungsi `election`, ya, di situ," ucap Pakde Karwo, sapaan akrabnya

Orang nomor satu di Pemprov Jatim yang di DPP menjabat sebagai anggota Majelis Tinggi Partai Demokratt juga mengakui bahwa pembuatan surat edaran itu bukan bagian dari kampanye sebab dirirnya tetap berkomitmen untuk tidak berkampanye demi menjaga netralitas pilkada di Jatim.

"Kecuali kalau saya buat rekaman itu yang tidak betul. Apalagi, itu tidak hanya di Jatim, tetapi seluruh Indonesia. Kalau mau kampanye, sudah dari dahulu. Akan tetapi, saya tidak mau karena saya ingin menjaga," katanya.

Sebelumnya, Partai Demokrat Jatim mengumumkan surat selebaran yang berisi ajakan dari Soekarwo terkait dengan pasangan calon yang harus dipilih pada Pilgub Jatim 2018. Di sisi lain, muncul pernyataan dari sejumlah kiai sepuh Jatim yang meyakini komitmen Soekarwo terhadap dukungannya kepada Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pada Pilgub Jatim 2018.

Pilgub Jatim diikuti dua pasangan calon, yakni pasangan Khofifah Indar Parawansa/Emil Dardak dengan nomor urut 1, dan pasangan Gus Ipul/Puti Guntur Soekarno nomor urut 2.

Pasangan nomor 1 merupakan calon dari koalisi Partai Demokrat, Golkar, PAN, PPP, Hanura dan NasDem, sedangkan pasangan nomor 2 adalah calon dari gabungan PKB, PDI Perjuangan, PKS, dan Gerindra.(nov)

 Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Renville Antonio menunjukkan selebaran ajakan dari Pakde Karwo terkait calon yang harus dipilih di Pilkada Jatim 2018, Sabtu (23/6) malam.

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Ketua Dewan  Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur Dr Soekarwo mengajak kepada masyarakat Jawa Timur untuk memilih cagub Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dalam Pilgub, Rabu, 27 Juni 2018.

Ajakan Pakde Karwo tersebut disampaikana  Sekretaris Partai Demokrat Renvil Antonio. Dengan menunjukan selembar kertas warna biru, berisi ajakan Pakde Karwo agar warga Jawa Timur tidak ragu memilih pasangan nomor urut 1.

"Selebaran ini asli, yang membuat Pakde Karwo, ditulis sendiri pada hari ini, 23 Juni," kata Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Timur Renville Antonio dalam jumpa pers di Surabaya, Sabtu malam.

Dalam selebaran yang di dalamnya juga disertai tanda tangan Pakde Karwo itu mengajak masyarakat untuk memilih pasangan Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur (Pilkada Jatim), yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni mendatang.

Menurut Renville, Pakde Karwo, yang saat ini juga menjabat Gubernur Jawa Timur, merasa perlu membuat selebaran ini karena banyak masyarakat yang bertanya-tanya terkait pilihannya di Pilkada Jatim 2018.

Selama masa kampanye, Pakde Karwo memang tidak pernah terlihat berkampanye untuk pasangan calon manapun di Pilkada Jatim.

"Melalui selebaran ini terjawab sudah Pakde Karwo memilih pasangan Khofifah-Emil di Pilkada Jatim 2018," ucapnya.

Bagi kader Partai Demokrat Jawa Timur, lanjut Renville, selebaran yang juga bersifat ajakan dari Pakde Karwo ini harus disebarkan seluasluasnya kepada segenap masyarakat di seluruh wilayah Jawa Timur.

"Harus diviralkan. Saya rasa tidak melanggar aturan meski mulai pukul 00.00 WIB malam ini sudah memasuki masa tenang kampanye," ujarnya.

Pasangan Khofifah-Emil mengikuti Pilkada Jatim diusung oleh koalisi Partai Demokrat, Golkar, Hanura, PAN, PPP dan Nasdem. Pasangan lainnya yang mengikuti Pilkada Jatim 2018 adalah Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno, yang diusung koalisi PDIP, PKB, PKS dan Gerindra. (min)

 

Belajar dari kaus tenggelamnya Kapal Sinar , Anggota Komisi X DPR RI Dadang Rusdiana berharap ke depannya, para pemilik kapal motor agar benar-benar memperhatikan aspek keselamatan penumpang

JAKARTA (KoranTransparansi.com) - Musibah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara, pada Senin (18/6/2018) lalu, mengundang rasa prihatin dari seluruh kalangan. Pasalnya, musibah itu mengakibatkan ratusan penumpangnya menjadi korban. Terjadinya musibah ini pun dikhawatirkan akan menjadi citra buruk pariwisata Indonesia

Anggota Komisi X DPR RI Dadang Rusdiana berharap ke depannya, para pemilik kapal motor agar benar-benar memperhatikan aspek keselamatan penumpang. Khususnya, jika transportasi ini dikaitkan dengan sektor pariwisata di Danau Toba, yang kini menjadi salah satu unggulan destinasi wisata Tanah Air.

“Pada masa-masa liburan, terutama Idul Fitri ataupun libur Natal seringkali motif meraup untung mengabaikan faktor keselamatan. Tentunya hal itu tidak boleh terulang. Dalam pariwisata, faktor keselamatan harus menjadi perhatian, karena bagaimanapun wisatawan mancanegara akan sangat memperhatikan hal tersebut,” kata Dadang dalam pesan singkatnya kepada Parlementaria, Jumat (22/6/2018).

Politisi Partai Hanura itu menambahkan, walaupun kejadian tenggelamnya kapal motor tersebut tidak akan berdampak besar terhadap kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), namun jika terus berulang terjadi, tentu akan menjadi citra buruk terhadap tata kelola transportasi wisata Indonesia.

Untuk itu, agar ke depannya tidak terjadi lagi peristiwa serupa, ia mendorong kepada Kementerian Pariwisata untuk berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, guna memastikan kelaikan daripada transportasi air di seluruh daerah wisata Indonesia. Kemenhub diminta untuk memastikan kapal wisata khususnya, memiliki izin berlayar dan laik beroperasi.

“Itu harus dilakukan, karena tata kelola sektor transportasi adalah faktor penting dalam pariwisata,” imbuh politisi dapil Jawa Barat itu. (sf)

Nganjuk - AHY Ajak Warga Nganjuk Pilih Khofifah-Emil: Amankan Suara dan Awasi Kecurangannya

NGANJUK (KoranTransparansi.com) - Setelah Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun gunung, kini giliran Komandan Komando Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ikut mengkampanyekan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. 

AHY bersama jajaran kader partai Demokrat dijadwalkan keliling menyambangi sejumlah wilayah Jawa Timur untuk menyosialisasikan pasangan Khofifah-Emil.

Hal itu disampaikan saat AHY saat menyambangi Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (21/6/2018) bersama Khofifah. Eks Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kemuning itu mengajak masyarakat Nganjuk untuk memilih sekaligus mengawal suara Khofifah-Emil.

“Mari kita yakinkan kita maksimalkan waktu yang ada seminggu ini. Yakinkan bahwa tanggal 27 juni bersama-sama berbondong-bondong ke TPS coblos nomor satu. Yang paling penting tanggal 27 juni datang ke TPS, pilih ibu Khofifah dan mas Emil,” kata AHY.

Agus juga meminta warga ikut memantau agar proses pencoblosan pada 27 nanti berjalan aman tanpa ada kecurangan. Bersama seluruh relawan, simpatisan, pedukung dan partai pengusung, Agus akan memaksimalkan waktu untuk menyapa dan menyosialisasikan program.

“Mari satukan hati kita, sama-sama perluas pesan. Jangan sampai kita biarkan ada kecurangan. Jangan sampai di minggu ini ada yang menggembosi. Jangan sampai di hari H ada yang mencurangi kita. Tolak, cegah, laporkan segala bentuk kecurangan. Kalau untuk kebenaran, untuk keadilan kita jangan takut melawan siapapun,” tuturnya.

Muslimat NU, dikatakan Agus, memiliki peran sangat luar biasa karena menjadi soko guru di nasional. Maka tak keran jika organisasi otonom wanita NU ini memiliki posisi penting.

Jawa Timur disebut mendambakan hadirnya pemimpin yang benar-benar memahami masalah yang  dihadapi masyarakat. Jawa Timur dinilai membutuhkan pemimpin yang berpengalaman untuk mengikis ketimpangan antara kota dan desa.

“Tokoh itu tentu, ibu Khofifah dan mas Emil. Kami yakin jika ibu Khofifah dan mas Emil memimpin Jawa Timur insyaallah rakyat Jawa Timur semakin sejahtera dan bahagia. Ibu Khofifah adalah tokoh wanita yang tangguh, yang luar biasa," ungkapnya.

"Pengalamannya luar biasa hidupnya, politik, pengabdian dan prestasi ibu Khofifah. Insyaallah Allah SWT akan memberi jalan, yang terus berikhtiar, yang benar-benar memiliki niat yang baik,” tutupnya. (den)

Ziarah Bersama Buruh, Khofifah Usulkan Marsinah Jadi Pahlawan Buruh Nasional

Nganjuk (KoranTranspaansi.com) -Jelang Hari Raya Idul Fitri, calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa nyekar ke makam pejuang buruh, Marsinah. Ziarah bersama para buruh ke makam Marsinah ini untuk mendoakan Marsinah.

Kedatangan Khofifah di makam Marsinah ini disambut pekerja dari berbagai organisasi buruh dan warga Nganjuk. Di pusara Marsinah, Khofifah memimpin langsung doa bersama para Buruh dan masyarakat Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (21/6/2018).

“Kami dari Aliansi Buruh/Pekerja Jawa Timur, para organisasi profesi dan media ada di sini Aliansi wartawan Nganjuk (AWN) berziarah bersama bu Khofifah. Kebetulan ini hari kamis. Adat orang Jawa itu lebih afdhol berziarah,” kata Ketua Aliansi Pekerja Buruh Jawa Timur, Akhmad Soim.

Seusai berzairah bersama para buruh, Khofifah menyantap sarapan bersama para buruh dan masyarakat Nganjuk. Warga Desa Nglundo, Nganjuk, para buruh dan Khofifah berbaur dan berbindang berbagai hal.

Soim mengatakan buruh Jawa Timur di berbagai wilayah siap mengawal suara duet kandidat Khofifah-Emil pada tanggal 27 Juni nanti. Khofifah dan Emil dinilai sosok pemimpin yang peduli terhadap nasib para buruh.

“Kita solidkan suara buruh. Ini satu-satunya Gubernur Jatim yang peduli kepada buruh, yaitu ibu Khofifah dan pak Emil,” ungkapnya.

Khofifah juga hadiahi sebuah alat pecut dari buruh. Alat pecut tersebut, dikatakan Khofifah, simbol cambuk untuk semangat bekerja.

“Ini perlambang melecut kerja keras kita supaya tambah semangat, pembangunan rakyat Jawa Timur lebih cepat,” pungkas Khofifah.

Khofifah juga mengatakan untuk menjadi pemimpin di Jawa Timur perlu memiliki kepekaan seperti seorang ibu. Sehingga segala kebutuhan masyarakat bisa dipastikan terpenuhi dan merata

“Saya perempuan, jadi kalau ada yang menyampaikan istilah ibu masyarakat Jawa Timur, artinya ingin masyarakatnya sehat, sehat lahir dan sehat batin. Memastikan anak-anaknya sejahtera,” tuturnya.

Menteri Sosial 2014-2018 ini juga siap memperjuangkan Marsinah sebagai pahlawan buruh nasional. Bersama para buruh, Khofifah ingin ikut memperjuangkan gelar pahlawan buruh kepada Marsinah.

“Saya ziaroh ke makam marsinah.  Ada rekomendasi supaya Marsinah diajukan lagi sebagai calon pahlawan buruh nasional. Setelah difollow-up lagi, pertemuan dengan perwakilan SPSI. Saya sampaikan bahwa saya Insyaallah siap mendorong proses penyiapan pancalonan pahlawan buruh nasional untuk Marsinah,” pungkasnya. (med)

Dua massa besar pendukung Joko Widodo. Yakni, Bara JP (Barisan Relawan Jokowi Presiden) dan RKIH (Rumah Kreasi Indonesia Hebat).

 

SURABAYA  (KoranTransparansi.com) - Kekuatan massa pendukung pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak semakin solid. hal ini semakin terbukti bahwa kekuatan pasangan kandidat nomor satu ini ditopang dua massa besar pendukung Joko Widodo. Yakni, Bara JP (Barisan Relawan Jokowi Presiden) dan RKIH (Rumah Kreasi Indonesia Hebat).

Dua organisasi ini diketahui sebagai kelompok masyarakat yang setia mengusung Jokowi sejak Gubernur DKI hingga menjadi Presiden pada pemilu 2014 lalu. Mereka menegaskan bahwa massa loyalis Jokowi akan totalitas memenangkan pasangan Khofifah-Emil.

Hal ini ditegaskan, Bara JP dan RKIH saat konsolidasi suara bersama Khofifah-Emil di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (20/6/2018). Pertemuan tersebut, dikatakan Ketua Bara JP Jawa Timur, Giyanto Wijaya sebagai bukti dukngan massa Jokowi di Jawa Timur kepada pasangan kandidat nomor 1.

“Kita pastikan itu, kita mengawal itu. Kita juga sekaligus menangkal banyaknya isu miring, hoax, meme. Kita menangkal tersebut. Ibu ini sebagai Gusdurian penjaga kebhinnekaan di Jawa Timur dan bersedia menjadi ibunya seluruh agama, semua suku, kepercayaan, keyakinan, masyarakat yang ada di Jawa Timur,” kata Giyanto.

Giyanto juga mengutuk kampanye negatif yang dilakukan oknum tertentu untuk menjatuhkan pasangan Khofifah-Emil. Pihaknya lebih memilih cara kampenya santun demi menjaga kondusifitas pemilu.

“Kita terdidik tidak melakukan hoax atau black campaign. Biarkan orang melakukan itu, kita tidak. Kita menyajikan fakta dan berita yang benar. Sekali kita melangkah ke sana, integritas kita sudah jatuh. Tidak boleh hoaks maupun black campaign. Tetap santun, idealis, tetap berintegritas, etika kita jaga,” ucapnya.

Bara JP juga, ditegaskan Giyanto siap mengawal suara pasangan Khofifah-Emil. Giyanto menyiapkan 60 ribu personel Bara JP untuk mengantisipasi kecurangan.

“Ada sekitar 60 ribu orang di Jawa Timur, kita siapkan untuk membantu. Mulai seminggu ini sudah berjalan, termasuk pasca pencoblosan itu. Mulai sebelum dikawal sampai pengawalan kotak TPS dari ke kecamatan dan kabupaten hingga provinsi,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua RKIH, Erwin Silitonga. Dia menegaskan bahwa loyalis massa Jokowi siap memenangkan pasangan Khofifah-Emil untuk pilgub 2018 ini.

“Selama ini kita lihat banyak mengaku relawan presiden 2014 ada A, B, ada C. Kami tekankan, kami RKIH pengusung Jokowi dari Gubernur. Kita relawan yang sudah diakui dan sudah ada prasastinya. Khusus di Pilgub Jawa Timur ini kita memenangkan bu Khofifah dan mas Emil sebagai calon gubernur-wakil Gubernur nomor satu,” kata Erwin.

RKIH disebut sudah sejak lama mendampingi Jokowi dan kini bertranformasi sebagai organisasi masyarakat. Erwin mengatakan organisasi yang terbentuk atas inisiasi masyarakat tersebut bukan organisasi partai.

“Sama sekali bukan sayap partai. Tidak ada kepentingan partai,” ungkapnya.

Pihaknya juga siap memerangi hoax yang digunakan oknum untuk mencederai perhelatan demokrasi Pilgun Jatim 2018. Erwin yakin bahwa masyarakat Jawa Timur akan memilih pasangan yang siap menjaga kebhinnekaan.

“Kita harus punya tekad memfilter itu semua. Masyarakat Jawa Timur sudah cerdas menilai mana yang benar mana yang tidak. Memang SARA ini yang palin mudah untuk memprovokasi. Saya tekankan indonesia ini berbagai elemen agama. Prulalisme ini harus kita jaga,” pungkasnya.

Kepada para pendukung, Khofifah mengatakan pemimpin selayaknya memiliki sifat kerakyatan agar mudah membangun dan mendapatkan solusi masalah yang dihadapi masyarakat.

“Bagaimana seorang pemimpin melepaskan luxury untuk egitaliarisme beserta seluruh rakyat yang dipimpinnya sehinggga tanpa jarak. Sehingga komunikasi dengan masyarakatnya lebih terbangun dan lebih cair,” kata Khofifah.

Rakyat butuh layanan yang cepat, pemimpinnya butuh komunikasi yang cepat. Proses pemilu pun belum menjamin lahirnya pemimpin yang layak dan pantas menjadi teladan masyarakat.

“Kita membutuhkan strong leader, strong comitment.  Pada posisi inilah saya pada debat pertama menyampaikan bahwa membangun Jawa Timur adalah menjadi bagian dari kemajuan peradaban bangsa. Membangun Jawa Timur harus diniatkan meneruskan kejayaan nusantara,” pungkas Ketua Muslimat NU tersebut.(med/eka)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...