Gianyar, Bali - Persib Bandung mencatat rekor kekalahan terbesar pada Liga 1 2018. Hal itu terjadi setelah tim Maung Bandung digasak Persebaya 1-4, pada pekan ke-28 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak yang ditayangkan Indosiar.

Pada laga itu, Persib yang bertindak sebagai tim tuan rumah harus menjalani partai kandang di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Hal itu menyusul sanksi yang diberikan Komdis PSSI.

Menghadapi Persebaya, Persib juga kehilangan sejumlah pemain, yakni Bojan Malisic, Jonathan Bauman, Patrich Wanggai, dan Ezechiel N'Douassel karena terkena hukuman larangan bermain. Oh In Kyun terkena akumulasi kartu, sedang M. Aqil Savik dan Indra Mustafa ke Timnas Indonesia U-19.

Persebaya membobol gawang Persib empat kali, yakni lewat aksi Irfan Jaya (17') dari titik penalti, Fandi Eko Utomo (47' dan 77'), serta Osvaldo Haay pada menit ke-80. Satu gol Persib dicetak oleh Febri Hariyadi pada menit ke-19.

Kekalahan ini menjadi kekalahan terbesar tim besutan Mario Gomez di Liga 1 2018. Selain itu, ini juga menjadi kekalahan terbesar pada partai kandang tim Maung Bandung.

Faktor sanksi bertanding di luar Jawa dan tanpa penonton tampaknya mulai berpengaruh besar. Pada laga kandang sebelumnya yang digelar di Stadion Batakan, Balikpapan, Persib kalah 1-2 dari Madura United.

Namun, setelah itu, mereka mampu mencuri satu poin di kandang Persipura. Posisi Persib Bandung di puncak klasemen pun tergusur oleh PSM Makassar yang meraih kemenangan atas Borneo FC pada pekan ini.

Persib Bandung harus puas bertahan di posisi kedua dengan 45 poin. Namun, Persib juga diintai oleh dua tim yang mengumpulkan 42 poin, yakni Persija dan Bhayangkara FC. (nov)

Solo,Jawa Tengah - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan sejarah telah mencatat peran besar para ulama, kiai, santri dalam masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

"Ada peran besar para kiai dan para santri dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika," kata Jokowi saat menghadiri acara Apel Akbar Santri Nusantara dalam Hari Santri Nasional 2018 di Benteng Vastenburg Solo, Jawa Tengah, Sabtu malam.

Para Kiai dan santri selalu bersatu ke jalan kebaikan, kebenaran, kemajuan. Menjadi santri merupakan pilihan menjadi muslim yang cinta bangsa, pribadi yang religius dan berakhlakul karimah, sekaligus nasionalis.

Presiden mengatakan pemerintah tiga tahun lalu melalui Keputusan Presiden, telah menetapkan Hari Santri, dan sejak saat itu, kemudian diperingati Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober.

Hal tersebut, kata Presiden, merupakan penghormatan dan penghargaan negara, kepada para kiai, alim ulama, para santri dan seluruh komponen bangsa yang mengikuti teladannya.

"Saya sangat paham dengan sikap kebangsaan para kiai dan santri saat dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit. Kiai dan santri selalu meletakkan kepentingan bangsa dan negara sebagai yang pertama sesuai dengan tradisi kesantrean," kata Presiden.

Presiden sangat bersyukur bangsa Indonesia dipanggil oleh tradisi kesantrean yang kuat tradisi penghormatan dan penghargaan tinggi kepada sesama manusia, menjunjung prinsip `hablum minallah` dan `hablum minannas` yang memaknai cinta Tanah Air, sebagai bagian dari iman mencintai bumi tempat berpijak, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Saya tahu tidak sulit untuk mencintai agamanya, dan sekaligus negaranya, bangsanya. Mencintai agama dan bangsa itu, dilakukan secara bersama," katanya.

Indonesia merupakan negara besar dengan 714 suku, 1.100 lebih bahasa daerah, agama dan adat yang berbeda-beda. Bangsa Indonesia memiliki perbedaan-perbedaan itu harus untuk saling mengenal, menghargai, menghormati di antara, suku, agama dan tradisi.

Oleh karena itu Presiden meminta tidak ada yang saling mengejek di antara daerah, suku, agama, karena aset terbesar bangsa ini, adalah persatuan, kerukunan dan persaudaraan.

"Saya selalu sampaikan marilah kita jaga bersama-sama ukhuwah islamiyah kita. Marilah kita jaga bersama-sama ukhuwah Wathoniyah kita agar persatuan persaudaraan kerukunan tetap ada di bumi NKRI," katanya.

Apel Akbar Santri Nusantara 2018 selain dihadiri Presiden Ri Jokowi bersamz Ibu Negara Iriana Jokowi, juga dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, para ulama, kiai dan sekitar 50 ribu santri dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan itu para santri secara bersama sama melakukan ikrar Santi Nusantara yang intinnya ada enam hal antara lain tentang tekad menjaga NKRI, Pancasila, UUD 1945 da Bhineka Tunggal Eka. (ant/ais)

Banyuwangi (KoranTransparansi.com) – Ajang Festival Gandrung Sewu yang menampilkan aksi kolosal lebih dari 1.100 penari di bibir Pantai Boom, Banyuwangi, telah menjadi magnit bagi ribuan wisatawan. Salah satu yang mendapat berkah ekonomi dari kedatangan wisatawan adalah para pelaku usaha kuliner khas, mulai dari warung pinggir jalan sampai restoran.

“Makanan khas daerah ini sangat beragam, ada menu sarapan, makan siang, hingga kuliner malam hari. Semuanya beda-beda. Tiap tahun kami menggelar festival kuliner untuk meningkatkan daya saing kuliner lokal,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Salah seorang pemilik warung yang mendapat manfaat ekonomi adalah Mujayanah. Warungnya terletak di timur Taman Blambangan dan hanya buka pagi hari dari pukul 06.00-10.00 WIB dengan menu spesial “nasi cawuk” yang memang khusus untuk sarapan.

Mujayanah mengatakan, saat tidak ada festival, dia biasanya hanya menghabiskan lima kilogram beras, tiga kilogram ikan laut, dan empat kilogram telur per hari. Namun, permintaan ini akan melonjak saat ada Banyuwangi Festival.

"Kalau ada acara, dagangan saya lebih laris. Makanya saya selalu mencari informasi jadwal kegiatan daerah. Kalau pas ada jadwal, pasti saya tambahi masaknya. Berasnya bisa habis 8 kilogram, ikan 4 kilogram, dan telur 6 kilogram. Alhamdulillah, habis," kata wanita 53 tahun itu.

Kuliner lain Banyuwangi yang diburu adalah pecel pitik, rujak soto, da. nasi tempong.

Pecel pitik adalah ayam kampung yang dibakar kemudian disuwir dan dicampur dengan parutan kelapa berbumbu. Sementara nasi tempong adalah makanan khas Banyuwangi yang terkenal pedasnya. Dalam seporsi nasi tempong terdapat nasi hangat, sayuran rebus, tempe/tahu goreng yang disajikan bersama dengan sambal mentah yang pedas. Sampai-sampai, orang yang menyantapnya akan merasakan pipinya seperti ‘ditampar’ atau dalam bahasa daerah setempat ‘ditempong’.

Salah satu tempat yang menjual kuliner tersebut adalah restoran Osing Deles yang terletak di Jalan Agus Salim.

Menurut Zunita Ahmad, pemilik Restoran Osing Deles, beragam festival telah meningkatkan penjualan kulinernya. Seperti saat menjelang pergelaran Festival Gandrung Sewu ini, penjualan restonya mengalami lonjakan hingga 100 persen.

“Orderan buffet kami terus betambah. Terutama permintaan untuk kuliner khas Banyuwangi, seperti nasi tempong, pecel pitik, dan pindang koyong,” kata Zunita.

Peningkatan ini juga terjadi pada outlet pusat oleh-oleh miliknya. Terletak di lantai dasar resto Osing Deles, pendapatan pada pusat oleh-oleh tersebut juga mengalami peningkatan hingga 300 persen.

“Alhamdulillah, saya adalah salah satu warga yang merasakan dampak positif dari Banyuwangi Festival. Saya yakin hal yang sama juga dirasakan oleh pelaku usaha lain di Banyuwangi,” ujarnya. (ais)

Saturday, 20 October 2018 19:24

Zainudin Amali : Caleg Jangan Andalkan Partai

Surabaya (KoranTransparansi.com) – Plt Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Zainudin Amali meminta  agar caleg Golkar bekerja keras, serius dan turun ke masyarakat. Jika memungkinkan terus menerus  24 jam menemui konstituennya.

Caleg jangan mengandalkan partai. Partai akan bekerja sesuai jalurnya sendiri.

Dalam pertaruangan yang ketat itu caleg tidak mungkin bisa sukses kalau tidak mau bekerja keras dan turun lapangan. Apalagi berpangku tangan. Itu sangat tidak mungkin. ungkap Zainudin Amali kepada wartatranparansi.com di Surabaya, Sabtu(20/10/2018).

Ingat bahwa perhelatan Pileg 2019 nanti akan sangat berat karena bersamaan dengan pelaksanaan Pemilu presiden. Ini berbeda dengan pemilu pemilu sebelumnya. Tingkat kesulitannya sangat berbeda dengan Pemilu 2014.

 Ketua Umum DPP Partai Golkar Pak Airlangga Hartarto, memberikan target bahwa Golkar  harus memenangi Pileg dengan meraih kursi terbanyak di parlemen.

Di Jawa Timur pada pemilu 2019 ada 17 kursi untuk DPR RI dan 14 kursi di DPRD Jawa Timur sesuai Dapilnya. Disemua Dapil tidak boleh ada yang kosong. Kuncinya, caleg harus kerja keras, serius dan selalu bersama masyarakat. ujarnya menegaskan.

Ia menjelaskan Golkar punya tugas ganda yaitu sukses di Pileg juga sukses di pilpres. Artinya kader partai wajib menyukseskan kedua duanya. Namun bagitu Golkar sebagai partai yang lahir dari orde baru sudah sangat pengalaman dengan segala pasang surutnya di pemerintahan.

Menyinggung soal dukungan Gubernur terpilih Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak memberikan kontribusi suara bagi Golkar di Pileg nanti, Zainudin Amali megatakan, komimen Golkar akan terus mengawal pemerintahan Khofifah-Emil selama lima tahun.

Golkar harus berjuang dan memenangkan kontestasi  pemilu Legislatif dengan kemampuannya sendiri.

Di Pilpres Golkar wajib memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin, namun di pileg juga harus menang di Senayan. Sebab itu Golkar akan bekerja dengan baik dan melayani masyarakat dengan puas, maka masyarakat dengan sendirinya akan membantu Golkar.

Menyinggung masih adanya kader Golkar yang kesandung kasus hukum, Zainudin Amali menyatakan, sejak kepemimpinan Pak Airlangga Hartato dengan tagline bersih.Itu menjadi komitmen bersama dan harus kita jaga bersama sama.

Bahwa kemudian ada satu dua yang nakal, itu sudah menjadi ranah pribadi masing masing. Kalau sudah masuk individu, partai tidak bisa masuk terlalu dalam.

Jadi semangat teman teman Golkar tetap anti korupsi, penceghan korupsi, Korupsi harus  digelorakan di internal partai. Kalau ada yang bermasalah, Partai  memang tidak bisa selama 24 jam mengawasi .

Jadi semangat anti korupsi  dan  tagline Golkar bersih,  Itu menjadi pengingat serta  alarm bagi partai Golkar.(min)

 

Page 1 of 1808
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...