Politik

Published in Politik

Sahat Simanjuntak SH : Jaga Kekompakan, Jangan Ada Kelompok Kelompok.

Aug 23, 2018 Publish by 
Keua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak SH (berdiri) didampingi Aan Ainurofiq (Caleg nomor urut 1 Dapil IV Surabaya) silaturrahim dengan PK dan PL se Surabaya karena akan  pindah  dari Dapil Jatim I ke Dapil IX yang meliputi Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek.
Keua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak SH (berdiri) didampingi Aan Ainurofiq (Caleg nomor urut 1 Dapil IV Surabaya) silaturrahim dengan PK dan PL se Surabaya karena akan pindah dari Dapil Jatim I ke Dapil IX yang meliputi Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek. (kt/min)

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak SH melakukan sukuran atas terpilihnya pasangan Hj Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak sebagai Gubernur Jawa Timur periode 2019/2024 akan datang. 

Malam  ini tidak ada acara serius kecuali kami hanya ingin berbagi bahagya atas terpilihnya Bu Khofifah-Mas Emil bersama ketua Pengurus Kecamatan (PK) dan Pengurus Kelurahan (PL) se Surabaya yang telah berjuang keras memenangkan pasangan yang diusung Partai Golkar pada Kontestasi Pilgub,terutama di Surabaya.

Teman teman PK dan PL punya andil besar atas kemenangan itu. Kalau kemudian waktunya bersamaan dengan hari raya Idul Adha, sebenarnya ini hanya memanfaatkan momentum saja dan sudah lama direncanakan oleh panitia. ungap Sahat mengawali pertemuannya, di kantor DPD Partai Golkar Jawa Timur Jalan A. Yani Surabaya, Rabu (22/8/2018) malam.

Dalam kesempatan itu Seketaris Partai Golkar JawaTimur ini juga mengajak kepada PK dan PL se Surabaya untuk tetap kompak, bersatu padu membesarkan partai apalagi sebentar lagi ada event politik besar yaitu Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres. 

"Tugas kalian sangat berat karena dalam waktu bersamaan bagi PK dan PL harus mengurusi dapilnya masing masing, tetapi juga harus memenangkan Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin di Surabaya,". Kita sudah membuktikan bahwa kekompakan itu telah membuahkan kemenangan. Semangat ini harus tetap dijaga," tandasnya.

Dipileg 2019 nanti saya tidak lagi berangkat dari Dapil I Jawa Timur (Surabaya-Sidoarjo) melainkan saya akan berangkat dari Dapil IX yang meliputi Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek. Kenapa saya pindah,saya sudah dua periode di Dapil I. Saya harus memberikan jalan kepada kader partai yang lain. urainya mengenai kepindahannya itu.

Secara politis kepindahan ini sangat tidak menguntungkan. Sebab Dapil IX bagi kami sangat awan. Lagi pula wilayah tesebut sangat agamis. Tapi kami harus memberikan jalan kepada yang lain. Ini supaya pangkaderan di provinsi berjalan baik. Juga terhadap teman teman yang sudah dua periode perlu memikirkan hal yang sama. 

Dapil I Jawa Timur sangat keras atau biasa disebut Dapil neraka.Sebab disini tampilnya tokoh tokoh sentral dari semua partai. Semuanya bisa dihitung dan terang benderang. Namun Golkar punya andalan Pak Blegur Prijanggono, Ketua Golkar Surabaya.

Diruangan ini juga ada caleg Provinsi yang se Dapil dengan Pak Blegur yaitu Bu Ningky. Dia itu nomor 3. Tapi dia bukan sangan Pak Blegur. Juga ada Caleg DPR RI Bu Farah Amalia (Bu Lily) nomor 3. Namun Bu Lily bukan sangan Pak Adies Kadir. Kita harus bersinergi supaya suara Golkar bertambah. kata Sahat memompa semangat para Ketua PK dan PL.    

Perlu kalian ketahui kata Sahat, saya duduk di DPRD Provinsi Jawa Timur tidak membawa kursi sendiri melainkan kumpulan suara dari 11 Caleg Golkar di Dapil I. 

Termasuk pak Blegur Prijanggono yang sekarang ini Caleg nomor 1 untuk Dapil Jatim I (Surabaya). Suara saya hanya selisih antara 2500 saja.tegas Sahat. Jadi, saya jadi anggota dewan ini garis tangan. tambahnya.

Kepada teman teman PK dan PL, saya hanya nitip pesan tetap jaga kekompakan, kerukunan dan saling menyapa. Jangan saling menjaga jarak apalagi membentuk kelompok kelompok. Tugas bapak ibu adalah menfasilitasi caleg bersosialisasi, memberikan jalan. 

Kalau ada kelompok kelompok itu akan mempersulit posisi kita. DPD Golkar Surabaya itu tugasnya sangat berat kaena harus menaikan 4 kursi menjadi 7 sampai 8 kursi. Ini pekerjaan tidak mudah.

Juga kepada semua teman teman anggota DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Ingat bahwa Anda duduk di DPR itu tidak membawa kursi sendiri, ada sumbangan suara dari Caleg yang lain. Artinya kita tidak boleh sombong. 

Karena itu anggota dewan haus pehatian kepada Caleg yang lain dan konstituen. Apalagi Surabaya yang perolehan suara masing masing Calegnya sangat minim. Itu kalau tidak pertolongan Tuhan tidak bisa.Jadi tidak boleh sombong, tandas Sahat Tua Simanjuntak berkal kali mengingatkan.

Di akhir kalimatnya Sahat meminta doa restu kepada PK dan PL agar pencalegan diriya di Dapil IX bejalan lancar. Dan kami mohon maaf atas segala kesalahan kami selama ini. pungkas Sahat berpamitan. (min)   

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...