Politik

Published in Politik

Peran Pakde Karwo Hanya Sebatas Pengusung Khofifah-Emil

May 03, 2018 Publish by 
Dosen Fisip Unair Aribowo menilai bahwa peran Pakde Karwo hanya sebatas pengusung Khofifa-Emil
Dosen Fisip Unair Aribowo menilai bahwa peran Pakde Karwo hanya sebatas pengusung Khofifa-Emil (kt/min)

SURABAYA (KoranTransparansi.com) – Meski Gubernur Jawa Timur Soekarwo ada dibayang bayang Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, namun tidak memiliki pengaruh apa apa. Kalaupun ada tidak terlalu signifikan.

Malah sebaliknya jika Pakde Karwo terlibat dalam kampanye dan terus ada di areal kampanye malah akan menyulitkan Khofifah sendiri. Itu sebabnya, dugaan sementara orang bahwa Pakde Karwo allout untuk Khofifah, saya kok tidak melihat itu. Ini komentar pengamat politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Aribowo kepada korantransparansi.com, Kamis.

Dalam kontek pilgub Jawa Timur , dukungan Pakde Karwo hanya sebatas Ketua Partai Demokrat Jawa Timur sebagai pengusung pasangan Khofifah-Emil. Hanya sebatas itu saja. Pakde tidak kemana mana. 

Mengapa begitu, menurut Dosen senior Unair  Aribowo, kehadiran pakde Karwo dalam setiap kampanye tidak menguntungkan. Materi kampanye Khofifah penekanannya mengkritisi semua kebijakan penguasa sebelumnya yaitu Pakde Karwo dan Gus Ipul. Jadi kalau Pakde ada disitu malah akan menyulitkan. 

Misalmya soal kemiskinan, pendidikan, ekonomi dan lainya. Itu menjadi materi kampanye Khofifah. Dan akan terus disuarakan. Lalu, apa mungkin Khofifah mengkritisi kebijakan penguasa sebelumhya, sementara penguasa itu adalah Pakde Karwo.

Aribowo mengatakan bahwa pemilih pilgub ini rata rata pada usia 17 sampai 45 tahun. Ini menjadi bidang garapan dua cawagub. Tapi Cawagub ini geliatnya membidik generasi 17 ampai 45 tahun gregetnya kurang. Perlu diingat, bahwa Khofifah itu bisa diterima di pedesaan dan perkotaan. 

Khofifah dinilai sangat percaya diri dengan Muslimatnya. Dan Muslimat itu patuh betul dengan Khofifah. Mereka sangat sulit ditarik keluar. Loyalitas dan militensi mereka tidak diragukan. Itu sudah terbukti sejak pilgub pertama sampai pigub 2018 ini. Saya juga tidak melihat akan terjadi pergeeseran kekuatan. 

Artinya Muslimat muslimat muda atau pemilih muda lebih melihat Khofifah sebagai sosok yang dianggap cerdas. Konsep Khofifah dianggap lebih menyentuk. Persoalanya sekarang tinggal bagaimana manuver Cawagubnya.

Di Mataraman juga tidak akan berubah. Hanya saja akan terjadi beberapa varian. Misalnya, jika calonya  dekat dengan mereka dan memberikan program bagus, maka masyarakat akan memberikan respon bagus. Oleh sebab itu alam pilgub ini, kalaupun ada yang menang, maka selisihnya sangat tipis.

Dua cagub ini memiiliki basis yang sama. Kompetisinya orang kedua. Keduanya berlomba lomba mengambil hati di Mataraman. Khofifah tetap menguasai Mataraman , sedangkan Gus Ipul ada di Pandalungan.   (min)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...