Politik

Published in Politik

Hadir ke Harlah Muslimat dan Fatayat NU Malang, Gelombang Dukungan Khofifah Semakin Tak Terbendung

Apr 15, 2018 Publish by 
Hadir ke Harlah Muslimat dan Fatayat NU Malang, Gelombang Dukungan Khofifah Semakin Tak Terbendung
(kt/ko/min)

Malang  (KoranTransparansi.com) - Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-72 dan Fatayat NU ke-68 yang digelar oleh Pengurus Cabang Muslimat dan Fatayat NU Malang yang berlangsung di Gedung Olahraga Ken Arok Malang.

Ribuan Muslimat dan Fatayat NU berkumpul sekaligus untuk menyolidkan dukungan untuk Khofifah. Dalam acara ini hadir, Ketua PW Muslimat Jawa Timur Hj. Masruroh, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Malang, Ibu Hj. Mutmainnah Hasyim dan KH. Zamrawi.

Dalam acara yang bertajuk "Meningkatkan Khidmat Muslimat NU dalam Meneguhkan NKRI yang Damai dan Sejahtera" ketua pengurus pusat Muslimat NU ini mengatakan banyak warga Muslimat yang menginginkan kehadiran orang nomor satu di Muslimat itu. Namun kali ini hingga selesai Pilgub nanti Khofifah ingin fokus menemui warga Muslimat di Jawa Timur.

"Harlah muslimat itu sebetulnya tanggal 29 Maret. Tapi dari Februari nanti biasa sampai Oktober juga terus Harlah. Artinya hikmahnya Muslimat itu akan menjadi basis bagaimana sebetulnya pemberdayaan sosial penguatan kohesifitas sosial itu dilakukan melalui majlis-majlis Muslimat," ujar Khofifah.

Khofifah menyampaikan bersilsturrahim dengan warga Muslimat merupakan upaya untuk menenangkan hati yang antara lain melalui kegiatan-kegiatan keagamaan. Hal ini akan menjadi bagian dari penetrasi yang sangat kuat dari seluruh kohesifitas bangsa yang harus dibangun bersama.

"Jadi kalau menghitung kontribusi kok pengajian terus? dari penajian itulah problem-problem keluarga sangat mungkin akan cair ketemu solusi ketika hatinya tenang pikirannya tenang. Kalau pikirannya nggak tenang tsmbah ruwet bukan tambah ketemu solusinya,"

Khofifah juga menambahkan efektifitas dari kekuatan kegiatan keagamaan untuk mengurai masalah-masalah kehidupan sosial, kehidupan ekinomi dan kehidupan kenegaraan. 

"Dengan begitu, keutuhan NKRI terjamin dengan kuatnya keteguhan masyarakat warga NU," tutup mantan Menteri Sosial 2014-2018 di Kabinet Kerja Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) ini. (ko/min)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...