Politik

Published in Politik

DPP Usung Samsul-Teguh Di Pilwali Kediri, DPC PDI P dan Hanura Tak Berkutik

Jan 10, 2018 Publish by 
Foto : Pasangan Samsul-Teguh saat mendatangi kantor DPC Hanura Kota Kediri
Foto : Pasangan Samsul-Teguh saat mendatangi kantor DPC Hanura Kota Kediri (kt/bud)

KEDIRI (Koran Transparansi) - Usai dikabarkan menghilang saat memasuki masa pendaftaran Pilwali Kediri 2018, Rabu (10/1/2018), Samsul Ashar muncul secara mengejutkan dengan mengantongi rekom dari DPP PDI P dan Partai Hanura, guna mendaftar di kantor KPUD Kota Kediri yang digelar 8-10 Januari.

Kondisi ini mementahkan internal DPC PDI P Kota Kediri yang sebelumnya menyatakan dukungan ke pasangan Petahana. Begitu pula, DPC Partai Hanura Kota Kediri, yang sebelumnya mengajukan dukungan paslon lain, yakni Aizzudin dan Sujono Teguh Wijaya.

Disamping itu, Samsul Ashar, mantan Walikota Kediri periode 2009-2013 itu diprediksi, tidak akan mewarnai pesta demokrasi di Kota Tahu. Namun, kali ini dirinya malah muncul mengandeng Teguh Juniadi, sebagai bakal calon Wakil Walikota.

Keterangan Samsul Ashar, pihaknya mengakui sempat menghilang lantaran dipanggil DPP PDI P. Lalu, dirinya disandingkan dengan Teguh Juniadi sesuai arahan dan petunjuk petinggi PDI P.

" Memang sebelumnya Pak Adi Suwono santer dikabarkan berpasangan dengan saya. Namun, seiring waktu berjalan, keputusan DPP mengarahkan untuk digandengan Teguh Juniadi " kata Samsul Ashar, Rabu (10/1/2018),saat mendatangi kantor DPC Hanura Kota Kediri.

Ketika disinggung minimnya komunikasi dengan DPC PDI P Kota Kediri, Samsul Ashar mengakuinya. Dari sini, pihaknya meminta maaf terhadap pengurus akan komunikasi yang terputus selama ini.

" Putusnya komunikasi, lantaran saya harus melakukan lobi ke DPP guna mendapatkan rekom. Hingga, bakal pasangan calon yang sudah disiapkan DPC dan DPD PDI P tidak terealisasi dan saya sudah meminta maaf akan hal ini " tandasnya.

Terpisah, Budi Santoso, Ketua DPC Partai Hanura Kota Kediri, mengatakan, pihaknya mengakui memang sempat mengajukan dukungan ke DPP guna mengusung Paslon Aizzudin dan Sujono Teguh Wijaya. Namun, keputusan tertinggi ada di internal Pusat.

" Jatuhnya rekom kepada Samsul Ashar dan Teguh Juniadi merupakan ranah pusat. Dalam hal ini, kami hanya mengikuti dan menjalankan intruksi dari DPP guna mengawal Paslon yang diusung saat ini " akunya

Sementara, dalam keterangan sebelumnya, H.Gus Sunoto, Ketua DPC PDI P Kota Kediri, bahwa dr Samsul Ashar dinilai tidak komitmen terhadap Partai. Ditambah lagi, menjelang pendaftaran malah menghilang dan tidak bisa dihubungi.

" Selain sulit dihubungi, yang bersangkutan ( dr Samsul Ashar) juga tidak jelas dalam memilih pendampingnya dan sering minta gonta-ganti pasangan.Padahal, Adi Suwono sebagai bakal calon Wakil Walikota, sudah siap mewarnai dalam Pilwali 2018 " kata Gus Sunoto, Senin (8/1/2018), lalu.

Menurutnya, dari kegagalan mengusung bakal calon Walikota dan Wakil Walikota, pihaknya memilih mendukung pasangan Incumbent yang dirasa mempunyai program jelas dalam menata Kota Kediri kedepanya.

" Mendukung Abdullah Abu Bakar dan Lilik Muhibah ( pasangan Incumbent), lantaran yang bersangkutan mempunyai visi dan misi jelas. Disisi lain, langkah ini dilakukan lantaran  tidak memungkinkan PDI P mengusung bakal calon Walikota Kediri dan Wakilnya " pungkasnya.

Sekedar diketahui, munculnya rekom dari DPP PDI P dan Partai Hanura terhadap Samsul Ashar- Teguh Juniadi, akhirnya memenuhi syarat pendaftaran yang ditetapkan KPU Kota Kediri, sebanyak 6 kursi di Parlemen yang dikantongi kedua Parpol tersebut.(bud)

banner