Politik

Putri Presiden Kedua RI Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut).

 

Rembang - Ketiga putri dan seorang cucu dari almarhum mantan Presiden Soeharto bersilaturahim ke Kiai Haji Maimoen Zubair atau Mbah Moen di Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu petang.

Keluarga mantan Presiden Soeharto yang hadir pada silaturahim tersebut adalah Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut), Siti Hediati Hariyadi (Mbak Titiek), Siti Hutami Endang Adiningsih (Mbak Mamiek) dan cucu Soeharto, Eno Sigit.

Silaturahim yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB dan berlangsung sekitar 2,5 jam itu berlangsung santai dan diselingi obrolan ringan tentang kebangsaan.

Bersama Mbah Moen, ketiga putri Soeharto duduk di sofa dengan posisi duduk Mbak Tutut yang paling dekat posisinya dengan ulama kharismatik tersebut.

Mbah Moen seperti biasa mengenakan sarung yang dipadu dengan baju lengan panjang beserta kopiah putih di kepala. Sedangkan ketiga putri Presiden ke-2 Indonesia itu mengenakan pakaian muslim dengan warna dominan gelap.

Tidak tampak simbol-simbol partai politik maupun atribut kampanye pemilu pada kesempatan tersebut karena kegiatan ini murni silaturahim.

Selama bersilaturahim, putri dan cucu Soeharto lebih banyak mendengarkan petuah-petuah Mbah Moen.

Tidak hanya soal ilmu agama, Mbah Moen juga memiliki wawasan kebangsaan yang tinggi sehingga petuah yang disampaikan sangat bermanfaat, terlebih lagi bagi generasi muda karena bisa menjadi pondasi pemahaman tentang kebangsaan.

Sebelum meninggalkan Ponpes Al Anwar usai bersilaturahmi, rombongan putri dan cucu Soeharto berpamitan pada Mbah Moen dan menyalami beberapa santri.

"Kunjungan ini dalam rangka silaturahmi. Di dalam (ruangan) banyak 'ngobrol' dengan beliau (KH Maimoen Zubair), banyak membahas tentang kebangsaan," ujar Mbak Tutut sebelum meninggalkan lokasi untuk menuju Kota Semarang guna melanjutnya agenda lainnya.(min)

Foto : Sandiaga Uno, Calon Wakil Presiden nomor yryt 2 dutengah krumunan guru honorer dan pelaku UMKM di Banyuwangi, Selasa, (27/11/2018)

Banyuwangi (KoranTransparansi.com) - Sandiaga Salahudin Uno bertemu dengan perwakilan 25 Desa di Banyuwangi, Selasa (27/11/2018). Acara yang digelar di AJM Genteng Banyuwangi, menjadi ajang curhat para petani, guru honorer, K 2  dan para pelaku UMKM. Mereka mengeluhkan lambatnya pertumbuhan ekonomi dan produksi pertanian yang anjlok harganya.

Menurut Sandi lesunya ekonomi, kesejahteraan yang menurun, dirasakan seluruh daerah yang dikunjunginya. Khususnya para petani dan guru honerer.

Bu Hanifah peserta diskusi pelaku UMKM kemasan olahan ikan berharap, jika Prabowo dan Sandi menjadi Presiden dan Wakil Presiden semua keadaan menjadi lebih baik.

“Semoga jika bapak  jadi wakil presiden, semuanya akan menjadi lebih baik. Sekarang semuanya jadi serba mahal, sementara daya beli masyarakat turun. Tolong pak diperbaiki keadaan ini,” kata Hanifah.

“Saya sudah lima hari berada di Jawa Timur dari Malang hingga di Banyuwangi.  Keluhannya sama. Dari  Batu, Lumajang, Jambuwer hingga Jember. Ada Pak Agus Sayur yang panen tomatnya anjlok di Batu. Biaya produksi satu kilo Rp 1500. Pas panen hanya bisa di jual Rp 300 per kilogram, atau petani tebu di Lumajang yang harganya juga anjlok karena pemerintah membuka  keran impor, juga petani  kopi di Jambuwer. In Shaa Allah kita perbaiki itu semua Bu Hanifah,”  jelas Sandi.

Sandi dihadapan ratusan peserta diskusi menyatakan pasangan Prabowo Sandi akan menciptakan Gerakan ekonomi rakyat yang akan menyasar para pelaku ekonomi kecil dan menengah. Karena menurut Sandi, inilah denyut ekonomi Indonesia sesungguhnya.

“Soal K 2 dan guru  honorer kami sudah menandatangani kontrak untuk memperbaiki kesejahteraan K 2 dan guru honorer,” terang Sandi. (med)

Foto utama : Zaindin Amali saat memberikan pengarahan menyangkut tugas tugas Bappilu Kab. Sampang, Senin (26/11/2018). (Foto/min)

Pamekasan (KoranTransparansi.com) – Partai Golkar bekerja bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk kepentingan masyarakat umum dan peningkatan kesejahtraan rakyat.

Sebab itu kami melihat tidak sepatutnya fraksi Golkar melakukan hal hal yang bisa merugikan atau menghambat  pembangunan  di daerah.

Efek dari kekalahan di Pilkada, kemudian fraksi bersikap oposisi dan melawan semua program bupati. Ini tidak boleh dilakukan. Politikus Golkar tidak seperti itu. Masih ada jalan lain. Golkar tidak punya gent oposisi. . ungkap H Zainudin Amali, Ketua DPD l Partai Golkar Jawa Timur, saat melantik Bappilu Pamekasan, Senin (26/11/2018)

Kami sangat paham dengan suasana hati kader partai  di Pamekasan. “ Ada orang maju Pilkada lewat  Golkar, terus gagal,  lalu melarikan diri tampa pamit, kemudian  tiba tiba nyaleg di partai lain. Ini memang kurang bagus. Namun di politik bisa saja terjadi,” jelasnya.

Berangkat dari kasus ini, tidak ada pilihan lain kcuali Golkar harus menentukan nasipnya sendiri. Momentumnya adalah Pileg 2019.

Sekarang harus bekerja keras, berjuang bersama rakyat, berbaik hati dengan tokoh desa, tokoh masyarakat, kepada masyarajat juga harus ada yang bisa ditawarkan.

Sebagaimana diketahui bahwa dalam dua bulan terakhir (November-Desember) 38 Bappilu Partai Golkar Kabupaten/Kota di Jawa Timur, pelantikannya harus sudah tuntas. Dan itu harus dilaksanakan di kantor masing masing, meski dilakukan secara sederhana.

Menurut Sahat Tua Simanjuntak, Sekretaris DPD Golkar Jawa Timur, pengukuhan dilakukan secara maraton. Di Pantura, dalam sehari bisa empat tempat, di Dapil lX, juga begitu. Sedang hari ini Pamekasan dan Sampang.

Hari ini, kata Sahat, semua caleg harus sudah di Dapilnya masing masing, termasuk saya, full di Dapil lX yang meliputi Magetan, Ngawi, Pacitan, Trenggalek dan Ponorogo. Namun karena saya sekretaris, aya tuntaskan dulu pengukuhan ini, setekah itu full di Dapil, harus membagi waktu. ucapnya.

Pak Ketua (Zainudin Amali,red) setiap melantik selalu wanti wanti agar caleg serius. Targetnya meningkat 20 persen setiap Kab/Kota. “Kita tidak boleh berasumsi, tidak boleh bermain klaim, tidak boleh wacana.Semunya harus riel, “ kata Ketua Fraksi Golkar di DPRD Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak .

Ditambahkan, target nasional 110 kursi di parlemen, DPRD Provinsi Jawa Timur 17 sampai 20 kursi. Ini pekerjaan tidak mudah.

Sementara itu Ketua Bappilu DPD ll Golkar Sampang Muhammad Bin Mu’afi Zaini (Gus Mamak) mengatakan, pada Pemilu 2014 lalu Golkar memang kurang beruntung yaitu hanya kebagian 2 kursi. Targetnya empat kursi dipastikan bisa tercapai, tapi enam kursi-pun juga realistis.

Kalau tadi Pak ZA meminta 8 sampai 9 kursi, ya Pak Ketua DPD l bicaranya jauh kedepan. Dan itu wajar saja. Dasarnya adalah Golkar Sampang saat ini beda dengan sebelumnya. Saat ini militansinya sangat bagus. (min)

 

Ketua Badan Pengendali Pemenangan Pemilu (Bappilu) Jatim H. Zainudin Amali melantik pengurus Bappilu Golkar Kab. Grsik. Bappilu Gresik diketuai H. Ahmad Nurhamim, Sekretaris Atek Ridwan dan Bendahara Erry Sucahyo. (foto/Humas Golkar Gresik)

Gresik (KoranTransparansi.com) – Plt DPD l Golkar Jawa Timur  H. Zainudin Amali mengukuhkan badan pemenangan pemilu (Bappilu) DPD ll Golkar Gresik, yang dipusatkan di kantor Golkar Jalan Panglima Sudirman Gresik, Sabtu (24/11l2018) malam.

Acara pengukuhan Bappilu Gresik yang diketuai H. Ahmad Nurhamim, Sekretaris Atek Ridwan, dan Bendahara Erry Sucahyo, bersamaan pelaksanaan Rakornis Bappilu, pelepasan Caleg DPR-RI DPRD Provinsi  Jatim dan Caleg Golkar Kabupaten Gresik.

Bappilu adalah pelaksana seluruh kegiatan pengendalian dan pemenangan, karenanya  tugas-tugas elektoral diambil. Makanya, Ketua  Bappilu dipimpin ketua partai," tuturnya saat memberikan sambutan pengukuhan. Sementara fungsi dari struktur partai adalah memberikan dukungan.

Ia melarang sesama  Bacaleg Golkar agar tak  saling menjelekkan, membunuh karakter, menusuk dari belakang sesama Bacaleg dari Golkar. "Kita bersaing merebut suara rakyat bukan merebut suara dari sesama partai," .

Ia juga meminta pengurus Golkar  tak boleh membeda-bedakan Bacaleg. Semua harus difasilitasi. Semua Bacaleg  yang minta bantu, harus dibantu. " Saya juga minta jangan sampai semua Bacaleg menumpuk di satu wilayah garapan," tegasnya

Pada kesempatan itu, Zainudin Amali menginstruksikan 4 hal sesuai nomor partai. Pertama, Golkar yang mengusung Capres-Cawapres  Joko Widodo-Ma'ruf Amin harus disosialisasikan.

Kedua,  harus kampanyekan diri sendiri. Ketiga, jika tak suka dengan Bacaleg DPR dan Provinsi tak boleh gandeng Bacaleg dari partai lain. Dan, keempat Pemilu 2019 beda dengan sebelumnya.

" Sebab, ada 5 kertas suara Presiden, DPD, DPR, DPRD Provinsi  Kabupaten/Kota," katanya.

Ketua Komsi ll DPR RI asal daerah pemilihan Madura meminta tradisi kepemimpinan Ketua dan Bupati di Gresik harus dipertahankan." Saya akan lihat. Jika target tercapai akan ada penghargaan dari  Bappilu Jatim," tandasnya.

Sementara itu Ketua DPD Golkar Kab. Gresik H.Nurhamim  merespon kontestasi politik pemilu legislatif (pileg) dan pilpres  2019 mendatang dengan menyiapkan kerja keras dan karya nyata.

Untuk menuju kesana, maka ada empat tahapan yang dilakukan agar target kursi di DPRD  terpenuhi. Pada pemilu 2014, kami berhasil meraup 11 kursi dan menempatkan kadernya sebagai Ketua dewan.

H. Ahmad Nurhamim yang juga Ketua DPD Golkar Gresik menyatakan, partainya dalam menghadapi Pemilu 2019 baik Pileg maupun Pilpres yang digelar bersamaan membagi menjadi empat tahap.

Yaitu, tahap konsolidasi  yang telah dilakukan pada 2016, tahap kaderisasi pada  2017 dengan awali  training of trainer (ToT), tahap penggalangan pada 2018 untuk menentukan berapa kursi, dan tahap pemenangan Pemilu 2019.

" Dari 356 desa se Kabupaten  Gresik kami sudah  memetakan perolehan suara Golkar," katanya.

Dikatakan Nurhamin, dalam menghadapi Pemilu 2019, Golkar Gresik ingin kembali mengukir sejarah Pemilu 2014." Pada Pileg 2014, Golkar mampu meraih 11 kursi dan mampu mendudukkan kadernya  di jabatan Ketua DPRD Gresik," paparnya. Targetnya 15 kursi.

" Namun, di pimpinan eksekutif (bupati),  Golkar tak mampu mendudukkan kadernya," sambungnya.

Dalam memenangkan Pemilu, Nurhamim, membagi membauat strategi perzona.  Ada Bacaleg penugasan masing-masing ditugaskan mendapatkan 10 ribu  masa tergalang. Dan, Bacaleg perintah yang  rata-rata perempuan untuk pemenangan.

Dari DPT (daftar pemilih tetap) 920 ribu, diambil 225 ribu sangat realistis." Ini bukan sombong," katanya." (min)

 

 

 

 Foto : Kepala Biro Pimpinan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI Djaka Dwi Winarko saat menerima kunjungan konsultasi Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, terkait pembentukan Sekretariat Fraksi dan Tenaga Ahli Fraksi pada DPRD Kabupaten Jembrana.

Jakarta - DPRD Kabupaten Jembrana disarankan  melihat kemampuan keuangan daerah yang ada dan menjalin komunikasi yang baik dengan kepala daerah, agar rencana pembentukan sekretariat dan tenaga ahli fraksi bisa terwujud.

 

Untuk rencana tersebut DPRD Bali berkonsultasi ke Sekjen DPR RI yanf diterima Kepala Biro Pimpinan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI Djaka Dwi Winarko, Jumat (16/11/2018)

 “Dengan referensi yang ada di DPR, sebetulnya itu mungkin. Apalagi dari sisi regulasinya sudah ada, tinggal sekarang kembali lagi apakah akan dibatasi, atau kendalanya itu kemampuan keuangan daerah. Makanya yang paling penting sebetulnya bisa meyakinkan kepada kepala daerah, bahwa DPRD itu juga perlu ada peningkatan kapasitas dalam hal ini untuk supporting system-nya,” jelas Djaka.

Menurut Djaka, jika sudah ada kesepakatan dengan kepala daerah, maka hal-hal yang berkaitan dengan pembentukan Sekretariat Fraksi dan Tenaga Ahli Fraksi dapat dibicarakan kelanjutannya. Seperti yang mencuat dalam forum, bahwa alternatif yang ada seperti Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan ditugaskan secara administrasi untuk mengelola Sekretariat Fraksi agar lebih efektif dan efisien dalam menjalankan fungsi kefraksiannya.

“Karena berdasarkan informasi yang disampaikan, menurut mereka, di sana (DPRD Kabupaten Jembrana, RED) belum ada Sekretariat Fraksi dan Tenaga Ahlinya, bahkan ruangannya saja baru ada saat ini,” ucap Djaka usai pertemuan.

Sementara terkait Tenaga Ahli Fraksi, menurut Djaka perannya sangat penting dalam meningkatkan kapasitas Anggota DPRD. Utamanya dalam hal memberikan masukan dan informasi terkait persoalan legislasi, hukum dan lain sebagainya. Namun, hal itu kembali pada kemampuan keuangan daerah, adanya komunikasi yang baik antara DPRD dengan kepala daerah.

Soal hal yang dikonsultasikan tersebut, Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Kabupaten Jembrana yang juga Ketua Tim Kunjungan I Ketut Sudiase mengatakan, kalau bisa anggaran yang digunakan untuk pembentukan Sekretariat Fraksi jangan berasal dari APBD, melainkan dari APBN. Karena kemampuan keuangan daerah yang dimiliki Kabupaten Jembrana cukup terbatas.

“Kalau bisa penganggarannya dari APBN, bukan dari APBD yang keuangannya pas-pasan. Oleh karena itu, dalam pertemuan ini ada penyampaian kepada DPR RI sebagai yang membuat UU ini, tolong perhatikanlah DPRD Kabupaten juga. Kadang-kadang terlupakan, sehingga merasa terpisah rasanya dengan DPR RI. Sebagai unsur pemerintahan daerah kan baru DPRD itu,” ungkapnya. (sam)

Ketua Kosgoro 1957 Jawa Timur Drs Yusuf Husni saat memberikan sambutan ulang tahun di MaangJumat(9/11/2018) malam

Surabaya (KoranTransparansi.com) – Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957, genap berusia 61 tahun di tanggal 10 November. Di hari ulang tahun yang bersamaan dengan Hari Pahlawan, diperingati di Kota Malang selama dua hari. Yakni, Sabtu dan Ahad, (10-11/11/2018).

Menurut Achmad Fajar RH, ketua panitia, peringatan HUT Kosgoro 57 dan Hari Pahlawan tahun ini, dipusatkan di Kota Malang, dan diisi dengan berbagai kegiatan.

Dijelaskan, kegiatan awal ditandai dengan upacara di Monumen Pahlawan Trip, Kota Malang, di Jalan Ijen Kota Malang. Berlangsung Sabtu (10/11/2018), mulai pukul 10.00-12.00.

Usai upacara, kata Fajar, pada pukul 12.30, dilanJutkan dengan Tasyakuran HUT & Sarasehan, di Rumah Aspirasi RHC, komplek permata Jingga blok AA No. 9 Kota Malang.

Sedangkan puncak acara HUT Kosgoro 57 dan Hari Pahlawan yang diprakarsai Padepokan Kosgoro 1957, malamnya sekitar pukul 20.00, akan digelar Wayang Kulit di gedung Taman Krida Budaya, Jl. Soekarno Hatta Kota Malang.

Wayang Kulit dengan lakon Wahyu Topeng Wojo itu, jelas Fajar, dalangnya adalah Ki Aji Dwi Santoso.

Peringatan HUT akan ditutup dengan kegiatan penanaman bibit durian oleh Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 dan pengurus di Kec. Lawang, Kab. Malang. Pelaksanaannya Ahad, 11 November 2018, pukul 09.00-10.30 WIB.

“Total bibit durian yang akan ditanam ada 10 ribu. Namun secara simbolik cukup 10 seribu bibit,” kata Fajar.

Menjawab yang hadir, Fajar menjelaskan, untuk undangan dan tamu dari Jakarta, yang sudah hadir lebih 40 orang. Termasuk di dalamnya Ketua Umum Kosgoro Dr Agung Laksono dan Ridwan Hisyam yang juha Caleg DPR RI Dapil Malang Raya.

“Tentunya, kami berharap kepada semua pengurus PDK Kosgoro Jawa Timur, untuk ambil bagian dalam peringatan HUT ke 61 tahun ini,” ujarnya mendampingi Yusuf Husni, Ketua Kosgoro Jatim. (wt)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...