Opini

Joko Tetuko

Tajuk

Menghitung Amal Perbuatan

(Refleksi Akhir 2017-Awal 2018)

Salah satu nasehat Khalifah Umar bin Khattab RA ialah, ’’Hitung-hitunglah (amal perbuatan) dirimu sebelum engkau diperhitungkan (di hari kiamat)’’. Nasehat ini sangat menyentuh seluruh kehidupan manusia, apalagi menjelang akhir tahun seperti sekarang ini, tahun 2017 tinggal hitungan hari bahkan jam atau detik berganti tahun baru 2018. Paling tidak, sebagai refleksi menutup akhir tahun (menutup amal perbuatan) dan menyongsong membuka awal tahun (memulai melanjutkan amal perbuatan), nasehat di atas patut menjadi cermin.

Belajar dari hiruk pikuk kehidupan pokok manusia dalam berbangsa dan bernegara, maka kebutuhan akan ilmu pengetahuan, politik, ekonomi, sosial dan budaya juga pendidikan, serta pertahanan dan  keamanan nasional, sangat kental untuk mengukur apakah amal perbuatan insan manusia secara menyeluruh sudah mencapai titik sukses dengan gilang gemilang, atau titik terendah dengan terpuruk sampai pada titik jenuh.

Perkembangan pertumbuhan ilmu pengetahuan di Indonesia, alhamdulillah sudah kembali bangkit dengan diresmikan pesawat N-219 Nurtanio, sebagai transportasi masa depan sekaligus mengembalikan kejayaan bangsa dan negara Indonesia di bidang dirgantara. Sedangkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, pasti dengan berbagai pandangan pakar ekonomi, sesuai dengan kepentingan masing-masing dalam memandang untuk kepentingan tertentu, sehingga kepakaran para ilmuan sebagai tanggung jawab moral memperjuangkan kesejahteraan manusia, kadang harus dijual belikan dengan kepentingan perut atau kepentingan lain yang lebih menjanjikan.

Tanpa memberikan ukuran secara detail dengan angka-angka, khusus perkembangan pertumbuhan ekonomi, seorang teman pedagang di Tanah Abang Jakarta menceritakan, bahwa pada tahun 1992, pedagang Tanah Abang sekitar 20 ribu orang dengan perputaran uang mencapai sekitar 5 triliun rupiah setiap hari. Dan pada akhir 2017, jumlah pedagang Tanah Abang berlipat ganda dengan catatan jumlah toko dan kios sekitar 40 ribu, namun peprputaran hanya kisaran miliaran rupiah setiap hari. Sebuah kenyataan pahit. 

Pemandangan geliat ekonomi di Mall dan pasar perdagangan mengalami tingkat kelesuhan cukup rendah, dengan ditandai beberapa gerai bahkan toko kesohor di Mall seperti Matahari, Ramayana, dan sejumlah nama terkenal menutup dunia usaha yang selama ini nmenjadi kebanggaan masyarakat. Dan catatan sampai kahir tahun ini, kehidupan perekonomian di tingkat bawah memang belum ada keluhan, tetapi potret peningkatan kebutuhan skuder, apalagi skunder plus sedikit mengalami kelesuhan.

Perkembangan pembangunan politik di Indonesia, mengalami jungkir balik luar biasa, pemilihan gubernu dan wakil gubernur di DKI Jakarta, memberi hasil sangat negatif, dimana posisi Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) sebagai incumben dengan hasil survei 70 persen lebih mendapat dukungan dan tidak tergeser bahkan tersaingi, terbukti pada akhir Pilkada pasangan Ahok-Djarot harus menelan pil pahit, setelah dikalahkan pasangan Gubernur sekarang Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Salahuddin Uno.

Dalam percaturan politik kenegaraaan, Ketua DPR RI Setia Novanto yang juga Ketua Umum Partai Golkar, harus menerima kenyataan getir, setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus E-KTP. Bahkan tarik ulur secara politik melalui lobi-lobi tingkat tinggi belum mampu menepis isu bahwa perpolitikan sedang memanas, sebagai pamanasan Pilpres 2019. Bahkan isu pergantian Panglina TNI juga dikait-kaitkan dengan suksesi Pilpres 2019.

Perkembangan pembangunan sosial dan budaya, sentuhan mengembalikan budaya lokal bangsa Indonesia dengan budaya sopan santun tinggi, sebagai wujud dari peradaban suatu bangsa, memang terus menerus berusaha dibangun sebagai bagian dari pembangunan nasional, dengan konsep pembangunan mental secara nasional. Tetapi penguatan pembangunan mental melalui revoluasi mental, justru di beberapa daerah semakin menguat korupsi oleh pejabat negara, sehingga revolusi mental, nampak masih sebatas wacana.

Dunia pendidikan sedang mengalami uji coba dan uji ketahanan, dimana pendidikan dasar dan menengah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pada tahun 2017 sempat terjadi tarik ulur mengenai pendidikan 5 hari dan full day school. Sedangkan dunia perguruan tinggi melalui kementerian pendidikan tinggi, melakukan kontrol dan kualitas perguruan tinggi, bahkan mengancam akan menutup serta melakukan merger. Perkembangan dunia pendidikan hanya wacana perubahan.

Pertaruhan sangat berat mengakhiri tahun 2017, sekedar menghitung amal perbuatan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Yusuf Kalla, selain berusaha meningkatkan perolehan pemasukan dari wajib pajak, serta melakukan percepatan pembangunan akses sarana dan prasarana fasilitas umum, seperti jalan tol, pembangunan rel kereta api di luar Jawa, pembangunan pelabuhan-pelabuhan kecil di daerah terpencil, yang belum dirasakan hasilnya mendongkrak pertumbuhan perekonomian nasional secara nyata. 

Prioritas pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur di Jawa dan luar Jawa begitu gencar, juga mempersiapkan sebagai tuan rumah Asia Games, pada Agustus 2018, dengan pembangunan kereta api cepat dan kerata api khusus menuju Bandara Soekarno-Hatta, memang sebagia bagian dari upaya meningkatkan pertahanan dan keamanan nasional, tetapi harus ada perhitungan secara matang dan menjanjikan. Kapan kondisi ipoleksosbud hankamnas stabil dan mengalami peningkatan sesuai dengan kamajuan di jaman modern ini.

Sekedar menghitung amal perbuatan secara kualitatif, tidak menggunakan angka-angka, hanyalah sekedar menghitung apakah pemerintahan Joko Widodo-Yusuf Kalla mengalami kemajuan di semua bidang dengan bukti nyata, atau justru sebaliknya mengalami kemajuan (salah kaprah) sehingga menimbul kemandegan berbagai bidang usaha, juga pembangunan di bidang lain. Membuktikan dengan angka-angka memang elok dan sempurna. Tetapi merasakan dengan jujur dan kesatria dengan keadaan sesungguhnya jauh lebih dari sekedar potret sementara atau potret rekayasa. 

Mari menyatakan dengan hati nurani sebuah kejujuran diri atas amal perbuatan kita sendiri, sekaligus memotret amal perbuatan para pemimpin negeri ini, dengan kacamata suci. Kata Sayyida Ali bin Abi Tahlib, ’’Tidak ada kebaikan di dunia ini kecuali bagi dua golongan manusia, yaitu:Pertama, seseorang yang berbuat dosa, lalu dia cepat-cepat meluruskan perbuatannya dengan bertobat. Kedua, seseorang yang selalu bersegera dalam amal kebajikan’’.

 

Pak De Karwo Pendekar Demokrasi

---Tajuk---

Pak De Karwo Pendekar Demokrasi

Setelah Khofifah secara resmi mengumumkan bakal berpasangan dengan Emil Dardak, maka Pilkada Jatim sesungguhnya sudah selesai, karena dua pasangan atau tiga pasangan, maka calon Gubernur dan Wakil Gubernur semua merupakan ’’orang dekat’’ Dr H Soekarwo (Pak De Karwo) Gubernur Jawa Timur 2 pperiode dengan prestasi amat sangat membanggakan dengan berbagai keberhasilan membangun provinsi paling ujung timur di pulau Jawa ini.

Pak De Karwo dengan kepiawiannya sebagai pendekar demokrasi sempat menyampaikan secara terbuka, wacana kemungkinan calon tunggal Gubernur dan Wakil Gubernur? Tentu saja ide itu langsung ditanggapi dengan berbagai komentar pedas dan miring bahwa seakan-akan kursi Jatim 1 tidak boleh lepas dari pengaruh Gubernur dengan seambrek pengharagaan ini. Dan itu merupakan kecerdasan sebagai pendekar demokrasi. Menyatakan dengan umpan-umpan menohok? Dan sudah pasti akan mendapat jawaban pro kontra karena kepentingan.

Kamis tanggal 5 Mei 2017 bahkan PKB Jawa Timur menggulirkan wacana calon tunggal di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018. Menurut Ketua DPW PKB Jawa Timur, Halim Iskandar, calon tunggal juga bagian dari demokrasi. ’’Saya kira adalah kemajuan dalam berdemokrasi. Pilkada musyawarah mufakat. Tidak liberal dan tentu Pancasilais dengan mewacanakan pilkada musyawarah mufakat,’’ kata pria yang akrab disapa Gus Halim ini saat safarai ke Kantor DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Kamis (1/5/2017).

Gus Halim juga mengatakan, sebenarnya wacana pilkada musyawarah mufakat ini berasal dari Ketua DPD Partai Demokrat Soekarwo, pada Pilgub tahun 2013 lalu. Sayangnya, setelah terpilih menjadi gubernur belum bisa terealisasi.. Halim juga mengatakan, kedatangan PKB ke Kantor Partai Demokrat ini adalah mengajak untuk sama-sama mengusung calon gubernur Jawa Timur yakni Saifullah Yusuf. Sebagaimana diketahui, PKB telah memutuskan Gus Ipul untuk maju Pilgub Jatim 2017 atas perintah dari sejumlah kiai.

Kini, calon Gubernur Jawa Timur dan Wakil Gubernur Jawa Timur sudah menyatakan insyaAllah akan mengikuti kontes Pilkada serentak pada tangal 27 Juni 2018, ialah pasangan Saifulla Yusuf dan Azwar Anas (pasangan paling awal mengumumkan dengan dukungan dari partai penguasa di Jatim, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sedangkan Khofifah sebagai calon dengan harapan dan tujuan untuk mensejajarkan kaum hawa menerobos gubernur di Indonesia dan diperjuangkan dari Jatim, walaupun sudah dua kali gagal. Bahkan rela meninggalkan kenyamanan sebagai Menteri Sosial, tetap berkeinginan maju dan sudah mengumumkan berpasangan dengan Emil Dardak.

Kemungkinan menyusul menjadi pesaing dua pasangan dari Nahdlatul Ulama ini, adalah La Nyala Mahmud Mattaliti, refresentasi dari Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN), jika tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, bakal maju menjadi kontestan Pilkada Jatim nanti, maka inilah sesungguhnya gelar pendekar demokrasi sangat pantas disandang oleh Pak De Karwo. Sebab dari tiga calon Gubernur yang bakal maju, semua termasuk ’’orang dekat’’.

Bahkan Khofifah yang semula maju dengan harapan ingin membalas kekelahan dua kali, karena merasa belum puas. Maka pada detik-detik terakhir harus mengikuti arus politik bahwa walaupun secara organisatoris melalui ’’Tim Sembilan’’ dengan juru bucara KH Sholahuddin Wahid, tetapi Partai Demokrat dengan cerdas membonceng dengan memproklamirkan Emil Dardak sebagai calon wakil Gubernur Khofifah, bersama empuhnya Partai Demakrat, Presiden ke’6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

Kepiawian Pak De Karwo sebagai pndekar demokrasi di Jatim, tidak berlebihan jika banyak pengamat menyatakan bahwa Pilkada Jatim 2018 sudah selesai, Siapa pun sebagai pemenang, maka kemenangan itu menjadi kemenangan semua kepentingan di Jatim. Bahkan menjadi contoh model perubahan kepemimpinan dengan latar belakang berbeda, namun tertata dengan sangat indah dan elok. Tidak ada gontok-gontokan atau kubu-kubuan yang sangat fanatik, bahkan mengakibatkan permusuhan.

 

Suasana kebatinan Pilkada Jatim 2018 sudah nampak di permukaan begitu  terkesan adem ayem tenterem. Bahkan dalam perebutan suara, saling memanfaat dan mencuri suara dari kasak-kusuk sesama pendukung dalam satu dapur. Ini menandakan bahwa persoalan apa pun di Jatim sepanjang proses musyawarah mufakat melalui stempel demokrasi kepartaian atau demokrasi model lain secara gotong royong, justru membuahkan hasil akhir sangat gilang gemilang. (*).

Djoko Tetuko

 

Opini

Maulid Nabi Muhammad Penguatan Akhlaq

Oleh : Djoko Tetuko 

Peringatan maulid Nabi Muhammad saw pada bulan Robiul Awal,  selama satu bulan penuh dengan puncak peringatan pada tanggal 12 Robiul Awal, tidak lebih dan tidak kurang, menjadi momentum untuk menguatkan kembali akhlaq umat Islam sebagai penganut ajaran sejati dengan berpedoman pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sebab, dalam sebuah hadits dengan jelas disebutkan, ’’Sesungguhnya aku (Muhammad saw) dutus untuk menyempurnakan akhlaq manusia’’.

Mengingat memperingati maulid Nabi Muhammad saw sesungguhnya sudah dilakukan setiap hari Senin, dimana hari kelahiran Nabi Muhammad saw itu disunnahkan umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa sunnah, Senin-Kamis. Dalam penjelasan di beberapa hadits Rasulullah pernah menjelaskan bahwa puasa Senin-Kamis itu, selain sebagai hari dimana amal perbuatan manusia dilaporkan kepada Allah swt melalui para malaikatnya, maka khusus pada hari Senin, ialah dimana memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw.

Oeh karena itu, peringatan maulid Nabi Muhammad saw sesungguhnya bagi umat Islam secara tidak langsung sudah diperingati setiap hari Senin. Hal itu kalau direnungkan justru masih belum sepadan dengan kebutuhan umat Islam untuk penguatan iman dan islam, sebagai pintu peningkatan taqwa kepada Allah swt. Sebab dalam sehari semalam, sekurang-kurangnya, apabila mengerjakan sholat 5 waktu, maka wajib membaca syahadat 9 kali saat duduk tasyahud. Belum lagi kalau 5 waktu itu harus didahului dengan wudhu, maka juga disunnahkan saat memulai doa wudhu membaca basmallah dan syahadat, sehingga terbaca 5 kali sehari semalam syahadat. Total kalau perhitungan minim umat Islam berwudhu 5 kali dan sholat wajib 5 waktu tanpa tambahan sholat sunnah atau memperbaruhi wudhu saat batal, maka seorang muslim selalu membaca syahadat 14 kali sehari semalam.

Jika memperingati kelahiran Nabi Muhammad hanya seminggu sekali pada hari Senin, maka untuk menguatkan syahadat sebagai persaksian bahwa ’’Saya bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul utusan Allah swt’’. Yang sehari semalam minim 14 kali, sementara belum pernah melihat langsung Nabi Muhammad yang sudah wafat 1400 tahun silam, tentu saja sebagai penguatan akhlaq dengan benteng iman, islam dan peningkatan taqwa, belum ada apa-apanya peringatan maulid setiap seminggu sekali.

Sebagaimana kalimat syahadat yang hanya khusus dihadiahkan oleh Allah swt, hanya kepada Nabi Muhammad saw, bukan nabi-nabi yang lain. Hal itu menandakan bahwa memang Nabi Muhammad saw, sebagai nabi akhir jaman sekaligus penutup dari para nabi, mempunyai keistimewaan yang luar biasa. Sehingga, kalau mau berlomba-lomba melakukan kebaikan untuk syiar Islam yang tinggi dan tidak ada yang menandingi di mata Allah, serta memperlajari perkembangan ilmu pengetahuan sepanjang jaman, maka setiap hari memperingati maulid Nabi Muhammad serasa belum apa-apa. Mengingat syahadat merupakan kunci dari keimanan umat Islam seantero dunia. 

 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Tahunan

Peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh Raja Irbil (wilayah Irak sekarang), bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 Hijriyah. Ibn Katsir dalam kitab Tarikh berkata: Sultan Muzhaffar mengadakan peringatan Maulid Nabi pada bulan Rabi'ul Awal. Sang raja, seorang yang berani, pahlawan, alim dan seorang yang adil, merayakan secara besar-besaran – semoga Allah merahmatinya.

Dijelaskan oleh Sibth (cucu) Ibn Al-Jauzi bahwa dalam peringatan tersebut, Sultan Al-Muzhaffar mengundang seluruh rakyatnya dan seluruh ulama dari berbagai disiplin ilmu, baik ulama dalam bidang ilmu Fiqh, ulama Hadits, ulama dalam bidang ilmu kalam, ulama usul, para ahli tasawuf, dan lainnya. Sejak tiga hari, sebelum hari pelaksanaan Maulid Nabi, dia telah melakukan berbagai persiapan. Ribuan kambing dan unta disembelih untuk hidangan para hadirin yang akan hadir dalam perayaan Maulid Nabi tersebut. Segenap para ulama saat itu membenarkan dan menyetujui apa yang dilakukan oleh Sultan Al-Muzhaffar tersebut. Mereka semua berpandangan dan menganggap baik perayaan Maulid Nabi yang digelar untuk pertama kalinya itu.

Ibn Khallikan dalam kitab Wafayat Al-A`yan menceritakan bahwa Al-Imam Al-Hafizh Ibn Dihyah datang dari Maroko menuju Syam dan seterusnya ke Irak. Ketika melintasi daerah Irbil pada tahun 604 Hijriah, dia mendapati Sultan Al-Muzhaffar, raja Irbil tersebut sangat besar perhatiannya terhadap perayaan Maulid Nabi. Oleh karena itu, Al-Hafzih Ibn Dihyah kemudian menulis sebuah buku tentang Maulid Nabi yang diberi judul “Al-Tanwir Fi Maulid Al-Basyir An-Nadzir”. Karya ini kemudian dia hadiahkan kepada Sultan Al-Muzhaffar.

Para ulama, semenjak zaman Sultan Al-Muzhaffar dan zaman selepasnya hingga sampai sekarang ini menganggap bahwa perayaan Maulid Nabi adalah sesuatu yang baik. Para ulama terkemuka dan Huffazh Al-Hadis telah menyatakan demikian. Di antara mereka seperti Al-Hafizh Ibn Dihyah (abad 7 H), Al-Hafizh Al-Iraqi (w. 806 H), Al-Hafizh As-Suyuthi (w. 911 H), Al-Hafizh Al-Sakhawi (w. 902 H), SyeIkh Ibn Hajar Al-Haitami (w. 974 H), Al-Imam Al-Nawawi (w. 676 H), Al-Imam Al-Izz ibn Abd Al-Salam (w. 660 H), mantan mufti Mesir yaitu Syeikh Muhammad Bakhit Al-Muthi’i (w. 1354 H), mantan Mufti Beirut Lubnan yaitu Syeikh Mushthafa Naja (w. 1351 H), dan terdapat banyak lagi para ulama besar yang lainnya. Bahkan Al-Imam Al-Suyuthi menulis karya khusus tentang Maulid yang berjudul “Husn Al-Maqsid Fi Amal Al-Maulid”. Karena itu perayaan Maulid Nabi, yang biasa dirayakan pada bulan Rabiul Awal menjadi tradisi umat Islam di seluruh dunia, dari masa ke masa dan dalam setiap generasi ke generasi.

Membaca sejarah awal peringatan maulid Nabi Muhammad saw tahunan dan perkembangannya, sekitar 700 tahun setelah Rasululloh wafat, tentu saja sangat meriah dan begitu spesial, karena tidak sekedar membaca sejarah Nabi Muhammad, tetapi juga mengajak umat Islam mensyukuri nikmat Allah dengan menyembelih ribuan kambing dan unta. Oleh karena itu, peringatan maulid Nabi Muhammad tahunan ini, sebaiknya dimanfaatkan untuk menguatkan akhlaq umat Islam menjadi akhlaq yang mulia. Paling tidak mencontoh sebagian kecil akhlaq Rasululloh yang begitu rendah hati dan sangat menghargai dan menghormati umat manusia, baik kawan maupun lawan. 

Peristiwa Lahirnya Nabi Muhammad 

Ada 12 peristiwa pada saat Nabi Muhammad saw dilahirkan, yang sudah populer ketika pasukan Gajah Raja Abrahah, pimpinan Panglima Abu Rughal pada saat berangkat akan menghancurkan Ka’bah diserang oleh burung-burung ababil yang membawa batu-batu panas dan berpijar. Sayyidah Siti Aminah, ibu Nabi Muhammad saw, selama mengandung tidak merasa letih akibat kandungannya. Padahal setiap wanita yang hamil selalu merasa letih karena kandungannya.

Imam Ibnu Katsir meriwayatkan dalam kitabnya, Qishashul Anbiyya, bahwa ketika Aminah mengandung Rasulullah saw, sama sekali ia tidak merasa kesulitan maupun kepayahan sebagaimana wanita umumnya yang mengandung. Ia juga menyatakan bahwa selama mengandung, dalam mimpinya ia senantiasa didatangi para Nabi-nabi terdahulu, dari sejak bulan pertama, yaitu bulan Rajab hingga kelahirannya di bulan Rabi’ul Awwal.Bulan ke-1 didatangi oleh Nabi Adam (as) yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan menjadi pemimpin agama yang besar. Bulan ke-2 didatangi Nabi Idris (as) yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan mendapat derajat paling tinggi di sisi Allah. Bulan ke-3 didatangi Nabi Nuh (as) yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan memperoleh kemenangan dunia dan akhirat.

Bulan ke-4 didatangi Nabi Ibrahim (as) yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan memperoleh pangkat dan derajat yang besar di sisi Allah.

Bulan ke-5 didatangi Nabi Ismail (as) yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan memiliki kehebatan dan mu’jizat yang besar.Bulan ke-6 didatangi Nabi Musa (as) yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan memperoleh derajat yang besar di sisi Allah. Bulan ke-7 didatangi Nabi Daud (as) yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan memiliki Syafaat dan Telaga Kautsar. Bulan ke-8 didatangi Nabi Sulaiman (as) yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan menjadi penutup para Nabi dan Rasul. Bulan ke-9 didatangi Nabi Isa (as) yang berkata kepadanya bahwa anak yang dikandungnya itu akan membawa Al-Qur’an yang diridhai.

Semua Nabi-nabi yang hadir di mimpi Aminah itu sama-sama berpesan kepadanya bahwa jika telah lahir, namai anak itu dengan nama Muhammad yang artinya Terpuji, karena anak itu akan menjadi makhluk yang paling terpuji di dunia dan akhirat. Firasat mengenai penamaan Muhammad itu pun terbersit di hati mertuanya, Abdul Muthalib, sehingga ketika Rasulullah saw lahir, Abdul Muthalib memberinya nama Muhammad. Ketika masyarakat Mekkah bertanya mengapa ia dinamai Muhammad, bukan nama para leluhur-leluhurnya, maka Abdul Muthalib menjawab: “Aku berharap ia akan menjadi orang yang terpuji di dunia dan akhirat.”

Sayyidah Siti Aminah, juga merasakan tanda-tanda akan melahirkan secara tiba-tiba pada malam hari. Pada saat itu mertuanya Abdul Muthalib sedang pergi ke Masjidilharam. Sementara, Abdullah suaminya, sudah meninggal dunia. Kemudian, datang banyak wanita cantik. Ada 2 wanita yang jadi perhatian Aminah, mereka memberi salam dan menyebut dirinya Asiya (istri Raja Fir'aun) dan Maryam (ibu Nabi Isa a.s.).

Siti Aminah bahkan tidak merasa sakit layaknya wanita yang melahirkan. Padahal saat itu belum ada obat bius sehingga melahirkan benar-benar secara alami. Begitulah, kisah-kisah istimewa dan ajaib yang melingkupi peristiwa menjelang sampai kelahiran Muhammad saw. Sungguh semua itu adalah bukti bahwa Rasulullah saw adalah manusia pilihan, utusan yang jadi penghulu para nabi dan sebaik-baik manusia.

Oleh karena itu, sebagai penguatan akhlaq umat Islam di abad modern dengan serba serbi informasi begitu cepat menggelinding melalui dunia maya, tentu saja peringatan maulid Nabi Muhammad saw tahunan, harus benar-benar dijadikan moment untuk mengembalikan akhlaq umat Islam pada jati diri sesungguhnya. Rahmat bagi seluruh alam. Tentu saja dengan budi pekerti mulia, dengan contoh-contoh perilaku yang mengikuti Nabi Muhammad saw dalam mengabdi kepada Allah swt, maupun melakukan komunikasi dengan sesama manusia. (*)

 

Refleksi Hari Pahlawan 10 November 2017 ,Pahlawan Anti Narkoba, Anti Korupsi, Anti Penjajahan Hanya Bayang-Bayang

 

 

Oleh : Djoko Tetuko Abdul Latif *)

Peringatan Hari Pahlawan sudah satu minggu berlalu dan memang sudah berlalu, tidak membekas pada gerakan massal mencontoh suri tauladan para pahlaawan, arek-arek Suroboyo yang dengan tulus dan ikhlas mengorbankan jiwa dan raga bahkan nyawa untuk mempertahankan kemerdekaan Negara Indonesia, yang ketika itu baru seumur jagung. Contoh kongkret melakukan perlawanan secara nasional pada kondisi bangsa dan negara yang sudah kritis, seperti memerangi narkoba, korupsi (KKN) dan penjajahan, nampak hanya bayang-bayang.

Pemimpin Redaksi KoranTransparansi

 

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, ternyata mendapat reaksi berbeda dibanding Pilkada di Jakarta, dimana selain dua putaran dan tenti politik terus menerus memanas dengan isu-isu bertentangan seperti sudah terskenario dengan baik, runtut, bahkan seperti pergelaran film action. Maka Pilkada Jatim diramalkan bakal adem ayem dan tentrem.

Joko Tetuko

Oleh : Djoko Tetuko

SEJARAH Indonesia memang telah mencatat bahwa tanggal 10 Nopember, ditetapkan sebagai hari Pahlawan, catatan tinta emas itu sebagai hadiah atas perjuangan ’’hidup-mati’’ seluruh kekuatan anak bangsa di Surabaya dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Negara Republik Indonesia, setelah Soekarno-Hatta memproklamirkan 2 (dua) bulan sebelumnya. Tidak hanya tetengger itu, kota Surabaya sebagai tempat berlangsungnya peperangan terbesar sepanjang sejarah Nusantara, mendapat kehormatan sebagai kota Pahlawan.

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...