Opini

Published in Opini

Pilkada Jatim 2018 Bakal, Adem Ayem dan Tentrem

Nov 16, 2017 Publish by 
Pemimpin Redaksi KoranTransparansi
Pemimpin Redaksi KoranTransparansi

 

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, ternyata mendapat reaksi berbeda dibanding Pilkada di Jakarta, dimana selain dua putaran dan tenti politik terus menerus memanas dengan isu-isu bertentangan seperti sudah terskenario dengan baik, runtut, bahkan seperti pergelaran film action. Maka Pilkada Jatim diramalkan bakal adem ayem dan tentrem.

Peta politik cukup menyejukkan ini, bukan sekedar mengungkapkan bahwa kedewasaan perpolitikan di provinsi Jatim sudah baik, sekalipun dibandingkan dengan Jakarta. Tetapi masyarakat Jawa Timur hasil sejumlah survey menyatakan kecenderungan mensukseskan Pilkada 2018 mendatang, dengan memandang bahwa siapa pun fikur calon Gubernur dan Wakil Gubernur nanti, memberikan manfaat bagi masyarakat Jatim.

Figur Saifullah Yusuf dan Azwar Anas sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur, walaupun lebih awal diproklamirkan sebagai calon dari dua partai ’’berkuasa’’ di Jatim, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), namun masyarakat Jatim belum serta merta menentukan pilihan langsung kepada pasangan Merah Putih (Merah-Hijau) ini, sebagaimana pilihan terbaik membangun kebersamaan PDIP dengan NU yang sudah terajut cukup lama, sejak sebelum kemerdekaan sampai hari ini, dengan berbagai catatan bahwa perpaduan PDIP-NU beberapa kali menyelamatkan keutuhan bangsa dan negara. 

Mengapa demikian? Karena mesin politik calon Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan La Nyala Mahmud Mattaliti, terus melakukan taktik dan strategi menyusun kekuatan sebagai perlawanan menaklukkan lawan-lawan mereka di Pilkada Provinsi Jatim bersamaan dengan beberapa daerah itu. Bahkan yang lebih menguatkan bahwa Pilkada Jatim 2018 bakal adem ayem dan tentrem, karena hampir semua calon melakukan ’’kampanye terselubung’’ di kantong-kantong nahdliyin, dan kantong-kantong PDIP. 

Oleh karena itu, ada sedikit kebibangan dari pemilik suara pada saat dan akan ditentukan pada saat pencoblosan pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang, dengan berbagai pertimbangan mendasar serta fatwa kiai atau nyai. Mengingat ’’Perang Kiai dan Nyai’’ nampak terbuka dan semua bahasa dukungan dan harapan memberi kemenangan sama-sama terbuka, bahkan dengan sangat hati-hati tidak berani secara vulgar menampakkan dukungan pada salah satu calon.

Pendaftaran Calon

KPU RI sudah menetapkan tanggal pencoblosan Pilkada Serentak 2018 yaitu pada tanggal 27 Juni 2018. Rencananya, ada 171 daerah yang mengikuti Pilkada 2018. Namun beberapa tahapan sudah dilakukan termasuk yang paling menentukan dan krusial adalah pendaftaran pasangan calon.

KPU sudah menetapkan jadual pendaftaran pasangan calon pada tanggal 28-30 Desember 2017 dengan agenda, proses pendaftaran pasangan calon. Calon perseorangan telah melakukan tahap sebelumnya dengan memverifikasi dukungan ke KPU  Sedangkan kepastian pasangan calon tersebut mendapat ketetapan pada tanggal 6-7 Januari 2018 dengan agenda. Penetapan pasangan calon. 

Yang pasti, tahapan Pilkada serentak 2018 akan dimulai 10 bulan sebelum hari pencoblosan. Itu berarti tahapan dimulai Agustus 2017. Pilkada serentak tahun 2018 akan lebih besar daripada Pilkada sebelumnya. Sebanyak 171 daerah akan berpartisipasi pada ajang pemilihan kepala daerah tahun depan.

 Dari 171 daerah tersebut, ada 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada di 2018. Beberapa provinsi di antaranya adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

 Berikut 171 daerah yang mengikuti Pilkada 2018: 

Provinsi : Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua, Maluku Utara. (Total: 17 provinsi).

Kota :Serang,Tangerang, Bengkulu, Gorontalo, Jambi, Bekasi, Cirebon, Sukabumi, Bandung, Banjar, Bogor, Tegal, Malang, Mojokerto, Probolinggo, Kediri, Madiun, Pontianak, Palangkaraya, Tarakan, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Tual, Subulussalam, Bima, Palopo, Parepare, Makassar, Bau-bau, Kotamobagu, Sawahlunto, Padang Panjang, Pariaman, Padang, Lubuklinggau, Pagar Alam, Prabumulih, Palembang, Padang Sidempuan (Total 39 kota)

Kabupaten : Aceh Selatan, Pidie Jaya, Padang Lawas Utara, Batu Bara, Padang Lawas, Langkat, Deli Serdang, Tapanuli Utara, Dairi, Indragiri Hilir, Merangin, Kerinci. Muara Enim, Empat Lawang, Banyuasin, Lahat, Ogan Komering Ilir, Tanggamus, Lampung Utara, Bangka, Belitung, Purwakarta, Bandung Barat, Sumedang, Kuningan, Majalengka, Subang, Bogor, Garut, Cirebon, Ciamis, Banyumas, Temanggung, Kudus, Karanganyar, Tegal, Magelang

Probolinggo, Sampang, Bangkalan, Bojonegoro, Nganjuk, Pamekasan, Tulungagung, Pasuruan, Magetan, Madiun, Lumajang, Bondowoso, Jombang, Tangerang, Lebak, Gianyar, Klungkung, Lombok Timur, Lombok Barat, Sikka, Sumba Tengah, Nagekeo, Rote Ndao, Manggarai Timur, Timor Tengah Selatan, Alor, Kupang, Ende, Sumba Barat Daya, Kayong Utara, Sanggau, Kubu Raya, Pontianak, Kapuas, Sukamara, Lamandau, Seruyan

Katingan, Pulang Pisau, Murung Raya, Barito Timur, Barito Utara, Gunung Mas, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan,Tanah Laut, Tabalong, Panajam Pasut, Minahasa, Bolmong Utara, Sitaro, Minahasa Tenggara, Kep Talaud, Morowali, Parigi Moutong, Donggala, Bone, Sinjai, Bantaeng, Enrekang, Sidereng Rappang, Jeneponto, Wajo, Luwu, Pinrang, Kolaka, Gorontalo Utara, Mamasa, Polewali Mandar, Maluku Tenggara, Membramo Tengah, Paniai, Puncak, Deiyai, Jayawijaya, Biak Numfor, dan Mimika. (Total: 115 kabupaten) 

 

Tahapan Sementara Pilkada 2018:

14-23 Juni 2017 : Sosialisasi ke masyarakat 

14-26 Juni 2017: Sosialisasi dan penyuluhan teknis ke KPU masing-masing daerah 

30 Sept – 29 Okt 2017   :Membentuk Badan P enyelenggara Pemilu 

24 Okt – 22 Des 2017: Pemutakhiran data Pilkada 

28-30 Desember 2017: Proses pendaftaran pasangan calon. Calon perseorangan telah 

melakukan tahap sebelumnya dengan memverifikasi dukungan ke KPU 

6-7 Januari 2018: Penetapan pasangan calon

9 Feb – 23 Juni 2018: Kampanye dan Debat

10-23 Juni 2018`: Kampanye melalui media masa, cetak, dan elektronik 

24-26 Juni 2018        : Masa tenang dan pemberishan alat peraga.

27 Juni 2018: Pemungutan suara.

28 Juni – 4 Juli 2018: Rekapitulasi tingkat kecamatan

4-6 Juli 2018: Rekapitulasi tingkat kabupaten.kota

7-9 Juli 2018: Rekapitulasi tingkat provinsi.

 

 

banner