Olah Raga

Pemain tengah Kroasia Luka Modric menyundul bola pada putaran 16 besar pertandingan sepak bola Piala Dunia 2018 Rusia antara Kroasia dan Denmark di Nizhny Novgorod Stadium di Nizhny Novgorod (1 Juli 2018).

Nizhny Novgorod (KoranTransparansi.com) - Kroasia bangkit setelah kemasukan gol pada menit awal untuk melaju ke perempat final Piala Dunia berkat kemenangan adu penalti 3-2 atas Denmark, menyusul skor imbang 1-1 pada pertandingan 16 besar di Nizhny Novgorod, Minggu (Senin dini hari WIB).

Kroasia akan berhadapan dengan tim tuan rumah Rusia pada babak perempat final di Fisht, Sabtu (7/7).

Kroasia semestinya dapat mengamankan kemenangan lima menit sebelum akhir perpanjangan waktu, namun eksekusi penalti Luka Modric dapat digagalkan Kasper Schmeichel.

Operan Modric yang mendorong Ante Rebic menuju ke gawang, sebelum dijatuhkan Mathias Jorgensen, dan memberi peluang bagi Kroasia untuk mengunci kemenangan sebelum adu penalti. Namun Schmeichel melakukan penyelamatan cerdas untuk mempertahankan kedudukan 1-1.

Dua gol pada empat menit pembukaan menjadikan awal pertandingan di Stadion Nizhny Novgorod berlangsung menarik. Namun hal itu tidak berlanjut ketika kedua tim memilih untuk tampil berhati-hati demi menjaga peluang lolos ke delapan besar Piala Dunia.

Jorgensen hanya memerlukan 57 detik untuk mematahkan pertahanan Kroasia pada akhir lemparan jarak jauh Jonas Knudsen, mengarahkan bola dengan kaki kirinya ketika bola kemudian memantul mengenai rekan setimnya Thomas Delaney.

Kiper Kroasia Danijel Subasic bersiap menyambut bola sepakan Jorgensen, namun bola yang terdefleksi masuk ke gawangnya.

Terdapat elemen komedi untuk terciptanya gol penyama kedudukan pada menit keempat bagi Mario Mandzukic, ketika keunggulan awal Denmark segera terhapuskan.

Sepakan yang melintasi pertahanan Denmark dibuang Henrik Dalsgraad, namun bola menghantam wajah rekan setimnya Andreas Christensten, menciptakan efek "pinball" yang membuat bola jatuh ke penguasaan Manduzkic, yang kemudian memasukkannya ke gawang dari jarak dekat.(nov)

 

Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir menunjukkan medali emas untuk Asian Games 2018 seusai diluncurkan di Jakarta, Sabtu (30/6/2018).

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) menyebut medali Asian Games dengan corak batik mencerminkan keanekaragaman budaya Indonesia.

"Kami meluncurkan desain medali dengan logo Asian Games dan corak batik dari seluruh penjuru Indonesia. Itu menunjukkan keanekaragaman budaya sekaligus persatuan Indonesia," kata Ketua INASGOC Erick Thohir dalam kegiatan Fun Run Asian Games 2018 di Jakarta, Minggu.

Erick mengatakan motif-motif batik dalam medali Asian Games 2018 merupakan motif batik yang dipakai oleh tiga maskot Asian Games.

Selain keanekaragaman budaya, motif-motif batik itu juga mencerminkan keanekaragaman suku, agama, dan ras masyarakat Asia yang berpartisipasi dalam Asian Games ke-18 itu.

Dalam kegiatan "Fun Run Asian Games" di Jakarta itu, sebanyak 5.000 orang mengikuti lomba lari berjarak dua kilometer di komplek Gelora Bung Karno (GBK) Senayan itu.

"Kami mohon maaf karena harus membatasi peserta sebanyak 5.000 orang karena kami ingin menjamin kerapian dan keamanan penyelenggaraan," kata Erick tentang minat masyarakat dalam Fun Run Asian Games itu.

"Ini adalah kegiatan fun run terbesar karena selain 5.000 orang di Jakarta, ada 2.000 peserta fun run di Palembang. Kebetulan hari ini adalah HUT Polri sehingga fun run juga digelar di seluruh kota di Indonesia," kata Erick.

INASGOC, lanjut Erick, akan menggelar kirab obor mulai 15 Juli di 53 kota dan kabupaten di 18 provinsi. Kirab obor itu menempuh jarak 18 ribu kilometer.

Selain kegitan Fun Run dan kirab obor Asian Games 2018, INASGOC juga meluncurkan lagu-lagu bertema Asian Games dalam satu album yang terdiri dari 13 lagu. (nov)

Ketua INASGOC Erick Thohir (kiri) bersama Menko Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani memegang obor Asian Games 2018 dalam peringatan H-100 jelang pembukaan Asian Games dalam sebuah acara di stasiun televisi di Jakarta, Kamis (10/5/2018). (Humas INASGOC)

 

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Masyarakat antusias menyaksikan Festival Obor Jelang Asian Games 2018 yang berkeliling di setiap kelurahan di Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur, Minggu pagi.

Pantauan di lapangan, iring-iringan pembawa replika obor yang didampingi para pelajar dilepas pada pukul 07.30 WIB dari halaman kantor Kecamatan Duren Sawit melintas kelurahan-kelurahan di Duren Sawit.

Rute yang dilintasi mulai dari kantor kecamatan ke Kelurahan Pondok Bambu, menuju Kelurahan Duren Sawit, Kelurahan Pondok Kelapa, Kelurahan Pondok Kopi.

Dilanjutkan ke Kelurahan Malaka Jaya, lalu ke Malaka Sari menuju ke Kelurahan Klender dan kembali ke Pondok Bambu hingga berakhir di kantor kecamatan.

Di setiap kantor kelurahan, dilakukan pergantian pembawa replika obor. Lalu dilanjutkan berlari ke kelurahan selanjutnya.

Iring-iringan festival obor dikawal oleh aparat kepolisian, aparat kecamatan hingga kelurahan dan tenaga medis dari puskesmas setempat dan AGD Dinkes DKI Jakarta.

Di beberapa titik anak-anak sekolah berseragam olahraga menanti iring-iringan pembawa replika obor menyambut mereka dengan kibaran bendera merah putih dari kertas.

Meski demikian banyak warga yang mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan festival obor tersebut.

Sri warga Klender mengaku tidak tahu adanya kegiatan festival obor itu. "Saya mau belanja tapi lihat ada anak-anak sekolah berkumpul tidak biasanya ramai begini," ujar Sri.

Beitu juga dengan Ibu Wadiyo yang baru selesai berolahraga di Banjir Kanal Timur, mengaku tidak mengetahui kegiatan tersebut.

Wadiyo yang sebelumnya beristirahat di pelataran supermarket di Kelurahan Malaka Jaya tersebut penasaran dengan banyaknya anak sekolah yang berbaris di depan kantor kelurahan.

"Biasanya kalau ada kegiatan diumumkan dari kelurahan, tadi saya selesai senam rencana mau belanja tapi kok pasar sudah bersih, biasanya ramai," kata warga Pondok Kopi tersebut.

Warga lainnya yang berada di luar rumah menyaksikan iring-iringan meriah yang juga diramaikan suara rotator ambulans dan dari mobil lapangan Satpol PP.

Festival obor jelang Asian Games digelar Pemerintah DKI Jakarta yang menjadi salah satu lokasi pelaksanaan pesta olahraga se-Asia tersebut sebagai upaya menyebarkan demam Asian Games 2018 sampai ke seluruh wilayah DKI Jakarta.

Festival obor dilaksanakan pada 1 Juli 2018 di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, pada 8 Juli di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat serta pada 15 Juli di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

Selain festival obor Komite Olimpiade Indonesia juga mengadakan "Fun Run" di dua kota utama perhelatan Asian Games 2018, yakni Jakarta dan Palembang, untuk mendemamkan pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut di Indonesia.(nov)

 

 undefined. Pemain depan tim nasional sepak bola Uruguay Edinson Cavani menjadi pahlawan bagi negerinya usai mencetak dua gol ke gawang Portugal dalam pertandingan putaran 16 besar Piala Dunia, di Sochi, Rusia, Minggu dinihari WIB (1/7/2018), yang berakhir dengan skor 2-1.

Sochi (KoranTransparansi.com) - Pemain depan Uruguay Edinson Cavani menjadi pahlawan bagi negerinya usai mencetak dua gol untuk membawa tim Amerika Selatan itu menang 2-1 atas juara Liga Champions Eropa, Portugal, dalam pertandingan putaran 16 besar Piala Dunia 2018, Minggu dinihari WIB, sekaligus memastikan tiket perempat final Uruguay melawan Prancis.

Cavani membuat Uruguay unggul pada menit ketujuh ketika berhasil melewati barisan pertahanan Portugal dan menyambut umpan silang Luis Suarez dengan sundulan ke tiang gawang dari jauh. Gol Cavani membuat Uruguay menang atas Portugal 1-0 saat babak pertama.

Namun, pemain Portugal Pepe berhasil menyamakan kedudukan dengan sundulan bola di menit ke-55. Itu menjadi gol pertama yang diterima Uruguay di Piala Dunia 2018, demikian laporan Reuters.

Hanya saja, sang juara pertama kali Piala Dunia (saat masih bernama Jules Rimet) Uruguay kembali unggul tujuh menit kemudian, ketika Rodrigo Bentancur mengumpan kepada Cavani. Dan, Cavani lagi-lagi mencetak gol dengan melepaskan tembakan yang cantik melewati Rui Patricio dari tepi area penalti.

Portugal mendominasi penguasaan bola, tetapi serangan mereka tidak mampu menerobos pertahanan Uruguay hingga membuat kapten mereka Cristiano Ronaldo menjadi sosok frustrasi sepanjang pertandingan.

Penyerang klub Real Madrid Spanyol itu tidak mampu menambah empat golnya di dua pertandingan pertama, gagal memperbaiki rekor dengan kegagalannya mencetak gol di enam pertandingan putaran sistem gugur yang dimainkan.

Ronaldo memiliki peluang emas mencetak gol setengah jam setelah pertandingan berjalan melalui tendangan bebas 30 meter, tetapi bola seolah hanya membentur tembok.

Dua pemain terbaik sepak bola dunia saat ini, Ronaldo dan Lionel Messi (Argentina, klub Barcelona Spanyol), akhirnya sama-sama harus segera pulang dari ajang Piala Dunia 2018. Sebelumnya, Messi dan kawan-kawan di tim nasional Argentina menelan kekalahan 3-4 dari Prancis. (nov)

 

Pertarungan Perancis melawan Argentina yanga dimenangkan Perancis dengan skor 4-4

Kazan-Rusia (KoranTransparansi.com) - Timnas Prancis menang 4-3 atas Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Rusia pada Sabtu (30/6) malam WIB. Striker Tim Ayam Jantan, Kylian Mbappe, tampil impresif di laga ini. 

Prancis membuka skor pada menit 13 melalui Antoine Griezmann. Lewat tembakan penalti, bomber Atletico Madrid itu sukses mengecoh kiper Franco Armani.

Wasit Alireza Faghani menunjuk titik putih setelah Marcos Rojo menjatuhkan Mbappe di kotak terlarang. Mengandalkan kecepatannya. Mbappe melakukan sprint dari tengah hingga akhirnya dilanggar Rojo.

Sebelumnya pada menit 9, Griezmann juga nyaris menjebol gawang Argentina. Akan tetapi, tendangan bebasnya membentur tiang gawang.

Argentina baru bisa membalas pada menit 41. Melalui tendangan geledek, Angel Di Maria mengirim bola ke pojok atas kanan gawang Hugo Lloris. Skor jadi imbang 1-1 dan kedudukan bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Argentina berbalik unggul pada menit 48. Berawal dari tendangan Lionel Messi, bola kemudian mengenai kaki Gabriel Mercado dan berbelok masuk ke gawang Prancis. Skor jadi 2-1 untuk Tim Tango.

Prancis tak tinggal diam. Selang sembilan menit, Benjamin Pavard sukses menyamakan kedudukan. Lewat tendangan voli, bek Stuttgart itu mengirim bola ke tiang jauh yang gagal dihentikan kiper Franco Armani. Skor jadi imbang 2-2.

|Prancis tak berhenti sampai di situ. Melalui Mbappe, Tim Ayam Jantan sukses mencetak dua gol lagi. Gol penyerang Paris Saint-Germain (PSG) itu dilesakkan pada menit 64 dan 68.

Argentina baru bisa memperkecil skor melalui Sergio Aguero di masa injury time. Skor jadi 4-3 untuk keunggulan Prancis dan kedudukan ini bertahan hingga laga usai. Wasit Alireza Faghani juga mengelaurkan dua katu kuning untuk Argentina dan pemain Perancis.

Dengan hasil ini, Prancis lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2018. Tim Ayam Jantan bakal menghadapi pemenang dari laga Uruguay vs Portugal.(nov)

Berikut susunan pemain Perancis vs Argentina:

Perancis : 1-Hugo Lloris, 2-Benjamin Pavard, 4-Raphael Varane, 5-Samuel Umtiti, 21-Lucas Hernandez, 6-Paul Pogba, 13-N'Golo Kante, 14-Blaise Matuidi, 10-Kylian Mbappe, 9-Olivier Giroud, 7-Antoine Griezmann

Pelatih: Didier Deschamps

Argentina: 12-Franco Armani, 3-Nicolas Tagliafico, 16-Marcos Rojo, 17-Nicolas Otamendi, 2-Gabriel Mercado, 15-Enzo Perez, 14-Javier mascherano, 7-Ever Banega, 11-Angel Di Maria, 22-Cristian Pavon, 10-Lionel Messi

 Piala Dunia 2018 di Rusia. (FIFA.com)

 

Vatutinki, Rusia (KoranTransparansi.com) - Babak final Piala Dunia antara tim Denmark dan Meksiko atau Belgia versus Kroasia?

Beberapa bulan yang lalu, skenario semacam itu akan dianggap hanya mimpi saja, tetapi setelah dua minggu turnamen berjalan dengan penuh kejutan, prospek negara-negara berperingkat lebih rendah yang bersaing dalam pembukaan pertandingan sepak bola terbesar di Moskow pada 15 Juli telah menyajikan rasa percaya yang lebih besar, lapor Reuters.

Setelah adanya kejutan pada Rabu dengan tersisihnya tim empat kali juara dunia Jerman, pertandingan putaran sistem gugur sekarang ini bisa menghadirkan lebih banyak lagi kejutan daripada sebelumnya.

Ditambah lagi dengan absennya Italia, yang juga telah memenangkan empat trofi dan tiga kali finalis Belanda, yang keduanya gagal lolos, babak 16 besar menghadirkan satu perasaan yang tidak biasanya.

Ketiadaan Italia, Jerman dan Belanda, yang telah memainkan total 17 putaran final Piala Dunia di antara mereka, telah meninggalkan kondisi kekosongan yang langka.

Namun separuh dari tim-tim yang akan berlaga di putaran 16 besar adalah negara-negara yang belum pernah sekali pun menjadi juara dunia sepak bola. Negara-negara itu seperti Swiss, Rusia, Swedia, Kroasia, Denmark dan Kolombia yang saat ini memiliki tiket untuk tetap penuh harapan.

Salah satunya kemungkinan yang akan mencapai semua jalan ke putaran empat besar atau lebih dengan Spanyol, juara Piala Dunia tahun 2010, dan Inggris, pemenang Piala Dunia tahun 1966, merupakan satu-satunya kekuatan yang berada tengah-tengah dari pertandingan tahap sistem gugur itu.

Spanyol akan melawan tuan rumah Rusia di babak 16 besar mereka.

Swiss, yang pada tahun 1954 berhasil mencapai delapan besar untuk penampilan terbaik mereka, menghadapi Swedia, yang penampilan terbaiknya -- final -- kembali ke Piala Dunia 60 tahun lalu.

Kroasia, semi-finalis pada tahun 1998 dan tampil luar biasa sejauh ini di Rusia, akan menghadapi Denmark sementara Kolombia, yang menduduki Grup H mereka sendiri, bermain dengan Inggris.

Pada bagian atas dipenuhi dengan hampir semua kekuatan sepak bola tradisional yang tersisa, dengan juara dunia dua kali yang juga finalis Piala Dunia 2014 Argentina akan menghadapi Juara Dunia 1998 Prancis.

Brazil, pemenang lima kali, menghadapi Meksiko, dan juara dua kali Uruguay bertempur habis-habisan dengan Cristiano Ronaldo, juara Eropa Portugal.

Yang pasti untuk separuh grup itu adalah bahwa beberapa mantan juara dunia bakal absen pada babak empat besar.

Dengan penggemar sepak bola yang mengeluh selama bertahun-tahun tentang olahraga yang didominasi dua klub dan di tingkat internasional hanya segelintir tim, Piala Dunia di Rusia kali ini sudah pasti mendapat hembusan udara segar pada babak sistem gugur.

Dengan tim-tim tingkat kedua Piala Dunia sekarang yang menunjukkan konsistensi jauh lebih besar dan kesenjangan kualitas dengan tim favorit yang semakin menyempit, ada kesempatan bagi turnamen untuk menggeser poros global sepak bola dunia tidak lagi seperti sebelumnya.(nov)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...