Olah Raga

Piala Dunia 2018 :  Brasil pulangkan Serbia 2-0

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Brasil mencapai babak 16 besar Piala Dunia 2018 berkat kemenangan 2-0 atas Serbia melalui gol-gol Paulinho dan Thiago Silva pada laga pamungkas Grup E, Kamis dini hari WIB.

Kemenangan ini membuat juara dunia lima kali itu menyelesaikan fase grup dengan memuncaki klasemen Grup E, mengumpulkan tujuh poin dan akan menghadapi Meksiko di putaran kedua.

Serbia mengakhiri fase grup dengan menduduki peringkat ketiga, dengan tiga poin dan tersisih dari turnamen bersama Kosta Rika yang hanya mendapatkan satu angka dari tiga laga.

Adapun Swiss yang menahan Brasil 1-1 pada laga pertama berhasil lolos ke babak 16 besar sebagai "runner-up" dan akan menghadapi Swedia pada 3 Juli mendatang.(nov)

Pelatih tim nasional Nigeria asal Jerman, Gernot Rohr (tengah), menghibur bek Nigeria William Troost-Ekong selepas kekalahan 1-2 dari Argentina di laga pamungkas penyisihan Grup D Piala Dunia 2018 di Stadion Saint Petersburg, Sankt Petersburg, Rusia, Selasa (26/6/2018) malam setempat.

 

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Lima kali berada dalam satu grup yang sama dari enam kali penampilan di putaran final Piala Dunia. Sedekat itulah pertalian nasib tim nasional Nigeria dengan Argentina di kancah tertinggi sepak bola sejagad itu.

Hanya saja, dalam lima kali pertemuan itu pula, Nigeria selalu berakhir dengan nasib yang tidak lebih beruntung dibandingkan negara yang telah mengoleksi dua trofi Piala Dunia tersebut.

Kekalahan seolah menjadi teman sejati Nigeria tiap kali harus menghadapi Argentina di fase grup putaran final Piala Dunia.

Setelah kalah 1-2 pada 1994, 0-1 pada 2002, 0-1 pada 2002 dan 2-3 pada 2014, Nigeria berpeluang untuk meraih satu poin pertamanya dari negeri kelahiran Si Tangan Tuhan itu kala bertemu pada laga penentuan penyisihan Grup D Piala Dunia 2018 di Stadion Krestovskyi (nama resminya Stadion Saint Petersburg) di Sankt Petersburg, Rusia, Selasa (26/6) malam setempat.

Bukan hanya meraih poin pertamanya dari laga kontra Argentina, Nigeria juga berpeluang untuk memaksa La Albiceleste pulang dari Rusia.

Adalah "makhluk" baru bernama Asisten Video Wasit (VAR) yang membantu Nigeria merekahkan harapan mereka untuk meraih poin dan sekaligus melangkah ke putaran 16 besar Piala Dunia 2018.

Tindakan gegabah pemain gaek Argentina, Javier Mascherano, yang menarik hingga menjatuhkan Leon Balogun dengan sengaja di dalam kotak penalti di tengah-tengah situasi sepak pojok, membuat Cuneyt Cakir asal Turki meminta pengamatan VAR.

Gelombang protes dan adu argumentasi di hadapan wajah Cakir dari para pemain kedua tim, seolah menjadi angin lalu bagi wasit yang akhirnya membuat gestur kotak dengan kedua telunjuk tangannya menandakan Nigeria berhak untuk mendapatkan tendangan penalti atas pelanggaran tersebut.

Pemain sayap Chelsea, Victor Moses, terus berusaha tenang menghadapi bola di titik putih, sementara adu mulut masih terjadi di tepian kotak penalti.

Sepakan lemah namun terarah yang dilepaskan Moses berhasil mengecoh penjaga gawang Franco Armani, yang kali ini dipercaya Jorge Sampaoli untuk berdiri di bawah mistar gawang ketimbang Willy Caballero yang sudah kebobolan empat gol di dua laga sebelumnya.

Gol Moses membatalkan keunggulan 0-1 milik sang lawan yang diperoleh lewat gol Lionel Messi, mengubah kedudukan menjadi 1-1 dan membuat harapan Nigeria--untuk menghapus catatan buruk selalu kalah melawan Argentina di Piala Dunia--sekaligus melangkah lolos dari Grup D kian bungah.

Belasan menit berselang, VAR kembali ditinjau oleh Cakir saat bek Manchester United, Marcos Rojo, dicurigai melakukan pelanggaran handball alias menyentuh bola dengan tangan secara sengaja.

Momen itu seolah memperbesar peluang Nigeria untuk mematikan mental para pemain Argentina, namun Cakir yang tak puas dengan informasi yang didapatnya dari alat komunikasi earset yang tertanam di telinga kirinya akhirnya mendatangi tepi lapangan untuk menyaksikan langsung insiden yang dipermasalahkan.

Tayangan ulang memperlihatkan bola mengenai tangan kiri Rojo, setelah sundulan halauannya justru membelokkan bola ke bagian tubuh terlarang itu.

Akan tetapi, Cakir yang kembali merapat ke tengah lapangan memutuskan bahwa Rojo tidak melakukan pelanggaran handball, boleh jadi karena dianggap tidak secara sengaja menyentuh bola dengan tangan. 

Pun demikian, keputusan VAR tersebut tak menyurutkan harapan Nigeria, yang malah kian berkembang kala waktu normal pertandingan terus mendekati akhirnya.

Namun, pada menit 86, harapan itu runtuh, hancur berkeping-keping. Rojo, kembali menjadi aktor dari insiden pilu tersebut. Sepakannya di hadapan gawang menyambut umpan silang Gabriel Mercado berhasil mengarahkan bola ke sudut tiang dekat, tak terjangkau kiper Francis Uzoho.

Gol tersebut membuat para pendukung Argentina di Stadion Kerstovskyi bersorak, tak ketinggalan sang legenda Diego Maradona yang melompat-lompat kegirangan di tribun penonton.

Tak hanya melompat kegirangan, Maradona bahkan mengacungkan kedua jari tengahnya ke para penonton yang berada di bawahnya. Gestur mengejek yang multimakna, sebab kedua jari tengah Maradona saat itu juga mewakili dua gol yang dicetak Argentina yang akhirnya memastikan kemenangan atas Nigeria.

Argentina melaju, Nigeria pilu.

Messi dan Rojo

Dalam lakon kekalahan kelima di tangan Argentina itu muncul kenyataan betapa nasib Messi dan Rojo kala mengenakan seragam garis-garis biru putih berkelindan erat dengan Nigeria.

Hingga laga kontra Nigeria, Messi kenyang dengan hujan kritik atas kegagalannya mengeksekusi tendangan penalti kala menghadapi Islandia serta masih nirgol selama dua laga pertama penyisihan Grup D.

Saat pertandingan memasuki menit ke-14, sebuah umpan lambung menawan dari Ever Banega berhasil dikendalikan dengan baik oleh Messi di tepian kotak penalti.

Tusukan ke dalam meski dibayangi bek lawan berhasil diselesaikan dengan sebuah sepakan keras ke sudut tiang jauh, demi membuka keunggulan Argentina atas Nigeria.

Gol itu merupakan gol pertama Messi dalam 660 menit penampilannya di putaran final Piala Dunia bersama Argentina.

Tebak kapan terakhir kali Messi mencetak gol untuk Argentina di Piala Dunia? Ya. Melawan Nigeria di fase penyisihan grup Piala Dunia 2014 silam. Kala Argentina menang 3-2 di laga tersebut, Messi mencetak dua gol.

Satu pencetak gol lainnya, yang juga merupakan gol penentu kemenangan adalah Rojo.

Kala itu, Rojo mencetak gol perdananya bersama timnas Argentina untuk memastikan kemenangan negaranya atas Nigeria.

Rojo mengulangi momen yang sama, namun dalam situasi yang lebih dramatis. Karena kali ini, kemenangan adalah satu-satunya jalan bagi Argentina untuk bisa lolos ke putaran 16 besar Piala Dunia 2018.

Entah dari mana caranya, Rojo, seorang pemain bertahan bisa merangsek ke dalam kotak penalti, di hadapan gawang, dalam sebuah bangunan serangan Argentina.

Jika bukan karena jalinan nasib dengan Nigeria, tentu saja Rojo tak akan berada di tempat yang tepat di saat yang tepat.

Sekali lagi, jika bukan karena jalinan nasib dengan Nigeria, tentu saja sepakan Rojo akan melambung tinggi laiknya peluang yang dibuang sia-sia oleh Gonzalo Higuain beberapa menit sebelumnya.

Dan jalinan nasib pula yang mengharuskan Nigeria pulang lebih awal dari Rusia, memulai kualifikasi Piala Dunia 2022 di zona Afrika sembari mungkin menitip harap tidak harus bertemu Argentina lagi di fase grup di Qatar nanti.(ant/nov)

Penyerang tim nasional Argentina, Lionel Messi (kiri), melepaskan tendangan di bawah kawalan bek Nigeria Kenneth Omeruo untuk mencetak gol pembuka dalam laga pamungkas penyisihan Grup D Piala Dunia 2018 di Stadion Saint Petersburg, Saint Petersburg, Rusia, Rabu (27/6/2018) dini hari WIB.

 

St Petersburg (KoranTransparansi.com) - Gol pada menit akhir yang dibukukan Marcos Rojo membawa Argentina menang dramatis 2-1 atas Nigeria di Grup D pada Selasa, dan membawa sang juara dunia dua kali melaju ke fase gugur Piala Dunia 2018. Wasit yang memimpin jalanya pertandingan sempat menghadiahi kartu kuning untuk pemain Nigeria 

Lionel Messi mencetak gol perdananya di turnamen ini pada menit ke-14 dengan tembakan akuratnya. Bagaimanapun, Nigeria mampu menyamakan kedudukan pada menit keenam babak kedua, ketika Javier Mascherano melanggar Leon Balogun di kotak terlarang dan Victor Moses sukses mengeksekusi penalti untuk menaklukkan kiper Franco Armani.

Dengan situasi permainan yang tidak menguntungkan Argentina, Gabriel Mercado mengirim umpan silang dari sisi kanan pada menit ke-86 dan Rojo memasukkan bola ke gawang melalui sepakannya untuk memicu kegembiraan dari kubu Argentina.

Argentina akan menghadapi Prancis pada 16 besar setelah finis di urutan kedua grup, sedangkan Kroasia bertemu runner up Grup C Denmark. Nigeria dan Islandia tersingkir setelah finis di peringkat ketiga dan keempat.(min)

 Pelatih tim nasional Spanyol, Fernando Hierro (kiri), bersalaman dengan pelatih Maroko asal Prancis Herver Renard selepas laga pamungkas penyisihan Grup B yang berakhir imbang 2-2 di Stadion Kaliningrad, Rusia, Selasa (26/6/2018) dini hari WIB. (AFP/Ozan KOSE)

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Tim nasional Spanyol akhirnya memastikan diri lolos ke putaran 16 besar Piala Dunia 2018 sekaligus sebagai juara Grup B usai meraih hasil imbang 2-2 melawan Maroko di laga pamungkas penyisihan grup di Stadion Kaliningrad, Rusia, Selasa dini hari WIB.

Hasil tersebut tidak lepas dari laga penuh drama yang dilakoni Spanyol, yang akhirnya tak harus kehilangan muka dikalahkan oleh Maroko setelah keputusan bantuan asisten video wasit (VAR) menyatakan bahwa Iago Aspas tidak berada dalam posisi offside kala mencetak gol kedua Spanyol.

Meski hanya berbekal skor imbang, hasil laga lain antara Iran menghadapi Portugal yang juga berakhir tanpa pemenang setelah kedudukan 1-1 bertahan hingga peluit tanda laga usai berbunyi berhasil mengantarkan Spanyol ke puncak klasemen akhir Grup B.

Sebab meskipun Spanyol dan Portugal sama-sama meraih lima poin, sama-sama memiliki selisih gol surplus satu poin, namun Tim Matador lebih unggul dalam urusan mencetak lebih banyak gol di fase penyisihan grup yakni enam, ketimbang Portugal hanya lima.

Berkat hasil itu pula, lawan kedua negara di putaran 16 besar telah ditentukan, Spanyol akan dijamu tuan rumah Rusia selaku peringkat kedua Grup A, sedangkan Portugal bertemu dengan jawara Grup A Uruguay.  (nov)

Klasemen akhir Grup B

TIMMainSelisih GolNilai

 Spanyol    3        6 - 5        5

 Portugal   3    5 - 4                5

 Iran  3        2 - 2        4

 Maroko    3        2 - 4        1 

 

Harry Kane merayakan gol ke gawang Panama, Minggu.

 

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Inggris berpesta gol atas Panama dengan skor 6-1 dalam pertandingan Grup G Piala Dunia 2018 yang dihelat di Nizhny Novgorod Stadium, Nizhny Novgorod, Rusia, Minggu malam WIB.

Kemenangan ini membuat Inggris melenggang ke babak 16 besar, menyusul Belgia yang sudah lolos lebih dahulu, setelah keduanya mengoleksi 6 poin dalam dua pertandingan fase penyisihan grup.

Gol Inggris dicetak oleh John Stones (8', 40'), Harry Kane (22', 45', 62') dan Jesse Lingard (36'). Sementara gol balasan Panama dicetak Felipe Baloy (78').

Inggris yang menurunkan bintang-bintangnya di starting "line-up" antara lain John Stones, Jordan Henderson dan Harry Kane, langsung menguasai jalannya pertandingan sejak awal babak pertama.

Bahkan mereka mampu membuat Panama yang mengandalkan kekuatan fisik, seakan tak berkutik dan menahan setengah lapangan tim Amerika Tengah yang menurunkan Roman Torres, Jose Luis Rodriguez dan Blas Perez tersebut.

Pesta gol Inggris dimulai pada menit ke-8, saat John Stones yang berdiri bebas di dalam kotak 12 pas mampu memanfaatkan dengan baik sepakan pojok yang dilesakan Kieran Tripper dari sisi kiri lapangan permainan Panama untuk menyarangkan bola ke gawang Jaime Penedo. Skor 1-0 untuk Inggris.

Petaka untuk Panama kembali muncul usai Fidel Escobar melanggar Jesse Lingard di kotak penalti pada menit ke-20.

Eksekusi penalti bagi Inggris mampu diselesaikan dengan baik oleh sang kapten, Harry Kane, yang mengarahkan bola ke kanan atas gawang Jaime Penedo, akhirnya memperbesar keunggulan Inggris atas 

Belum puas di situ, Inggris kembali membuat para penggemarnya di Nizhny Novgorod Stadium bersorak usai Jesse Lingard melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti ke pojok kiri gawang Panama pada menit ke-36. Skor 3-0 untuk Inggris.

Seakan mengisyaratkan pesta belum habis, Inggris lagi-lagi memaksa Jaime Penedo memungut kembali bola dari gawangnya usai Johs Stones mampu menyundul bola kemelut di depan gawang Panama pada menit ke-40 yang merubah skor 4-0 untuk Inggris.

Pesta Inggris di babak pertama diakhiri dengan gol penalti pada menit 45+1 oleh Harry Kane, buah dari pelanggaran yang dibuat Anibal Godoy pada sang eksekutor.

Babakkedua

Memasuki babak kedua, Inggris tampak lebih santai dalam bermain, tusukan-tusukan tajam agak sedikit berkurang dibandingkan babak pertama. Sementara Panama, memanfaatkan kesempatan itu untuk bermain lebih menyerang walau belum mampu mencetak gol.

Dewi Fortuna menaungi kembali Inggris yang memperlihatkan permainan efektif dan membuat gol pada menit ke-62 lewat Harry Kane yang tanpa sengaja merubah arah bola hasil tendangan keras Ruben Loftus-Cheek dari luar kotak penalti.

Gol balasan Panama akhirnya terjadi lewat pemain pengganti Felipe Baloy yang mampu memanfaatkan dengan baik umpan tendangan bebas yang dilesakan Ricardo Avila dari sisi kanan pertahanan ke depan gawang Inggris pada menit ke-78 dan merubah kedudukan 6-1.

Skor 6-1 pun bertahan hingga wasit Ghead Grisha asal Mesir membunyikan peluit tanda akhir pertandingan.

Dengan hasil ini, Inggris memuncaki Grup G dan dipastikan lolos ke 16 besar bersama Belgia yang sama-sama telah mengumpulkan enam poin namun berbeda selisih gol.

Di pertandingan terakhirnya, Inggris akan menghadapi Belgia dalam pertarungan adu gengsi untuk menentukan pemuncak grup G.

Line-up kedua tim:

Inggris: Jordan Pickford, Kyle Walker, John Stones, Harry Maguire, Kieran Trippier (70' Danny Rose), Ruben Loftus-Cheek, Jordan Henderson (kapten), Jesse Lingard (63' Fabian Delph), Ashley Young, Raheem Sterling, Harry Kane (kapten, 63' Jamie Vardy)

Pelatih: Gareth Southgate

Panama: Jaime Penedo, Michael Murillo, Roman Torres, Fidel Escobar, Eric Davis, Edgar Barcenas (69' Abdiel Arroyo), Armando Cooper, Gabriel Gomez (69'  Felipe Baloy), Anibal Godoy (62' Ricardo Avila), Jose Luis Rodriguez, Blas Perez

Pemain depan Inggris, Harry Kane, meluapkan kegembiraannya setelah mencetak gol dari titik penalti pada pertandingan Piala Dunia G Piala Dunia 2018, antara Inggris dan Panama di Nizhny Novgorod Stadium, di Nizhny Novgorod (24 Juni 2018). (AFP/Martin Bernetti)

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Harry Kane menjadi pencetak gol sementara Piala Dunia 2018 di Rusia dengan torehan lima gol berkat hattrick yang ia torehkan saat Inggris melibas Panama, dengan skor akhir 6-1, Minggu (24/6).

Menurut statistik FIFA, Kane mencetak lima gol dalam 153 menit pertandingan, unggul dari Romelu Lukaku dari Belgia dan kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, yang mencetak empat gol dari dua laga.

Kane dan Lukaku berpeluang menambah pundi-pundi golnya karena Inggris dan Belgia sudah memastikan diri lolos ke babak 16 besar, sebelum pertandingan fase grup terakhir antar kedua negara tersebut digelar pada Kamis (28/6).

Ronaldo pun berpeluang menambah catatan gol ketika Portugal membutuhkan poin saat melawan Iran, Selasa (26/6), guna memastikan tiket lolos ke babak 16 besar.

Striker Rusia Denis Cheryshev dan Diego Costa dari Spanyol juga masuk dalam persaingan pencetak gol terbanyak dengan torehan tiga gol hingga pertandingan kedua. (nov)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...