Olah Raga

Foto : Ratusan siswa Taekwondo di Kediri saat mengikuti kenaikan tingkat.

Foto : Ratusan siswa Taekwondo di Kediri saat mengikuti kenaikan tingkat.

 

Pengkab TI Kabupaten Kediri Gembleng Ratusan Taekwondoin 

 

KEDIRI (KoranTransparansi) - Sedikitnya 100 siswa Taekwondo Indonesia Kabupaten Kediri mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) di kawasan Desa Wisata Sumber Podang, Kecamatan Semen , Kabupaten Kediri, Minggu (13/5/2018). Dimana, para peserta yang mengikuti UKT terdiri dari berbagai tingkatan. 

Dikatakan Ketua Pengkab Taekwondo Indonesia Kabupaten Kediri, Kresna Gunawan, tes fisik dalam UKT adalah tindak lanjut dari ujian teknik yang digelar beberapa waktu lalu. Sebab, Pengkab TI Kabupaten Kediri masih mengikuti peraturan yang lama ,dimana siswa belum bisa dianggap lulus jika belum melakukan ujian fisik.

" Dalam ujian fisik ini kami mengambil tempat di alam terbuka, ini dimaksudkan untuk memupuk para siswa mengenali alam agar bisa menjaga dan melestarikan " kata Kresna.

Menurutnya, dalam tes fisik ini panitia tes juga menyisipkan materi materi yang bersifat nasionalisme , sehingga para siswa juga memiliki rasa nasionalisme yang tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tak hanya itu, UKT ini juga sekaligus untuk 

mempersiapkan atlet-atlet Taekwondo Kabupaten Kediri  dalam ajang kompetisi yang akan diikuti, seperti Kejurda yang diikuti seluruh Pemkab TI.

" Dalam prestasi para Taekwondo kami Alhamdulillah cukup lumayan, dari 100 persen atlit yang dikirimkan 80 persen langganan emas, sisanya perak dan perunggu.Untuk tahun ini, masih tingkat provinsi, namun di tahun sebelumnya kita sudah masuk tingkat nasional" terang Kresna

Dia berharap, agar pemerintah Kabupaten Kediri lebih maksimal memberikan perhatian pada atlit- atlit Taekwondo Kabupaten Kediri mengingat banyak medali yang disumbangkan dari cabang olahraga Taekwondo ini.

" Jika saya boleh jujur banyak sekali medali yang kita dapatkan dari cabor ini, dan kami juga tahu pemerintah saat ini berupaya dalam memberikan perhatian, namun sampai sekarang belum bisa dirasakan secara maksimal, kami berharap mereka bisa melihat lebih jeli atas prestasi- prestasi anak anak ini" tandasnya.(bud)

Feri Pahabol menghadang kiper Borneo FC M Rido.

Samarinda (Korantaransparansi.com) - Persebaya nyaris meraih poin penuh di kandang Pusamania Borneo FC jika wasit jeli dengan gol kedua tuan rumah dalam pertandingan lanjutan Liga 1 yang berakhir imbang 2-2 di Stadion Segiri, Jumat (11/5) sore.

Sempat dua kali unggul lewat gol Irfan Jaya di menit ke-47 dan Yohanes Pahabol di menit ke-78, Bajul Ijo harus puas mengakhiri laga dengan skor 2-2 , setelah dua kali dibalas lewat gol Lerby Eliandry di menit ke-66 lewat penalti dan sundulan di menit ke-86. 

Ditemui usai pertandingan,  Pelatih Persebaya Surabaya, Alfredo Vera, mempertanyakan gol yang dicetak oleh Borneo FC. Dia juga menilai semestinya Persebaya bisa menang.

Dia menilai dalam permainan, timnya cukup bagus. Namun yang membuat dirinya kecewa yakni dua gol yang dicetak oleh lawannya. Gol yang paling menjadi perdebatan adalah gol kedua dari Lerby.  Dari tayangan ulang, si striker terlihat sudah lebih dulu dalam posisi offside sebelum menyambar bola hasil umpan Marlon Silva. Akan tetapi, wasit Musthofa Umarella menyatakan itu sah setelah hakim garis tak mengangkat bendera tanda offside.

"Kkami main bagus, bisa cetak dua gol dikandang Borneo FC, tapi akhirnya kami tidak bisa menang tapi saya senang bisa curi poin. Kami bisa menang, tapi yang terjadi ya terjadi. Kami bisa lihat dua gol dari Borneo FC, ada sesuatu yang tidak benar karena kami kerja benar," kata Vera usai laga.

Vera juga mengindikasikan apa yang terjadi di pertandingan tidak boleh terulang. Semua eleman harus membantu untuk memajukan sepakbola Indonesia. "Saya pikir kami harusnya menang dan ternyata tidak. Saya pikir kalau sepakbola Indonesia mau maju, semua harus bantu, dan saya pikir Anda tahu apa yang saya maksud," te

Dengan hasil imbang ini, Persebaya masih berada di posisi keempat dengan 11 poin dari tujuh pertandingan yang diselesaikan. Sementara Borneo FC berada dengan nilai 8 di posisi ke-13. Posisi Persebaya terancam digusur Persija yang hari ini akan menjamu Madura United di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. (nov)

 Pemain Jepang Mizui Hirari

Surabaya (Korantransparansi.com) - Pebulutangkis andalan putri Jawa Timur Sri Fatmawati berhasil menembus babak final turnamen Wali Kota Surabaya International Victor Open, setelaha di babak semifinal, Jumat malam (11/5) menyingkirkan pemain asal Djarum Kudus Aisyah Sativa Fatetani dua set langsung  21-13 dan 21-18.

Di babak final, pemain  Puslatda PON Jatim yang membela klub Jaya Raya Jakarta ini akan mengadapi pebulutangkis Jepang Mizui Hirari. Mizui sendiri lolos ke final setelah menyingkirkan unggulan keempat asal PB Victor Bogor dengan dua set langsung 21-11 dan 21-16. Babak final digelar di GOR Sudirman, Sabtu (12/5).

Di partai tunggal dewasa putra, Jatim gagal menyertakan seorang pemainnya hingga semifinal. Pada babak semifinal, Bayu Pangesthu yang masuk unggulan 8 menyingkirkan unggulan keenam. Mohamad Febriansyah yang sebelumnya membuat kejutan dengan menumbangkan unggulan pertama Fahmi Mubarok di perempatfinal.

Di final, Bayu akan menghadapi unggulan keenam,  Andi Fadel Muhammad asal klub Victory Bogor yang di babak semifinal menyingkirkan Riyanto Subagio dalam pertarungan sengit tiga set  21-14, 25-27 dan 21-12.

Di hari terakhir kejuaraan yang digelar Pengkot PBSI Surabaya tahun ini akan mempertandingan partai final di semua kelompok umur. Seperti dewasa juga KU 19, KU-17, KU 15 dan KU13. Baik di nomor tunggal putra putra/putri,ganda putra/putri dan ganda campuran.

Tahun ini, kejuaraan yang menyiapkan hadiah total Rp 170 juta tersebut tidak masuk dalam agenda resmi badan bulu tangkis internasional. Sehingga kejuaraan yang diikuti klub-klub dari 8 negara itu bersifat terbuka. (nov)

 

Sri Fatmawati

Surabaya (Korantransparansi.com) - Jawa Timur hanya menyisakan seorang pemainnya Sri Fatmawati yang lolos ke babak semifinal nomor tunggal dewasa putri kejuaraan bulu tangkis Walikota Surabaya International Victor Open yang berlangsung di GOR Sudirman, Jumat (11/05/2018)

Itu pun Sri Fatmawati yang menjadi atlet Puslatda PON Jatim kali ini membela klubnya, Jaya Raya Jakarta. Sri sendiri lolos ke semifinal setelah menyingkirkan unggulan pertama Ni Made Pranista Sulistya Devi asal Exist Jakarta.

Di semifinal, arek Probolinggo itu menantang pemain andalan klub Djarum Kudus, Aisyah Sativa Satetani.  Sementara semifinalis lainnya, pemain asal Jepang Mizui Hirari mendapat kesempatan menghadapi unggulan keempat Meisyah Nur Fitriani asal PB Victory Bogor.

Sementara di nomor tunggal dewasa putra, para pemain asal Jatim seluruhnya tersingkir. Sementara PB Djarum Kudus meloloskan dua pemainnya, Riyanto Subagyo yang masuk unggulan ke empat di turnamen tahunan ini. Kemudian Bayu Pangesthu yang di semifinal nanti akan menantang Mohammad Febriansyah asal Jaya Raya Jakarta.  Sedangkan Riyanto sendiri di babak semifinal akan menghadapi akan menantang unggulan keenam Andi Fadel Muhammad asal klub Victory Bogor.

Perjuangan Bayu yang menjadi unggulan kedelapan cukup berat. Paalnya, Febriansyah sebelumnya mampu mempecundangi unggulan pertama Fahmi Mubarok di babak perempatfinal.

Kejuaraan yang berlangsung sejak Senin (7/05/2018) mempertandingkan kelompok umur, selain dewasa juga KU 19, KU-17, KU 15 dan KU13. Nomor yang dipertandingkan tunggal putra/putri dan ganda putra/putri. Selain tuan rumah Indonesia, kejuaraan akan berlangsung hingga Sabtu (12/05/2018) diikuti tujuh negara tetangga. “Total peserta mencapai 1.400 atlet dari 55 klub yang ada di Indonesia maupun luar negeri,” jelas Ketua Pengkot PBSI Surabaya Bayu Wira. (nov)

Tim Putri Chandra Kirana Kediri.

 

Surabaya (Korantransparansi.com) - Tim putri Chandra Kirana Kediri memastikan menjuarai turnamen sepak bola putri Piala Pertiwi Jatim 2018 setelah di final pesta 13 gol tanpa balas ke gawang Tim Putri ESGE Tubanl di Stadion Gelora Penataran, Kabupaten Tuban, Kamis (10/5) petang.

Sedangkan di perebutan tempat ketiga yang digelar sebelum partai final di stadion yang sama, Putri Kediri berhasil mengalahkan Putri Gayatri Tulungagung dengan 5-1.

Menguasai jalannya pertandingan selama 2×45 menit, gawang Chandra Kirana nyaris tak merasakan ancaman berarti dari para pemain ESGE Tuban yang sebelumnya secara mengejutkan lolos ke final. Maklum, tidak ada serangan yang membahayakan pertahanan tim besutan Weda itu. Bahkan Chandra Kirana memaksa ESGE Tuban bermain setengah lapangan karena kuatnya tekanan yang dilakukan Chandra Kirana sepanjang laga.

“Saya memang meminta anak-anak tidak meremehkan lawan meski secara kualitas kami tahu mereka di bawah tim kami. Tapi, menjaga mental pemain agar tidak gampang puas jauh lebih penting. Supaya mereka tidak pernah bermain di bawah level permainan terbaiknya,” tutur Weda.

Di kubu ESGE Tuban, pelatih Abdul Rokim mengakui keunggulan Chandra Kirana. Ia juga mengakui bila kelas para pemain ESGE Tuban masih di bawah Chandra Kirana. “Kami akui kalah kelas. Tapi jadi runner-up sudah melebihi ekspektasi karena persiapan kami tidak begitu lama,” katanya.

“Gelaran ini cukup bagus, karena sepak bola putri tak seintens sepak bola putra. Semoga dengan keberadaan Piala Pertiwi dan kompetisi sepak bola putri lainnya, sepak bola di Jatim semakin semarak. Kita juga bisa menyumbangkan banyak pemain ke Timnas putri,” ujar Fathur Rohman, anggota Komite Eksekutif Asprov PSSI Jawa Timur.

Fathur juga menambahkan, sebelumnya Jawa Timur sebagai salah satu parameter sepak bola di Indonesia sudah memiliki kontribusi untuk Timnas putri. Sebagai informasi, saat ini ada tiga pemain putri yang dipanggil untuk memperkuat Timnas putri. “Semoga, setelah ini semakin banyak lagi pesepak bola putri Jatim yang terpanggil Timnas,” terangnya.(nov)

 

Alfredo Vera

Surabaya (Korantransparansi.com) - Tim Persebaya sudah berada di Samarinda untuk mempersiapkan diri menghadapi tuan rumah Borneo FC, Jumat (11/5) depan. Pelatih Alfredo Vera mengakui cukup berat bertanding dalam kondisi tim kurang maksimal

Alfredo mengatakan jika semua tim berat karena tidak ada satu pun klub yang dominan, apalagi dalam kondisi tim seperti dialami Persebaya saat ini. Menurutnya, semua tim di Liga 1 mempunyai kekuatan yang sama. Sayangnya, M. Hidayat yang merupakan pemain asal Kalimantan masih belum bisa bermain karena masih dalam penyembuhan cedera. 

Oktafianus Fernando juga dipastikan absen karena kartu merah yang didapatnya di laga menghadapi Arema FC. “Bisa Irfan Jaya, Fandi (Eko Utomo),” ujar Alfredo saat ditanya pengganti Opan.

Bukan hanya itu, Osvaldo Haay yang sakit dan Andri Muliadi yang meminta izin untuk menghadiri pesta pernikahannya di Aceh menambah beban berat kondisi tim. “Valdo masih sakit. Andri ada pesta (pernikahan),”kata Alfredo.

Selain Osvaldo dan Andri, ada juga pemain yang masih dalam penyembuhan cedera yakni Otavio Dutra dan Rachmat Irianto. Sementara, Robertino Pugliara sedang berada di Singapura untuk mengurus KITAS. Ia akan menyusul rekan-rekannya ke Samarinda. Rendi Irwan dan Nelson Alom yang dikabarkan cedera juga sudah fit.

Persebaya dan Borneo FC belum pernah bertemu dalam kompetisi resmi. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi saat perebutan tempat ketiga Piala Gubernur Kaltim Maret lalu. Saat itu gol Rishadi Fauzi berhasil memenangkan Persebaya atas Borneo FC yang saat itu diasuh Iwan Setiawan.

Disinggung soal strikernya yang mandul dalam dua pertandingan terakhir, Alfredo Vera tak merasa risau.  Menurut Alfredo, gol yang datang dari lapangan tengah terjadi karena Persebaya punya sistem permainan yang tak melulu mengandalkan penyerang untuk membobol gawang lawan. 

Bahkan kondisi itu sering terjadi saat tim Bajul Ijo masih bermain di kasta kedua. "Mungkin karena permainan kita seperti itu, dari dulu waktu Liga 2 kita banyak gol dari tengah dan juga sayap," ungkapnya. (nov)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...