Olah Raga

Lima baru Persebaya bersama manajer tim.

Surabaya Koran Tansparansi) - Persebebaya kembali menggelar latihan di lapangan olahraga Polda Jatim, Sabtu (6/1/2018) pagi. Lima pemain baru yang tiba di Surabaya  Jumat (5/1/2018) sore, ikut bergabung dalam latihan.

Seperti diketahui, Persebaya meresmikan empat pemain lokal anyar dari Persipura Jayapura. Para pemain asal Papua tersebut adalah fullback kiri Ruben Sanadi, gelandang bertahan Nelson Alom, sayap kiri Osvaldo Haay, dan pemain sayap Ferinando Pahabol. Selain itu, mantan pemain Bhayangkara FC asal Brasil Otavio Dutra juga sudah  menjadi bagian skuad tim berjuluk Bajul Ijo dalam mempersiapkan tim ke Liga 1 musim 

Kelima pemain juga sudah menjalani tes fisik dan medis di Indonesia Sports Medicine Centre (ISMC) di kawasan Senayan, Jakarta. Ini sesuai prosedur jika ada pemain ke klub lain wajib menjalaninya. “Para pemain baru ini sudah menjalani tes medis dan fisik di ISMC, Kamis (21/12/2017 ) dan Jumat (22/12/2017). Kami benar-benar dibuat kagum dengan hasil tes tersebut,” papar Chairul Basalamah, manajer Persebaya. “Salah satu hasil tes, yakni VO2 max para pemain baru ini sangat mengembirakan,” lanjutnya.

Sementara itu Osvaldo mengaku bangga bisa memperkuat tim kebanggaan arek Suroboyo ini. Menurutnya selain karena memiliki darah Jawa Timur yang identik dengan Persebaya. Ia menilai tim berjuluk Bajul Ijo merupakan klub besar di tanah air.

“Selain karena ibu saya dari Banyuwangi, saya juga lihat Persebaya memiliki kans juara di Liga 1. Saya tahu Persebaya punya pemain sangat berkualitas dan bagus di setiap lini. Ditambah dengan pendukung fanatik, Bonek. Suporter yang sangat militan dalam mendukung tim pujaannya,” kata pemain timnas Indonesia U-22 ini.

“Target, semua tentu ingin juara. Tapi yang terpenting bagi saya adalah bisa memberikan yang terbaik bagi Persebaya di setiap pertandingan,” tutup Valdo, sapaan akrabnya. (nov)

Menghadapi turnamen piala Presiden dan Kompetisi Liga l Persebaya mulai latihan perdana yang diikuti 14 pemain

Surabaya (Koran Transparansi) - Persebaya menggelar latihan resmi perdana di Lapangan Olahraga Polda Jatim, Jumat (5/1) pagi. Dari 17 pemain yang dipertahankan, latihan hari kedua diikuti 14 pemain.

Sebenarnya Persebaya sempat mengumumkan latihan perdana Kamis sore (4/1). Namun karena saat itu lapangan Polda Jatim becek akibat hujan, sehingga asisten pelatih Esteban Horacio Busto memilih memindahkan latihan ringan di Bhaskara Futsal Arena.

Terdapat dua pemain produk kompetisi internal Persebaya gelandang Jossa Andika Dwi Pratama (Indonesia Muda) dan kiper Stevano Alexander Pietersz (Semut Hitam) dalam latihan perdana itu. Selain itu nampak pula mantan penjaga gawang Bali United Alfonsius Kelvan yang pernah berkiprah di klub internal Fatahillah 354.

Ketiga pemain tersebut juga nampak di sesi latihan, kemarin pagi. Program latihan pagi digelar tim pelatih untuk mengantisipasi cuaca yang tidak menentu. Hal itu diakui Esteban Horacio Busto. “Perubahan jadwal latihan ini sebagai antisipasi cuaca yang tidak menentu saat sore hari. Dan untuk latihan hari ini dan kemarin masih sama tujuannya. Yakni mengembalikan kondisi fisik pemain setelah lama berlibur,” ujar pelatih asal Argentina ini.

Sama seperti sebelumnya, masih ada tiga pemain yang belum bergabung dalam latihan. Mereka adalah Ricky Kayame, Fandry Imbiri dan Muhammad Hidayat. Nama terakhir absen karena masih menyelesaikan urusan perkuliahannya. (nov)

 Foto : ILUSTRASI : Petenis Yunior yang siap untuk mengharumkan nama bangsa dan negara di pstas dunia.
Jakarta (Koran Transparansi) - Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) tidak mengincar prestasi tinggi dalam turnamen tenis beregu khusus putra, Piala Davis pada Februari 2018.
 
Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Pusat Pelti Dedy Prasetyo menyatakan target Indonesia yang dalam edisi 2018 ini masih berhak berlaga di Grup II Zona Asia/Oseania, adalah untuk pembinaan.
 
"Untuk tahun ini dalam Davis, kami tak mengincar prestasi, namun target besarnya adalah pembinaan dengan pertimbangan tenis Indonesia dewasa ini," kata Dedy di Jakarta, Kamis.
 
Hal tersebut, kata Dedy, tidak terlepas dari sudah cukup lamanya Indonesia nir-prestasi dalam ajang Piala Davis ini meski sebenarnya memiliki potensi yang tidak bisa dibilang jelek.
 
"Sudah cukup lama kita kalah di ajang itu, mana bisa langsung saat ini menang, dengan perkembangan yang ada dalam tenis, karenanya untuk target tahun ini kami hanya mau memberi semangat pemain muda sambil mencoba sekuat tenaga berharap bertahan di grup II dan tahun depan lebih baik dan jangka panjang," ujarnya.
 
Apa yang diungkapkan oleh Deddy yang juga saat ini turut melatih tim piala Davis Indonesia itu, juga diungkapkan oleh Ketua Umum PP Pelti Rildo Ananda Anwar yang menyatakan Piala Davis 2018 adalah langkah besar tenis Indonesia dalam lima tahun terakhir.
 
"Kita semua harus berani memberi kesempatan pada pemain muda, bahkan masukan-masukan pemain seperti Christopher Rungkat juga sepakat karena mereka menilai jika tidak sekarang kapan lagi," ujar Rildo.
 
Menurut Rildo, dengan diberikan kesempatan para pemain muda dalam turnamen sekelas piala Davis, merupakan suatu hal yang sangat baik demi masa depan tenis Indonesia.
 
"Langkah memotivasi pemain muda ini memang langkah yang berani, tapi ini musti dilakukan demi masa depan tenis Indonesia, tunggu satu dua tahun lagi dari sekarang, apa yang kami lakukan akan terlihat hasilnya," ujar Rildo.
 
Adapun tim Piala Davis Indonesia untuk tahun 2018 ini, dimotori oleh pemain-pemain muda seperti M. Althaf Dhaifullah (17), M. Rifqi Fitriadi (18), Anthony Susanto (20), dan David Agung Susanto (26) serta Justin Barki (17) yang kemungkinan akan bergabung pada ronde kedua.
 
Pada ronde pertama Piala Davis, akan dilaksanakan pada 3-4 Februari 2018 di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. (nov)
Setelah libur natal dan tahun baru, Bhayangkara FC mulai jalani latihan hadapi musim kompetisi mendatang
Judul  : 
Foto   : Setelah libur natal dan tahun baru, Bhayangkara FC mulai jalani latihan hadapi musim kompetisi mendatang
 
 
Jakarta  -  Juara Liga 1 2017 Bhayangkara FC mulai menjalani pemusatan latihan (TC) dalam persiapan menghadapi kompetisi musim depan.
 
Tim besutan Simon McMenemy itu menjalani pemusatan latihan di National Youth Training Center (NYTC), Sawangan, Depok, Jawa Barat. Pemusatan latihan berlangsung mulai hari ini (4/1/2018) hingga 14 Januari 2018.
 
Aktivitas ini diawali Kamis (4/1) pagi dengan menggelar sesi tes medis. Sore hari nanti rencananya akan ada aktivitas latihan di lapanga mulai pukul 15.00 WIB.
 
Pada hari ke-2, Jumat (5/1) pagi, penggawa The Guardian dijadwalkan menjalani serangkaian tes fisik dan pada sore pukul 15.00 WIB kembali berlatih di lapangan.
 
Selain tes medis yang digelar kamis (4/1/2018), Indra Kahfi Ardhiyaksa cs juga dijadwalkan menjalani dua pertandingan uji coba, masing-masing pada tanggal 7 dan 11 Januari. Rencananya, di kedua laga uji coba tersebut Bhayangkara FC akan berhadapan dengan tim Liga 2. Di luar agenda tersebut, pemusatan latihan Bhayangkara FC akan diisi dengan dua sesi latihan; pagi hari pukul 07.30 WIB dan sore hari pukul 15.00 WIB yang fokus pada fisik.
 
"Kami memang tidak ingin TC jangka panjang karena bisa membuat jenuh para pemain. Kami menilai waktu 6-8 pekan sudah ideal untuk TC. Dengan catatan, semua dijalani dengan intensitas yang tinggi. Musim baru, tantangan baru. Tantangan yang tentunya jauh lebih berat. Kini, semua tim akan datang untung mengalahkan kami. Karenanya, kami harus bekerja keras. Kendati dalam TC ini fokus latihan kami adalah fisik, namun tetap ada latihan possesion dan small side game," ucap Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy.
 
Sederet pemain baru Bhayangkara FC dipastikan bergabung mengikuti TC itu. Di antaranya ada Herman Dzumafo Epandi, Vladimir Vujovic, dan Vendry Mofu.
 
Bhayangkara FC turut memulangkan Muhammad Hargianto dan Dinan Yahdian Javier, yang musim lalu dipinjamkan ke klub lain. Zah Rahan Krangar pun telah digaet, kendatipun saat ini ia masih merampungkan proses mendapatkan KITAS sebelum bergabung dengan tim.
 
Selain nama-nama tersebut, TC Bhayangkara FC juga diwarnai kehadiran sejumlah pemain berstatus seleksi. Setidaknya, hadir empat pemain berstatus seleksi. Salah satunya, mantan penyerang Chonburi FC asal Amerika Serikat.
 
Sementara dua pemain asing musim lalu yang dipertahankan, Paulo Sergio Moreira Goncalves dan Lee Yoo-Joon, belum bisa bergabung latihan. Sergio masih harus menjalani pemeriksaan terkait retak di tulang pipinya dan dijadwalkan baru bergabung pada 14 Januari. Sementara Lee Yoo-Joon akan menikah pada 8 Januari sehingga baru bisa bergabung pada 11 Januari. (nov)
 
 
 
Skuad Bhayangkara FC LIGA 1 2018
 
 
 
KIPER
 
1. Awan Setho Raharjo
 
2. Fauzal Mubaraq
 
3. Panggih Prio Sembodho*
 
BEK
 
4. I Putu Gede Juni Antara
 
5. Jajang Mulyana
 
6. Muhammad Fatcu Rochman
 
7. Muhammad Sahrul Kurniawan
 
8. Golfriedo Agustinus Syauta
 
9. Indra Kahfi Ardhiyaksa
 
10. Ambrizal*
 
11. Sedek Sanaky*
 
12. Nurhidayat*
 
13. Vladimir Vujovic*
 
GELANDANG
 
14. Alsan Putra Masat Sanda
 
15. Teuku M Ichsan
 
16. Wahyu Subo Seto
 
17. Paulo Sergio Moreira Goncalves
 
18. Lee Yoo-Joon
 
19. Evan Dimas Darmono
 
20. Vendy Mofu*
 
21. Muhammad Hargianto#
 
22. Zah Rahan Krangar*
 
PENYERANG
 
23. Dendy Sulistyawan
 
24. Ilham Udin Armaiyn
 
25. Dinan Yahdian Javier#
 
26. Herman Dzumafo Epandi*
 
27. Maldini Pali*
 
28. I Made Wirahadi*
 
Keterangan:
 
*: Pemain baru
 
#: Kembali usai dipinjamkan ke klub lain
 
Evan Dimas Darmono & Ilham Udin Armaiyn: Menunggu keputusan dengan klub barunya. Jika batal, keduanya akan kembali bermain untuk Bhayangkara FC.
Pasukan Green Force siap siap menghadapi piala Presisden dengan merekrut dua pamian sing .

Surabaya (Koran Transparansi) - Persebaya sudah mendaftarkan diri sebagai peserta turnamen Piala Presiden 2018 yang dimulai bulan depan. Hanya saja, tim asuhan Alfredo Vera justru masih belum menyiapkan materi pemain andalannya termasuk rencana mendatangkan tiga pemain asing.

Terbaru, pemain asing Persebaya yang nantinya disiapkan terutama menghadapi kompetisi Liga 1 2018 ada tiga, dan dikabarkan telah setuju untuk membela Bajol Ijo. Manajer Persebaya Chairul Basalamah menuturkan jika dua pemain asing yang akan didatangkan Persebaya berasal dari Argentina.

“Dua pemain asal Argentina masih bermain untuk klubnya karena kompetisi masih berlangsung. Satu klub masih menggandoli pemainnya karena dia menjadi top skor klub. Mereka masih bingung mencari penggantinya,” ungkap Chairul Rabu (3/1).

Keduanya, menurut Chairul, telah bersedia bergabung dengan Persebaya. “Sekarang tinggal hubungan antara Persebaya dan dua klub Argentina itu,” katanya. Sementara, satu pemain lain yang akan direkrut telah malang melintang di kompetisi sepak bola nasional. Sayangnya, Chairul tidak mau mengungkapkan nama ataupun inisial pemain tersebut.

Disinggung nama Andik Vermansah, Abud –panggilan akrab Chairul Basalamah belum mau berkomentar.  "Saya gak mau komen," ungkapnya. Bahkan ketika dimintai pendapat soal penggalangan dana bertajuk #KoinUntukAndik yang dilakukan oleh pendukung Persebaya, Bonek Mania, Chairul tetap diam. Pria yang akrab disapa Abud itu tidak mau berkata apapun soal aksi pengumpulan dana tersebut.

Persebaya sendiri mulai menjalani latihan di lapangan Olahragaa Polda Jatim, sore ini (4/1/2018) dan diikuti 17 pemain. Sementara empat pemain asal Papua dijadwalkan baru bisa bergabung Jumat besok (5/1/2018). Keempatnya yakni Fernando Pahabol, Oslavdo Haay, Ruben Sanadi dan Nelson Awom. (nov)

Mnejer Persebaya Azrul Ananda paling kanan, lalu Alfredo Vera (tengah) menolak adanya anggapan Persebaya rasa Persipura.

Surabaya (Koran Transparansi) - Manajamen tim Persebaya menolak anggapan tim berjuluk Bajul Ijo banyak akan mengandalkan pemain asal Persipura. Meskipun saat ini, pelatih Alfredo Vera sudah mendatangkan pemain asal Papua tersebut.

Keempat pemain tersebut, yaitu Feri Pahabol, Osvaldo Haay, Nelson Alom, dan Ruben Sanadi.  Mereka juga menolak anggapan tidak memaksimalkan potensi pemain asli Surabaya atau jebolan kompetisi internal.

Bagi pelatih Persebaya Alfredo Vera, penilaian tersebut sangat tidak relevan dengan kondisi skuat yang ada sekarang. Menurutnya, dari 17 pemain yang dipertahankan Persebaya, setidaknya 10 di antaranya merupakan binaan kompetisi internal. Mereka adalah Dimas Galih, M. Syaifuddin, Adam Maulana, Misbakus Solikin, Rachmat Irianto, M. Irvan Febrianto, Oktafianus Fernando, Rendi Irwan, Sidik Saimima, dan Abu Rizal Maulana.

Dua pemain muda di antaranya berhasil mengalami perkembangan signifikan di bawah asuhan Alfredo. Dua pemain itu, yakni Adam dan Rian, sapaan akrab Rachmat Irianto. Mereka melakoni debut di bawah mantan pelatih Persipura itu. "Sekarang banyak orang bersuara soal putra daerah. Coba dicek lagi, Adam dan Rian. Mereka itu asli Surabaya dan dari internal (Persebaya). Saya yang kasih mereka jam terbang," kata pelatih 45 asal Argentina ini.

Rian menjalani debut di Persebaya saat menjamu Persatu Tuban (6/7/2017). Saat itu, Persebaya berhasil menang 2-0. Bek Timnas Indonesia U-19 itu tampil tenang hingga Bajul Ijo mencatatkan cleansheet untuk kali pertama di Liga 2 2017. Sedangkan Adam, menjalani debut saat melawat ke markas Madiun Putra (20/7/2017). Di laga tersebut, Persebaya juga pulang dengan tiga poin setelah menang 2-1.

Adam mulai diandalkan Alfredo saat Persebaya memasuki babak 8 besar. Ban kapten sempat melingkar di lengannya kala Persebaya melawan PS Mojokerto Putra (21/11/2017). Hal Itu kali pertama dia menjadi starter dan tampil 90 menit.

Setelah itu, dia terus menjadi andalan saat semifinal melawan Martapura FC dan laga final melawan PSMS Medan. Adam mampu menggantikan peran yang ditinggalkan Misbakus Solikin, yang sedang cedera.

"Setiap tim pasti punya karakter yang berbeda. Persebaya punya sendiri, Persipura juga. Selama ini, kami selalu maksimalkan pemain internal. Kalau bagus, saya pasti akan pakai karena memang dibutuhkan oleh tim," ujar pelatih yang membawa Persipura juara ISC 2016 ini. (nov)

banner