Olah Raga

Bru sekali turun lapangan langsung dudfuk manis di pinggir lapangan akibat cidera. Itulah nasip Ok John, ex main Madura UNitd yang kini bergabung Persbaya.

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Pemain Persenbaya OK John baru sekali turun lapangan saat menghadapi PSIS Semarang pekan lalu . Namun Ok John sudah harus minggir dan duduk manis dipinggir lapangan ketika bajok ijo merumput menghadapi Persib  Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Kamis (26/7/2018) nanti malam. Mantan pemain Madura United itu menderita cidera.

Dia juga kembali menambah daftar pemain Persebaya yang mengalami cedera, khususnya di lini belakang. Sebelumnya sudah terjadi pada pemain belakang lainnya, Andri Mulyadi saat lawan Bhayangkara FC. Sementara Rahmad Irianto sudah lama tidak bisa diturunkan akibat cedera yang membuat kakinya harus dioperasi. Untungnya, Otavio Dutra yang sudah sembuh dari bisa diturunkan.

Sempat muncul kekhawatiran pemain naturalisasi berdarah Nigeria itu bakal mengalami cedera serius. Namun, dokter tim Persebaya, Adhimas Hapto Prakoso, memastikan kondisinya tidak terlalu parah.  "Setelah diperiksa, OK John hanya mengalami kram saja. Tapi, dia memang harus istirahat. Kami akan mengobservasi kondisinya sampai akhir. Sekarang masih dalam pemulihan," kata dokter lulusan Universitas Soochow, China, tersebut.

Saat ini belum ada kepastian mengenai cedera yang dialami bek berusia 35 tahun itu. Tim medis Persebaya sedang berusaha untuk terus menelusuri masalah yang dialami OK John.  "Kemungkinan absen di laga berikutnya ada, tapi kami tetap observasi dulu karena jadwal sekarang sangat mepet. Kalau dipaksakan, recovery untuk kondisinya pasti tidak maksimal," imbuh dokter asli Surabaya itu.

OK John dipastikan bakal absen saat Persebaya menjamu Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (26/7/2018). Selain karena cedera, OK John juga tidak bisa diturunkan karena berstatus pemain anyar sementara ini merupakan laga tunda.

OK John baru bergabung bersama tim berjuluk Bajul Ijo pekan lalu setelah putus kontrak dengan Madura United. Selain OK John, Persebaya juga mendapat pemain naturalisasi Raphael Maitimo yang juga dilepas Madura United ke Persebaya dengan status pinjaman. Secara otomatis Raphael juga tidak bisa diturunkan lawan Persib. (nov)

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kiri) dan Hendra Setiawan (kanan)

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Ganda putra unggulan kelima Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menyumbang gelar semata wayang untuk Indonesia pada Singapura Terbuka setelah mencetak kemenangan pada final, Minggu

Pada laga penutup final di Singapore Indoor Stadium, Singapura, Ahsan/Hendra hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk menundukkan pasangan China Ou Xuanyi/Ren Xiangyu 21-13, 21-19 sekaligus memastikan gelar juara.

"Pastinya kita senang dengan hasil ini bisa juara lagi, sejak beberapa tahun lalu dan kali ini juara lagi. Untuk pertandingan tadi walau kita mendominasi tapi tak mudah, karena kita harus tetap terus fokus dan berusaha agar lawan tidak berkembang mainnya," ujar Ahsan seperti dikutip PBSI.

Sementara Hendra berharap kemenangan tersebut dapat menambah percaya diri mereka untuk menghadapi turnamen selanjutnya.

“Dengan hasil ini semoga bisa menambah kepercayaan diri kita untuk turnamen ke depannya. Di gim dua kita kaget, lawan mainnya lebih lepas dan tidak gampang mati tadi. Kitanya aja yang kepancing,” katanya.

Itu merupakan satu-satunya gelar yang diperoleh Indonesia setelah sebelumnya, ganda campuranTontowi Ahmad/Liliyana Natsir harus puas sebagai runner-up seusai dikalahkan pasangan Malaysia Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai 19-21, 18-21.

Berikut ini daftar lengkap juara Singapura Terbuka:

1. Ganda campuran:  Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai (2) (Malaysia) vs Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (1) (Indonesia)  19-21, 18-21

2. Tunggal putra: Chou Tien Chen (1) (Taiwan) vs Hsu Jen Hao (Taiwan) 21-19, 21-18

3. Tunggal putri: Sayaka Takahashi (5) (Jepang) vs Gao Fangjie (7) (China) 25-23, 21-14

4. Ganda putri: Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata (5) (Jepang) vs Nami Matsuyama/Chiharu Shida (Jepang) 16-21, 24-22, 21-13

5. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (5) (Indonesia) vs Ou Xuanyi/Ren Xiangyu (China) 21-13, 21-19. (nov)

Aksi Suporter PSIS Semarang dalam laga melawan Bajol Ijo Persebaya

SEMARANG (KoranTransparansi.com) - Dua musuh bebuyutan asal klub Perserikatan PSIS Semarang melawan Persebaya Surabaya tetao saja menjadi tontotan menarik. Bukan aja serunya dilapangan hijau, namun supoterpun memberikan nuasa kreatif. 

Suporter Panser Biru, julukan PSIS melakukan gerakan koreografi dalam pertandingan lanjutan Liga 1 Indonesia antara PSIS melawan Persebaya Surabaya di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (22/7/2018). Dalam pertandingan tersebut PSIS mengalahkan Persebaya dengan skor 1-0. Padahal semula kubu Persebaya sangat optimis bisa mempermalukan tuan rumah PSIS.

 

Pesepak bola Bali United Melvin Platje (kedua kanan) berebut bola dengan pesepak bola Bhayangkara FC Jajang Mulyana (kanan) dalam Pertandingan Sepak Bola Liga 1 2018 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (21/7/2018).

Gianyar, Bali (KoranTransparansi.com) - Tim Bhayangkara FC menang 3-2 melawan Bali United pada kompetisi sepak bola Liga 1 musim 2018 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Sabtu malam.

Pertandingan sepak bola tersebut sejak menit pertama sudah menunjukkan serangan tim Bhayangkara FC ke areal tuan rumah Bali United. Bahkan beberapa kali pemain Bhayangkara hampir menjebol gawang tim "Serdadu Tridatu".

Namun berkat kecekatan pemain Bali United justeru dimanfaatkan untuk melakukan serangan, sehingga pada menit ke-8 melalui sundulan kepala Antonius Johannes Melvin Platje atas umpan Fadil mampu mencetak gol.

Tim Bhayangkara pun melakukan manuver serangan melalui lini depan, sehingga pada menit ke-32 pemain Marinus ?Mariyanto Wanewar melalui umpan Muhamad Hargianto mampu membobol gawang yang dijaga Wawan Hendrawan.

Pemain tuan rumah pun melakukan serangan panjang, sembari memperbaiki umpan pemain sayap kiri dan kanan, sehingga pada menit ke-34 melalui sundulan kepala Stefano Lilipaly melalui umpan Antonius Johannes Melvin Platje menambah gol. Hingga babak pertama turun minum Bali United unggul 2-1.

Namun pada babak kedua, permainan Bhayangkara FC kembali bangkit untuk mengejar ketertinggalan skor pada babak sebelumnya, dengan strategi penyerangan ke areal tuan rumah. Sehingga pada menit ke-55 melalui tendangan salto Marinus Mariyanto Wanewar memasukkan bola ke gawang Bali United. Kedudukan pun menjadi sama 2-2.

Tetapi menit-menit menjelang berakhir, pesepakbola Bhayangkara FC berusaha sekuat tenaga untuk memetik kemenangan dengan strategi umpan bola panjang, sehingga tak disangka pemain Marinus Mariyanto Wanewar kembali mencetak gol, berawal dari memanfaatkan permainan umpan bek kiri. Hingga peluit panjang ditiup wasit Thorio M Alkatiri dari Jawa Barat kedudukan Bhayangkara FC lawan Bali United menjadi 3-2.

Pelatih kepala Bhayangkara FC Simon MC Menemy mengaku anak asuhnya sekuat tenaga untuk dapat memenangkan pertandingan pada malam ini. Walau dari segi penonton dukungan memang tidak berimbang, tapi mereka tetap tenang dan menjaga emosi.

"Anak asuh kami sudah sesuai dengan arahan pelatih. Teknik yang dilakukan juga diterapkan sesuai arahan kami. Kami akui permainan malam ini seru. Kedua kesebelasan sudah bermain bagus," ucapnya.

Sementara itu, pelatih kepala Bali United Widodo Cahyono Putro mengatakan permainan anak asuhnya sudah baik, terbukti pada menit awal sudah mampu mencetak gol.

"Namun memang pada babak kedua permainan yang dilakukan agak lemah, apalagi terjadi pergantian pemain penyerangnya, antara lain Platje dan kaptennya Fadil karena mengalami kesakitan. Kami akan evaluasi atas kekalahan melawan tim Bhayangkara. Dan berharap kepada pemain tidak surut serta lebih semangat lagi. (nov)

Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad (kanan) dan Liliyana Natsir (kiri).

Jakarta (KoramnTransparansi.com) - Ganda campuran peringkat satu dunia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mencapai final Singapura Terbuka setelah menundukkan pasangan Indonesia lainnya Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow 26-24, 21-17.

Keberhasilan pada semifinal di Singapore Indoor Stadium, Sabtu, itu menjadi final kedua beruntun bagi Tontowi/Liliyana setelah sebelumnya mencapai final dan menjuarai Indonesia Terbuka.

"Puji Tuhan, pasti senang bisa ke final lagi. Apalagi setelah juara di Indonesia Open persiapan hanya seminggu kurang, kita sudah datang ke turnamen ini. Sebagai pemain senior kita harus pintar-pintar menjaga setaminanya," ujar Liliyana Natsir seperti dikutip laman resmi PBSI.

"Di game pertama, kita terlalu banyak berhati-hati, banyak melakukan kesalahan sendiri. Mestinya kita main normal, karena saya melihat Akbar/Winny itu tegang. Seharusnya kita bisa memanfaatkan keadaan mereka itu," tambahnya.

Sementara Tontowi menilai Albar/Winny mempunyai pertahanan dan serangan yang cukup bagus. "Untuk keseluruhannya sih, mereka juga bagus," katanya. 

Pada final besok, unggulan teratas itu akan melawan unggulan kedua asal Malaysia Goh Soon Huat/Shevon Jamie Lai yang menundukkan pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai 21-18,21-14.

"Lawan pasangan Malaysia yang sudah masuk ke final, pastinya bagus. Jadi kita tetap mengantisipasi permainan mereka besok dan seperti biasa kita akan mempelajari permainan mereka. Tentunya lebih siap capek lagi, karena pemain Malaysia itu cukup ulet dan pertahaan cukup kuat. Untuk besok kita akan berusaha dan memberikan yang maksimal," ujar Liliyana. (nov)

Dihadapan ribuan bonexmania Persebaya mampu menyuguhkan kemanngan 2-0 atas PSMS Medan di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (198/7/2018) malam

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Persebaya Surabaya sukses mengalahkan PSMS Medan 2-0 dalam pertandingan Liga 1 di Stadion Bung Tomo, Rabu (18/7/2018). Dua gol Persebaya membuat PSMS makin terbenam di dasar klasemen sementara Liga 1.

Kedua tim membutuhkan poin penuh pada pertandingan ini, khususnya PSMS. Pasalnya, PSMS sedang berada di zona degradasi pada klasemen sementara Liga 1.

Tak heran, PSMS pun bermain lebih ngotot pada pertandingan Liga 1 ini. Pada menit ke-19, Yessoh lepas dari perangkap offside, namun tendangan mendatarnya masih bisa digagalkan barisan lini belakang Persebaya.

PSMS terus mencoba menggempur pertahanan Persebaya. Namun gol pertama justru lahir untuk Persebaya pada menit ke-35.

Ruben Sanadi mengirim umpan silang ke kotak penalti PSMS. Umpan Ruben pun dapat dimaksimalkan Irfan Jaya yang luput dari pengawalan lini belakang PSMS.

PSMS yang berada di bawah asuhan pelatih baru, Peter Butler mencoba mencari gol penyeimbang. Namun hingga babak pertama, PSMS ternyata gagal. Alhasil, Persebaya menutup prtandingan hasil akhir 2-0. (nov)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...