Olah Raga

Piala Dunia 2018 : Penalti Modric antar Kroasia gilas Nigeria 2-0

Jakarta  (KoranTransparnsu.com) - Kroasia untuk sementara menduduki puncak klasemen Grup D Piala Dunia 2018 berkat kemenangan 2-0 atas Nigeria yang tercipta bekat gol bunuh diri Oghenekaro Etebo dan penalti Luca Modric di Kaliningrad, Minggu dini hari WIB.

Pasukan Zlatko Dalic memimpin 1-0 saat sundulan Mario Mandzukic pada menit 32 yang meneruskan sepak pojok Luka Modric justru dibelokkan ke dalam gawang sendiri oleh Oghenekaro Etebo pada menit 32.

Pada babak kedua, Luka Modric menjadi sosok paling menetukan bagi Kroasia setelah mencetak gol kemenangan dari eksekusi penalti menyusul pelanggaran William Troost-Ekong yang menjatuhkan Mandzukic.

Kroasia yang mengandalkan serangan taktis lebih menguasai jalannya laga dengan peluang-peluang yang dihasilkan Ivan Perisic, Modric dan Mandzukic.

Sedangkan Nigeria, yang lebih mengandalkan fisik dan kecepatan, justru sulit mengembangkan permainan karena distribusi bola dikuasi duet gelandang Kroasia, Modric dan Ivan Rakitic.

Hasil ini tentunya memberikan keuntungan bagi Kroasia karena menjadi pemuncak klasemen, saat salah satu tim terkuat di grup mereka Argentina dipaksa imbang 1-1 atas Islandia pada laga sebelumnya.

Susunen pemain:

Kroasia (4-2-3-1): Subasic, Vrsaljko, Lovren, Vida, Strinic, Rakitic, Modric, Perisic, Kramaric, Rebic, Mandzukic.

Nigeria (4-2-3-1):  Uzoho, Shehu, Troost-Ekong, Balogun, Idowu, Ndidi, Oghenekaro, Iwobi, Obi, Moses, Ighalo.

Pemain Timnas Denmark, Yurary Poulsen, merayakan gol yang diciptakannya bersama rekan setimnya, Christian Eriksen, di pertandingan Grup C Piala Dunia 2018 di Mordovia Arena, Saransk, Sabtu (16/6/2018). (AP Photo/Martin Meissner)

RUSIA - Timnas Denmark menang 1-0 atas Peru pada laga Grup C Piala Dunia 2018, di Mordovia Arena, Saransk, Sabtu (16/6/2018). Gol tunggal Denmark dicetak Yurary Poulsen. 

Denmark maupun Peru bermain hati-hati sejak awal pertandingan. Peru mampu memberikan beberapa ancaman serius dalam 20 menit pertama. Namun, Tim Dinamit tampak lebih baik dalam mengalirkan bola dan menguasai jalannya pertandingan.

Namun, nasib sial dialami gelandang bertahan Denmark, William Kvist, saat laga baru berjalan sekitar setengah jam. Pemain Denmark itu harus dibawa keluar dengan menggunakan tandu setelah mengalami benturan serius di bagian tulang rusuk.

Pelatih Denmark, Agen Hareide, pun memutuskan untuk memasukkan Lasse Schone untuk menggantikan Kvist pada menit ke-36.

Peru mendapatkan hadiah penalti setelah wasit Bakary Papa Gassama menunjuk titik putih pada menit ke-44 setelah melihat tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR). Bakary melihat Yurary Poulsen melanggar Christian Cueva di kotak penalti.

Namun, Cueva yang mengambil eksekusi penalti itu gagal melakukan tugasnya dengan baik. Kiper Timnas Denmark, Kasper Schmeichel, sudah salah menebak arah bola, namun tembakan Cueva melayang jauh di atas mistar gawang. 

Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, kedua tim mengawali paruh kedua dengan permainan cepat. Peru tampak lebih bersemangat ketimbang Denmark dalam bermain. Sejumlah ancaman diperlihatkan anak asuh Ricardo Gareca itu.

Berawal dari serangan cepat yang dilakukan Denmark, sebuah gol tercipta pada menit ke-59 melalui kaki Yurary Poulsen. Pemain bernomor punggung 20 itu berlari dari sisi kiri sambil terus mengamati Christian Eriksen yang membawa bola menuju jantung pertahanan Peru.

Yurary menambah kecepatannya ketika melihat Eriksen melepas umpan terobosan ke arahnya dan dengan tenang mengoyak jala gawang Peru yang dikawal Pedro Gallese.

Tertinggal satu gol tak membuat Peru kehilangan semangat. Jefferson Farfan dkk. justru menambah intensitas permainan dan berusaha untuk menciptakan peluang. Namun, penyelesaian akhir tim asal Amerika Selatan itu terbilang buruk.

Hingga pertandingan berakhir, tak ada gol tambahan yang tercipta. Timnas Denmark berhasil mengamankan tiga poin dan kini berada di peringkat kedua Grup C Piala Dunia 2018. Denmark hanya kalah produktivitas gol dari timnas Prancis yang berada di puncak grup berkat kemenangan 2-1 atas Australia.

Susunan pemain:

Peru (4-2-3-1): Pedro David Gallese (kiper); Luis Advincula, Christian Ramos, Alberto Rodriguez, Miguel Trauco (belakang); Renato Tapia, Victor Yotun, Andre Carrillo, Christian Cuevas, Edison Flores (tengah); Jefferson Farfan (depan)

Pelatih: Ricardo Gareca

Denmark (4-2-3-1): Kasper Schmeichel (kiper); Henrik Dalsgaard, Simon Kjar, Andreas Christensen, Jens Larsen (belakang); William Kvist, Thomas Delaney, Yurary Poulsen, Christian Eriksen, Pione Sisto (tengah); Nicolai Jorgensen (depan) (NOV)

 Lionel Messi saat laga Argentina - Islandia.

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Sang megabintang Argentina Lionel Messi dipaksa mengakui ketangguhan lini belakang tim Islandia sebagai tim muda dalam Piala Dunia 2018 di Rusia karena tidak satu gol pun yang dihasilkannya pada pertandingan pertama penyisihan Grup D di Stadion Spartak Moskow, Rusia, Sabtu.

Pemain penyerang asal klub Barcelona itu, seperti dipantau Antara dalam situs resmi Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) di Jakarta, Sabtu, setidaknya 10 kali mengarahkan serangan ke gawang Hannes Halldorsson sejak babak pertama hingga tambahan waktu lima menit pada babak kedua.

Messi pun menggunakan strategi umpan 1-2 bersama Sergio Aguero, Angel Di Maria, dan Nicolas Tagliafico ketika serangan-serangan langsungnya masih dapat diredam pemain bertahan Strakarnir okkar.

Puncaknya, Messi yang juga menjadi kapten tim gagal mengeksekusi tendangan penalti pada menit ke-64 pun karena bola mudah terbaca sang kiper Islandia.

Mantra El Messiah maupun La Pulga seakan tidak mempan dihadapan formasi bertahan Magnusson, Sigurdsson, Arnason, dan Saevarsson.

Pelatih Argentina Jorge Sampaoli tampak tidak ingin hanya mengandalkan bintang utamanya itu pada laga pembuka. Dia menurunkan Gonzalo Higuain pada menit ke-84 yang menggantikan Maximiliano Meza demi menambah kekuatan serangan.

Sampaoli bahkan telah menyusun lini timnya sehari lebih awal dengan memasangkan dua pemain berpengalaman Javier Mascherano dan Lucas Biglia di lini tengah. Dia juga memasang Sergio Aguero pada menit-menit awal dibanding Higuain demi mendampingi Messi.

Ekspresi kekecewaan tidak dapat disembunyikan Messi ketika wasit Szymon Marciniak meniup peluit panjang menutup babak kedua pada pertandingan melawan Islandia. Ekspresi itu sekaligus memicu beragam spekulasi dari para pendukungnya yang bahkan bukan warga Argentina.

Sementara, kiper Islandia Halldorsson secara mengejutkan menjadi pahlawan dan bintang baru bagi tim yang baru pertama kali mengikuti gelaran pesta sepak bola sejagat itu.

Tim asuhan Heimir Hallgrimsson memang bukan tim berpengalaman. Itu terbukti karena mereka tidak mampu keluar dari tekanan Argentina ataupun memotong strategi umpan-umpan pendek sang lawan.

Namun, upaya Aron Gunnarsson dan kawan-kawan berupa hasil imbang 1-1 dengan Argentina menambah optimisme asal tim Eropa itu untuk menapaki laga berikutnya penyisihan grup D menghadapi Kroasia maupun Nigeria.

Satu gol Argentina dipersembahkan Sergio Aguero yang menghentak gawang Hannes Halldorsson pada menit ke-19. Gol itu merupakan hasil umpan silang Marcos Rojo dari sisi kiri luar kotak penalti.

Selang empat menit, Islandia membalas kebobolan melalui sepakan Alfred Finnbogason setelah Caballero gagal menghentikan bola liar di depan gawangnya.

Berikut susunan pemain kedua tim:

Argentina: Wilfredo Caballero, Nicolas Tagliafico, Lucas Biglia, Lionel Messi (kapten), Angel Di Maria, Maximiliano Meza, Javier Mascherano, Marcos Rojo, Nicolas Otamendi, Eduardo Salvio, dan Sergio Aguero.

Islandia: Hannes Halldorsson, Birkir Saevarsson, Ragnar Sigurdsson, Johann Gudmundsson, Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson, Alfred Finnbogason, Kari Arnason, Aron Gunnarsson (kapten), Hordur Magnusson, dan Emil Hallfredsson.(nov)

Pep Guardiola.

Madrid (KoranTransparansi.com) - Juru taktik Manchester City, Pep Guardiola, memberikan jawaban melalui wawancara televisi di Spanyol, mengenai tuduhan rasisme yang dilontarkan bekas pemainnya, Yaya Toure.

Guardiola menegaskan tidak melakukan hal-hal rasisme seperti yang diucapkan Toure.

"Dia tahu saya tidak," kata Guardiola saat ditanya mengenai tuduhan Toure yang menyebutkan bahwa pelatih asal Spanyol itu "bermasalah dengan pemain-pemain Afrika".

"Apa yang Anda ingin saya lakukan," tambah Guardiola dalam wawancara dengan TV3 dilansir AFP, Minggu (10/6).

"Kami bersama-sama selama dua tahun. Dia punya 365 hari dan 365 hari lainnya untuk memberitahu saya," katanya kemudian menambahkan, "Itu tidak penting, itu bukan masalah."

Sebelumnya, Yaya Toure mengatakan kepada majalah France Football awal pekan ini dengan mempertanyakan apakah warna kulit menjadi penyebab dirinya jarang dimainkan oleh Guardiola saat City merebut juara Liga Premier musim ini.

"Dia menegaskan, dia tidak bermasalah dengan pemain kulit hitam, karena dia terlalu pintar untuk melakukan kesalahan," kata Toure.

"Tetapi ketika Anda menyadari bahwa ia memiliki masalah dengan orang-orang Afrika ke mana pun dia pergi, saya mengajukan pertanyaan kepada diri saya sendiri," kata Toure.

Toure yang pernah berseragam Barcelona saat dilatih Guardiola, mengungkapkan Wilfried Bony menerima perlakuan buruk ketika Guardiola pindah ke Manchester City.

Bony dengan cepat dipinjamkan ke Stoke City pada musim 2016/17 sebelum dijual ke Swansea City.

Toure mengatakan "Pep menyingkirkan Bony secara brutal", kendati pemain itu memberikan kontribusi kepada City.

Toure memainkan 319 pertandingan selama delapan musim bersama tim berjuluk "Sky Blues" dan memenangkan tiga gelar Liga Premier Inggris dan satu Piala FA.

Sayangnya, Toure hanya tampil 17 kali di semua kompetisi pada musim lalu, demikian AFP.(nov)

Pertandingan GoJek Liga 1 antara PSM vs Persebaya berakhir degan skor 1-0.

MAKASAR (KoranTransparansi.com)  - Pertandingan PSM vs Persebaya dalam lanjutan GoJek Liga 1 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sabtu (9/6/2018) berakhir dengan skor 1-0. Gol kemenangan Juku Eja dicetak Rizky Pellu.

Belum genap semenit laga berlangsung, PSM Makassar mengancam lewat sebuah serangan cepat. Umpan silang kiriman Rizky Pellu dari sayap kanan disambut dengan baik oleh Ferdinand Sinaga yang bediri bebas di kotak penalti. Sang striker mendorong bola dengan tendangan voli, namun dapat ditangkap dengan baik oleh Miswar Saputra.

Delapan menit kemudian giliran Willem Jan Pluim yang mengancam gawang tim tamu. Memanfaatkan bola muntah hasil blok tak sempurna Miswar Saputra terhadap sebuah umpan silang, dari sektor kanan kotak penalti Pluim menendang bola ke arah gawang kosong. Gol kembali urung tercipta lantaran bola hasil sepakan Pluim dapat diblok Otavio Dutra.

Persebaya Surabaya merespons pada menit ke-13. Umpan silang Misbakus Solikin dituntaskan Irfan Jaya dengan sebuah sundulan, tetapi laju bola hanya melambung di atas sasaran.

Pada menit ke-27 Ferdinand Sinaga mengancam gawang Persebaya lewat sebuah tendangn salto. Namun laju bola kelewat lemah dan dapat ditangkap Miswar Saputra.

Lima menit berselang Persebaya lagi-lagi membalas. Irfan Jaya mengincar sudut kanan atas gawang lewat sebuah sundulan memaksimalkan sebuah umpan tendangan bebas. Bola dapat ditepis dengan baik oleh Rivky Mokodompit.

Tekanan Bajul Ijo berlanjut pada menit ke-35. Misbakus Solikin elepaskan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti, namun bola menyamping di kanan gawang.

Jual beli serangan terus terjadi di sisa waktu babak pertama, namun tak menghasilkan gol. Skor 0-0 pun bertahan hingga wasit meniup peluit tanda turun minum.

Di awal babak kedua, PSM mencoba mengambil dominasi, namun pertahanan Persebaya tampil rapat. Akibatnya, hingga memasuki menit ke-60 hampir tak ada tekanan Juku Eja yang benar-benar mengancam pertahanan tim tamu.

Di menit ke-63 Juku Eja hampir saja memecah kebuntuan. Rizky Pellu menuntaskan sebuah umpan tendangan bebas dengan sundulan, tetapi laju bola tak menuju ke sasaran.

Gol akhirnya tercipta pada menit ke-72. Umpan sepak pojok Rasyid Bakri dituntaskan dengan baik oleh Rizky Pellu. Lewat sebuah sundulan terukur, Rizky mengarahkan bola ke sudut kanan bawah gawang sehingga tak mampu dijangkau Miswar Saputra. Skor pun berubah menjadi 1-0.

Persebaya berusaha membalas. Di menit ke-80, Rendy Irwan menusuk di sektor kanan kotak penalti, melewati satu pemain lawan, dan tinggal berhadapan dengan Rivky Mokodompit. Sayangnya penyelesaian akhir Rendy rak maksimal. Bola hasil tendangannya melambung tinggi di atas gawang.

Tujuh menit jelang laga usai, giliran PSM yang nyaris mencetak gol. Umpan silang Muhammad Rahmat dituntaskan Ferdinand Sinaga dengan sundulan, tetapi bola menyamping tipis di kiri gawang.

Lima menit kemudian giliran Wiljan Pluim yang mengancam. Gol tak tercipta karena bola hasil tendangan lengkungnya dapat ditepis Miswar Saputra.

Tak ada gol tambahan. Skor 1-0 untuk kemenangan PSM Makassar bertahan hingga partandingan berakhir. (nov)

 

Pemain Liverpool Emre Can

London (KoranTransparansi.com) - Liverpool mengonfirmasi bahwa gelandang asal Jerman, Emre Can, dan pemain bertahan Jon Flanagan meninggalkan klub karena kontraknya yang sudah habis pada akhir musim ini.

Can, yang didatangkan dari klub Liga Jerman Bayer Leverkusen pada 2014, siap bergabung ke Juventus di Liga Italia.

Pemain 24 tahun itu memainkan pertandingan ke-167 sekaligus terakhirnya untuk Liverpool pada final Liga Champions bulan lalu saat mereka dikalahkan Real Madrid, dan tidak masuk dalam skuat Jerman untuk Piala Dunia.

Liverpool telah mengumumkan perekrutan gelandang Brazil Fabinho dari AS Monaco dengan nilai transfer yang disebut-sebut media Inggris sebesar 40 juta pound.

Flanagan (25) menjadi sorotan pada awal tahun ini ketika ia diwajibkan menjalani layanan masyarakat selama 12 bulan karena menyerang kekasihnya.

Lulusan akademi Liverpool itu mencatatkan 51 penampilan senior untuk klub Merseyside, namun pertandingan terakhirnya adalah saat Si Merah kalah dari Leicester City pada Piala Liga pada September 2017.

Pernah satu kali memperkuat timnas Inggris pada pertandingan persahabatan, ia menghabiskan musim lalu sebagai pemain pinjaman di klub Championship Bolton Wanderers.(nov)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...