Olah Raga

ILUSTRASU : Tim  Madura United yang sore ini akan menjamu  Pusamania Borneo FC dalam laga Gojek Liga 1 Indonesia

Pamekasan (KoranTransparnsi.com) - Madura United mengusung ambisi bangkit saat menjamu Borneo FC di pekan ke-23 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. Laga ini digelar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu sore (22/9/2018).

Tim tuan rumah menelan kekalahan dengan skor 0-2 pada pekan lalu saat melawan Arema FC (17/9/2018). Pelatih Madura United, Gomes de Oliveira, ingin anak asuhnya bangkit dan melupakan kekalahan itu.

"Kami harus berupaya mengambil momentum lebih awal, status tuan rumah harus kami maksimalkan. Lupakan kekalahan, jadikan pelajaran buat menang melawan Borneo, Sabtu nanti. Kedatangan suporter ke stadion adalah senjata untuk menaikkan motivasi tanding pemain Madura United," ucap Gomes.

Klub berjulukan Laskar Sape Kerap itu juga memiliki catatan positif di kandang. Mereka menjadi satu dari empat tim Liga 1 musim ini yang masih belum terkalahkan di hadapan pendukung sendiri.

"Tidak ada kata lain selain menang, kami harus jaga kandang dan tidak boleh kehilangan poin lagi. Ini kompetisi bagus, kami harus terus main maksimal agar tetap bertahan di papan atas. Kami sudah lama di papan atas, terus berjuang biar bertahan," imbuh Gomez.

Di sisi lain, pelatih Borneo FC, Dejan Antonic, dipusingkan dengan performa tim asuhannya. Dua kali kalah di kandang dan gagal mencetak gol menjadi bekal buruk untuk melakoni laga tandang.

Dia menilai timnya sedang bermasalah dalam penyelesaian akhir. Itulah mengapa, pelatih asal Serbia itu sudah melakukan pembenahan maksimal pada problem itu agar Borneo FC bisa segera bangkit.

"Salah satu permasalahan utama kami memang penyelesaian akhir. Dari dua laga terakhir sebenarnya banyak peluang, tapi tidak ada gol. Kalau kami bisa bikin gol, hasil akhir di dua laga terakhir akan berbeda. Jadi, saya ingin semua elemen tim bangkit dan tampil lebih baik," ujarnya, dikutip dari bola.com

"Saya ingin pemain berjuang lebih keras. Sebab, hanya dengan itu apa yang ditargetkan bisa tercapai. Saya pasti memberi formasi terbaik untuk melawan Madura United," imbuh pelatih berusia 49 tahun itu.(nov)

Persebaya terus berbenah. Dalam Laga melawan Mitra Kukar, Sabtu (22/9/2018), Persebaya mengasah ketajaman sektor depan dengan harapan lebih produktif cetak gol.

Surabaya (KoanTransparansi.com)Laga Persebaya menjamu Mitra Kukar dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu nanti (22/9), selain menjadi laga sangat penting buat mendongrak klasemen Persebaya, juga menjaid ajang adu hebat bomber kedua tim. David Aparecido da Silva di kubu Bajul Ijo—jlukan Persebaya—an tamunya Fernando Rodríguez 

Da Silva dan Rodriguez adalah dua pemain paling tajam di Liga sepak bola tertinggi di tanah air ini. Rodriguez paling produktif dengan 15 gol. Da Silva tertajam kedua dengan 13 gol. Da Silva berasal dari Brazil. Rodriguez Spanyol. Kiblat sepak bola dunia. “Pabrik” penyerang-penyerang terhebat di

Meski menjadi yang terbaik musim ini, pada awalnya dua pemain itu diragukan. Namun, secara perlahan keduanya bisa membuktikan diri mampu menjadi tulang punggung tim.  “Saya memang belum lama menangani Da Silva, tapi dari yang saya lihat dia punya kecerdasan. Ia juga tipikal striker pekerja keras yang suka bermain kolektif. Tidak selalu menunggu umpan matang dari rekannya dan mampu menciptakan ruang atau mencari bola,” puji Djadjang Nurdjaman, pelatih

Tipikal permainan Da Silva nyaris sama dengan Rodríguez. Mantan pemain junior Sevilla ini amat kuat di bola udara dan juga mampu melindungi bola dengan baik. Saat ini Naga Mekes – julukan Mitra Kukar – mencetak 32 gol dari 22 laga. Dimana 46,8 persen sumbangsih pemain berusia 31 tahun dengan 15 gol dan satu assist. Rinciannya kaki kanan 6 kali, kaki kiri 4 dan sundulan

Kendati demikian, Da Silva lebih komplit dengan memiliki kecepatan dan kemampuan membuka ruang bagi rekan-rekannya. Dari 34 gol Persebaya, sebanyak  38,2 persen disumbangkan penyerang berusia 28 tahun ini. Tepatnya 13 gol yang berasal dari kaki kanan 8 kali, kaki kiri 4 kali dan dua kali melalui sundulan. Bahkan, dia sudah menyumbangkan dua

Dia striker yang komplet baik duel udara, maupun akurasi tendangan dan mampu memanfaatkan peluang yang ada. Saya optimis di laga nanti Da Silva akan tampil jauh lebih bagus saat turun ke lapangan untuk membawa Persebaya mengejar kemenangan di hadapan pendukung Persebaya,” jelas Djanur. (nov)

   Arema FC mengalahkan Madura United 2-0, Senin (17/9/2018) di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang.

Malang (KoranTranspransi.com) - Setelah empat pertandingan sebelumnya gagal menang, Arema FC akhirnya berpesta pada Senin sore (17/9/2018) di Stadion Kanjuruhan. Arema berhasil menekuk Madura United dua gol tanpa balas. Dua gol Arema dicetak oleh Makan Konate dan Dedik Setiawan.

Kemenangan ini sekaligus mengakhiri rekor positif dari Madura United. Sebelum datang ke Malang, Madura tidak tersentuh kekalahan dalam delapan pertandingan.

“Tentu saya senang bisa memetik kemenangan dan mengakhiri rekor Madura United. Meskipun dalam performa tim, Arema belum sempurna,” kata pelatih Arema, Milan Petrovic.

Pelatih asal Slovenia ini melihat Arema kurang garang karena faktor lawan yang dihadapi. Arema beruntung pada pengujung pertandingan bisa mencetak gol lewat eksekusi penalti Makan Konate.

“Sebenarnya kami bisa mengakhiri pertandingan lebih cepat jika dua peluang emas pada babak kedua berbuah gol. Tapi tidak masalah, karena Dedik bisa mencetak gol tambahan setelah dua peluang itu terlewatkan,” jelas pelatih 57 tahun tersebut.

Milan menambahkan, ia melakukan perubahan skema pada babak pertama dan kedua. Pada awal pertandingan, dia menginstruksikan anak buahnya lebih menekan. Milan ingin membangkitkan mental anak buahnya dengan gol cepat.

“Setelah unggul, babak kedua kami bicara dengan pemain untuk mengubah skema. Lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik. Dan itu berhasil,” imbuhnya.

Pada babak kedua, Madura United memang ingin mengejar skor sehingga banyak pemain yang maju untuk menggempur pertahanan Arema. Celah itu dimanfaatkan untuk serangan balik.

“Terpenting sekarang bisa membuat tim ini sedikit rileks. Sekarang waktunya bangkit untuk memperbaiki posisi di klasemen,” lanjut dia.(nov)

Persebaya Tantang  Asifa di Final Piala Soeratin U-17 Zona Jawa Timur

Surabaya (KoranTransparansi.com)  - Tim Persebaya U-17  akan menantang Asifa Malang di babak final Liga U-17 Piala Soeratin Zona Jawa Timur. Itu berkat kemenangan 3-1 atas Persekap U-17 di babak semifinal yang berlangsung di lapangan Jala Krida Mandala AAL, Bumimoro, Jumat (14/9/2018)

Sebelumnya, Asifa Malang lolos lebih dulu setelah menyingkirkan Blitar Poetra dengan skor telak 4-0 di babak semifinal yang digelar di tempat yang Pemain Roy Yusuf Ivansyah menjadi pahlawan Persebaya U-17. 

Dua gol tandukannya dalam laga semifinal Piala Soeratin Zona Jawa Timur melawan Persekap, mampu membalikkan keadaan. Baru berjalan 5 menit di babak kedua, bek Samsul Muarif langsung melakukan pelanggaran di kotak penalti. Hal ini membuat Persekap dihadiahi pinalti. Juliar Reyna yang mengeksekusi berhasil menjalan tugasnya dan membuat Persekap unggul 0-1 atas Persebaya di menit ke-

Roy yang masuk di babak kedua membuahkan hasil. Pada menit ke-58 pemain dengan tinggi badan 177 tersebut mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.  Pada menit ke-66, Persebaya berbalik unggul. Dengan skema yang mirip, Roy berhasil mencetak gol kedua untuk Persebaya melalui tandukan.  Pada menit ke-85 Persebaya menambah keunggulan lewat Cahya Dwi Permana.

Pelatih Persekap U-17 Aris Budi Prasetyo menyayangkan pemainnya yang kurang fokus setelah unggul. Menurutnya pemainnya melalukan kesalahan elementer sehingga memberikan peluang untuk Persebaya lewat set piece. 

"Gol Persebaya bukan dari skema penyerangan mereka, namun pemain kita yang kehilangan fokus dan membuat kesalahan fatal  di daerah berbahaya," Pelatih Persebaya U-17 Seger Sutrisno memuji mental bertanding anak asuhnya. "Anak-anak sempat nervous di babak pertama hingga awal babak kedua" jelas Seger. "Namun setelah itu kita respon dengan baik dengan memasukkan pemain baru. Mental Anak-anak langsung bangkit sehingga bisa kembali bermain sesuai skema dan Alhamdulillah kemenangan menjadi milik kita," imbuhnya. (nov)

 
 
Foto : Pemain Persebaya berlatih ringan dalam adaptasinya di Palembang.

Surabaya (KoranTransparnsi.com) - Persebaya bertekad bangkit saat dijamu Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Jakabaring, Minggu (16/09/2018). Namun pelatih tim Persebaya Djadjang Nurdjaman tetap mewaspadai kebangkitan tuan rumah sejak ditangani pelatih 

Pada pertemuan pertama, Persebaya ditahan imbang Laskar Wong Kito – julukan Sriwijaya FC – dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (22/4) lalu. Saat itu Persebaya dipoles oleh Angel Alfredo Vera. Sementara Sriwijaya FC ditangani Rahmad 

Kini di putaran kedua, kekuatan tim sudah pasti berbeda. Persebaya dibawah kendali Djadjang Nurdjaman-Bejo Sugiantoro. Dan Sriwijaya FC dinahkodai Subangkit, yang merupakan mantan penggawa Persebaya era 1986-1992 silam. Ia masuk generasi emas Bajul Ijo saat sukses jadi juara Perserikatan edisi 

Kendati demikian, dibanding Djanur (sapaan Djadjang Nurdjaman), Subangkit masih jauh tertinggal dari koleksi gelar juara sejak terjun menjadi pelatih. Tapi dia cukup tenar untuk dipikat banyak klub. Bahkan, karier lapangan hijau Subangkit lebih panjang ketimbang 

Subangkit malang melintang bersama Persekap Kota Pasuruan, Assyabaab Surabaya, NIAC Mitra, Suryanaga, Persebaya, Persekabpas Pasuruan, Persiku Kudus, Persema Malang, Persela Lamongan, Persiwa Wamena, Mitra Kukar hingga PSIS Semarang dan sekarang Sriwijaya 

Prestasi terbaik mantan pelatih Timnas U-16 Indonesia tersebut adalah membawa Persekabpas ke semifinal Divisi Utama 2006. Sedangkan Djanur memiliki tiga gelar juara turnamen pra musim, yakni Celebes Cup II 2012, Piala Walikota Padang 2015 dan Piala Presiden 2015. Puncak prestasi terbaik tentu membawa menjuarai Liga Indonesia 2014 yang kala itu bernama Indonesia Super League (

Sementara Bajul Ijo –julukan Persebaya-- di tiga pertemuan terakhir dengan tim yang diasuh Subangkit sudah dua kali menang dan sekali kalah. Subangkit mengalahkan Persebaya pada ajang uji coba jelang Liga 2 musim lalu. PSIS meraih kemenangan 1-0 atas Persebaya di Stadion Jatidiri, Semarang, 12 Maret 2017. 

Sedangkan dalam laga kedua, giliran Persebaya memenangkan laga melawan PSIS di Gelora Bung Tomo Surabaya, 19 Maret 2017. Persebaya kembali menang 1-0 atas PSIS pada babak 8 besar.             

“Kami harus waspadai kualitas materi pemain Sriwijaya FC. Apalagi hadirnya Subangkit tentu menjadi harapan pendukung dan manajemen tuan rumah. Jangan sampai kita kecolongan lagi seperti lawan PS Tira,” ujar Djanur. (nov)

 

 

Kesebelasan Persebaya harus mengakui kekalahan atas tim tamunya Ps Tira  0-2 di stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Selasa (10/9/2018) malam

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Pelatih Djadjang Nurdjaman gagal meraih hasil maksimal dalam debutnya bersama Persebaya. Bajol Ijo takluk 0-2 dari PS Tira dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Selasa malam (11/9/2018). Karena itu, pelatih asal Bandung ini minta maaf kepada pendukung 

 ”Ini hasil yang sangat mengecewakan, baik bagi tim maupun masyarakat sepak bola Surabaya. Saya pribadi minta maaf atas hasil ini. Tapi kami tidak patah semangat, kami bertekad untuk memperbaiki penampilan untuk pertandingan berikutnya,” kata Djanur—sapaan akrab Djadjang Nurdjama dalam konferensi pers seusai 

Tim tamu unggul melalui Aleksandar Rakic pada menit ke-46. Tembakan kerasnya dari luar kota penalti tidak mampu dibendung Miswar Saputra. The Young Warrior menggandakan keunggulan melalui gol D. Rekish pada menit ke-83 melalui skema serangan balik. Persebaya 0, PS Tira 2, berakhir sampai peluit akhir 

Strategi parkir bus yang diterapkan pelatih PS Tira Nilmaizar berhasil meredam agresivitas penyerang-penyerang 

Menurut Djanur, ada tiga hal yang membuat Persebaya tak berkutik. Menurut mantan pelatih Persib ini adalah soal tempo permain yang lambat dan tak punya pemain gelandang bertahan yang tangguh. Misbakhus Solikin yang tampil sebagai midfilderi tak mampu bermain bagus. Sementara yang terakhir, pelatih berusia 53 tahun ini mengatakan penampilan dua winger Persebaya sangat mengecewakan. Ferinando Pahabol dan Osvaldo Haay yang dimainkan di posisi tersebut tak mampu menjalankan 

Sebelumnya, pelatih PS Tira Nilmaizar memang memiliki feeling Persebaya menyerang. ”Kita tahu Persebaya akan menyerang, jadi kami siapkan game plan untuk meredam,” kata Nilmaizar, pelatih PS Tira seusai 

Menghadapi pertandingan berikutnya melawan Sriwijaya FC di Stadion Jaka Baring, Palembang, Djanur bersama Coach Bejo Sugiantoro akan segera melakukan evaluasi. Tidak banyak waktu, karena hanya tersisa satu kali sesi latihan pada Kamis lusa sebelum berangkat ke Palembang pada hari Jumat.”Kami harus berjuang keras merebut poin di kandang lawan. Itu satu-satunya jalan untuk menebus kekalahan ini,” 

Dengan kekalahan itu, Persebaya tetap mengoleksi 25 poin. Menduduki peringkat ke-13. Unggul satu poin saja dari PS Tira. Dengan 13 pertandingan tersisa, peluang Green Force untuk memperbaiki posisi masih terbuka. (nov)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...