Olah Raga

Lawan Thailand, PSSI Hanya bermain imbang 2-2

 

Cibinong (KoranTransparansi.com) - Lewat perjuangan dramatis, Tim Nasional Indonesia U-19 bermain imbang 2-2 dengan Thailand pada laga PSSI 88 th U-19 International Tournament di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (23/9/2018) malam.

Dua gol Garuda Nusantara julukan Timnas U-19 dicetak oleh Witan Sulaeman pada menit ke-34 dan sepakan M Luthfi Kamal menit ke-80. Sedangkan gol Thailand dicetak oleh Matee Sarakum menit ke-20 dan Hassawat Nopnate menit ke-58.

PSSI 88 th U-19 International Tournament merupakan bagian dari PSSI untuk persiapan Piala AFC U-19 yang digelar di Indonesia pada 18 Oktober-4 November mendatang. Indonesia masuk Grup A bersama Uni Emirat Arab, Qatar, dan Chinese Taipei.

Usai laga pelatih Indonesia, Indra Sjafri mengatakan bahwa sebenarnya di babak pertama ia senang dengan permainan tim. Dia menyebut suka timnya bermain dengan apa yang ia siapkan selama seminggu terakhir.

"Kami melakukan pertahanan yang bagus di tengah, tapi di babak kedua ada perubahan cara main dan respon pemain kita kurang tepat. Pergantian pemain kita harus menyamakan persepsi dengan pemain utama tapi uji coba ini pemain sudah pahami apa yang kita rencanakan," kata Indra, dikutip dari laman resmi PSSI.

Indra juga mengakui gol pertama bukan karena longgarnya bek tapi terlalu percaya dirinya pemainnya yang memainkan bola di daerah yang harusnya tidak boleh. Lalu gol kedua kita tinggalkan tiga pemain di belakang kemudian ada error dan thailand counter attack, pemain lawan lakukan tendangan dari luar dan kebetulan skillnya bagus.

"Turnamen ini jauh lebih penting buat atur rencana kita, lawan China lusa mendatang baru pertama kalinya. Kalau pemain lebih bagus maka mereka harus lalukan terbaik dalam game, lawan china harus lebih maksimal, besok baru diputuskan apa ada rotasi atau tidak," jelas pelatih asal Sumatera Barat ini.

Sementara pemain belakang Timnas U-19, Asnawi Mangkualam mengaku dirinya dan teman-teman sudah menjalankan instruksi pelatih. Namun ada kesalahan sendiri, jadi ada kebobolan di babak pertama dan kedua.

"Ada sedikit kendala sehingga kita belum menang malam ini. Lawan China kita akan berusaha lebih baik, ini kandang kita maka harus menang," kata Asnaw. (nov)

Pemian Persebaya meluapkan emosinya setelah berhasil mengalahkan tamunya Mitra Kukar

Surabaya (KoranTranparansi.com) - Persebaya SurabTampil Dominan, Persebaya Bungkam Mitra Kukar di Depan Bonekaya memperlihatkan dominasi yang sangat baik ketika menjamu Mitra Kukar di laga pekan ke-23 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (22/9/2018).

Persebaya meraih kemenangan 4-1 atas Mitra Kukar, meski di pertengahan pertandingan harus bermain dengan 10 pemain.

Persebayamemperlihatkan dominasi yang lebih baik sejak awal pertandingan. Namun, kerja sama lini serang antara Irfan Jaya dan David da Silva tak bisa langsung menembus pertahanan Mitra Kukar.

Persebaya berhasil memecah kebuntuan melalui gol yang dicetak David da Silva pada menit ke-30. Pemain asal Brasil itu berhasil mendapatkan bola rebound karena bola sepakan Misbakus Solikin membentur kaki Danny Guthrie dan bola meluncur ke kaki David da Silva, yang tanpa ragu melepas tembakan keras tanpa bisa dihalau Yoo Jae-hoon.

Persebaya berhasil menggandakan keunggulan 2-0 pada menit ke-37 melalui titik putih setelah Rendi Saputra diganjal Rendy Siregar di kotak penalti. David da Silva, yang mengambil eksekusi, berhasil menjalankan tugas dengan baik sekaligus memastikan gol kedua yang dicetaknya dalam pertandingan ini

Unggul 2-0 gol di babak pertama belum membuat Persebaya puas. Baru tiga menit babak kedua berjalan, Misbakus Solikin menambah keunggulan tim tuan rumah menjadi 3-0. Misbakus Solikin mencetak gol setelah menerima umpan terobosan dari Rendi Saputra yang memanfaatkan blunder Bayu Pradana.

Persebaya Surabaya bermain dengan 10 pemain setelah wasit Oki Dwi Putra memberikan kartu merah kepada Fandry Imbiri yang terlibat perselisihan dengan Bayu Pradana, hingga membuat kapten Mitra Kukar itu tersungkur di lapangan. Bayu Pradana mendapatkan kartu kuning karena insiden tersebut.

Mitra Kukar berhasil memanfaatkan keunggulan pemain dalam waktu cepat. Hendra Adi Bayauw mencetak gol yang membantu Mitra Kukar memperkecil ketinggalan menjadi 1-3 pada menit ke-55.

Berawal dari tendangan bebas Danny Guthrie yang berhasil ditinju kiper Persebaya, Miswar Saputra, bola yang jatuh di luar kotak penalti langsung disambar dengan tembakan keras Hendra Adi Bayauw yang tak mampu dihalau Miswar.(nov)

Surabaya (KoranTranparansi.com) - Persebaya SurabTampil Dominan, Persebaya Bungkam Mitra Kukar di Depan Bonekaya memperlihatkan dominasi yang sangat baik ketika menjamu Mitra Kukar di laga pekan ke-23 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (22/9/2018).

Persebaya meraih kemenangan 4-1 atas Mitra Kukar, meski di pertengahan pertandingan harus bermain dengan 10 pemain.

Persebayamemperlihatkan dominasi yang lebih baik sejak awal pertandingan. Namun, kerja sama lini serang antara Irfan Jaya dan David da Silva tak bisa langsung menembus pertahanan Mitra Kukar.

Persebaya berhasil memecah kebuntuan melalui gol yang dicetak David da Silva pada menit ke-30. Pemain asal Brasil itu berhasil mendapatkan bola rebound karena bola sepakan Misbakus Solikin membentur kaki Danny Guthrie dan bola meluncur ke kaki David da Silva, yang tanpa ragu melepas tembakan keras tanpa bisa dihalau Yoo Jae-hoon.

Persebaya berhasil menggandakan keunggulan 2-0 pada menit ke-37 melalui titik putih setelah Rendi Saputra diganjal Rendy Siregar di kotak penalti. David da Silva, yang mengambil eksekusi, berhasil menjalankan tugas dengan baik sekaligus memastikan gol kedua yang dicetaknya dalam pertandingan ini

Unggul 2-0 gol di babak pertama belum membuat Persebaya puas. Baru tiga menit babak kedua berjalan, Misbakus Solikin menambah keunggulan tim tuan rumah menjadi 3-0. Misbakus Solikin mencetak gol setelah menerima umpan terobosan dari Rendi Saputra yang memanfaatkan blunder Bayu Pradana.

Persebaya Surabaya bermain dengan 10 pemain setelah wasit Oki Dwi Putra memberikan kartu merah kepada Fandry Imbiri yang terlibat perselisihan dengan Bayu Pradana, hingga membuat kapten Mitra Kukar itu tersungkur di lapangan. Bayu Pradana mendapatkan kartu kuning karena insiden tersebut.

Mitra Kukar berhasil memanfaatkan keunggulan pemain dalam waktu cepat. Hendra Adi Bayauw mencetak gol yang membantu Mitra Kukar memperkecil ketinggalan menjadi 1-3 pada menit ke-55.

Berawal dari tendangan bebas Danny Guthrie yang berhasil ditinju kiper Persebaya, Miswar Saputra, bola yang jatuh di luar kotak penalti langsung disambar dengan tembakan keras Hendra Adi Bayauw yang tak mampu dihalau Miswar.(nov)

ILUSTRASU : Tim  Madura United yang sore ini akan menjamu  Pusamania Borneo FC dalam laga Gojek Liga 1 Indonesia

Pamekasan (KoranTransparnsi.com) - Madura United mengusung ambisi bangkit saat menjamu Borneo FC di pekan ke-23 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. Laga ini digelar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu sore (22/9/2018).

Tim tuan rumah menelan kekalahan dengan skor 0-2 pada pekan lalu saat melawan Arema FC (17/9/2018). Pelatih Madura United, Gomes de Oliveira, ingin anak asuhnya bangkit dan melupakan kekalahan itu.

"Kami harus berupaya mengambil momentum lebih awal, status tuan rumah harus kami maksimalkan. Lupakan kekalahan, jadikan pelajaran buat menang melawan Borneo, Sabtu nanti. Kedatangan suporter ke stadion adalah senjata untuk menaikkan motivasi tanding pemain Madura United," ucap Gomes.

Klub berjulukan Laskar Sape Kerap itu juga memiliki catatan positif di kandang. Mereka menjadi satu dari empat tim Liga 1 musim ini yang masih belum terkalahkan di hadapan pendukung sendiri.

"Tidak ada kata lain selain menang, kami harus jaga kandang dan tidak boleh kehilangan poin lagi. Ini kompetisi bagus, kami harus terus main maksimal agar tetap bertahan di papan atas. Kami sudah lama di papan atas, terus berjuang biar bertahan," imbuh Gomez.

Di sisi lain, pelatih Borneo FC, Dejan Antonic, dipusingkan dengan performa tim asuhannya. Dua kali kalah di kandang dan gagal mencetak gol menjadi bekal buruk untuk melakoni laga tandang.

Dia menilai timnya sedang bermasalah dalam penyelesaian akhir. Itulah mengapa, pelatih asal Serbia itu sudah melakukan pembenahan maksimal pada problem itu agar Borneo FC bisa segera bangkit.

"Salah satu permasalahan utama kami memang penyelesaian akhir. Dari dua laga terakhir sebenarnya banyak peluang, tapi tidak ada gol. Kalau kami bisa bikin gol, hasil akhir di dua laga terakhir akan berbeda. Jadi, saya ingin semua elemen tim bangkit dan tampil lebih baik," ujarnya, dikutip dari bola.com

"Saya ingin pemain berjuang lebih keras. Sebab, hanya dengan itu apa yang ditargetkan bisa tercapai. Saya pasti memberi formasi terbaik untuk melawan Madura United," imbuh pelatih berusia 49 tahun itu.(nov)

Persebaya terus berbenah. Dalam Laga melawan Mitra Kukar, Sabtu (22/9/2018), Persebaya mengasah ketajaman sektor depan dengan harapan lebih produktif cetak gol.

Surabaya (KoanTransparansi.com)Laga Persebaya menjamu Mitra Kukar dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu nanti (22/9), selain menjadi laga sangat penting buat mendongrak klasemen Persebaya, juga menjaid ajang adu hebat bomber kedua tim. David Aparecido da Silva di kubu Bajul Ijo—jlukan Persebaya—an tamunya Fernando Rodríguez 

Da Silva dan Rodriguez adalah dua pemain paling tajam di Liga sepak bola tertinggi di tanah air ini. Rodriguez paling produktif dengan 15 gol. Da Silva tertajam kedua dengan 13 gol. Da Silva berasal dari Brazil. Rodriguez Spanyol. Kiblat sepak bola dunia. “Pabrik” penyerang-penyerang terhebat di

Meski menjadi yang terbaik musim ini, pada awalnya dua pemain itu diragukan. Namun, secara perlahan keduanya bisa membuktikan diri mampu menjadi tulang punggung tim.  “Saya memang belum lama menangani Da Silva, tapi dari yang saya lihat dia punya kecerdasan. Ia juga tipikal striker pekerja keras yang suka bermain kolektif. Tidak selalu menunggu umpan matang dari rekannya dan mampu menciptakan ruang atau mencari bola,” puji Djadjang Nurdjaman, pelatih

Tipikal permainan Da Silva nyaris sama dengan Rodríguez. Mantan pemain junior Sevilla ini amat kuat di bola udara dan juga mampu melindungi bola dengan baik. Saat ini Naga Mekes – julukan Mitra Kukar – mencetak 32 gol dari 22 laga. Dimana 46,8 persen sumbangsih pemain berusia 31 tahun dengan 15 gol dan satu assist. Rinciannya kaki kanan 6 kali, kaki kiri 4 dan sundulan

Kendati demikian, Da Silva lebih komplit dengan memiliki kecepatan dan kemampuan membuka ruang bagi rekan-rekannya. Dari 34 gol Persebaya, sebanyak  38,2 persen disumbangkan penyerang berusia 28 tahun ini. Tepatnya 13 gol yang berasal dari kaki kanan 8 kali, kaki kiri 4 kali dan dua kali melalui sundulan. Bahkan, dia sudah menyumbangkan dua

Dia striker yang komplet baik duel udara, maupun akurasi tendangan dan mampu memanfaatkan peluang yang ada. Saya optimis di laga nanti Da Silva akan tampil jauh lebih bagus saat turun ke lapangan untuk membawa Persebaya mengejar kemenangan di hadapan pendukung Persebaya,” jelas Djanur. (nov)

   Arema FC mengalahkan Madura United 2-0, Senin (17/9/2018) di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang.

Malang (KoranTranspransi.com) - Setelah empat pertandingan sebelumnya gagal menang, Arema FC akhirnya berpesta pada Senin sore (17/9/2018) di Stadion Kanjuruhan. Arema berhasil menekuk Madura United dua gol tanpa balas. Dua gol Arema dicetak oleh Makan Konate dan Dedik Setiawan.

Kemenangan ini sekaligus mengakhiri rekor positif dari Madura United. Sebelum datang ke Malang, Madura tidak tersentuh kekalahan dalam delapan pertandingan.

“Tentu saya senang bisa memetik kemenangan dan mengakhiri rekor Madura United. Meskipun dalam performa tim, Arema belum sempurna,” kata pelatih Arema, Milan Petrovic.

Pelatih asal Slovenia ini melihat Arema kurang garang karena faktor lawan yang dihadapi. Arema beruntung pada pengujung pertandingan bisa mencetak gol lewat eksekusi penalti Makan Konate.

“Sebenarnya kami bisa mengakhiri pertandingan lebih cepat jika dua peluang emas pada babak kedua berbuah gol. Tapi tidak masalah, karena Dedik bisa mencetak gol tambahan setelah dua peluang itu terlewatkan,” jelas pelatih 57 tahun tersebut.

Milan menambahkan, ia melakukan perubahan skema pada babak pertama dan kedua. Pada awal pertandingan, dia menginstruksikan anak buahnya lebih menekan. Milan ingin membangkitkan mental anak buahnya dengan gol cepat.

“Setelah unggul, babak kedua kami bicara dengan pemain untuk mengubah skema. Lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik. Dan itu berhasil,” imbuhnya.

Pada babak kedua, Madura United memang ingin mengejar skor sehingga banyak pemain yang maju untuk menggempur pertahanan Arema. Celah itu dimanfaatkan untuk serangan balik.

“Terpenting sekarang bisa membuat tim ini sedikit rileks. Sekarang waktunya bangkit untuk memperbaiki posisi di klasemen,” lanjut dia.(nov)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...