NASIONAL

Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) disambut oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan (kanan) dan Rektor Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Prof Ofyar Z Tamin (kiri) saat tiba di Kampus ITERA, Lampung Selatan, Lampung, Jum'at (6/10/2017). Kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menghadiri acara Dies Natalis Ke-3 ITERA.

JAKARTA (KT) - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan masjid kampus diharapkan dapat melahirkan figur calon pemimpin bangsa di masa mendatang.

Presiden Joko Widodo.

JAKARTA (KT) - Presiden Joko Widodo meminta tanah masyarakat yang berfungsi sebagai tambak disertifikatkan guna menghindari sengketa lahan.

Ilustrasi Upacara HUT TNI

CILEGON (KT) - Ribuan warga Cilegon dan sekitarnya memadati Dermaga Indah Kiat Cilegon, Banten, Kamis pagi, untuk menyaksikan Upacara Peringatan HUT Ke-72 TNI yang menghadirkan ratusan alat utama sistem senjata (alutsista) yang dimiliki TNI.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla.

JAKARTA (KT) - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong dilakukannya inovasi pengumpulan dan pendistribusian zakat demi senantiasa memperbaiki pengelolaan zakat.

Presiden Joko Widodo.

JAKARTA (KT) - Presiden Joko Widodo meminta seluruh jajarannya dalam Kabinet Kerja untuk tidak membuat gaduh di kalangan masyarakat menjelang tahun politik.

Presiden Jokowi nonton bareng film G30 S PKI di Makorem, Bogor, 29 september 2017.

JAKARTA (KT) - Presiden Joko Widodo mengingatkan sejarah kelam kekejaman PKI jangan sampai terulang kembali di Indonesia saat sekarang dan yang akan datang.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi usai memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kompleks Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya Jakarta, Sabtu.

Untuk itu, kata Jokowi, semua elemen bangsa harus memegang teguh Pancasila dan menjaga kesatuan serta tidak memberi ruang ideologi-ideologi yang bertentangan dengan dasar negara Indonesia.

"Jangan beri ruang ideologi-ideologi lain yang bertentangan dengan pancasila. Apalagi memberi ruang terhadap PKI," tegas Presiden.

Jokowi juga menegaskan bahwa posisi pemerintah sangat jelas, yakni memegang teguh TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966.

"Artinya komitmen kita, menurut saya, jelas karena di TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 bahwa PKI itu dilarang. Jelas sekali. Tidak perlu diulang-ulang," katanya.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa dan memerintahkan TNI-Polri serta seluruh lembaga-lembaga pemerintah untuk bersama-sama bersinergi membangun bangsa, membuat rakyat tenang dan tentram serta bersatu padu menghadapi persaingan global.

Dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Presiden Jokowi menjadi inspektur upacara yang dilaksanakan di Kompleks Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya Jakarta, Sabtu.

Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Pancasila itu dimulai pada pukul 08.00 WIB.

Selain Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mendampingi Jokowi, hadir sejumlah pejabat negara di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Sedangkan jajaran TNI-Polri lengkap hadir Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, KASAD Jenderal TNI Muljono, KASAL Laksamana TNI Ade Supandi, KASAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

Bertindak sebagai perwira Upacara Kasgartap I/Jakarta Brigjen TNI AAB Maliogha dengan Komandan Upacara Kepala SPN Polda Metro Jaya Kombes Pol Ady Wibowo.

Sementara itu, pejabat yang juga berlaku sebagai petugas upacara antara lain Pembaca Teks Pancasila Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Pembaca Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.

Sementara bertindak sebagai Pembaca dan Penandatangan Ikrar Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan Pembaca Naskah Doa Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin.(ant)

banner