NASIONAL

 Kondisi usai ledakan yang diduga berasal dari tabung gas 12 Kilogram di Rumah Toko Grand Wijaya Center II Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Kamis (12/7)

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku bersyukur ledakan di kompleks ruko Grand Wijaya II, Jakarta Selatan, Kamis pagi tidak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

"Ini terjadi pagi hari ketika belum ada kegiatan perkantoran. Karena itulah kita bersyukur tidak ada korban jiwa," kata Anies usai meninjau lokasi ledakan Kamis pagi.

Gubernur Jakarta mengatakan jika ledakan terjadi di siang hari saat warga telah beraktifas maka bisa saja ada korban.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Indra Jafar menyatakan ledakan di rumah toko Grand Wijaya II akibat kebocoran tabung gas ukuran 12 kilogram.

Indra menegaskan peristiwa ledakan tabung gas bocor itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Seentara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi Stefanus Tamuntuan mengatakan ledakan tabung gas bocor berasal dari kantor konsultan hukum.

AKBP Stefanus mengungkapkan ledakan tabung gas bocor berasal dari ruang dapur kantor konsultan hukum yang tidak terdapat orang.katanya sebagaimana dikutip Antara

Stefanus memastikan anggota tim penjinak bom telah menyisir tidak ditemukan bahan peledak di sekitar lokasi kejadian.

Ledakan terjadi di kawasan Ruko Grand Wijaya II Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kamis (12/7) sekitar pukul 04.30 WIB.(sam)

 

   Petugas Polres Metro Jakarta Selatan pasang garis polisi di lokasi ledakan kebocoran tabung gas ukuran 11 kilogram di kantor konsultan hukum Komplek Rumah Toko Grand Wijaya Center II Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Jakarta (KoranTransparansi.com) - Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan memeriksa lima saksi terkait ledakan yang bersumber dari kebocoran gas dari tabung kemasan 11 kg di Rumah Toko Grand Wijaya Center II Kebayoran Baru    

"Kita periksa lima saksi yang berada di lokasi kejadian," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Indra Jafar di Jakarta Kamis    

Kelima saksi itu terdiri dari dua orang pedagang, tiga orang dari petugas kebersihan dan petugas keamanan 

Petugas memeriksa saksi yang juga menjadi korban akibat ledakan itu yakni salah satu penjual rokok yang berada di depan ruko lokasi ledakan.    

Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi itu diduga untuk mengetahui kronologis dan lokasi tepat ledakan berasal     

Indra mengungkapkan dugaan sementara ledakan berasal dari kebocoran tabung gas berukuran 11 kilogram    

Indra menuturkan kebocoran terjadi pada regulator tabung yang mengeluarkan gas kemudian diduga terpecik "stop contact" otomatis sehingga terjadi ledakan.

Indra mengungkapkan tim penjinak bom Satuan Brimob Polda Metro Jaya telah menyisir memastikan tidak terdapat bahan peledak dan korban jiwa meninggal dunia di lokasi kejadian.

Saat ini, tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri mengolah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab ledakan cukup besar itu.   

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi Stefanus Tamuntuan mengatakan ledakan tabung gas bocor berasal dari kantor konsultan hukum.

Stefanus mengungkapkan ledakan tabung gas bocor berasal dari ruang dapur kantor konsultan hukum yang tidak terdapat orang

Sebelumnya, ledakan cukup besar terjadi di kawasan Ruko Grand Wijaya II Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Kamis (12/7) sekitar pukul 04.30 WIB.(sam)

 

Suhu di Makah Bisa Capai 53 Derajat, Kemenkes Siapkan Payung dan Topi
JAKARTA (KoranTrasparansi.com)  - Mengantisipasi cuaca panas selama musim haji mendatang , Kementerian Kesehatan menyiapkan sejumlah perlengkapan yang akan dibagikan kepada jemaah haji reguler Indonesia. Perlengkapan ini disiapkan salah satunya untuk mengantisipasi cuaca panas di Arab Saudi. 
 
Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka mengatakan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini bertepatan dengan musim panas di Saudi. Suhu udara di sana nantinya bisa mencapai 53 derajat celsius. 
 
"Untuk menghadapi risiko gangguan kesehatan, kami telah menyiapkan satu set perlengkapan, terdiri dari kacamata ultraviolet, payung, topi, botol minum, masker, dan semprotan untuk muka," terang Eka di Jakarta.
 
Dalam release yang diterima korantransparnsi.com Senin disebutkan kacamata hitam sebagai pelindung diri dari debu dan cuaca panas, masker alat pelindung diri juga," sambungnya.
 
Menurut Eka,  sebagian perlengkapan akan dibagikan saat jemaah di embarkasi Tanah Air. Misalnya, botol air minum dan semprotan air. "Saat di embarkasi,  kami juga akan membagikan cream atau balsem penghilang rasa pegal," tuturnya.
 
Sedang sebagian perlengkapan lainnya,  akan dibagikan di hotel jemaah,  Makkah atau Madinah,  saat kegiatan penyuluhan kesehatan. "Kami juga siapkan doorprize bagi jemaah saat kegiatan penyuluhan di hotel," terangnya.  
 
Selain itu, Kemenkes juga telah menyiapkan 20.400 sandal. Sandal ini akan diberikan kepada jemaah yang kehilangan sandal saat di masjid, baik Masjidil Haram maupun Nabawi.
 
"Ada yang kehilangan sandal di masjid pulangnya nggak pakai alas kaki apa-apa, jalan di aspal yang panas, ya melepuh kakinya," cerita Eka.
 
Eka menambahkan,  tim kesehatan haji 2018 akan menyediakan 70 ton obat-obatan dari berbagai macam jenis penyakit untuk mengantisipasi jika jamaah haji mengalami gangguan kesehatan.
 
"Obat-obatan saluran pernapasan, flu, batuk, obat jantung ada, hipertensi ada. Pengganti cairan juga ada. Semua yang dibutuhkan oleh jemaah haji, yang diperlukan untuk semua penyakit," tandasnya. 
 
Ditambahkan Eka, Kemenkes saat ini juga tengag menyiapkan layanan Klinkk Kesehatan Haji Indonesia di Bandara Jeddah. Saat ini,  layanan tersebut masih dikoordinasikan dengan Kantor Urusan Haji (KUH)  KJRI di Jeddah.(min)
Menag Lukman terima Wagub Sumbar Nasrul Abit untuk Bicarakan Pehelatan MTQ Nasional tahun 2020

Jakarta (KoranTransparansi.com) -  Kalau tidak memiliki uang yang cukup, pemerintah provinsi tidak perlu mengajukan menjadi tuan rumah  Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasioanal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin mengatakan ada tiga parameter yang harus dipenuhi jika ingin daerahnya ditunjuk penyelenggara MTQ.

Ada tiga parameter untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional tahun 2020 yaitu kesiapan sarana prasarana, daya dukung pendanaan dari Pemda dan Pemprov, dan kapan terakhir kali menjadi tuan rumah. Demikian Menteri Agama di Jakarta.

Untuk penyelenggaraan tahun 2018 sudah dipastikan di Medan. Sementara untuk MTQ berikutnya  ada empat calon tuan rumah,  yaitu  Kalteng, Kalsel,  Riau,  dan Sumbar. 

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan dari empat provinsi yang mengajukan diakuinya belum ditentukan provinsi mana yang menjadi tuan rumah. Intinya, provinsi yang belum mendapat kesempatan menjadi prioritas. "Semakin lama semakin diprioritaskan,” kata Menag saat menerima Wakil Gubernur Sumatera Barat di Jakarta

Ditegaskan Menag Lukman, penetuan tuan rumah MTQ Nasional tahun 2020 akan dilakukan dan diumumkan pada MTQ XVII di Medan. Bagi provinsi yang sudah siap menjadi tuan rumah, Menag Lukman mempersilahkan untuk mengajukannya dan berbicara teknis detailnya dengan Dirjen Bimas Islam dan Karo Umum Kementerian Agama.

Sebelumnya, Wagub Sumbar Nasrul Abit menyampaikan maksud kunjungannya untuk memaparkan kesiapan Sumatera Barat sebagai tuan rumah MTQ nasional tahun 2020.

“Sumatera Barat (Sumbar) sudah memiliki hotel-hotel kurang lebih sebanyak 4000 kamar. Masjid raya sudah selesai, sebagai pusat MTQ nya nanti,” kata Nasrul Abit.

Bahkan, lanjut Nasrul Abit, Perguruan Tinggi yang ada di Sumbar juga mempunyai masjid-masjid yang bagus. Ada 20 masjid di kota Padang, dan semua ada 636 masjid di Sumbar yang reresentatif untuk dijadikan tempat perhelatan MTQ.

“Mulai tahun 2019 ini, sudah kita anggarkan untuk biaya MTQ tahun 2020,” tambah Nasrul Abit.

Objek wisata di Sumbar juga banyak,  lebih dari 20 lokasi. Nantinya, pemerintah akan mempersiapkan semua kendaraan untuk berkunjung, seperti ke Pantai Mande, Harau, Kamang. Di Sumbar, peserta MTQ juga bisa menikmati sate dango-dango.

Tampak mendampingi Wagub Sumbar, Kanwil Sumbar H Hendri, Ketua MTQ Sumbar Damri Tanjong, Kasi MTQ Sumbar Yusran L.(rom)

Anggota Komisoner Komisi Penyaiaran Indonsia Daerah (KPID) Jawa Tengah  Tazkiyatul Muthmainnah,diberhentikan lantaran terlibat dlam dukungan kepada calon Gubernur pada Pilgub tanggal 27 Juni lali. SK pemberhentian sudah dteken Gubernur Ganjar Pranowo

Semarang (KoranTransparansi.com) - Seorang anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah, Tazkiyatul Muthmainnah, secara resmi diberhentikan sebagai komisioner karena terbukti menjadi tim sukses Pasangan Calon Sudirman Said dan Ida Fauziyah pada Pilgub Jateng 2018.

Pancasila

Meulaboh (KoranTransparnsi.com) - Perwakilan tokoh ulama di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, mengikuti sosialisasi penguatan ideologi Pancasila guna memantapkan wawasan ulama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik Aceh Barat Jhon Aswir di Meulaboh, Senin mengatakan sosialisasi tersebut diikuti dari beberapa elemen, seperti ulama, mahasiswa dan tokoh perempuan.

"Dengan adanya kegiatan seperti ini akan menambah wawasan seluruh lapisan masyarakat di Aceh Barat akan pentingnya memahami ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Sejahtera (PPKS), yang dibuka oleh Bupati Aceh Barat H Ramli, MS dan berlangsung selama satu hari.

Dalam arahannya, Ramli, MS berkata, menipis dan hilangnya idelogi Pancasila mulai terlihat dan dirasakan olehnya semenjak hilangnya satu mata pelajaran di sekolah dasar, yakni Pendidikan Moral Pancasila (PMP).

Dimulai dari generasi saat itu telah kurang tertanam nilai-nilai nasionalisme dasar dari usia anak-anak, bahkan tidak dipupuk hingga usia dewasa.

"Semenjak hilangnya mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila, mulailah terlihat semakin rendah nasionalisme dan ideologi Pancasila. Apalagi tidak ada pelajaran setelahnya pelajaran yang mempertajam, PMP hilang begitu saja," kata mantan PNS guru SD di Aceh Barat itu.

Setelah itu, masyarakat dipertontonkan dengan sikap dan kelakuan para pemimpin serta politisi di Indonesia yang semakin hari memperlihatkan adu kemampuan dalam memperdebatkan hal-hal yang dipolitisir sehingga rakyat semakin tidak karuan.

"Maka kegiatan sosialisasi pemahaman dan pengembangan ideologi Pancasila ini diharapkan dapat benar-benar tumbuh dalam masyarakat Aceh Barat terutama kaum perempuan," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Ramli MS berkata di masa kepemimpinannya ke depan direncanakan pembangunan/penetapan Kampung Muslimah untuk penguatan ideologi Pancasila bagi kaum perempuan.(ant/jono)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...