Sidoarjo (KoranTransparansi.com)  - Beberapa Proyek pembangunan infrastruktur jalan dan bangunan tahun ini dipastikan molor.

Kepastian itu disampaikan Bupati Saiful Ilah usai sidak pembangunan rumah dinas Kapolresta dan wakapolresta, jalan raden patah, pembangunan gedung RPH Krian dan pembetonan jalan lingkar timur, Senin, (31/12/2018).

 Bupati Saiful Ilah akan mengevaluasi penyebab molornya beberapa proyek tersebut, karena sebelumnya beberapa hari yang lalu saat Bupati melakukan sidak, rekanan yang mengerjakan proyek tersebut mengatakan kalau proyek ditargetkan selesai sebelum 1 Januari 2019.

Seperti pembangunan RPH Krian, saat ini masih mencapai 85 persen, padahal anggaran yang dipakai bukan melalui PAK. Sedangkan pembetonan jalan lingkar timur dan jalan raden patah pengerjaannya masih sekitar  95 persen, yang mendekati selesai proyek pembangunan rumah dinas Kapolresta dan wakapokresta Sidoarjo yang berada di jalan Kombespol M. Duryat dan Sentra PKL ExCina yang berada di Jl. Gajah Mada.

 “ Setelah ini akan kita evaluasi semua, kenapa banyak proyek yang molor, apa karena proses perencannannya yang molor atau proses lelangnya yang mendekati akhir tahun “, ujar Saiful Ilah.

Tahun depan bupati Saiful Ilah berharap tidak ada lagi proyek yang pengerjaannya molor, mulai dari perencanaannya hingga proses lelangnya jangan sampai mendekati akhir tahun, karena alasan tersebut yang biasa dipakai rekanan.

 “Rekanan biasanya beralasan karena proses lelangnya mendekati akhir tahun “, ungkap Saiful Ilah.

 Rekanan yang mengerjakan RPH, Subianto menyampaikan ke Bupati Saiful Ilah, salah satu penyebab molornya karena dia harus membersihkan instalasi listrik bangunan lama, disisi lain tiap malam instalasi listrik tersebut tetap harus hidup karena tiap hari dipakai di RPH lama berada disebelah proyek.

 “Pengerjaan instalasi listrik ini tidak masuk dalam perjanjian, jadi waktu kita habis untuk urusan listrik, mestinya kita bisa mengerjakan pengecoran lantai dua sesuai dengan rencana, karena kendala instalasi aliran listrik akhirnya jadi molor “, kata Subianto.

 Rekann yang molor akan terancam sanksi, seperti Jefri yang mengerjakan pembetonan jalan lingkar timur mengaku siap disanksi.“Kita patuh pada aturan yang berlaku, kita siap menerima sanksi. Malam ini kita usahakan selesai semua pengerjaannya, ini tinggal gorong-gorongnya saja belum finishing “, kata Jefri.(med)

Tuesday, 01 January 2019 01:13

Pakde Karwo Optimis, Tahun 2019 Lebih Baik

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Gubernur Jatim Soekarwo menyampaikan rasa optimis terhadap perkembangan dan kemajuan Prov. Jatim di tahun 2019 akan semakin lebih baik.

Optimisme tersebut diperoleh dari kekompakan pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama dan masyarakat dalam menjaga suasana aman dan nyaman.

“Berangkat dari kondisi tahun 2018, tidak akan jauh dengan kondisi pada tahun 2019. Harapannya lebih baik lagi pada tahun 2019,” ujar Pakde Karwo jelang pergantian tahun di Surabaya Senin (31/12/2018) malam.

Menurutnya, Masyarakat Jatim ikut menjaga suasana aman dan nyaman disertai kerjasama yang kompak TNI-Polri. Kehidupan masyarakat dengan suasana aman dan nyaman ini lebih menyukai kondisi yang damai dari pada konflik.

“Jatim aman dan nyaman, masyarakatnya mampu bergandengan tangan menjaga kedamaian Jatim,” katanya.

Sebagai bentuk syukur suasana aman dan nyaman, Pakde Karwo mengatakan, Pemprov Jatim mengadakan doa bersama untuk menyongsong tahun 2019 dengan suasana kedamaian.

“Doa tidak terpisahkan dari ikhtiar. Mari bergandengan tangan dan berdoa bersama untuk tahun 2019,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Terkait tahun politik 2019, Pakde Karwo berharap agar masyarakat harus bisa meredam emosi dan menjaga rasionalitasnya. 

Jatim telah mempunyai pengalaman dalam meredam emosi pada tahun politik. Dan TNI Polrinya kompak menjadi panutan masyarakat.

Selain itu, masarakat bisa menggunakan hak pilihnya dengan hati dan suasana yang damai untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik. “Harapan besar tahun 2019, jaga hari depan yang lebih baik lewat pemilihan pemimpin. 

Hadir ke TPS, pilih dengan hati untuk menjadikan Indonesia lebih baik. Pilih dengan suasana yang damai,” pungkasnya.

Sementara itu, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman mengatakan, Jatim sampai saat ini masih aman dan kondusif. TNI akan terus meningkatkan profesionalisme dan dekat dengan rakyat, bersinergi dengan Polri. 

Sedang Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyampaikan terima kasih atas kerjasama dari Forkopimda dan Masyarakat Jatim. Sehingga pada tahun 2018, suasana Jatim dalam keadaan yang sangat kondusif, aman dan terasa nyaman.“Suasana aman dan nyaman ini betul-betul dirasakan di Jatim,” ujarnya.

Tasyakuran tahun ini bertemakan “Doa dan Syukur atas Perjalanan dan Berakhirnya Tahun 2018 dan menyongsong Tahun 2019”. 

Agenda tersebut merupakan agenda tahunan sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena memberikan kemudahan dalam menyelenggarakan tata pemerintahan yang baik, dengan kondisi yang aman, nyaman dan tentram.

Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 20.00 WIB dengan agenda tauziah dari  KH. D.  Zawawi Imron serta doa dan dzikir bergantian dari ulama dari pondok pesantren yang hadir. 

Setidaknya, ada sektiar 5.000 peserta yang mengikuti acara tersebut dan juga masyarakat umum ikut bersama-sama menggelar Istighosah bersama dengan  disemarakkan lantunan sholawat  dari Grup Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) dari Jombang, Kediri, Surabaya, Mojokerto,  Gresik dan Pasuruan. (min)

 

Monday, 24 December 2018 05:45

Letusan Gunung Anak Krakatau

Foto udara letusan gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Sabtu, 22 Desember 2018 pukul 17.22 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak (sekitar 1.838 meter di atas permukaan laut).

Jakarta  (KoranTransparansi.com) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut tak ada korban jiwa dalam tsunami yang menerjang Pantai di Selat Sunda.

"Tidak ada korban warga negara asing. Semua warga Indonesia," kata  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwonugroho dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Minggu.

Hingga pukul 16.00 WIB, Minggu, korban akibat tsunami Selat Sunda sudah tercatat 222 korban jiwa. Selain itu  843 orang luka-luka dan 28 orang hilang.

Kerusakan material meliputi 556 unit rumah rusak, sembilan unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal dan perahu rusak.

Korban dan kerusakan meliputi empat kabupaten terdampak yaitu di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan dan Tanggamus.

Jumlah itu diperkirakan masih akan terus bertambah karena belum semua korban berhasil dievakuasi, belum semua Puskesmas melaporkan korban, dan belum semua lokasi dapat didata keseluruhan. Kondisi ini menyebabkan data akan berubah," katanya.

Dari total korban tersebut ada di Kabupaten Pandeglang tercatat 164 orang meninggal dunia, 624 orang luka-luka, 2 orang hilang.

Kerusakan fisik meliputi 446 rumah rusak, 9 hotel rusak, 60 warung rusak, 350 unit kapal dan perahu rusak, dan 73 kendaraan rusak.

Daerah yang terdampak di 10 kecamatan. Lokasi yang banyak ditemukan korban adalah di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung dan Kampung Sambolo.

"Kebanyakan korban adalah wisatawan dan masyarakat setempat. Daerah wisata sepanjang pantai dari Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang dan Pantai Carita sedang banyak wisatawan berlibur yang kemudian diterjang tsunami," katanya.

Korban di Kabupaten Serang tercatat 11 orang meninggal dunia, 22 orang luka-luka, dan 26 orang hilang. Kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.

Sedangkan korban di Kabupaten Lampung Selatan tercatat 48 orang meninggal dunia, 213 orang luka-luka dan 110 rumah rusak. Di Kabupaten Tanggamus terdapat satu orang meninggal dunia.

Penanganan darurat terus dilakukan. BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian PU Pera, Kementerian ESDM, dan K/L terkait terus mendampingi Pemda dalam penanganan darurat.

Pemda Provinsi dan Pemda Kabupaten terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Posko, pos kesehatan, dapur umum dan pos pengungsian didirikan untuk menangani korban.

Alat berat dikerahkan membantu evakuasi. Saat ini sedang bekerja 5 unit excavator, 2 unit loader, 2 unit dump truck dan 6 unit mobil tangki air. Bantuan alat berat akan ditambah.  "Jumlah pengungsi masih dalam pendataan," katanya. (tim)

 

Page 2 of 1824
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...