SIDOARJO (KoranTransparansi.com) - Gus Sagi asal Trawas dan komunitas Jolotundo, Pasuuan, Mojokerto dan Sidoarjo  juga berdoa serta berjuang untuk kemenangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno di di perhelatan Pilgub 27 Juni mendatang .

"Marhaban Ya Ramadhan,"kata Gus Sagi menyampaikan Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno menyambut penuh syukur datangnya Ramadhan, bulan mulia yang penuh ampunan, katanya pada Minggu. 

Dan Demi Kandidat nomor 2 Pilkada Jawa Timur itu kami semuanya berharap, perjumpaan kembali dengan bulan suci ini .”Selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh warga Jawa Timur Menurut Gus Sagi, Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk introspeksi sekaligus mengisi semangat kehidupan dengan nilai-nilai empati, solidaritas, dan kepedulian.(eka)

Surabaya (KofanTransparnsi.com)  – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor 2, Puti Guntur Soekarno, menyampaikan program pemerintahan di kalangan pengemudi angkutan online, GoJek dan Grab. Diantaranya, ia menyebut kesehatan gratis, melalui BPJS atau ‘Kartu Jatim Sehat’.

Kartu Jatim Sehat dirancang Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Puti Guntur untuk memperluas akes pelayanan kesehatan kepada masyarakat, yang dibiayai pemerintah. 

“Kami berdua ingin, para pengemudi angkutan mendapatkan jaminan kesehatan, seperti warga masyarakat umum lain,” kata Puti Guntur dalam acara buka puasa bersama kalangan pengemudi GoJek dan Grab, Senin (21/5/2018)

Acara itu digelar di kawasan Darmo, Kota Surabaya, yang dihadiri Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji. Puti menyadari, kesehatan merupakan kebutuhan dasar warga masyarakat. Terlebih bagi pengemudi angkutan. 

“Sementara, di pihak lain, negara melalui pemerintah berusaha memenuhi kebutuhan itu dengan kapasitas anggaran yang dimilikinya,” kata Puti

Jika terpilih dalam Pilkada Jawa Timur 2018, Gus Ipul dan Puti Guntur merencanakan pemberian Kartu Jatim Sehat untuk melengkapi program kesehatan dari pemerintah pusat seperti Kartu Indonesia Sehat dan BPJS. 

 

“Dengan kemampuan anggaran yang dimiliki Jawa Timur, kami berdua ingin warga masyarakat di provinsi ini dapat seluas-luasnya menikmati fasilitas kesehatan,” kata Puti.

Selain kesehatan, Puti juga menyinggung program pendidikan gratis untuk SMA Negeri dan SMK Negeri. Pada para pengemudi Grab dan GoJek, Puti menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak didik. 

“Dengan program pendidikan gratis untuk SMA/SMK Negeri, kami berdua ingin anak-anak pelajar kita terjamin hak-hak pendidikan mereka,” kata Puti.

Ia menyampaikan, kewenangan pemerintah provinsi adalah mengelola SMA dan SMK. Ini diatur oleh UU 23/2014 tentang pemerintahan daerah. Sedangkan pemerintah kota dan kabupaten, diberi mandat mengelola urusan pendidikan di level pra-sekolah, TK, SD dan SMP.

“Maka dengan kewenengan yang diberikan undang-undang, kami berkomitmen untuk menggratiskan biaya pendidikan SMA/SMK Negeri,” kata Puti

Mantan anggota DPR RI selama 2 periode itu ternyata menjadi pelanggan setia trasportasi online. Ini jika dirinya tidak ada sopir yang mengantar pergi. 

“Saya juga pengguna setia, karena sangat terbantukan sekali dengan adanya ojek online. Kalau tidak ada sopir, saya suka naik Gojek atau Grab. Khususnya untuk aplikasi go food," terang Puti.

Ia menilai, angkutan pengemudi online telah menjadi trend konsumsi masyarakat, menyusul perkembangan teknologi komunikasi. “Tetapi, pengemudi angkutan konvensional juga harus dilindungi. Kuncinya, terletak pada kepastian hokum,” kata Puti.

Ia menginginkan, ke depan, Pemprov Jawa Timur membangun komunikasi yang intensif dengan pemerintah pusat untuk melahirkan payung hukum bagi pengemudi online. “Sehingga pengemudi tradisional, entah itu roda empat atau ojek tradisional, dapat memperoleh jaminan kehidupan pula,” kata Puti. (den)

Sumenep (KoranTransparansi.com) – Anggota DPRD Sumenep Darul Hasyim Fath mengatakan bahwa kondisi geografis Kabupaten paling ujung timur Madura ini, yang terdiri dari 126 pulau secara geografis diakuinya menjadi kendala bagi aparat Kepolisian dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Banyak faktor menjadi penyebab. Pertama diperlukan alat transportasi yang memadai, pulau pulau yang terpencil dan tidak bisa ditempuh dalam waktu satu dua jam dan  dinamika masyarakat yang sangat beragam .

Pernyataan  anggota Komisi I DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath menjawab koran ini pasca meledaknya barang bukti (BB) bom ikan (Bondet) di Mapolsek Gili Genting (kepulauan Gili Genting), yang membuat masyarakat panik pada  pukul 15.10 WIB, Senin 21/5/2018.

“Betapapun insiden tersebut menjadi catatan untuk kita semua bahwa sarana dan prasarana Polsek di Kabupaten Sumenep perlu mendapat perhatian serius dari Mabes Polri” kata politisi PDI Perjuangan Sumenep. 

Politisi asal pulau Masalembu itu berharap, peristiwa meledaknya barang bukti yang disimpan di Mapolsek Gili Genting, Sumenep semoga tidak terjadi lagi di polsek-polsek lainnya atau tempat lain.

Akibat meledaknya barang bukti (BB) berupa bom ikan (sejenis bondet) di ruang penyimpanan BB Mapolsek Gili Genting, Kabupaten Sumenep yang diawali dengan adanya asap, gudang (tempat) penyimpanan arsip dan barang bukti (BB) hancur.

Dari insiden kejadian itu, mengakibatkan atap ruang tahanan rusak dan tembok ruang Reskrim jebol. Bahkan atap asbes dibeberapa ruangan Mapolsek Gili Genting juga mengalami kerusakan yang luar biasa. (fidz)

Sumenep (KoranTransparansi.com)  - Baru beberapa hari ini Jawa Timur di kejutkan dengan bom di  di Surabaya, giliran masyarakat Sumenep  dibuat panik . Kini di Mako Polsek Giligenting hangus terbakar. 

Diduga akibat Bondet yang disimpan di gudang Mapoksekmeledak secara tiba - tiba. Dari kejadian tersebut masyarakat Giligenting merasa ketakutan dan bahkan serba khawatir dengan ludesnya Mako Polsek setempat itu.

Hasil informasi yang dihimpun media korantransparansi.com dari meledaknya BB Bondet yang disimpan di ruang gudang Mapolsek Giligenting itu, ternyata gudang arsip/ BB hancur. Atap ruang tahanan rusak, ruang Reskrim tembok jebol dan atap asbes dibeberapa ruangan mengalami kerusakan. Senin (21/5/2018) sekitar pukul 15.00.

Kabag Humas Polres Sumenep AKP Abd Muki membenarkan kejadian itu yang hampir meratakan Mako Polsek Giligenting hapir rata dengan tanah, sehingga arsip dan BB di TKP ludes. "Benar itu terjadi di Mako Polsek Giligenting ada ledakan yg mengakibatkan kerusakan di ruang gudang tempat penyimpanan arsip dan barang bukti hancur" kata Mukit. 

Mantan Polsek Lenteng itu menambahkan,  bahwa regulasi dari insiden tersebut diduga sebelumnya terjadi konsleting pada reciver Alkom yang letaknya juga berada didalam gudang sehingga menyebabkan efek panas. "Sehingga menyulut BB bondet yang ada diruangan. Akhirna bondet tersebut meledak" lanjutnya.

Sementara saksi - saksi dari kejadian itu atas nama Lutfi (45) perempuan, asal Dusun Bundan Lao' Desa Galis Kecamatan Giligenting Kabupaten Sumenep. Dan petugas piket jaga Aiptu Abuhairi dan Brigader Yuanis Putra.

"Awalnya saksi Lutfi melihat ada asap keluar dari atap gudang Mapolsek Giligenting, kemudian Lutfi masuk ke dalam rumah dan tidak berapa lama terjadi ledakan yang membahayakan jiwa manusia dan setelah dilakukan pengecekan oleh petugas Polis ternyata karena terjadi konsletting listrik reciver Alkom" tuturnya (fidz).

 

Page 2 of 1601
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...