Surabaya (KoranTransparansi.com) - Hj. Fatma Saifullah Yusuf mengapresiasi berbagai karya busana batik hasil desain dari para perancang busana yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Model Indonesia (APPMI) DPD Jawa Timur.

 

Apalagi, batik merupakan ciri khas dan budaya Bangsa Indonesia dan sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan kebudayaan dunia sehingga harus terus dilestarikan.Ungkatpnya di Surabaya, Minggu (25/11).

 

Menurutnya, batik di Indonesia sangat banyak ragam dan coraknya sehingga bisa dipadukan dengan berbagai kain dan motif yang berbeda 

 

Untuk menghasilkan karya busana itu, dibutuhkan tangan terampil dan ide kreatif dari para perancang mode sehingga kain batik tersebut bisa dinikmati dan lebih bermakna.

 

Sebagai penikmat fashion, Fatma-sapaan lekatnya, merasa bangga bahwa para perancang mode yang tergabung dalam APPMI DPD Jatim bisa terus eksis dengan berbagai karya nyata yang sangat indah. Selain itu, desain-desain yang dihasilkan selalu ditunggu para penikmat fashion untuk menambah kecantikan. 

 

"Ini membuktikan bahwa dari selembar kain bisa diolah menjadi gaun yang indah dan cantik saat dilihat dan dikenakan," kata Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jatim ini.

 

Sebagai penggemar batik terutama yang berasal dari Jatim, ia sangat mengapresiasi acara fashion show ini sebagai bagian dari melestarikan budaya batik. Ke depan ia berharap para perajin batik terutama dari Jatim dapat terus mengembangkan hasil karyanya. 

 

Dalam kesempatan ini, Fatma juga menyampaikan terimakasih kepada APPMI DPD Jatim yang terus bekerja, berkarya dan berdidikasi tinggi membawa nama harum bangsa melalui kain batik. Sehingga, hingga saat ini karya-karya tersebut dapat terus dinikmati dan menambah rasa cinta terhadap budaya bangsa.

 

"Terimakasih juga kepada sahabat-sahabat media dan seluruh pihak yang terus membantu dan mendukung acara ini," terangnya.

 

Sementara itu, Ketua APPMI DPD Jatim, Denny Djoewardi mengatakan, fashion show ini menampilkan tren mode busana batik tahun 2019 dari Jatim. Apalagi Jatim banyak menghasilkan berbagai kerajinan batik. 

 

"Kami, APPMI DPD Jatim bersama UKM batik dan tenun terus berkomitmen melestarikan batik sebagai salah satu budaya bangsa," katanya.

 

Untuk itu, dalam fashion show kali ini juga diselenggarakan berbagai lomba untuk menyaring berbagai desainer baru. Ia berharap dengan adanya even ini, Provinsi Jatim dan Kota Surabaya dapat menjadi trend setter busana batik di Indonesia. 

 

Batik Fashion Festival ini diselenggarakan oleh ITC Surabaya bekerjasama dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Model Indonesia (APPMI) DPD Jatim. Karya batik tren 2019 yang ditampilkan kali ini berasal dari berbagai perancang seperti Denny Djoewardi,

 

Ulfa Mumtaza, Yuyuk Nurmaisyah, Yeny Ries, Djoko Sasongko, Gita Orlin, Cindra Kirana dan Anna Budiman. (min)

Monday, 26 November 2018 05:08

Dua Pegiat Media Tewas di Idlib, Suriah

Pegiat  media tewas pada Jumat (23/11) oleh sejumlah pria tak dikenal yang bersenjata di Provinsi Idlib di bagian utara Suriah, kata beberapa sumber oposisi Suriah.

Beberapa penyerang yang bersenjata di dalam satu mobil seketika membunuh kedua pegiat itu --yang diidentifikasi sebagai Raed Al-Fares dan Hamoud Al-Junaid-- di Kota Kecil Kafr Nubl di pinggir selatan Idlib, kata sumber tersebut kepada Kantor Berita Anadolu, yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi.

Pria bersenjata itu melarikan diri dari lokasi setelah serangan tersebut, tambah beberapa sumber.

Al-Junaid, seorang juru kamera, telah meliput berbagai demonstrasi anti-rejim di Kafr Nubl, sedangkan Al-Fares dikenal sebagai pegiat kenamaan anti-rezim.

Al-Fares juga telah bekerja di beberapa media dan menjadi direktur kantor media yang berafiliasi kepada oposisi Kafr Nubl.(*/kh)

Monday, 26 November 2018 04:54

Final Piala Libertadores kembali ditunda

Jakarta (KoranTransparansi.com)  - Final leg kedua Piala Libertadores yang telah dijadwal ulang antara River Plate melawan Boca Juniors kembali ditunda pada Senin dini hari WIB, beberapa jam sebelum laga itu semestinya dimulai, kata panitia penyelenggara, setelah Boca mengeluh bahwa pertandingan itu tidak dapat dimainkan di bawah kondisi-kondisi yang adil.

Pertandingan penentuan itu awalnya dijadwalkan untuk dimainkan pada Sabtu, namun harus ditunda sampai Minggu setelah para pemain Boca terluka ketika bus mereka diserang oleh para penggemar River di luar Stadion Monumental di Buenos Aires.

"Kami tidak mengingkan alasan apapun bahwa kondisi-kondisi yang ada tidak seimbang untuk kedua tim," kata Alejandro Dominguez, presiden Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan CONMEBOL, seperti dikutip dari Reuters. "Kami menginginkan kedua tim memiliki waktu untuk memulihkan diri."

Pada Minggu pagi klub Boca Juniors telah meminta leg kedua final Piala Libertadores untuk ditunda, karena pertandingan itu tidak dapat berlangsung di bawah kondisi yang adil bagi kedua tim.

Ini merupakan pertama kalinya kedua tim terbesar di Argentina itu bertemu untuk memperebutkan gelar elit level Amerika Selatan. Pertemuan musuh bebuyutan sekota ini disebut-sebut sebagai final terbesar sepanjang 58 tahun sejarah kompetisi ini.

Namun final Sabtu yang dijadwal ulang justru akan lebih diingat untuk aksi kekerasan yang membuat para pemain bercucuran darah, dan hampir seluruh kaca salah satu sisi bus Boca pecah. (kt/nov)

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Empat negara, Malaysia, India, Inggris dan tuan rumah Indonesia meramaikan Kejuaraan Bulutangkis Suryanaga Wima Cup 2018 pada 26 Nopember-1 Desember yang digelar di dua tempat, yakni GOR Suryanaga dan GOR Sudirman.

Malaysia mengirimkan 23 atlet, India 5 atlet dan Inggris 1 atlet. Tuan rumah Indonesia terbanyak jumlah pesertanya, yakni 750 atlet lebih. Sedangkan total jumlah peserta kejuaraan ini sebanyak 806 atlet.  Thailand yang sebelumnya mengonfirmasikan hadir, ternyata membatalkan diri.

“Ada peningkatan jumlah peserta. Tahun lalu sekitar 600, tahun ini sebanyak 806 atlet,” kata Ketua POR Suryanaga, Yacob Rusdianto kepada wartawan di GOR Suryanaga, Surabaya, Minggu (25/11/

Menurutnya, kejuaraan ini digelar untuk menggali potensi dan pembinaan. Jatim secepatnya harus bisa bangkit dari keterpurukan prestasi. Padahal, dulu Jatim dikenal dengan gudangnya atlet nasional.  “Dulu, kita punya Alan Budi Kusuma, Soni Dwi Kuncoro dan Alvent Yulianto.

Sekarang sulit memunculkan atlet sekaliber mereka. Tidak ada kebanggaan prestasi yang didapat, karena mungkin kelengahan Jatim yang agak kurang menggelar turnamen usia dini,”

Karena itu, pihaknya ingin mengawali perjuangan membangkitkan kembali kejayaan bulutangkis Jatim di tingkat nasional dan internasional dengan menggelar Suryanaga Wima Cup. Bahkan, even ini akan diupayakan menjadi kalender tetap PB

Kalau dulu kita punya turnamen chalenge, yakni JPGG. Mudah-mudahan tahun depan even ini bisa diakui PB PBSI dan internasional,” tambah mantan Sekjen PB PBSI sembari menambahkan kejuaraan ini memperebutkan total hadiah Rp 65

Hal senada dikatakan Ketua Bidang Turnamen dan Perwasotan PB PBSI, Eddiyanto Sabarudin. Kejuaraan Suryanaga Wima Cup dinilai layak masuk kalender nasional PB PBSI, karena memenuhi syarat dalam jumlah peserta.  “Seingat saya tahun lalu diikuti 600 lebih, sekarang jumlah pesertanya bertambah menjadi 806. Jadi, even ini mungkin bisa masuk kalender PBSI,”

Kalau sudah masuk kalender masional, menurutnya, maka akan bertambah banyak atlet yang mengikuti even ini. Mereka tertarik mengukuti turnamen, karena mendapat poin.  Karena itu, dia meminta pihak penyelenggara untuk segera mendaftarkan ke PB PBSI.

“\Nantinya Jatim punya dua even besar kalender tetap PBSI. Jadi tak harus menunggu piala Walikota Surabaya Cup digelar,”

Kejuaraan ini mempertandingkan 7 kelompok umur. Masing-masing pra usia dini putra/putri di bawah 8 tahun, usia dini putra/putri U-11, anak putra/putri U-13, pemula putra/putri U-13, pemula putra/putri U-15, remaja putra/putri U-17, taruna putra/putri U-19 dan dewasa putra/putri usia bebas. (nov)

Page 9 of 1824
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...