Surabaya (KoranTransparansi.com) - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP.PKK) Jawa Timur menghadiri puncak peringatan Hari Kartini yang diselenggarakan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE) bersama Ibu Negara, Hj. Iriana Negara Joko Widodo dan Hj. Mufidah Jusuf Kalla di Istana Negara Bogor, Sabtu (21/4).

Istri Gubernur Jawa Timur ini mengikuti dengan serius kegiatan yang mengambil tema “Perempuan Indonesia yang Menginspirasi”

Kegiatan dimulai  pukul 08.30 WIB, diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Lagu Ibu Kita Kartini, yang dilanjutkan dengan penayangan kegiatan OASE. Kegiatan juga diisi dengan persembahan seni budaya dan peragaan busana, peninjauan bazar dan ramah tamah.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Peringatan Hari Kartini, Nora Tristyana Ryamizard Ryacudu mengatakan, kegiatan didasari pada arahan ibu negara  tanggal 21 Februari 2012 kepada OASE agar dilakukan pencanangan peringatan serta kegiatan sosial dalam rangka hari kartini.

Berbagai kegiatan dilakukan dalam rangka peringatan hari kartini ini. Diantaranya, berbagai kegiatan bakti sosial bekerjasama dengan berbagai pihak, seperti TP PKK, Dharma Pertiwi, Bhayangkari, dan lainnya di Kepulauan Pramuka. “Kami juga menghimbau kepada seluruh provinsi untuk melakukan kegiatan sosial dalam rangka peringatan kartini” harapnya.

Kegiatan lainnya, lanjut Nora yang juga menjadi Ketua bidang Sosial Budaya OASE ini, yakni penanaman pohon di geopark Kepulauan Samosir, diikuti Kartini Run, dimana para pesertanya didominasi kaum hawa. 

“Selain itu, kita juga melaksanakan wawancara dengan perempuan-perempuan hebat di nusantara, a.l. di daerah Maumere, dan Pulau Samosir yang langsung dilakukan sendiri oleh Ibu Negara dan Ibu Jusuf Kalla," ujarnya sambil menambahkan  wawancara tersebut ditampilkan pada acara puncak peringatan hari Kartini tersebut.

Penghargaan Perempuan Berprestasi

Dalam kesempatan sama juga dilaksanakan pemberian penghargaan bagi perempuan berprestasi, yakni diberikan kepada Ikatan Istri BUMN, TP PKK atas capaian IVA Test dengan kategori cakupan tertinggi, serta kategori kenaikan tertinggi dalam kurun waktu setahun.

Turut hadir pula tiga menteri perempuan Kabinet Kerja yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambisse, para istri kepala daerah, serta perwakilan organisasi perempuan se-Indonesia. (min)

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Banyaknya anak-anak muda yang meninggal akibat minuman keras (miras) oplosan di berbagai tempat, termasuk Jakarta dan Jawa  Barat hingga Banyuwangi membuat Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Agil Sitoj, MA geram. Bahkan, KH Said mendesak Polri untuk segera menangkap semua yang terlibat miras oplosan tersebut.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Harus ada ketegasan aparat penegak hukum, yakni Polri. Karena, sudah jelas, miras dilarang. Tapi, kenyataanya masih banyak beredar dan parahnya lagi, banyak korban meninggal akibat miras oplosan itu,” tandas Said kepada wartawan saat dikonfirmasi disela-sela Konfercab NU Banyuwangi, Sabtu (21/4/2018) petang di Genteng, Banyuwangi.

Tidak hanya itu saja, Agil juga meminta aparat penegak hukum untuk menghukum seberat-beratnya kepada mereka yang memilik pabrik miras oplosan itu. “Sudah jelas miras itu dilarang agama, kok masih banyak beredar. Maka dari itu, Kapolri harus bertindak tegas kepada pemilik pabrik miras jenis oplosan itu. Kalau perlu dihukum seberat-beratnya, biar ada efek jera,” ungkapnya.

Apalagi, kata Kiai Said, korbanya hingga meninggal secara bersama-sama akibat miras oplosan tersebut. Tidak hanya itu, keberadaan miras-miras itu bisa menghancurkan harapan generasi muda dan bangsa.

 “Yang jelas, homer (miras) dilarang dan diharamkan oleh agama, kok ya masih saja orang menjual dan membuat miras oplosan. Ini sudah keterlaluan sekali, harus diberantas dan dihukum berat dan tidak ada toleransi apapun,” jelas Kiai Said.

Seperti diketahui, di Jakarta dan sebagaian Jawa Barat banyak korban meninggal dunia akibat miras oplosan. Bahkan, Wakapolri mengancam Kapolda di Indonesia akan mencopotnya bila daerahnya merebak miras oplosan tersebut. Korban akibat miras oplosan tersebut juga cukup banyak hingga mencapai angka 100 orang. (ari)

BANYUWANGI(KoranTransparansi.com)- Kontes Ayam Bekisar yang digelar Banyuwangi Festival, Minggu (22/4) berlangsung meriah. Sebanyak 400 ayam peserta kontes datang dari seluruh penjuru Pulau Jawa - Bali untuk memamerkan kemampuan berkokoknya yang khas. 

Langit Lapangan Barat Stadion Diponegoro Banyuwangi, Minggu siang itu terlihat meriah oleh ratusan kandang warna warni yang dikerek pada tiang. Kandang tersebut berisi pejantan ayam bekisar yang saling riuh mengeluarkan lengkingan dan cengkok yang unik khas ayam bekisar. 

Para pemilik ayam pun berdiri di bawahnya sambil berharap cemas agar jagoan ayamnya mampu mengeluarkan suara yang khas. Salah satunya, Hendra Gunawan asal Banyuwangi. 

"Senang Banyuwangi bikin kontes bekisar. Saya ikutkan kontes ayam bekisar milik saya yang harganya sekitar Rp 50 juta," jelas Hendra. 

Pria yang juga Ketua Keluarga Penggemar Ayam Bekisar Indonesia (Kemari) Banyuwangi tersebut mengatakan, ayam yang diberinya nama Seblang itu, telah berkali-kali memenangkan kontes serupa. "Sebagai tuan rumah tentu kami tak mau kalah dari kontingen lainnya," kata pria berusia 49 tahun tersebut.

Peserta kontes Ayam Bekisar ini datang  antara lain dari Jakarta, Bogor, Semarang, Surabaya, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Bondowoso, Madura hingga Bali turut serta dalam kontes tersebut. "Panitia kewalahan sampai mendatangkan sangkar dari Kediri untuk ayam-ayam peserta. Tapi ini meriah," paparnya.. 

Ayam bekisar merupakan hasil silang antara ayam hutan hijau jantan (Gallus Varius) dan ayam kampung betina (Gallus dimesticus).  Ayam ini memiliki suara kokok yang khas. Suara inilah yang dilombakan. Terdapat tiga kategori kontes, yakni kelas pratama, madya, dan utama. 

Ajang ini dibuka oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko. Anas mengaku sangat senang melihat antusiasme peserta. Bagi dia, ini menunjukkan bahwa event yang berbasis komunitas akan mampu menarik datangnya peserta. 

"Banyak event yang kami siapkan untuk komunitas agar mereka bisa menyalurkan hobi dan bakatnya. Dengan demikian mereka bisa datang ke Banyuwangi," kata Anas. 

Menurut Anas, ajang ini juga menjadi media edukasi kepada warga maupun komunitas pecinta binatang. Di sana, terdapat 15 stan komunitas berbagai binatang peliharaan, diantaranya musang, reptil, kelinci, dan merpati. Selain  juga dilengkapi klinik hewan yang melayani pelayanan kesehatan, vaksinasi, USG kucing, hingga sunat kucing. “Tidak sekedar ajang kontes, ini juga ajang edukasi. Masyarakat, khususnya anak-anak, bisa melihat langsung berbagai macam binatang. Sekaligus mendapat edukasi bagaimana merawat binatang peliharaannya,” ungkap Anas.

Selain kontes ayam bekisar, dalam event ini juga digelar Cat Show Festival, yang terdiri dari kontes kucing sehat (healthy cat) dan kucing sehat (fun cat) tingkat regional Jawa dan Bali, cat Fashion show, lomba kucing gemuk dan ekstreem. (ari)

 

BANYUWANGI (KoranTransparansi.com) - Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Banyuwangi mulai Sabtu dan Minggu (21-22/4/2018) melakukan Konferensi Cabang (Konfercab) NU di Ponpes Ibnu Sina, Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Bahkan, hingga berita ini ditulis Konfercab masih berlangung pemilihan Rois Syuriah dan Tanfidiyah untuk priode 2018-2023 mendatang.

Pemilihan ini untuk menggantikan duet KH Hisyam Safaat dan KH Masykut Ali yang memimpin NU Banyuwangi sejak 2003 hingga 2018 atau 15 tahun lamanya.

Untuk itu, Ketua Tanfidz NU Banyuwangi, KH Masykur Ali menyatakan kalau kepengurusan akan datang harus tetap  dalam menjaga bangsa, NU tidak diragukan lagi mulai sejak lahir sampai kapanpun tetap menjaga keutuhan NKRI dengan berbagai macam cara yang dilakukan oleh NU. 

Salah satu dengan memilih pemimpin yang tepat. Seperti halnya NU Banyuwangi berusaha maksimal memilih pemimpin yang tepat untuk memimpin bangsa ini atau untuk memimpin Banyuwangi. Maka dengan rekam aspirasi yang dilaksanakan NU, maka Abdulah Azwar Anas jadi bupati hingga saat ini, karena dukungan mutlak dari NU Banyuwangi. 

“Itu di antaranya. Dan cara menjaga yang lain, NU Banyuwangi saat ini melakukan gebrakan yang luar biasa dengan melakukan pendidikan kader NU yang isinya penguatan aswajah dan penguatan NKRI,” ujar Masykur Ali.

Menurutnya, sekarang ini sudah 34 angkatan dan  itu dilakukan tiga hari-tiga hari. Dan akhirnya dibaiat secara bersamaan. Itu betul-betul fanatis kepada organisasi NU. Dan yang kedua adalah memandirikan umat, artinya kita sekarang mandiri tidak tergantung pada yang lain. 

“Jadi, seperti konferensi hari ini, NU konferensi mandiri. Tidak minta bantuan pada pemerintah, hanya dari warga NU sendiri. Itu harus kita lakukan, agar NU nanti tidak menjadi organisasi yang selalu meminta. Misalnya,  seperti ada musibah puting beliung, kita share dan dapat Rp 10 juta atau lebih, insya allah kesadaran warga NU cukup bagus,” papar pengasuh ponpes Ibnu Sina Jalen, Genteng itu.

Selain itu, kata Kiai Masykur, NU adalah menjaga Islam nusantara, yaitu islam yang dibawa walisongo. Ini kita pertahankan agar tidak terkontaminasi oleh paham-paham  radikalisme atau paham-paham dari luar yang selalu mengoyak-ngoyak islam ahlusunnah waljamaah yang dibawa walisongo. “Jadi, itulah tantangan NU di kepengurusan 5 tahun mendatang, harus tetap menjaga itu,” bebernya. 

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwr Anas mengapreasi pelaksanaan konfercab NU kali ini. Bahkan, Anas menyatakan mereka ini hebat. Karena tidak mengirimkan satu pun proposal sumbangan ke berbagai pihak. Dan ini adalah iuran kemandirian, ini adalah contoh yang hebat dari MWC dan ranting-ranting dan seluruh warna NU Banyuwangi. 

“Mudah-mudahan NU bisa sukses Muscabnya dan pemimpin yang baru bisa bersama-sama dengan pemerintah daerah dengan stake holder yang lain untuk bsa membangun Banyuwangi. Saya gak ada intervensi, ini internal. NU sudah punya pengalaman dan saya kira NU sudah siap untuk memilih orang yang tepat,” ujar Anas.  (ari)

 

Page 1 of 1521
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...