NASIONAL

Published in NASIONAL

Wakil Ketua DPR Fahri Minta Penanganan Khusus pada Anak Korban Gempa Lombok

Aug 02, 2018 Publish by 
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat berbincang dengan anak-anak yang menjadi korba bencana gempa di lombok
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat berbincang dengan anak-anak yang menjadi korba bencana gempa di lombok (kt/sam)

Nusa Tenggara Barat (KoranTransparansi.com) - Gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter dengan kedalaman 24 km mengguncang pulau Lombok dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat, Minggu (29/7/2018). Akibatnya, kurang lebih 4000 ribu rumah runtuh, 17 orang meninggal dunia dan ratusan orang terluka. Anak-anak pun turut menjadi korban kehilangan rumah, sehingga harus tinggal di sejumlah titik pengungsian.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta kepada semua pihak yang membantu dalam mengevakuasi para korban untuk memberikan penanganan khusus kepada anak. Ia meminta anak-anak mendapat perlakuan khusus pada makanan. Menurutnya, pihak-pihak yang memberi sumbangan juga harus memahami kebutuhan anak-anak.

“Saya minta untuk anak-anak bisa ditangani secara khusus. Sebab orang nyumbang cari yang gampang saja. Yang mereka sumbang rata-rata saya lihat tadi air minum sama mie instan,” kata Fahri saat dimintai keterangan oleh wartawan di Posko Pengungsian SDN 1 Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, Rabu (31/7/2018).

Lebih lanjut Fahri menilai, mie instan itu tidak baik bagi anak-anak. Seharusnya anak-anak bisa diberikan makanan yang sehat seperti susu, minuman atau makanan yang memiliki kandungan protein dan gizi tinggi.

“Makanan sayur-sayuran ataupun buah-buahan yang baik. Karena minuman sehat bisa untuk kekebalan tubuh. Anak-anak juga harus segera kembali ke sekolahnya. Jangan terlalu lama hidup dalam trauma,” harap Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat itu.

Semantara untuk korban dewasa dan manula, Fahri meminta kepada pemerintah untuk memikirkan bagaimana nasib 4000 rumah yang runtuh itu bisa diperbaiki kembali. Jika memang korban mau tinggal di lokasi yang sama, pemerintah harus memberikan bantuan agar masyarakat memperbaikinya.

“Kalau ada yang di lokasi baru, pemerintah bisa membuatnya sebagai proyek yang besar. Bisa membangun rumah untuk masyarakat  dengan konsep wisata. Jadi pemerintah harus mendesain agar masyarakat terlibat wisata dalam hal ini,” saran politisi dapil NTB itu.(sam)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...