NASIONAL

Published in NASIONAL

Integritas Hakim Karir Lebih Baik

Feb 05, 2018 Publish by 
Penilaian ini disampaikan Anggota Komisi III DPR RI Junimart Girsang saat mengikuti rapat konsultasi dengan MA, Senin (05/2/2018), di Gedung MA, Jakarta.
Penilaian ini disampaikan Anggota Komisi III DPR RI Junimart Girsang saat mengikuti rapat konsultasi dengan MA, Senin (05/2/2018), di Gedung MA, Jakarta. (kt/sam)

Jakarta Koran Transparansi)  - Integritas para hakim karir yang ditempatkan di Mahkamah Agung (MA) dinilai lebih baik daripada para hakim non karir. Komisi Yudisial (KY) perlu mempertimbangkan hal ini sebelum diajukan ke Komisi III DPR untuk jalani uji kelayakan dan kepatutan.

Penilaian ini disampaikan Anggota Komisi III DPR RI Junimart Girsang saat mengikuti rapat konsultasi dengan MA, Senin (05/2/2018), di Gedung MA, Jakarta.

“Atas kekurangan hakim agung, Komisi III sangat kritis. Kami tak mau menelan bulat-bulat para calon hakim yang diajukan Komisi Yudisial. Komisi III berharap, para calon hakim agung itu diutamakan dari kalangan hakim karir, bukan non karir,” katanya.

Menurut Anggota F-PDI Perjuangan itu, orientasi kerja hakim karir di MA lebih jelas. Mereka, kata Junimart, menjadi hakim untuk bekerja. Sementara hakim agung non karir cenderung hanya untuk mencari kerja. Junimart menambahkan, tentu tidak semua hakim non karir bernilai negatif.

Hakim Agung non karir seperti Artidjo Alkostar yang juga hadir dalam rapat tersebut, sangat berintegritas. Mungkin jumlahnya dari 1000 hakim hanya satu yang seperti Artidjo.

“Kalau hakim non karir dominan mencari kerja bukan untuk kerja. Kalau hakim karir betul-betul dia mau kerja. Ini harus jadi masukan dari MA untuk seleksi calon hakim agung di KY. KY juga agar berhati-hati  ke depan. Kerja hakim non karir tidak maksimal. Tapi tidak semua begitu. Seperti Pak Artidjo ini, kan, 1001 adanya,” ungkap politisi dari Sumut itu. (sam)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...