Metro

Gelar Rapat Kerja, Gubernur Jatim Fokus Tiga Isu

SURABAYA (KT) - Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo ingin memfokuskan penanganan tiga isu strategis guna meningkatkan percepatan pembangunan di Jatm.  Ketiga isu tersebut meliputi , penggangguran, pertanian dan kemiskinan.

"Pada tahun 2017, terdapat sekitar 860 ribu orang yang tidak memiliki pekerjaan. Dari angka tersebut yang berupaya mencari pekerjaan 420 ribu orang. Setiap tahunnya, tenaga kerja yang mencari pekerjaan sekitar 239 ribu orang,"ujarnya menjawab pertanyaan wartawan seusai .Rapat Evaluasi Program  Kerja Januari – Agustus 2017 di Surabaya.

Untuk itu, lanjut Pakde Karwo Sapaan akrab Gubernur Jatim, perlu dipertemukan antara lowongan tenaga kerja yang tersedia dengan kualitas SDM. Caranya, melalui  peningkatan kualitas SDM seperti melakukan dual track pengembangan SDM. Yakni fakultas di universitas menjadi Pengampu di SMK.  Selain itu, melakukan perbaikan kualitas proses SMK mini melalui partnership dengan berbagai negara, diantaranya Jerman, Australia Barat.

Upaya lain, lanjut Pakde Karwo, melalui SMK Mini yang tiap tahunnya meluluskan 52.800 tenaga kerja. Juga melalui pembukaan BLK plus yang bisa menciptakan tenaga kerja sekitar 18 ribu yang  tahun depan ditargetkan mencapai 28 ribu.

Terkait kemiskinan di Jatim, dijelaskannya, sampai dengan Maret 2017, tingkat kemiskinan Jatim 11,77 persen.  Angka tersebut turun sebesar  0,08 persen dibanding bulan September  2016. Kemudian untuk kemiskinan pedesaan per Maret 2017 sebesar 15,82 persen, turun sebesar 0,01 persen dibanding Bulan September  2016. Untuk perkotaan per Maret 2017 sebesar 7,87  persen, turun sebesar  0,04 persen dibanding bulan September 2016.

Sebagai upaya menurunkan angka kemiskinan, salah satunya dilakukan penanganan jangka panjang oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Prov. Jatim, Dinas Sosial untuk hal hal ad-hoc serta air bersih oleh DPU Cipt Karya

Selain itu DPMD Jatim akan mengusulkan ke Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi agar pemanfaatan dana desa dirubah dari block grand  menjadi specific grand," ujarnya.

Artinya, lanjut Gubernur, dana desa agar diarahkan untuk ekonomi produktif , bukan seperti halnya selama ini yang 80 persennya untuk infrastruktur. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur desa dengan membeli paving dari kota sekaligus pemborong dari kota tidak terjadi lagi karena tidak memberikan nilai tambah bagi desa."Harus dilakukan evaluasi terhadap penempatan anggaran, misal 40 persen untuk infrastruktur, sedangkan sisanya untuk kegiatan ekonomi produktif dan sosial,” ungkapnya.

Terrkait bidang pertanian terdapat penurunan produksi komoditi utamanya tanaman pangan. Penurunan  pada triwulan II tahun 2017 sebesar 0.42 % dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 3.39 %.

Untuk itu strategi yang diterapkan Pemprov Jatim untuk meningkatkan produksi pangan khususnya  Padi di tahun 2017 antara lain menambah luas tambah tanam dari luas tanam seluas 2,395 juta ha atau  luas panen 2,3 juta ha dengan target menghasilkan 13,874 juta ton produksi padi. (ris/min)

Gubernur Akan Tarik Semua Mobdin Anggota DPRD Jatim

SURABAYA (KT) - Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo, berencana menarik semua mobil dinas anggota DPRD) Prov. Jatim per  September 2017 ini. Namun, keinginan itu belum bisa terlaksana dikarenakan jawaban surat Pemprov. Jatim ke Mendagri sampai dengan saat ini  belum turun.

Pernyataan itu disampaikan Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim menjawab pertanyaan wartawan usai acara Sidang paripurna DPRD Prov. Jatim, di Gedung DPRD Jl. Indrapura Surabaya, Senin (4/9) siang.

Dijelaskan, Pemprov. Jatim telah berkirim surat ke Kemendagri tanggal 28 Agustus kemarin. Tapi, sampai saat ini belum ada jawaban  dari Mendagri.  "Sampai dengan saat ini, posisi kami menunggu jawaban. Kalau sudah turun, pemprov. Jatim bisa bertindak dan langsung menarik mobdin dewan," ujarnya.

Namun demikian, apabila sampai 14 hari kerja  terhitung sejak tanggal pengiriman, atau jatuh tanggal 11 September 2017, jawaban belum turun, maka kendaraan akan ditarik Pemprov. Jatim. Karena, artinya, Mendagri setuju terhadap surat tsb.

Dalam kesempatan sama, Gubernur menjelaskan latar belakang dirinya menarik semua mobil dinas anggota dewan.  "Alasannya, setiap bulan para anggota dewan sudah memperoleh uang transport," ujarnya.

Terkait besaran uang transport anggota dewan, Pakde Karwo mengatakan agar para wartawan menanyakan ke Sekda Prov. Jatim atau ke  Sekretaris DPRD Jatim. (min).

Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo

SURABAYA (KT) - Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo melarang masyarakat membuka posko penggalangan dana untuk langsung diberikan  ke Miyanmar. Demikian pula, pengiriman langsung para relawan. Alasannya, aturan internasional tidak mengijinkannya.

15 Tim Pokja Wartawan Pastikan Ikut Piala Gubernur Jatim 2107

SURABAYA (KT) - Turnamen Futsal antar Kelompok Kerja (Pokja) wartawan memperebutkan Piala Gubernur Jatim 2017 disambut antusias. Sebanyak 14 tim dari 18 tim wartawan se-Jatim sudah memastikan diri ikut ambil bagian.

Ketua Pokja wartawan Pemprov Jatim, Fiqih Arfani mengatakan tingkat partisipasi wartawan di Jatim untuk ambil bagian dalam turnamen futsal Piala Gubernur Jatim 2017 sangat luar biasa. Sampai hari Minggu (3/9/2017) sudah 15. tim yang menyatakan ikut.

"Ada 16 tim yang diundang, kemudian berkembang menjadi 18 tim. Tapi, yang sudah fix baru 14 tim," katanya di Surabaya, Minggu (3/9).

15 tim tim tersebut, tidak hanya tim wartawan Surabaya, tapi kabupaten dan kota di Jatim lainnya. Yaitu, Polda Jatim, Wankum, Polrestabes, Forwahub, Ekbis, Dewan/Pemkot Sby, Indrapura, Koni Jatim, Pahlawan, Malang, Blitar, Gresik, Tuban dan Sidoarjo.

Tim lainnya yang belum memberikan jawaban, antara lain Pokja Forwapel, Madura dan Mojokerto. "Kita tetap berharap tim lain yang belum mendaftar bisa berpartisipasi untuk meramainkan turnamen dalam rangka memperingati HUT Provinsi Jatim yang jatuh pada 12 Oktober 2017," ujarnya.

Rencananya, panitia pelaksana (panpel) akan menggelar manajer meeting di Press Room Gedung Negara Grahadi, Senin (4/9). Dari manajer meeting ini, akan diketahui jumlah tim peserta turnamen ini, untuk memudahkan panpel menyusun format pertandingan.

Turnamen futsal antar pokja wartawan ini digelar tanggal 19 September-10 Oktober mendatang di Gool Futsal Mangga Dua, Surabaya. Pembukaan dilaksanakan 15 September di halaman Grahadi oleh Gubernur Jatim Soekarwo.

"Kick off akan dilakukan langsung oleh Gubernur. Insya Allah nanti seluruh Forkopimda mulai dari Gubernur, Wagub, Pangdam, Kapolda, Ketua DPRD Jatim, Kajati serta beberapa pejabat lain juga akan hadir dalam pembukaan turnamen kali ini," tutur Fiqih.

Menurutnya, total hadiah untuk turnamen kali ini senilai Rp 30 juta. Selain akan mendapatkan uang tunai, juara I, II, III, dan IV, serta top skor, pemain terbaik, dan tim terbaik juga akan mendapatkan tropi dan piagam.

"Bagi juara pertama, nanti hadiah akan diserahkan langsung oleh gubernur pada saat resepsi HUT Pemprov Jatim ke 72 di Grahadi," ujar jurnalis Kantor Berita Antara ini.

Meski bersifat turnamen, Fiqih berharap setiap peserta tetap menjunjung tinggi rasa persahabatan karena gelaran ini pada intinya adalah untuk mempererat persahabatan diantara wartawan. Selain itu, tentunya berlangsung lancar dan sukses.

"Tetap wajib fair play, namun selain itu turnamen ini ajang silaturahmi antar wartawan. Jadi juara atau tidak yang terpenting adalah ini ajang keakraban antar wartawan," ujarnya. (min)

Pakde Karwo ,Teladani Keluarga Nabi Ibrahim AS dan Keluarga

SURABAYA (KT) - Gubernur Jawa Timur,  Dr. H. Soekarwo  mengajak seluruh  umat, khususnya umat  muslim untuk meneladani Nabi Ibrahim AS dan keluarganya. Pasalnya, mereka sekeluarga sangat kompak dan mampu menjalankan perintah Allah SWT dengan  ikhlas, yakin, dan totalitas, serta mampu  menahan diri  dari  tipu  muslihat setan.

"Perayaan Idul  Adha bukan hanya dimaknai dengan menunaikan ibadah sholat Ied, semata, tapi lebih dari itu, Idul Adha adalah momen untuk meneladani kekompakan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya, baik suami, istri, dan anaknya yang baik dan tawakkal dalam menjalankan perintah  Allah SWT  dan melawan godaan setan"

Hal itu disampaikan Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim saat diwawancarai wartawan seusai menunaikan ibadah Sholat Hari Raya Idul Adha Tahun 1438 H/2017  M di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Jumat (1/9) pagi.

Pakde Karwo  mengatakan, Nabi Ibrahim AS sangat ikhlas dan yakin saat mendapat perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS yang ketika itu usianya masih kecil. Begitu pula istrinya, Siti Hajar dan Nabi Ismail AS yang taat dan ikhlas terhadap  perintahNya.

"Baik Nabi Ibrahim AS, istri, dan anaknya masing-masing mendapat gangguan dari setan agar tidak menuruti perintahNya untuk menyembelih Nabi Ismail AS.

Namun ketiganya tetap tidak bergeming bahkan melempari setan dengan batu. Kekompakan dan ketakwaan dari keluarga itu membuat Allah SWT mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba untuk disembelih"  katanya.

Ditambahkan, konteks ketakwaan dan keteladanan Nabi Ibrahim dan keluarganya jika dikaitkan dengan era sekarang adalah setiap individu dan keluarganya harus mampu menyeimbangkan hubungan dengan Allah (habluminallah) dan hubungan dengan sesama manusia (habluminannas) dengan baik.

Selain untuk beribadah kepada Allah  SWT melalui sholat Ied, Idul Adha juga menjadi bagian penting  untuk mewujudkan Indonesia yang  berkeadilan sosial. Artinya, kita  harus peduli kepada orang yang kurang mampu, salah satunya lewat berkurban" ujarnya.

Pada hari Raya Idul Adha 1438 H kali ini, Pakde Karwo menyerahkan secara simbolis kurban sapi jenis simental seberat 1 ton kepada Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Pakde Karwo juga menyerahkan kurban sapi jenis ongole dengan berat 1,1 ton dari Presiden RI, Joko Widodo kepada Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

Penyerahan kurban  secara simbolis juga dilakukan Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf yang  menyumbangkan kurban sapi jenis limosin  seberat 950 kg kepada Masjid Islamic Centre Surabaya.

Kemudian Pangdam V/Brawijaya menyumbangkan kurban sapi kepada Masjid At-Taqwa Kel. Sawunggaling Surabaya, Kapolda Jatim menyumbangkan kurban sapi jenis simental seberat 1,2 ton kepada Yayasan Prof. dr. Hj. Kadiru Yahya dari Gedangan Sidoarjo.

Adapun Kajati Jatim menyumbang kurban sapi jenis mental berat 850 kg kepada Masjid Baitul Haq Kejati Jl. A. Yani Surabaya, lalu KPT Jatim menyumbang kurban sapi jenis limosin berat 750 kg kepada Masjid Al-Hakim Jl. Sumatera Surabaya, Pangarmatim menyumbang sapi kepada Masjid As-Salam Hangtuah Ujung Surabaya, dan Sekdaprov Jatim, Dr. H. Akhmad Sukardi menyumbang sapi jenis limosin seberat 850 kg kepada Masjid Baitul Hamdi Kantor Gubernur Jatim, Jl. Pahlawan 110

Dalam khotbahnya, khotib sholat ied, KH. Husein Rifa'i yang  juga pengasuh PP Jabal Nur Sidoarjo mengatakan,  umat manusia wajib mewaspadai godaan setan. Pasalnya setan memiliki niat jahat untuk menyeret manusia agar tersesat baik di dunia maupun akhirat. Setan juga terus manusia dari segala penjuru,  baik dari depan maupun belakang.

Digoda dari belakang artinya setan mengajak kita untuk melupakan sejarah. Contohnya, sejarah penciptaan bumi, sejarah nabi-nabi, dan sejarah lain yang ada di  Al-qur'an. Padahal, sejarah dapat menguatkan iman dan ketakwaan kita, karena mengingatkan kita betapa besarnya kuasa Allah SWT.  (min)

Fandi Utomo, Wakil Ketua Komisi II DPR RI

Surabaya (KT) - Pilgub Jatim 2018 semakin meriah. Sejumlah calon mulai menunjukkan keseriusannya. Tidak hanya calon, para pendukung juga mulai memeriahkan pemilihan dengan melakukan deklarasi bagi calon pilihannya untuk maju di pesta demokrasi tersebut.


Seperti yang dilakukan Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) bersama 20 ormas lainnya. Mereka siap menyatakandukungannya kepada Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fandi Utomo sebagai salah satu Kandidat di Pilgub Jatim 2018.


"Kira-kira bulan depan kami sudah melakukan deklarasi," ungkap Sekretaris GRIB Jawa Timur, Irwanto, Rabu (30/8). Saat ini pihaknya sedang melakukan konsolidasi untuk deklarasi dukungan kepada Fandi Utomo atau yang akrab disapa FU ini.


Alasan memberikan dukungan kepada Fandi Utomo, karena dianggap bersih dan mengerti regulasi. Sebagaimana diketahui, yang bersangkutan saat ini duduk sebagai pimpinan di Komisi II DPR RI.  "Saat ini yang dibutuhkan adalah pengalaman yang sesuai dengan bidangnya. Kalau tidak, susah untuk menata Jawa Timur," ujar Irwanto.


Irwanto juga mengatakan, rencananya deklarasi dukungan GRIB akan digelar di sejumlah daerah. Mulai dari daerah Malang Raya, Arek, Tapal Kuda dan Mataraman. Ormas GRIB sendiri sudah tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Timur. "Dalam waktu dekat, saat ini kami masih konsolidasi," pungkasnya. (zal)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...