Metro

Anggota Divisi Perencanaan dan Data KPU JawaTimur Choirul Anam

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Pemilihan Gubernur Jawa Timur dan Pilkada serentak Rabu (29/6/2018) menarik perhatian dunia. Setidaknya ada 150 negara di dunia akan memantau pelaksanaan dua event politik lokal Jawa Timur tersebut.

Kabar akan hadirnya 150 negara ke Jawa Timur diperoleh dari Ketua Divisi Perencanaan dan data Komisi Pemilihn Umum (KPU) Jawa Timur Choirul Anam (Cak Anam) saat menjelaskan kepada anggota Dewan Perwakilan daerah (DPD) RI di gedung negara Grahadi Surabaya, Selasa (5/6/2018). Dalam pertemuan tersebut hadir pula Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Delegasi 150 negara tersebut akan hadir ke Surabaya, Jawa Timur mulai tanggal 23 sampai H+1 yaitu tanggal 28 Juni. Karena ini pekerjaan diluar KPU meski obyeknya KPU, tapi kami perlu melaporkan secara kusus kepada Gubernur. Nantinya mereka akan di jamu Pemprov Jawa Timur dan Pak Gubernur sebagai tuan rumahnya.

Selain Pilgub ada 18 Kabupaten/Kota yang melaksnakan pemilihan Bupati dan Walikota.

Mantan anggota KPU Kota Surabaya itu mengatakan, para pemantau pilgub dan pilkada serentak dari berbagai negara itu adalah anggota KPUnya negara tersebut alias bukan LSM. Jadi kedatangannya ke Surabaya atas nama negara masing masing. "Sebenarnya ini tamunya KPU Pusat, namun oleh KPU Pusat diarahkan ke KPU Jawa Timur.

Pihaknya tidak mengerti pertimbangan KPU Pusat kenapa harus Jawa Timur. Bisa jadi karena Pilgub Jawa Timur dianggap lebih cool. Sedangkan apa saja yang akan jadi pusat pemantauan, kita serahkan kepada mereka maunya apa. Yang jelas, KPU Jawa Timur siap menggelar Pilgub Jawa Timur.

Dalam pertemuan tadi, juga kami sampaikan tentang kesiapan Jawa Timur menghadapi event politik tersebut mulai dari distribusi APK (Alat Peraga Kampanye), surat suara, petugas TPS, pengawasan, sampai pada coblosan di Lapas (Lembaga Pemasarakatan) dan perlakukan pengungsi Sampang penganut Siah yang kini masih di Surabaya. 

Semuanya sudah clear. Bahkan diluar dugaan untuk distribusi surat suara sudah sampai ke Kabupaten/Kota di Jawa Timur. "Kami juga mengajak Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dalam rangka pengawasan," tandas Choirul Anam. (min)

Gubernur Jawa Timur Soekarwo memberikan keterangan pers soal kesiapan Pilkada serebtak Jatim di hadapan anggota DPR RI di Grahadi Surabaya, Selasa (5/6/2018)

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo memaparkan kesiapan pemilihan kepala daerah/pilkada serentak di Jatim dihadapan DPD RI, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (6/5) pagi. Pilkada serentak di Jatim tahun ini meliputi pemilihan 19 kepala daerah, yakni gubernur dan wakil gubernur, serta bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota di 18 kab/kota.

Dalam paparannya, Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim menjelaskan pihaknya bersama Forkopimda Jatim telah berkomitmen untuk melaksanakan sekaligus menyukseskan Pilkada serentak 2018 yang aman dan damai di Jatim. Alasannya, a.l. kondisi aman dan damai di Jatim sangat berpengaruh terhadap pembangunan dan perdagangan, tidak hanya di Jatim, tapi juga daerah lain di Indonesia.

“Pilkada serentak aman dan damai mendukung stabilitas nasional. Jadi apapun partai calon kepala daerah, hanya untuk Jatim damai,” tegas orang nomor satu di Jatim ini.

Untuk mewujudkan kondisi aman dan damai tsb, lanjut Pakde Karwo,  dilibatkan tiga pilar plus yang terdiri dari kepala desa, Babinsa, Babinkamtibmas  dalam pelaksanaan Pilkada serentak. Tiga pilar plus tsb merupakan bagian dari pemerintahan sipil. Artinya, babinsa dilibatkan atas permintaan pemerintah sipil. 

Masih terkait pilkada serentak, Pakde Karwo juga menyampaikan bahwa pihaknya bersama Forkopimda Jatim dan Forum Kerukunan Umat Beragama/FKUB Jatim dengan sungguh-sungguh memerangi hoax. Demikian pula,  Forkopimda Jatim, KPU dan Bawaslu Jatim telah melakukan deklarasi kampanye damai.

Berdasarkan data dalam pelaksanaan pilkada serentak ini terdapat jumlah daftar pemilih tetap sebanyak 30.155.719 orang yang terbagi di 38 kab/kota dengan 666 kecamatan dan 8.497 desa/kelurahan dari total jumlah penduduk Jatim sebanyak 39.500.952 orang. Target partisipasi politik pilkada serentak tahun 2018 di Jatim bisa mencapai 77,5 persen lebih meningkat dibandingkan pilkada tahun 2015 yang mencapai 64,01 persen.

Apresiasi Kesiapan Pilkada Serentak 

Sementara itu, Ketua Komite I DPD RI Akhmad Muqowam mengapresiasi kesiapan Jatim dalam pelaksanaan pilkada serentak tahun 2018. Sebab, Jatim itu memiliki satu hierarki yang tidak lepas dari kepemimpinan Gubernur Jatim Pakde Karwo.

Ia juga menyampaikan, anggota DPD RI akan kembali ke daerahnya masing-masing pada tanggal 24-27 Juni 2018 untuk memantau pelaksanaan pilkada serentak. 

Kunjungan rombongan DPD RI ini dipimpin oleh Ketua Komite I DPD RI Akhmad Muqowam dan diikuti 10 anggota DPD RI. (kh?

Pakde dan Bude Karwo Temu Kangen Paguma Surabaya Lewat Buka Puasa Bersama

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo beserta Ny. Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si melakukan temu kangen dengan Paguyuban Madiun/Paguma Surabaya lewat buka puasa bersama, di kediaman Ketua Paguma Surabaya, dr. Pranawa,Sp.PD, KGH, di Jalan Rungkut Asri Tengah VII No. 43 Surabaya, Minggu (3/6) sore.

Memberikan sambutan, Pakde Karwo mengatakan, bulan Ramadhan dipenuhi berkah Allah SWT. Untuk itu, perlu diisi dengan kegiatan-kegiatan kebaikan, seperti  silaturahmi, temu kangen, dan saling memaafkan. Memahami keberkahan bulan ini, ajang buka puasa dijadikan sebagai momen silaturahim oleh Paguma Surabaya dan dirinya.

“Kami sekeluarga terima kasih diundang untuk buka puasa bersama di sini. Tadi diajak cepat-cepat untuk berangkat ke sini untuk temu kangen dengan saudara-saudara Paguma Surabaya. Semoga Bulan Ramadhan tahun depan bisa bertemu lagi,” ujarnya sambil mengapresiasi berbagai kontribusi sosial Paguma Surabaya, diantaranya mendirikan asrama mahasiswi untuk warga Paguma Surabaya. 

Mengakhiri sambutannya, Pakde Karwo berpamitan kepada warga Paguma Surabaya, karena akan mengakhiri jabatannya sebagai Gubernur Jatim pada 12 Februari 2019. Meskipun tidak lagi menjabat sebagai gubernur, ia menegaskan dirinya tetap akan mensupport dan berpartisipasi terhadap Paguma Surabaya. 

Dalam acara buka puasa bersama ini, Pakde dan Bude Karwo memberikan bingkisan kepada 100 anak yatim piatu dari beberapa panti asuhan di Surabaya, yang secara simbolis diberikan kepada 10 anak sebagai perwakilan .

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Paguma Surabaya  menjelaskan, Paguma Surabaya telah berhasil mendirikan asrama mahasiswi Paguma, berlokasi di Jalan SMEA Negeri 3 No. 5 Keputih Surabaya tahun 2015. “Pendirian ini berhasil diwujudkan atas gagasan dari Pakde Karwo yang juga merupakan Pelindung Paguma Surabaya,” ujarnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Suasana guyub, rukun, gayeng, dan penuh persaudaraan di antara keluarga Paguma Surabaya nampak benar dalam acara buka puasa ini. Demikian pula, canda dan tawa, bersalaman, serta peluk sapa diantara sesama warga Paguma. Pakde Karwo juga tanpa canggung berbaur bersama warga lainnya. (den)

 

 Cagub Khofifah Indar Parawansa memanfaatkan hari Minggu (3/6/2018) dengan mengunjungi para pedagang kaki lima (PKL) didi Jalan Indrapura Surabaya.

SURABAYA (KoranTransparnsi.com) - Sambutan masyarakat begitu meriah saat calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendadak turun menyapa masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga di pasar pedagang kaki lima (PKL) Indrapura, Surabaya. Kedatangan Khofifah disambut antusias masyarakat dan pedagang.

Seketika masyarakat menyemut ke tempat Khofifah berdiri. Warga silih berganti memeluk, menyalami dan berswafoto dengan pemimpin masa depan Jawa Timur ini.

Khofifah pun langsung berbaur dengan masyarakat di pasar tumpah Indrapura, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/6/2018). Khofifah meladeni satu per satu warga yang tampak semringah menyambutnya.

Setiba di lokasi, seketika tampak rombongan warga yang mengenakan hijau tosca menyalami Khofifah dan berlanjut berkeliling. Mereka, para pedagang kaki lima yang tergabung dalam Serikat Pedagang Kaki Lima (SPEKAL). 

Kedatangan mereka yang secara tiba-tiba hanya untuk memberikan dukungan untuk Khofifah. Para pedagang kaki lima yang tersebar di seluruh Jawa Timur ini menginginkan pemimpin baru.

“Pastinya mendukung bu Khofifah dan mas Emil. Kami ada 2000 pedagang kaki lima ada di wilayan Jawa Timur. Mudah-mudahan nanti ibu nanti sebagai pemimpin baru, bisa memberikan pencerahan baru,” kata Sugianto.

Sugiarto berharap besar terhadap Khofifah. Pimpinan SPEKAL, Sugianto menilai Khofifah sosok yang peduli terhadap pedagang tradisional.

“Kami berharap besar ke bu Khofifah. Pemimpin wanita juga lebih  bisa mengatur keuangan, lebih stabil, lebih bersimpati,” ungkapnya.

Pedagang kaki lima, Sugianto mengatakan selama ini belum mendapat intervensi perlindungan dari pemerintah provinsi. Dia juga yakin jika nanti dipimpin Khofifah Jawa Timur akan lebih manusiawi memberikan perhatian kepada PKL.

“Sampai saat ini belum ada intervensi dari pemerintah provinsi untuk pedagang kaki lima. Ibu lebih berbicara solusi, ayo cari jalan keluar, itu yang kita mau dan ibu Khofifah memberikan itu. Cara itu kan yang manusiawi kita berbicara solusi,” pungkasnya.

PKL lainnya memanggil Khofifah sebagai pemimpin pengayom. Itu yang diungkapkan Fandi, pedagang baju di pasar Indrapura. 

“Ini ibu kita dari sejak 8 tahun lalu ibunya Jawa Timur. Hari ini harus jadi. Wis Wayahe, kita dukung, kita bantu supaya jangan dizolimi lagi,” tutur Fandi.

Sementara itu, Khofifah menilai pasar tumpah perlu tetap diadakan. Sebab, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang ekonomis. 

“Masyarakat membutuhkan layanan berbagai produk. Kita bisa lihat jam pakai sunday market, car free day.  Format pertemuan penjual dan pembeli berseiring dengan tata kota bersinergi,” ucap Khofifah.

Meski demikian, diakuinya, pasar tumpah harus diberikan akses transaksi sesuai dengan peraturan pemerintah setempat. Pasar tumpah minggu ini seperti Sunday Market di Europa yang ada hanya saat hari libur nasional.

“Artinya hal-hal yang meningkatkan kesejahteraan.  Jalan sehat.  Eropa bikin di taman.  Mereka cintai taman tapi tetap bisa mencari barang yang bisa mereka butuhkan.  Merek mengikuti proses silaturahminya. Tetap fun, bersinergi tertib dengan tata ruang dan penataan,” pungkasnya. (fir/min)

BEM Nusantara Selenggarakan Kuliah Kebangsaan Sebagai Respon Aksi Terorisme

SURABAYA (KoranTransparnsi.com) -  Momentum kuliah kebangsaan yang mengupas 4 pilar kebangsaan harusnya bisa dijadikan sebagai sarana edukasi bagi mahasiswa. kata Ahmad Noor Fuadi, Koordinator Forum Silaturahmi BEM Nusantara di Unesa  Surabaya, Kamis .

Forum Silaturahmi BEM Nusantara bersama dengan BEM Fakultas Ekonomi Unesa diorientasikan untuk membentuk kemampuan mahasiswa dalam mengimplementasikan 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Mahasiswa sebagai rule model dikalangan pemuda harus paham benar mengenai 4 pilar kebangsaan ini. "Pemuda adalah sosok penggerak yang harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang ada pada 4 pilar tersebut dalam setiap geraknya", tegas Ahmad Noor Fuadi. 

Kemampuan dalam mengimplementasikan 4 pilar kebangsaan tersebut diharapkan dapat meminimalisir munculnya paham-paham yang besrifat merusak persatuan NKRI. 

"Kalau kita melihat kembali aksi terorisme yang terjadi di Surabaya pada beberapa waktu yang lalu. Tentu kita akan diingatkan bagaimana satu keluarga melibatkan seluruh anggotanya untuk melakukan aksi terorisme. Disini kita bisa melihat bagamana paham itu ditanamkan".

Selain untuk memaksimalkan kemampuan mahasiswa dalam mengimplementasikan 4 pilar kebangsaan, kuliah kebangsaan tersebut merupakan bentuk respon atas tindakan aksi terorisme yang terjadi di Surabaya dengan mengatasnamakan suatu paham.

“Kita menganggap penyelenggaraan kuliah kebangsaan ini adalah bentuk kesiapan Forum Silaturahmi BEM Nusantara dalam mengawal kesatuan NKRI”, jelas Ahmad Noor Fuadi ketika menyampaikan kesiapan Forum Silaturahmi BEM Nusantara dalam mendukung dan mengawal penciptaan iklim kondusif dengan semangat kebangsaan di seluruh wilayah NKRI.

Sejalan dengan yang disampaikan oleh Ahmad Noor Fuadi, Dr. Ahmad Basrah, MH, juga mengungkapkan bahwa "dalam menanamkan jiwa nasionalisme dan semangat kebangsaan pendekatan secara edukatif penting untuk dilakukan. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menciptakan paham tandingan bagi paham yang bersifat merusak NKRI." 

Sehingga ketika semangat kebangsaan ini sudah merasuk dalam jiwa masyarakat maka tidak akan ada lagi tindakan amoral yang melibatkan suatu paham.

"Ketika seorang individu didik maka apa yang didapatkan pada proses pendidikan itu akan menjadi modal dalam melakukan tindakan dalam kehidupan sehari-harinya. Aksi terorisme yang terjadi di Surabaya beberapa saat lalu sudah melibatkan ranah doktrin sehingga melibatkan anak-anak dalam aksi terorisme tersebut", tandasnya.

Dr. Ahmad Basarah, MH mengungkapkan bahwa "sejak runtuhnya kekuasaan rezim Orde Baru oleh propaganda Reformasi yang memuncak dipertengahan Mei 1998 lalu, Pancasila memang nyaris terkubur  dari ingatan kindertagesstätte sendiri. Dihapusnya mata pelajaran pengamalan pancasila seperti PMP yang belum tergantikan oleh program lain membuat pancasila hampir luput dari ingatan warga negara Indonesia."

Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan edukasi tentang pentingnya mendalami identitas bangsa maka pada 22 Februari tahun 2012 yang lalu ketua MPR RI Taufik Kiemas meluncurkan buku yang berjudul 'Empat Pilar untuk Satu Indonesia : Visi Kebangsaan dan Pluralisme Taufik Kiemas'. Kemudian setelah itu sosialisasi tentang 4 pilar kebangsaan mulai sering dilakukan sampai sekarang. ungkap Dr Aclhmad Basarah.MH. (med)

HUT Surabaya ke-725, Gus Ipul-Puti: Bu Risma Makin Moncer

Surabaya - Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno menyampaikan selamat HUT ke-725 Kota Surabaya, Kamis 31 Mei 2018.

“Selamat Ulang Tahun untuk seluruh Arek Suroboyo. Semoga tambah jaya dan sejahtera. Makin memperkuat gotong-royong. Dipimpin Bu Risma, Surabaya makin moncer,” kata Gus Ipul.

Cawagub Puti Guntur Soekarno memberi ucapan yang sama. “Selamat HUT Kota Surabaya ke-725. Dipimpin Bu Risma, Surabaya makin maju. Surabaya makin nyaman dan makmur,” kata Puti.

Kota Surabaya, kata dia, sangat dekat dengan keluarga Bung Karno. Di kota ini, kekeknya lahir 6 Juni 1901. Tempatnya di Kampung Lawang Seketeng, yang kini bernama kampung Peneleh Pandean. Di pemukiman, tepian Kali Mas.

“Bung Karno lahir ketika fajar merekah. Itu sebabnya, Eyang Karno juga disebut Putera Sang Fajar,” kata Puti.

Gus Ipul melihat, Surabaya berbenah sejak pemerintahan kota pasca reformasi. Ini dimulai Walikota Bambang DH yang telah meletakkan dasar pemerintahan kota yang baik dan benar.

“Tahun 2010, Bu Risma memimpin Kota Surabaya. Seluruh tata pemerintahan kota semakin solid. Kebijakan-kebijakan pembangunan makin menunjukkan wajah pro-rakyat,” kata Gus Ipul.

Wakil Gubernur Jawa Timur 2 periode itu berpendapat, Pemkot Surabaya terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Seperti, pendidikan gratis untuk SD dan SMP Negeri. Pelayanan kesehatan juga terus dikembangkan.

“Perhatian pada perempuan dan anak-anak, sangat dirasakan di Surabaya. Bu Risma telah memberi keteladanan pemimpin yang melayani warga,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul dan Puti sama-sama melihat, banyaknya penghargaan nasional dan internasional yang diraih Kota Surabaya, menunjukkan betapa penting dan nyata berbagai perubahan sekaligus penataan yang terjadi selama ini.

“Pemerintahan yang melayani, tentu akan memicu partisipasi publik yang hebat di masyarakat. Dan, situasi itu sangat terasa di Kota Surabaya,” kata Gus Ipul.

“Sekali lagi, selamat HUT untuk arek-arek Suroboyo. Selamat untuk Bu Risma dan seluruh jajaran pemerintahan. Selamat berjuang untuk negeri,” kata Puti.

Gus Ipul menambahkan, Surabaya telah menunjukkan peradaban yang kosmopolitan, sejak awak dulu hingga saat ini. Kota ini seperti telah ditakdirkan menjadi kota besar, dimana banyak orang  datang dari berbagai daerah, dan bertempat tinggal di Surabaya.

“Tapi sejarah Surabaya juga menujukkan jiwa-jiwa yang berani, karakter yang lugas. Seluruh warga Surabaya, dimana pun tinggal, selalu bangga ketika bilang: aku arek Suroboyo!” kata Gus Ipul.(den)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...