Metro

Petugas membantu seorang calon haji saat pemeriksaan barang bawaan jamaah calon haji di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Surabaya (KoranTrabsparansi.com) - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mengamankan 45 slop rokok dari empat kopor milik jamaah calon haji yang diketahui masih dalam satu hubungan keluarga yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 15.

"Rombongan Kloter 15 asal Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur memasuki Asrama Haji Embarkasi Surabaya hari ini dan langsung menjalani pemeriksaan keimigriasian sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci besok," ujar Kepala Seksi Informasi Haji PPIH Embarkasi Surabaya kepada wartawan di Surabaya, Sabtu.

Dalam proses keimigrasian tersebut petugas menemukan empat koper yang dirasa berisi barang yang dirasa mencurigakan saat melalui pemindaian "X-Ray".

"Setelah diperiksa isinya, kami temukan totalnya 45 slof rokok berbagai merek dari empat koper tersebut," katanya.

Sutarno memastikan pemilik empat koper itu adalah calon haji yang masih dalam hubungan satu keluarga.

Nuruddin, salah satunya, yang dari kopernya ditemukan 9 slof rokok, berdalih bukan miliknya sendiri.

"Ada saudara di Arab Saudi yang titip. Saya sebenarnya sudah tidak mau dititipi. Tapi orangnya maksa," katanya.

Sutarno menyayangkan selalu saja ditemukan barang bawaan rokok yang berlebihan dari setiap kloter yang diberangkatkan dari Embarkasi Surabaya.

"Padahal sosialisasi terkait batas maksimal barang bawaan ini sudah gencar kami lakukan di setiap mereka melakukan manasik di daerah asalnya masing-masing. Tapi nyatanya selalu saja ada jamaah yang melanggar," katanya.

Dia mengingatkan setiap calon haji menurut aturan penerbangan internasional hanya diperbolehkan membawa 200 batang rokok, atau setara dengan satu slof.

Sehari sebelumnya, PPIH Embarkasi Surabaya menyita sebanyak lima karung berisi 470 slof dari jamaah calon haji kloter 13, asal Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Menurut Sutarno, barang-barang yang disita tersebut nantinya akan dikembalikan dan dapat diambil di Kantor Kementerian Agama daerah asal masing-masing jamaah sepulang menjalankan ibadah haji dari Tanah Suci. (jono)

Bacaleg Golkar Surabaya Herni Yunita (kerudung hijau samping kiri Khofifah)) saat mendampingi Khofifah Indar Parawansa berbincang dengan Plt Ketua DPD Golkar Jatim Zainudin Amali, Ketua Umum Airlangga Hartarto, Ketua Golkar Surabaya Blegur Proijanggono di kediaman Gubernur Jatim terpilih.

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Wanita berpartai. Kenapa tidak. Sudah banyak kaum wanita ada di parlemen baik di DPR RI, utusan daerah, DPRD Provinsi maupun DPRD Kab/Kota. Juga banyak wanita memegang jabatan strategis baik tingkat pusat maupun daerah.

Sebut saja Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani, Menteri Maritim Ibu Susi. Paling gres tampilnya Ibu Khofifah Indar Parawansa sebagai Gubernur Jatim terpilih dan Bupati Jombang terpilih Hj Munjidah. Tampilnya orang orang hebat itu, lalu populer dengan sebutan The Power of Emak Emak. 

Di Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Surabaya dari empat anggota dewan, yang tiga malah perempuan. Ini sekaligus menginspirasi saya bahwa perempuan itu tidak kalah dengan pria asal mau kerja keras. Partai Golkar  menugasi saya untuk Dapil 2 Kota Surabaya . Saya akan kerja kerja partai secara maksimal, ungkap Herni Yunita dengan sungguh sungguh.

Ditemui wartatransparansi.com di kantor DPD Golkar Kota Surabaya, Nita, panggilan akrap wanita berparas cantik itu menyatakan, bagi saya Golkar menjadi pilihan satu satunya dalam meniti karier di jalur politik.

Ibu saya seorang guru. Sedangkan bapak seorang tentara. Di era orde baru Tentara pasti Golkar. Bahkan secara kelembagaan ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia-saat itu) adalah pendiri Partai Golkar. Ketika saya sudah bekeluarga, kebetulan mertua saya ternyata tokoh Golkar Jawa Timur (Martono SH-Ketua Golkar Jawa Timur) . ucap Nita dengan mimik pelan. Saya sendiri mulai masuk Golkar lima tahun lalu. 

Kedua karena Golkar partai besar dan partai yang sudah banyak sekali pengalamannya cenderung bersih dan selalu berada di barisan pemerintah. Ini memaksa kami haus memahami apa yang sedang dikerjakan oleh penguasa baik ditingkat pusat maupun di daerah. Sehingga kader partai Golkar kalau memberikan statemen tidak asal bicara.

Jadi tidak perlu berfikir panjang untuk memilih partai Golkar sebagai penyaluran aspirasi politik saya. ujar Nita yang selalu mengikuti kampanye pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak di pentas politik, Pilgub Jawa Timur belum lama.

Menyinggung soal pencalonan dirinya sebagai bacaleg DPRD Kota Surabaya, Herni Yunita mengaku, terus terang saja baru kali pertama ikut kontestasi Pileg. Ketua DPD Golkar Kota Surabaya Pak Blegur Prijanggono menempatkan kami nomor urut 9 untuk Dapil 2 yang meliputi  Kecamatan  Semampir, Pabean Cantikan, Kenjeran dan Tambaksari. 

"Meski saya newcomer, saya harus optimis mampu meraup suara terbanyak di Dapil 2 Surabaya," tandasnya.

Sistem pemilu kali ini masih memberikan peluang kepada siapa saja untuk berkompetisi dengan suara terbanyak. Jadi nomor urut itu tidak akan menentukan. Intinya kita harus kerja kolektif agar kursi Dapil 2 bertambah.(fir)

Pj Sekdaprov Minta Anak Indonesia Riang Gembira dan Inovatif

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Jumadi meminta kepada seluruh anak Indonesia untuk menjadi manusia yang produktif, riang gembira dan berinovatif. 

Karena, menurutnya, kondisi tersebut akan menjadikan mereka sebagai anak yang kreatif dan dibutuhkan bangsa Indonesia dalam memajukan negeri ini.

Permintaan tersebut disampaikannya saat menghadiri Galla Dinner pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) Tahun 2018 di Hotel Singgasana Surabaya, Jumat (19/7) malam. 

Ia mengatakan, menjadi anak yang riang gembira dan berinovatif sangat dibutuhkan, khususnya dalam membangun bangsa. Ke depan, dengan semakin menipisnya sumber daya alam yang ada, sumber daya manusia terutama soal inovasi dari anak anak Indonesia bisa diandalkan.

 "Kita harapkan betul anak anak Indonesia tumbuh dan berkembang menjadi anak yang ceria, riang gembira dan inovatif yang ke depan akan menjadi potensi kita dalam memajukan bangsa yang berkelanjutan," ujarnya. 

Saat ini, jumlah penduduk di Jatim sebanyak 39 juta orang yang tersebar di 38 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut terdapat sekitar 19 juta anak yang harus tumbuh dan berkembang secara gembira, produktif, kreatif, partisipatif sehingga terbangun manusia seutuhnya. "Jatim memiliki anak-anak sekitar 19 juta orang dan inilah yang diharapkan agar mereka tumbuh menjadi manusia yang jenius," imbuhnya. 

Dalam kesempatan itu, dirinya mengajak kepada para peserta untuk berkunjung ke beberapa lokasi di Jatim seperti ke pulau Gili Iyang yang berada di utara pulau Madura, karena memiliki kadar oksigen terbaik di dunia

Tak hanya berkunjung ke pulau dengan kadar oksigen terbaik, Jumadi juga mengajak kepada seluruh peserta untuk bisa mengunjungi sumber air umbulan yang ada di Kabupaten Pasuruan, karena memiliki kualitas air terbaik di dunia.

"Silahkan kepada anak anakku untuk berkunjung ke Madura untuk merasakan oksigen terbaik di dunia. Juga air umbulan dari Pasuruan yang memiliki kualitas air terbaik yang bisa dinikmati oleh masyarakat di Sidoarjo, Surabaya, Gresik dan juga beberapa tempat industri yang ada di Jatim," ucapnya

Sementara itu, Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA RI, Lenny N. Rosalin mengatakan, bahwa pertemuan FAN kali ini lebih mengedepankan partisipasi penuh anak-anak melalui pemberian informasi langsung tentang isu-isu pemenuhan hak dan perlindungan oleh berbagai kementerian/lembaga, organisasi, dan Non Governmental Organization (NGO).

Lenny mengatakan, tema yang diangkat dalam FAN 2018 adalah "Bakti Anak Untuk Negeri". Tema ini diharapkan dapat menginspirasi anak untuk berbakti kepada negeri dengan perannya sebagai pelopor dan pelapor. 

Sebagai pelopor, anak-anak diharapkan dapat menjadi agent of change bagi lingkungan sekitarnya. Sementara sebagai pelapor, anak-anak diharapkan dapat aktif melaporkan masalah yang menimpa teman sebayanya. 

"Anak-anak Indonesia dapat berperan sebagai 2P (pelopor dan pelapor) yang diharapkan dapat mengolah berbagai informasi yang ada menjadi sebuah mimpi untuk Indonesia dalam rangka mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan," tutupnya.  (min)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya menggelar Sosialisasi Tahapan Pemutaakhiran Data Pemilih di Surabaya, Jumat

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Pemilih pemula termasuk di antaranya pensiunan TNI dan Polri yang siap menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Legislatif 2019 di Kota Surabaya bertambah 35.140.    

"Pemilih pemulah itu pemilih yang belum pernah menggunakan hak pilih. Dikategorikan pemilih pemula karena tanggal 17 April 2019 sudah berumur 17 tahun," kata Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi di acara Sosialisasi Tahapan Pemutaakhiran Data Pemilih di Surabaya, Jumat.   

Menurut dia, Daftar Pemilih Sementara (DPS) Kota Surabaya pada Pemilu 2019 sebanyak 2.041.201 pemilih. DPS tersebut merupakan hasil pemutakhiran dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada 2018 sejumlah 2.006.061 pemilih.      

"Jadi ada penambahan sekitar 35.140 pemilih yang berasal dari pemilih pemula termasuk di antaranya pensiunan TNI-Polri," katanya.   

Sedangkan pada 22 Juli 2018, lanjut dia, KPU Surabaya akan menetapkan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) pada Pemilu 2019.      

"DPSHP tersebut nantinya akan menjadi bahan untuk penetapan DPT pada Agustus mendatang," katanya.   

ementara itu mengenai jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pemilu 2019 sebanyak 8.144. TPS tersebut naik dari jumlah TPS Pilkada Jatim 2018 sebanyak 4.284 TPS.  

Hal sama juga dikatakan Komisioner Divisi Perencanaan dan Data KPU Jatim Choirul Anam. Ia mengatakan pemutakhiran data pemilih bisa mengambil sumber dari data Pilkada Jatim yang baru saja berlangsung beberapa waktu   

"Inilah yang kemudian menjadi dasar KPU Jatim tidak lagi melakukan coklit data untuk pelaksanaan Pemilu 2019," katanya. (guh)

Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo melantik Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jatim, Dr. Ir. Jumadi, M.MT sebagai Penjabat (Pj) Sekdaprov Jatim.

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo melantik Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jatim, Dr. Ir. Jumadi, M.MT sebagai Penjabat (Pj) Sekdaprov Jatim. Pelantikan yang didasarkan SK Gubernur Jatim nomor 821.2/1066/204/2018 tanggal 17 Juli 2018 ini dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (18/7).

Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengatakan, pelantikan Pj. Sekdaprov Jatim ini sudah sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku terkait pengisian kekosongan jabatan. Apalagi, saat ini merupakan masa-masa yang mendesak dalam pelaksanaan anggaran, ditambah gubernur tidak bisa merangkap jabatan sebagai tim anggaran.

“Kenapa Pj bukan Plt, karena Pj ini seperti sekda definitif sehingga bisa mengambil keputusan terutama terkait anggaran,” katanya. Seperti diketahui, Sekdaprov Jatim sebelumnya, Dr. H. Akhmad Sukardi, MM telah berakhir masa jabatannya, dan dilantik oleh Gubernur Jatim sebagai widyaiswara utama pada 12 Juli lalu.

Ditambahkan, saat ini merupakan waktu mendesak untuk melakukan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) dan sudah dalam posisi penyampaian anggaran murni kepada DPRD, tinggal mengisi KUA-PPAS. Dalam KUA-PPAS ini nantinya sudah harus mencantumkan subyek dan obyeknya dengan jumlah dan besaran program tersebut. Apalagi, di Jatim sudah dilaksanakan e-new budgeting.

Dilantiknya Dr. Ir. Jumadi M. MT sebagai Pj. Sekdaprov Jatim ini, lanjut Pakde Karwo, karena yang bersangkutan dinilai bisa melaksanakan tugas sebagai Pj. Sekda yang tugasnya sama dengan sekda definitif, diantaranya sebagai penanggungjawab perumusan kebijakan pembangunan bersama DPRD, sampai dengan sekda yang baru terpilih. Syarat lainnya, yang bersangkutan selama satu tahun ke depan tidak dalam masa pensiun.

“InsyaAllah sebelum tanggal 12 Agustus besok Sekda yang baru sudah harus dilantik, sebagai batas 6 bulan sebelum saya berhenti menjadi gubernur,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Dalam kesempatan sama, Pakde Karwo juga mengingatkan segi pelayanan publik Jatim yang dianggap dalam posisi baik dimana tidak ada pungli di dalamnya. Namun yang justru mengkhawatirkan, lanjutnya, adalah soal suap dan pemerasan di dalam pemerintahan itu sendiri.

“Saya minta hati-hati betul, karena di Jatim sebagian besar soal kasus ini, kecuali yang terjadi di Nganjuk dan Jombang,” katanya.

Untuk itu, ia mengingatksn kembali kepada para pejabat dan ASN untuk memiliki integritas kuat. Apalagi, tekanan semakin kuat menjelang pemilihan presiden, pemilu dan pemilihan legislatif April 2019 mendatang.

“Intensitas tinggi ini membutuhkan integritas yang kuat. Integritas merupakan ketaatan atau kepatuhan terhadap peraturan perundangsn dan ketakutan terhadap permasalahan yang melanggar peraturan perundangan,” katanya.

Di akhir sambutannya, Pakde Karwo meminta kepads pars Kepala OPD untuk menyampaikan kepada stafnya bahwa tidak ada proses mutasi tanpa penilaian atau assessment, apalagi menggunakan uang. Bila ketahuan, dirinya tak segan untuk memberikan penalti. 

“Kecolongan pertempuran biasanya terjadi saat peralihan jaga, sore menjelang maghrib atau pagi menjelang subuh. Birokrasi itu normatif sesuat peraturan perundangan dan struktural,” tegasnya.

Hadir dalam pelantikan Pj. Sekdaprov Jatim ini para Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim. (min)

 

Harga Telur Naik Disebakan Harga Pakan Ternak Naik

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama telur di beberapa pasar yang terjadi selama sepekan terakhir ini disebabkan karena adanya kenaikan harga pakan ternak. Kenaikan harga tersebut menyebabkan ongkos produksi naik yang berdampak pada naiknya harga telur.

“Dampak dari kenaikan harga pakan tersebut membuat biaya produksi tinggi sehingga produsen telur menaikkan harganya,” demikian disampaikan Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat menjawab pertanyaan wartawan usai Rapat Paripurna DPRD di Gedung DPRD Prov. Jatim, Jl. Indrapura Jaya No. 1, Surabaya, Senin (16/07).

Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim menjelaskan, makanan ternak yang digunakan para peternak masih impor salah satunya dari Thailand. Saat ini, nilai dolar naik sehingga mengakibatkan harga pakan ternak ikut naik. “Ketika kita impor dan harga dolarnya naik, maka otomatis harganya ikut naik. Sekali lagi kenaikan harga telur ini bukan karena faktor cuaca tapi karena harga pakan naik,” tegasnya.

Menurutnya, salah satu cara untuk menurunkan harga telur yakni dengan meningkatkan pemberian jagung sebagai pakan ternak utama pada ayam. Dengan demikian produksi jagung juga mesti ditingkatkan. “Untuk solusi lainnya masih akan terus kita carikan yang paling tepat,” ungkap Pakde Karwo.

Lima Agenda Sidang

Lima agenda sidang DPRD Prov. Jatim hari ini dihadiri Gubernur Jatim Pakde Karwo. Kelima agenda tersebut yakni, pertama penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perubahan atas Perda No. 11 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah Prov. Jatim.

Kedua, pengambilan Keputusan terhadap Raperda tentang perubahan atas Perda No. 11 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah Prov. Jatim. Ketiga, pandangan akhir fraksi-fraksi terhadap Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Prov. Jatim Tahun Anggaran 2017. 

Selain itu, agenda keempat membahas tentang pengambilan keputusan terhadap Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Prov. Jatim Tahun Anggaran 2017 dan kelima tentang pendapat gubernur terhadap tiga Raperda Inisiatif DPRD. (min)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...