Peristiwa

Calon Gubernur Jatim Saifullah Yusuf berkunjung ke pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza Surabaya, Selasa (19/6/6/2018)

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) kembali mengenalkan konsep pembangunan berbasis "Perubahan Berkelanjutan" yang ia gagas di dalam pencalonannya. 

Kemacetan panjang hingga belasan km yang didominasi kendaraan pemudik terjadi dari arah Karang Sawah, Brebes, sampai fly over (FO) Klonengan, Prupuk, Kabupaten Tegal (13/6/2018).

 

 

 

Kemacetan panjang hingga belasan km yang didominasi kendaraan pemudik terjadi dari arah Karang Sawah, Brebes, sampai fly over (FO) Klonengan, Prupuk, Kabupaten Tegal (13/6/2018).

Brebes, Jawa Tengah (Korantransparansi.com) - Kemacetan panjang hingga belasan kilometer terjadi dari arah Karangsawah, Brebes, sampai fly over (FO) Klonengan, Prupuk, Kabupaten Tegal.

Petugas jaga dari Dishub Provinsi Jawa Tengah Joko Susanto di Pospam 11 Karangsawah, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Rabu, mengatakan kemacetan yang terjadi merupakan imbas dari lintasan kereta api Karangsawah.

"Ini imbas lintasan kereta api Karangsawah yang setiap 10 menit dilalui kereta rel ganda jalur utara dan selatan," katanya.

Selain itu antrean kendaraan yang mengular tersebut juga disebabkan karena volume kendaraan yang sejak Rabu siang mulai meningkat.

Kondisi itu menimbulkan kemacetan hingga sepanjang 15 km dari Pospam Karangsawah Brebes sampai fly over Klonengan Prupuk Kabupaten Tegal hingga Rabu sore.

"Pekerjaan underpass yang sedang dilakukan diharapkan nantinya bisa mengurangi kemacetan seperti ini," katanya.

Perwira jaga Pospam 11 Karangsawah, Tonjong, Kabupaten Brebes Aipda Hery Aktikudin menambahkan untuk memperlancar arus mudik beberapa rekayasa lalu lintas dilakukan.

"Jalur dari selatan wilayah Balaikambang yang mau ke utara ke Pejagan ditutup tepat di tikungan Balaikambang atau di perbatasan Bumiayu. Jalur ini diprioritaskan untuk kendaraan yang dari utara menuju ke Purwokerto," ujarnya.

Rabu siang hingga dini hari diperkirakan akan menjadi puncak arus mudik di wilayah Pejagan, Brebes, dan sekitarnya. (guh)

Ketua PWI Jatim Achamad Munir saat memberikan wejangan pada anak yatim piatu sebelum buka puasa bersama

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur gelar buka bersama dan memberikan santunan kepada anak yatim, Senin (11/6). Kegiatan berlangsung di gedung PWI Jl Taman Apsari Surabaya, diikuti 30 anak yatim dari panti asuhan Al-Muhajirin Gununganyar Surabaya dan beberapa anak yatim dari non panti beserta para pembimbingnya.

“Anak-anak merasa senang di bulan Ramadhan ini bisa silaturrahmi secara langsung dengan wartawan,  pengurus, serta berkunjung ke gedung PWI Jatim.  Apalagi mendapat bingkisan. Terimakasih. Barokallah,” ujar Ibu Nusroh, ketua Panti Asuhan Al Muhajirin Surabaya.

Wakil Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim pada kesempatan itu mengemukakan, kegiatan buka bersama ini untuk menjalin silaturrahmi sesama pengurus dan anggota PWI Jatim khususnya di bulan Ramadhan. “Kami mengundang anak yatim sebagai wujud rasa peduli wartawan kepada anak yatim,” ujarnnya.

Hadir pada kesempatan itu Ketua Dewan Kehormatan Daerah (DKD) PWI Jatim H Joko Tetuko sekaligus memberikan tausiyah bersama wartawan senior H Fery Is Mirza. “Ini hari ke 27 Ramadhan sungguh sangat berkah dan sangat berbahagia PWI bersama anak yatim,” ujar H Joko Tetuko.

Ia menguraikan kewajiban untuk mencintai dan menyayangi anak yatim serta menganjurkan memberi makan orang miskin sebagaimana disebutkan dalam Alqur’an Surat Al-Ma’un 1-3.

“Tahukah kamu orang yang mendustakan Agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin,” ujarnya mengurai makna ayat tersebut.

“Yadu’ul yatim” atau menghardik anak yatim adalah orang yang memiliki rasa benci dan apatis terhadap anak yatim. Dengan demikian meskipun rajin shalat, rajin puasa dan rajin melaksanakan ibadah lainnya, namun apabila tidak peduli terhadap nasib anak yatim dan  orang miskin maka keimanannya perlu dipertanyakan.

Panitia pelaksana yang diwakili Syaiful Anam, mengemukakan kegiatan berbagi dengan anak yatim selalu digelar oleh PWI Jatim. “Ramadhan tahun ini dikoodinir  kepanitiaan Musholla At-Taubah PWI Jatim,” ujarnya.

Bukan hanya pada saat bulan Ramadhan, pada berbagai kesempatan seringkali bersama anak yatim, “Saat peresmian gedung baru PWI Jatim juga minta doa dan memberikan santunan kepada anak yatim,” tambahnya.(mat)

 

Gubernur, Panhdam dan Kapolda Jatim sidak mudik lbaran 2018

GUBRNUR  Jatim Dr. H. Soekarwo bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman menyatakan kesiapannya dalam mengamankan mudik lebaran tahun 2018.  Melalui kesiapan tsb, diharapkan para pemudik bisa melakukan aktivitas berkendara ke kampung halamannya dengan lancar.


Demikian Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim menjawab pertanyaan wartawan terkait arus mudik lebaran tahun 2018, usai kegiatan menghadiri kegiatan kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani di Pos Pengamanan IIII Rest Area Jalan Tol Ngawi km 575, Mantingan Ngawi, Minggu (10/6) sore. Kunjungan Menko PMK dalam kunjungan ini a.l. didampingi Kapolri, Panglima TNI, Menteri Perhubungan, Menteri PUPR, dan Menteri Kesehatan.

Kesiapan tsb, lanjut Pakde Karwo, dapat terwujud karena koordinasi yang baik antar sektor seperti kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, dan Pertamina. “Dampaknya, a.l. dapat terlihat dari pantauan Pospam Mengkreng yang tidak terjadi kemacetan di sekitar daerah Mengkreng,” ujarnya sambil menambahkan berbagai pos keamanan juga melaporkan hal sama didepan Kapolri. Demikian pula, Pospam Banyuwangi yang melaporkan lalu lintas lancar, disertai dengan kondisi penyeberangan dari dua arah lancar dan belum terlihat peningkatan arus kendaraan.

Apresiasi Pakde Karwo

Dalam pengarahannya usai presentasi Kapolda Jatim, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menyampaikan apresiasinya kepadaPakde Karwo yang dengan baik melakukan kesiapan arus mudik dan balik lebaran tahun 2018 bersama jajaran Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya, yang tahun ini ditambah dengan kesiapan mengantisipasi terorisme. “Tahun lalu Jatim satu-satunya yang mengalami deflasi. Tahun ini Jatim juga kembali mengalami deflasi,” pujinya.

Dalam laporannya, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin melaporkan, situasi Jatim arus mudik lebaran tahun 2018 sejauh ini dalam kondisi aman dan kondusif, bahkan ekonomi mengalami deflasi. Ketahanan pangan relatif stabil, hampir seluruh harga bahan pokok mengalami penurunan. Kecuali, telur dan daging ayam broiler, yang itupun hanya 0,2%.

Masih terkait kesiapan menghadapi arus mudik lebaran tahun 2018, Kapolda Jatim menjelaskan, dalam Operasi Ketupat Semeru 2018, pihaknya telah menurunkan sebanyak 17.804 personil terdiri dari Polri 10.571 personil, TNI dan instansi terkait lebih dari 7.000 personil. Selain itu, juga telah disiapkan sebanyak 211 pos pengamanan (pospam) dan 39 pos pelayanan. 

Jalan Tol Fungsional Lebaran Tahun 2018 di Jawa Timur Sepanjang 97,16 Km

Terkait infrastruktur jalan tol trans Jawa di Jatim, Kapolda Jatim melaporkan,  jalan tol fungsional selama lebaran tahun 2018 tercatat sepanjang 97,16 Km, dengan 80,45 km merupakan jalan tol trans Jawa dan 16,71 Km jalan tol non trans Jawa. 

Untuk Jalan tol trans Jawa, lanjutnya, jalan fungsional meliputi jalan tol Mantingan-Ngawi sepanjang 34,20 Km, jalan tol Wilangan-Kertosono sepanjang 38,75 Km. Demikian pula, jalan fungsional trans Jawa, yakni jalan tol Gempol-Pasuruan Seksi 2 IC Rembang-IC Pasuruan sepanjang 6,60 Km. 

Sedangkan untuk jalan tol non trans Jawa meliputi jalan tol Gempol-Pandaan Tahap II sepanjang 1,56 Km dan Jalan Tol Pandaan-Malang sepanjang 15,15 Km.

Titil akhir Kunjungan Menko PMK

Pos Pengamanan IIII Rest Area Jalan Tol Ngawi km 575, Mantingan Ngawi, merupakan titik akhir lokasi kunjungan persiapan mudik lebaran 2018 dari Menko PMK bersama para petinggi  negeri ini. Sebelumnya rombongan Kapolri dan Panglima TNI telah meninjau Pos Pam Terpadu Cikopo Purwakarta dan Pos Pelayanan Gerbang Tol Kertasari Brebes. (den)

Foto : Paguyuban Godong Suwek usai membagi 1000 takjil di kawasan Banyuurip Surabaya Sabtu (9/6/2018).

SURABAYA (KoranTransparansi.com) – Partai Golkar Kecamatan Sukomanunggal kembali berbagi kebahagiaan dengan membagi 1000 paket takjil  di Jalan Banyuurip Surabaya pada Sabtu (9/6/2018). Ini kegiatan rutine dan selama ramadan ini sudah untuk kali kedua.

Pada kegiatan ini, kami menggandeng Paguyuban Godong Suwek (PGS), paguyuban yang anggotanya para pedagang pasar tradisional di Sukomanunggal. ungkap H Islakon, ketua panitia sekaligus Ketua Partai Golkar Kecamatan Sukomanunggal. Saya sangat senang bisa berbagi. 

Selain membagi takjil untuk mereka yang di Jalan, secara rutine kami juga menyiapkan takjil untuk warga kami walaupun jumlahnya sangat terbatas. Semoga ini dicatat Allah sebagai amal ibadah.

Menurutnya, takjil disiapkan para pengurus dan angggota paguyuban. Sedangkan kegiatan rutine pada malam hari shalat taraweh dan tadarus.

Panitiapun  dibentuk secara sukarela. Pokoknya siapa saja boleh gabung. “Kami mohon maaf kalau kegiatan ini mengganggu para pengendara,” tandas Islakon, Ketua RW 5 Kelurahan Simo Mulyo, Kecamatan Sukomanunggal. (fir)

Gubernur Soekarwo saat sidak angkutan lebaran

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo meminta pelayanan dan pengamanan angkutan lebaran kepada masyarakat bersifat humanis. Lewat pendekatan humanis maka yang dikedepankan bukanlah penindakan, namun lebih pada mengajak masyarakat untuk terlibat memikirkan keselamatan bersama.

“Kegiatan gelar pasukan in rutin dilaksanakan, tapi yang kita inginkan bukan rutinnya tapi dalam pelaksanaannya didorong menggunakan pendekatan secara humanis,” terang Pakde Karwo-sapaan lekat Gubernur Jatim saat memimpin Apel Gelar Pasukan Pelaksanaan dan Pengamanan Angkutan Lebaran Terpadu Prov. Jatim Tahun 2018 di depan kantor Dinas Perhubungan/Dishub Jatim, Frontage Road, Jl. Ahmad Yani, Surabaya, Sabtu  (09/06).

Menurut Pakde Karwo, saat di jalan kebanyakan orang emosi karena keinginan saling mendauhului. Oleh sebab itu, pendekatan humanis ini bisa memberi pengertian kepada mereka bahwa emosi bisa mengganggu keselamatan dirinya dan orang lain. Dicontohkan, ketika memberi peringatan di jalan jika tidak bisa dilakukan lewat bicara/teriak maka cukup dengan melambaikan tulisan hati-hati pada pengguna jalan. “Cara-cara seperti inilah yang lebih efektif dan dalam setiap kesempatan kita namakan konsep partisipatoris,” imbuhnya.

Selain itu,  Pakde Karwo juga meminta semua petugas pelaksana bisa menyelesaikan tugas pokoknya masing-masing sehigga tidak timbul overlaping. Karenanya, perintah pimpinan harus jelas dan terukur terhadap setiap sektor. Koordinasi juga harus terus dilakukan selama di lapangan untuk mewujudkan pelayanan yang baik kepada masyarakat. “Matangkan koordinasi, kumpulkan pimpinan antar sektor,  koordinasi di tiap-tiap posko, dan tanamkan bahwa yang diutamakan bukan penindakan tapi pelayanan,” tegas orang nomor satu di Jatim ini.

Pakde Karwo berharap, lewat pendekatan humanis dan koordinasi yang baik selama penyelenggaran angkutan lebaran terpadu maka jumlah kecelakaan di jalan bisa menurun. Berdasarkan data evaluasi angkutan lebaran tahun lalu, jumlah angka kecelakaan di masa angkutan lebaran tahun 2017 yakni 873 kejadian atau meningkat 11,07 persen dibanding tahun 2016.  “Saya berharap tahun ini jumlah kejadian dan korban kecelakaan bisa ditekan semaksimal mungkin, dengan mewujudkan zero accident,” tukasnya.

Kepada seluruh masyarkat Jatim, Pakde Karwo menyampaikan, bahwa semua aparat telah bersiap semua untuk membantu kelancaran arus mudik dan balik tahun ini. Karenanya, semua pemudik diharapkan bisa pulang dan balik dengan aman. Disamping itu, apresiasi juga diberikan kepada berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta yang telah memberikan fasilitas mudik gratis. “Semua pemudik akan bisa pulang dengan aman, tentunya juga dengan berpikir mengutamakan keamanan dan keselamatan bersama,” pesannya.

Dalam kesiapan angkutan lebaran tahun ini, lanjut Pakde Karwo, Pemprov Jatim lewat Dishub Prov. Jatim telah melakukan seleksi kelayakan jalan atau ram cek terhadap 36 ribu angkutan jalan. Dari data yang didapat memang masih terdapat angkutan jalan yang kurang lengkap dan harus dibenahi.

Menurutnya, kekurangan kelengkapan angkutan jalan ini sebagian disebabkan karena ketidakpahaman sopir atau pengendara atas standarisasi kendaraan. Karenanya, pemerintah dalam hal ini akan terus mendorong untuk dilengkapi. “Tidak semua kendaraan yang tidak lengkap akan kami lakukan penindakan, karena jika semua ditindak maka armadanya akan kurang,” ungkap Pakde Karwo. (min)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...