Peristiwa

Sebanyak 38 Tim Penggerak PKK se Jawa Timur sepakat memberikan penghargaan kepada  Budhe Karwo

 

Surabaya (Korantransparansi.com) - Menanggapi pemberian piagam penghargaan tersebut,  Bude Karwo-sapaan akrab Hj. Nina Soekarwo, M.Si menuturkan prestasi yang diraih TP PKK Prov Jatim dan kabupaten/kota  karena kerja keras semua anggota. Terutama para kader yang ada di pelosok sampai dasawisma. 

"Selain itu, TP PKK prov. Jatim juga bisa bekerjasama dengan Pemprov Jatim melalui sinergi program. Secara tidak langsung TP PKK Prov. Jatim menjadi mitra pemerintah," ungkapnya.

Ketua TP.PKK Prov Jatim ini menjelaskan  peran dari Ketua TP. PKK di setiap kab/kota juga tidak kalah penting karena terjun langsung, berbuat untuk kepentingan masyarakat dan dirasakan  oleh masyarakat. Hal demikianlah yang menjadi kunci majunya TP PKK Jatim dan kab/kota .

"Kedepan semua program yang direncanakan oleh PKK. Prov. Jatim harus lebih bersinergi dengan program prioritas nasional dengan tujuan mempercepat pembangunan," imbuhnya.

Sementara itu, alasan pemberian piagam penghargaan, jelas Ketua TP PKK Kabupaten Pacitan Hj. Luki Indartato, diantaranya  karena dedikasi dan pengabdian Bude Karwo dalam mendukung program Pemprov Jatim termasuk mengurangi angka kematian ibu dan anak, kemiskinan, meningkatkan taraf hidup keluarga, kualitas SDM serta kesejahteraan masyarakat. 

Upaya yang dilakukan dengan melakukan sinergi  program TP. PKK Prov Jatim dengam TP. PKK Kab/Ko se Jatim. 

"Budhe  pemimpin sejati, pemimpin  berprestasi, dan peminpin yang patut kita tauladani," ujarnya memimpin yel-yel. Ditambahkan penghargaan juga diberikan karena raker ini merupakan raker terakhir yang dipimpin Bude Karwo.

Terkait dengan penerbitan Perpres no.99 Tahun 2017 tanggal 2 November 2017 tentang gerakan PKK, menurut Bude Karwo, memberikan keleluasaan bagi TP. PKK, termasuk Jatim. Penerbitan perpres tersebut, lanjutnya, lebih memberikan kepastian dan kekuatan hukum. 

"Ini wujud  kepedulian Presiden RI , Bp. Joko Widodo yang secara pasti mengetahui kerja nyata  dilakukan PKK. Terimakasih Bp. Presiden telah menerbitkan perpres ini,' ujarnya.

Kedepan, lanjut Bude Karwo, perpres tersebut akan ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya Permendagri, sehingga  kerja PKK akan semakin konkrit karena adanya perencanaan yang harus disusun oleh PKK dan tertuang di dalam RPJM. 

" Oleh sebab itu,  harus dilakukan penyempurnaan dan peningkatan terhadap fungsi manajemen program dan kelembagaan PKK. Hal tersebut memerlukan perhatian dan kesiapan bersama" ujarnya.(eka/med)

 

Sebanyak 38ribu anggota Gema, sayap Partai Keadilan Sejahtera (_KS) siap menangkan paslon nomor urut 2 Saifullah Yusuf-Puti Guruh Soekarno pada Pilgub Jatim 27 Juni mendatang.

SURABAYA (Korantransparansi.com)  - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerakan Persaudaraan Pemuda (Gema)Jawa Timur mengaku solid mendukung pasangan calon gubernur nomor urut 2 Saifullah Yusuf-Puti Guruh Soekarno di Pilgub Jatim 27 Juni mendatang. 

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Budi Santoso menunjukkan bb sabu-sabu yang akan dimusnahkan.

Surabaya (Korantransparansi.com) - Ketua RT dan RW diminta ikut mnecegah peedaran narkoba di wilayahnya masing masing. Sebab RT/RW adlah elemen paling bawah dan bersenthan dengan masyaraat langsung. Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur meminta keterlibatan langsung RT/RW sangat penting. 

"Mari sama-sama merapatkan barisan, bergandengan tangan untuk memutus rantai narkoba di Jatim. Kita harus mau peduli apabila melihat atau mengetahui untuk segera melaporkan ke aparat keamanan," kata Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Budi Santoso saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa.

Saat ini Indonesia tengah darurat narkoba yang menyasar anak-anak sebagai korbannya. Untuk itu, Bambang meminta anak-anak agar menjauhi narkoba terutama tidak mencoba merokok. "Kunci utamanya adalah tinggalkan. Anak SMP merokok itu pintu masuk ke narkoba," katanya.

Selain rokok, vapor atau rokok elektronik, menurut dia, rawan dimasuki narkoba. Sebab saat ini semuanya rawan dimasuki narkoba.

"Kami telah berkerja sama dengan pihak terkait untuk memasukkan metode mata pelajaran yang kaitannya masalah penanggulangan penanganan narkotika. Kemudian membuat slogan atau peringatan-peringatan," tuturnya.

Tak hanya mengajak masyarakat, BNNP juga mengajak pihak lain seperti halnya lembaga permasyarakatan (lapas) untuk mencegah peredaran narkoba terutama menyangkut jaringan lapas.

"Sudah jelas, kita punya koreksi ayo sama-sama untuk membersihkannya. Tapi kalau Anda tanya saya jawab ya susah. Namun komunikasi dengan lapas cukup bagus," ucapnya.

Sementara terkait adanya modus-modus baru yang dipakai bandar narkoba, seperti membungkusnya dengan kemasan kopi untuk menyelundupkan barang tersebut, Bambang menegaskan pihaknya sudah mengantisipasi itu melalui personel, jaringan dan mata-mata yang dipunyai BNNP.

"Sekarang ini harus meningkat kewaspadaan karena kalau hanya mengandalkan alat saja tentu tidak mungkin. Contohnya x-rai, itu tergantung manusianya," kata Bambang.

Mantan Kepala BNNP Papua itu dirinya berupaya melaksanakan amanah yang diberikan kepada BNNP Jatim agar bisa bersinergi bersama BNNK untuk menghentikan peredaran baik yang mau masuk dan juga yang akan memasukkan narkotika ke wilayah Jatim.(med/eka)

Gubernur Jawa Timur H Soekarwo dalam kesempatan diskusi di ruang Banmus DPRD Jawa Timur Jalan Indrapura Surabaya, Senin (5/3/2018)

Surabaya (Korantransparansi.com) - Gubenur Jatim  Soekarwo menekankan pentingnya Pancasila sebagai working ideology.  Oleh sebab itu Pancasila harus bisa dikembangkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam melaksanakan pekerjaan maupun menyelesaikan persoalan mulai kecil sampai besar, apalagi persolan politik.

“Sebagai konsep ideologi Pancasila ini sudah final, namun demikian Pancasila seolah hanya sebatas living ideology,” ungkap Gubernur Jatim pada acara Forum Group Discussion di gedung DPRD Jawa Timur, Senbin (5/3/2018). Diskusi  berjudul Membangun Budaya Politik Santun Berbasis Nilai Nilai Pancasila di Jawa Timur.

Pakde Karwo menjelaskan, pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap ideologi Pancasila perlahan mulai luntur. Sehingga timbul berbagai konflik bernuansa “SARA”, propaganda paham radikalisme, terorisme, narkoba dan persoalan lainnya yang jadi ancaman serius bagi bangsa. 

Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk working ideology dalam kehidupan berdemokrasi, berdiskusi atau bermusyawarah. 

Menurutnya, musyawarah merupakan budaya khas bangsa Indonesia dan cerminan nilai-nilai dalam Pancasila. Selain itu, musyawarah juga sarana untuk menghasilkan keputusan/rekomendasi yang didasari semangat kebersamaan dan gotong royong sebagai bentuk budaya politik yang santun. 

“Di Jatim budaya musyawarah selalu diterapkan pada setiap keputusan politik yang akan dibuat. Bahkan kami memiliki tagline tidak ada faksi-faksi yang ada hanya faksi Jatim,” terangnya.

Pakde Karwo menambahkan, budaya politik santun ini memiliki tiga peran penting dalam memperkokoh kehidupan berbangsa dan bernegara. Yang pertama yakni etika politik mengandung misi agar setiap pejabat dan elit politik bersikap jujur, amanah, berjiwa besar, sportif, siap melayani, dan memiliki keteladanan. 

Selain itu, siap mundur dari jabatan publik jika terbukti melakukan kesalahan dan kebijakannya bertentangan dengan hukum dan rada keadilan pada masyarakat. “Tanggung jawab kepada publik lebih penting dibanding tanggung jawab secara normatif,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan, peran yang kedua yaitu sebagai bentuk upaya penanaman kesadaran bahwa politik yang diperjuangkan bukan hanya kekuasaan tapi juga demi kesejahteraan masyarakat. Yang ketiga yakni budaya politik santun, bersih, dan beretika diperlukan untuk membuat para elit politik menjauhi sikap dan perbuayan yang dapat merugikan bangsa.

“Untuk mewujudkan semua ini dibutuhkan pendidikan budi pekerti sebagai pondasi dalam pelaksanaan civic education, sehingga tercipta generasi yang mau jadi politisi paham budaya dan etika politik,” urai Pakde Karwo.

Pakde Karwo berpesan, dalam berpolitik santun harus didasari oleh prinsip yang jelas agar tidak bias. Setiap politisi harus menanamkan rasa rendah hati dan tidak merasa pendapatnya paling benar. 

Hal ini penting dilakukan, karena di Jatim tidak mengenal adanya budaya tanding, namun lebih membangun partisipasi masyarakat, serta musyawarah mufakat.

“Jika ada demo maka jangan lantas kita membuat demo tandingan, ini tidak akan menyelesaikan masalah. Dialog lewat ruang publik yang kita miliki itu merupakan solusinya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Prov. Jatim Freddy Purnomo, SH, MH, mengatakan dalam peta politik Jatim merupakan barometer politik nasional setelah DKI Jakarta.

Oleh sebab itu maraknya berita hoax lewat media sosial, maupun isu yang berbau rasis dapat mempengaruhi kelompok tertentu dalam bertindak. 

“Saya harap lewat kegiatan ini semua peserta yang hadir bisa berperan aktif, sehingga bisa memberi solusi tepat pada musim politik sekarang ini,” tukasnya pada kegiatan yang dihadiri para pemangku kepentingan di Jatim. Diantaranya perwakilan Polda Jatim, Bawaslu Jatim, dan KPU Jatim. (min)

Polrestabes Surabaya Ringkus Komplotan Perampok Modus Pecah Kaca

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Satreskrim Polrestabes Surabaya mengungkap komplotan pelaku kejahatan pecah kaca mobil, Kamis (22/2/2018). Komplotan penjahat pecah kaca ini, melakukan kejahatan dengan membobol mobil milik korban M Dillip (41), warga Kletek, Taman, Sidoarjo. Uang Rp 100 juta amblas. Saat itu, mobil korban di parkir di depan Masjid Baitul Muslimin Jalan Raya Menganti-Babatan Wiyung Surabaya, 21 November 2017.

Komplotan Perampok bermodus pecah kaca mobil ini adalah yang menggasak uang Rp 100 juta di depan Masjid Baitul Muslimin, Jalan Raya Menganti-Babatan Wiyung Surabaya, 21 November 2017, Empat dari lima Pelaku telah ditangkap Polrestabes Surabaya belum lama ini. Di hadapan petugas, Agus Toni, seorang pelaku mengungkap rahasia komplotannya.

Ternyata, di setiap aksinya mereka hanya membawa sebuah busi motor untuk melempar kaca mobil. Perlu teknik khusus agar busi ini bisa meretakkan kaca dengan sempurna.

“Caranya, busi ini dipecah. Diambil bagian tertentu, lalu dimasukkan ke mulut. Setelah itu busi di lempar ke kaca,” terangnya.

Kaca yang dilempar busi ini akan mudah dipecah dan hanya dalam waktu lima menit mereka sudah bisa menggondol barang di mobil korbannya. Pelaku berkaos merah ini mengaku mendapat teknik memecah kaca ini dari Youtube. Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar mengungkapkan, komplotan ini telah beroperasi di sejumlah wilayah seperti Bojonegoro, Sidoarjo dan Palembang.

Sebelum ditangkap, mereka melarikan diri di Palembang. Sebenarnya, komplotan ini ada lima, namun sampai saat ini satu diantaranya masih buron. Di Surabaya, komplotan penjahat pecah kaca ini, melakukan kejahatan dengan membobol mobil milik korban M Dillip (41), warga Kletek, Taman, Sidoarjo. Uang Rp 100 juta yang diambil itu sebenarnya akan diserahkan untuk anak-anak yatim.(tek)

 

Sidang Perkara Bonek vs PSHT Berlangsung Damai

Surabaya (KoranTransparansi.com)  - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar sidang terkait kasus pengeroyokan yang menewaskan dua orang dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Muhammad Anis dan Aris Eko Ristianto.

Agenda sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sifa'Urosidin itu adalah pembelaan (Pledoi) terhadap terdakwa Joned Cs yang merupakan supporter Persebaya (Bonek).

Kepada Majelis Hakim, Gusti Prasetya selaku kuasa hukum terdakwa keberatan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung perak, Irene Puspa, atas pasal 170 ayat 2 tentang kekerasan hingga menyebabkan kematian dan pengenaan pasal 351 ayat 1 yang sanksi hukumannya 12 tahun penjara.

Menariknya, ribuan Bonek dan anggota PSHT hadir mengikuti jalannya sidang sebagai bukti solidaritas mereka terhadap rekannya. Sementara polisi telah melakukan antisipasi dan pengaturan lalu lintas agar aksi kedua kubu tidak mengganggu pengguna jalan.

Meski demikian suasana terlihat tertib tanpa adanya kericuhan. Masing-masing kubu menyanyikan lagu mars kebanggaan kelompok mereka dengan penuh semangat.

Selanjutnya, sidang dilanjutkan tanggal 1 Maret 2018 dengan agenda putusan. (den)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...