Peristiwa

 Foto : Warga RW Vl Babat Jerawat yang didominasi Ibu Ibu berunjukrasa di lokasi Balai RW setepat.

Surabaya (Korantransparasi.com) - Lahan milik Pemkot Surabaya yang diatasnya berdiri Gedung Balai RW VI dan Balai RT V Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal Kota Surabaya, mendadak diklaim salah seorang warga bernama Ri'fan.

Pria yang diketahui pernah menjabat sebagai Ketua RW VI tersebut bersama tim kuasa hukumnya juga melakukan penyegelan gedung serbaguna yang selama ini digunakan kegiatan PAUD, Posyandu dan Lansia.

Tak hanya itu, ia juga memasang plakat persis didepan milik Pemkot Surabaya yang bertuliskan kalimat ancaman bagi siapa saja yang berani beraktifitas di gedung tersebut. Di plakat itu juga tertulis bahwa tanah tersebut milik Rukmiati namun tanpa menyertakan hak atas kepemilikannya.

Buntutnya, warga setempat melakukan unjuk rasa memprotes pelarangan kegiatan di gedung tersebut yang sudah dilakukan sejak tahun 1975. Warga yang lebih didominasi kaum hawa itu meminta agar segel dan gembok yang terpasang di gedung dibuka kembali.

Sumber Korantransparansi menyebutkan, permasalahan itu sebelumnya sudah dilaporkan ke Kelurahan Babat Jerawat dan Kecamatan Pakal, namun tidak direspon sama sekali. Terbukti Kepala Kecamatan dan Kelurahan tidak ada ditempat saat terjadi unjuk rasa oleh warga setempat.

"Warga sudah melaporkan hal ini ke Kecamatan dan Kelurahan, tapi mereka tetap saja mbidek dan mengacuhkan kami. Lahan itu khan jelas aset Pemkot Surabaya, tapi mengapa Camat dan Lurahnya tidak melindungi?" ujar Muhammad Ali salah seorang warga, Kamis (29/3).

Seperti diketahui, unjuk rasa tersebut mendapat pengamanan dari Polsek dan Satpol PP Kecamatan Pakal. Aparat tampak tak mampu berbuat banyak memenuhi keinginan warga yang hendak membuka segel dan gembok gedung Serbaguna tersebut.

Bahkan dengan sikap jumawanya, Ri'fan mendatangi warga sambil ikut mengambil gambar. Namun hal itu tak berlangsung lama karena warga semakin emosi hingga membuat Ri'fan buru-buru kabur bersama tim kuasa hukumnya meninggalkan lokasi.

Beruntung sejumlah tokoh masyarakat langsung turun dan berhasil menenangkan warga. Tak lama berselang wargapun langsung melaporkan ulah Ri'fan tersebut ke Polisi. (den)

     Hari Ini Batas Akhir Operasional Hotel Alexis Gedung Hotel Alexis, Jakarta.

Jakarta (Korantransparansi.com) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi mengeluarkan surat keputusan pencabutan tanda usaha pariwisata (TDUP) kepada pengelola Hotel Alexis, PT Grand Ancol Hotel yang berlaku mulai hari ini (28/3).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan dalam surat itu disebut bahwa hari ini menjadi batas waktu terakhir bagi PT Grand Ancol Hotel untuk menghentikan seluruh kegiatan usaha pariwisatanya.

"Akan diberi waktu lima kali 24 jam untuk penutupan, dan puncak lima hari itu jatuh pada Rabu, 28 Maret," kata Anies di Balai Kota, kemarin.

Anies mengatakan selembar surat keputusan resmi berkop Pemprov DKI itu dianggap cukup untuk meminta grup Alexis menutup semua usahanya.

Surat itu telah dilayangkan oleh Pemprov DKI Jakarta pada Kamis (22/3) lalu kepada PT Grand Ancol Hotel. Anies mengancam apabila hari ini Alexis belum melakukan penutupan, maka Pemprov akan melakukan penindakan.

"Insyallah sesudah itu kami akan bertindak, bila belum lakukan penutupan," kata Anies.

Anies juga mengatakan Pemprov DKI tidak akan pandang bulu pada setiap pelanggaran peraturan daerah, terutama yang menyangkut perjudian, narkoba, prostitusi, dan perdagangan manusia.

"Anak-anak kita, generasi muda kita rusak kena praktik-praktik narkoba. Karena itu, kita mengambil sikap tegas, jelas, sekaligus mengirimkan pesan pada semua jangan teruskan praktik-praktik seperti ini," ujarnya.

Langkah penutupan itu dilakukan setelah Pemprov melakukan pemeriksaan lengkap atas semua laporan terjadinya praktik-praktik yang melanggar peraturan daerah (perda), khususnya pasal 14 Perda Nomor 6 tahun 2015 tentang Kepariwisataan.

Sebelumnya, Hotel dan griya pijat Alexis yang berlokasi di Jalan R.E. Martadinata, Jakarta Utara memang sudah dihentikan izin operasionalnya dan ditutup sejak akhir Oktober lalu. 

Hanya saja, izin unit usaha lain di gedung eks hotel tersebut masih beroperasi, seperti 4Play Club & Bar Lounge, restoran, XiSKaraoke, dan BathHouse. Hari ini, semua izin usaha itu akan ditutup. (wis)

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Surabaya (Korantransparansi.com) - Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barunag Mangera membenarkan bahwa sedikitnya 37 jamaah Korban biro perjalan haji dan umrah Abu Tours melaporkan kasus penipuan yang mereka alami ke Polres Malang Kota. 

Menurut Frans Mangera,  pelaporan itu terkait tidak sesuai pernyataan dari Abu Tours soal keberangkatan yang harusnya terjadwal sesuai dengan uang yang sudah disetorkan ternyata tidak terlaksana. tegasnya di Polda Jawa Timur, Selasa.

Polisi telah memintai keterangan pada korban Abu Tour .Kami memanggil perwakilan Abu Tours yang ada di Malang. Di Malang juga ada bukan hanya di Surabaya," ungkap Barung.

Barung menjelaskan, dari keterangan perwakilan Abu Tours, semua uang perjalanan dan setoran dari nasabah untuk umrah itu sudah disetorkan ke pusat yang ada di Makassar, Sulawesi Selatan dengan memberikan bukti-bukti kepada polisi.

Barung memperkirakan, selain 37 jamaah tersebut, ada ratusan jamaah yang menjadi korban dari Abu Tours. Untuk mengantisipasi hal itu, Polda Jatim mengimbau masyarakat yang dirugikan segera melaporkan untuk direkapitulasi seperti dan selanjutnya dilaporkan ke pusat karena kasus itu sendiri Mabes Polri yang bekerja sama dengan Polda Sulawesi Selatan.

"Dari rekapitulasi itu nanti disampaikan, sesuai dengan jumlah nasabah, jumlah setoran. Buktinya bekerja sama dengan Kementerian Agama menstranferkan itu kemudian meneruskan ke Sulawesi Selatan untuk penanganan secara komperehensif," ujarnya.

Barung menegaskan, pihak kepolisian hanya melaksanakan penegakan hukum. Sementara itu, Kemenag, lanjut Barung, juga telah berkali-kali menyatakan agar jamaah atau masyarakat lebih berhati-hati ketika ada orang menawarkan paket umrah murah.

Pasalnya, dari penawaran paket umroh murah itu semua kejadian penipuan itu berawal. Polri menginginkan masyakarat mendengarkan imbauan itu.

"Sudah banyak kejadian. Ratusan ribu jamaah. Mulai dari First Travel, Abu Tours menjadi pelajaran. Malang saja ratusan," katanya.(med/eka)

SD Luqman al Hakim Surabaya & BMH Gelar Sedekah Darah Untuk Kemanusiaan

SURABAYA (Korantransparnsi.com) – Sekolah Dasar (SD) Luqman al Hakim Surabaya bersama Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jatim gelar sedekah darah untuk kemanusiaan. Sabtu, (24/3)

Acara yang  berlangsung sangat meriah tersebut diadakan di Komplek Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya.

Event  yang diisi dengan berbagi kegiatan ini menghadirkan ketrampilan dan aksi kemanusian.  Mulai dari donor darah, bazar murah yang menjual berbagai macam kerajinan tangan, pentas seni, penggalangan dana kemanusiaan untuk Ghouta, Suriah, hingga pelepasan balon kemanusiaan oleh siswa-siswi SD Luqman al Hakim.

Dalam kegiatan Sedekah darah untuk kemanusiaan tersebut, banyak wali murid SD Luqman al Hakim yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Pria dan wanita antri daftar agar bisa mendonasikan darahnya kepada mereka yang membutuhkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) yang ada di acara tersebut.

“Kegiatan sedekah darah untuk kemanusiaan ini merupakan hasil kerja sama antara Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah Surabaya, yakni  SD Luqman al Hakim Surabaya bersama BMH Jatim.

Lewat kegiatan sedekah darah yakni donor darah ini kami ingin mengajak masyarakat untuk gemar menolong sesama. Semoga darah yang didonorkan tersebut menjadi manfaat untuk mereka yang membutuhkan, dan menjadi pahala sedekah bagi mereka yang sudah menyumbangkan darahnya.”ujarnya.

Hampir 20 orang yang sudah mulai mendaftar dan antri untuk dipanggil petugas medis. Dan ada juga yang menyesal tidak bisa ikut donor darah karena setelah dicek tim medis tetapi belom diizinkan karena kondisi yang tidak memungkinkan

“Saya senang bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan sedekah darah atau donor darah ini. Semoga setetes darah yang kami berikan bisa menolong saudara-saudara kita yang membutuhkan,”ungkap Sahrawi, salah satu peserta donor darah dengan penuh semangat.

Dalam kegiatan tersebut juga diadakan pelepasan balon kemanusian & penggalangan dana untuk Ghouta, Suriah, dan alhamdulillah terkumpul Rp 6.310.000. Rencana dana tersebut akan disetor ke BMH Pusat yang ada di Jakarta.(den)

Pemprov Jatim dan UNUSA Jalin Kerjasama SDM Ketenagakerjaan

SURABAYA (Korantransparansi.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya  secara resmi menjalin kerjasama di bidang Sumber Daya Manusia (SDM). Lewat kerjasama ini, diharapkan dapat mendukung dan meningkatkan pembangunan di Jatim melalui ketersediaan tenaga SDM di berbagai bidang, khususnya ketenagakerjaan. 

Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo, M.Si memberikan tip bagaimana membina anak anak kita. Setidaknya ada enam hal yang harus dilakukan orang tua saat memberikan pendidikan seks kepada anak. tutur Budhe Karwo saat Pembukaan Pelaksanaan Program TP PKK Jatim, di Surabaya, Kamis (22/3/2018)

Surabaya (Korantransparansi.com) - Keluarga menjadi benteng utama untuk menghindarkan anak dari bahaya seks bebas di era sekarang. Sebab itu diharapkan, orang tua bisa memahami dan memberikan pendidikan seks secara benar dan tepat kepada anak. 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...