Peristiwa

 Gubernur Jatim ini saat Peringatan Isra’Mi’raj 1439 H di Gedung Islamic Centre, Jl. Dukuh Kupang Surabaya, Kamis (27/4) malam.

Surabaya (KoranTransparansi.com) -  Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo mengajak umat untuk menyelaraskan antara ketakwaan terhadap Allah SWT dan hubungan sosial dengan sesama umat manusia. Menurut Gubernur Jatim ini, keduanya menjadi kunci utama untuk mewujudkan kehidupan harmonis, damai, aman, dan tentram baik untuk masing-masing pribadi, bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara  

“Kehidupan seperti itulah yang dibutuhkan pemerintah agar pembangunan berjalan lancar. Tidak mungkin proses pembangunan berjalan optimal apabila suasana masyarakatnya gaduh dan penuh kebencian. 

Karena itu, mari selaraskan ketakwaan dan hubungan sosial kita”  himbau Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim ini saat Peringatan Isra’Mi’raj 1439 H di Gedung Islamic Centre, Jl. Dukuh Kupang Surabaya, Kamis (27/4) malam.

Pakde Karwo menambahkan, ketakwaan dan hubungan sosial menjadi bagian tidak terpisahkan. Kedekatan terhadap Allah SWT harus berbanding lurus dengan kehidupan sosial dengan sesama manusia. “Kepedulian terhadap sesama menjadi bagian iman dan takwa kepada Allah SWT” ujarnya.

Gubernur kelahiran Madiun ini mencontohkan, manusia yang dekat dengan Allah SWT dan baik hubungan sosialnya akan merasakan kedamaian dalam hidupnya. Secara sosial, dia senang bersilaturahim, dan silaturahim ini akan membuahkan pikiran-pikiran positif, dan memiliki hubungan yang positif dengan sesamanya.

“Selain menambah teman, Allah SWT akan menambah rejeki, dan kesehatan atas silaturahim tsb. Lewat rejeki dan kesehatan itu, manusia bersyukur dan semakin dekat denganNya. 

Jadi jika dekat dengan Allah SWT kita menjadi tenang dan damai, implementasinya dalam kehidupan sehari-hari adalah dekat dengan sesama dan lingkungannya” ujarnya.  

Dalam kesempatan sama, Pakde Karwo juga mengajak seluruh anggota Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menumpas penyakit sosial ditengah masyarakat yang kian meresahkan, salah satunya masih maraknya mabuk-mabukan dengan miras oplosan hingga menelan korban jiwa.

“Ini sangat miris, saya baca, di Pasar Keling ada tiga orang nggeblak, kemudian bertambah lagi tiga yang nggeblak. Kemudian di provinsi lain ada 51 orang yang tumbang karena oplosan. Ini tugas kita untuk menyembuhkan penyakit sosial” kata Pakde Karwo.

Kasus miras oplosan ini, lanjutnya, merupakan anomali, dimana saat pemerintah dan seluruh pihak berusaha untuk memperkuat agama dan sosial ditengah masyarakat, namun disisi lain penyakit sosial juga masih terjadi. Karena itu, Pakde Karwo meminta peran orang tua, dan Forkopimda lebih ditingkatkan lagi untuk mengatasi penyakit ini.

“Mari kita bersinergi, untuk menumpas penyakit sosial ini. Bagaimana baiknya, dan langkah-langkahnya. Apakah para penjual dan pemilik pabrik oplosan itu bisa diberikan pencerahan untuk tidak mengulang lagi perbuatannya, karena korbannya sudah banyak. Saya yakin jika ulama dan umaroh kompak, jalan itu pasti ada” pungkasnya. 

Dalam tausiahnya, Guru Besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Dr KH Ali Aziz MA menyampaikan, sebagai manusia, kita harus bisa bahagia dan membahagiakan orang lain. Salah satu cara untuk bahagia, adalah melalui sholat yang khusuk kepada Allah SWT.

“Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dimulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan berlanjut ke Sidrotul Muntaha hanya membutuhkan waktu singkat dan sangat cepat. Amanah yang diwariskan dari peristiwa tersebut yakni melaksanakan shalat dengan sebaik-baiknya” katanya.

Isra’ Mi’raj, lanjutnya, harus dimaknai dan dilaksanakan secara seutuhnya. Artinya, jangan sampai isra’ meninggallkan mi’rajnya, dan sebaliknya, jadi harus dua-duanya. “Makna yang pertama, isra’ mi’raj ini dari masjid ke masjid, jadi jangan sampai kita terpisah dengan masjid” katanya.

Kemanapun kita pergi, imbuh Prof. Ali, jika dalam perjalanan mendengar suara adzan, diharapkan segera menuju ke masjid, turun dari kendaraan untuk berwudlu dan menunaikan sholat, serta jika ada rejeki lebih, bisa mengisi kas masjid. “Jadi jangan dari masjid ke masjid untuk buang hajat, tapi sekalian ibadah juga” imbuhnya. 

Makna kedua, tambahnya, isra’ mir’aj ini dijadikan momentum untuk meningkatkan akhlak bangsa ini. Pasalnya, Allah SWT sangat menghargai satu level peningkatan iman dari manusia. 

“Allah SWT menghargai bagaimana setitik-pun debu iman yang ada pada diri manusia. Malam ini, saya yakin kebaikan yang kita peroleh tidak hanya ceramah saya saja, tapi juga kita bisa bertemu orang-orang mulia, berjabat tangan, dan tukar pikiran. Itulah bagian yang bisa menambah kualitas iman kita” pungkasnya.

Peringatan Isra Miraj tahun ini dihadiri sebanyak 1.500 jamaah hadir terdiri dari PNS di lingkungan Pemprov Jatim, TNI, Polri dan masyarakat umum. Di antara tokoh yang hadir yaitu Ketua MUI Jatim, KH Abdussomad Bukhori, Kapolda Jatim, Irjen Pol Drs Machfud Arifin dan Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman.(min)

Hj Nina Soekarwo (istri Gubernur Jawa Timur saat mengunjungi stand batik di Solo, Jaw Tengah

SOLO (KoranTransparansi.com) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) terus berupaya meningkatkan kualitas produk agar lebih berdaya saing. Salah satunya adalah mengajak para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) sektor kerajinan untuk  bertukar pikiran dengan para perajin batik di Solo dan Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY). Selama dua hari yaitu pada tanggal 25-26 April 2018,

Ketua Dekranasda Prov. Jatim , Dra. hj. Nina Soekarwo, M.Si mengunjungi beberapa titik perajin batik diantaranya Batik Karlina Solo, Batik Gunawan Solo dan Afif Collection.

Dengan  mengajak para pelaku UKM Jatim ke perajin batik di Solo dan DIY, diyakini Bude Karwo akan meningkatkan daya saing UKM Jatim, khususnya menghadapi era perdagangan bebas. Kunjungan ini juga sebagai upaya membumikan batik agar tetap lestari dan terus dicintai masyarakat Indonesia dan dunia.

" Silaturahmi ini menambah wawasan baru bagi para pelaku UKM untuk terus meningkatkan kualitas batik. Selain itu juga bisa belajar manajemen berorganisasi sehingga bisa bersaing dan membuat inovasi baru," ujarnya saat mengunjungi Paguyuban Sekar Jagad dan Afif Collection, Daerah Istimewa Yogjakarta, Kamis(26/4).

Ketua Dekranasda Jatim itu menjelaskan, Solo dan DIY  menjadi kiblat dalam perkembangan batik di nusantara, khususnya  Paguyuban Pecinta Batik Sekar Jagad  yang memiliki visi dan misinya yaitu Batik lestari di dunia. Diharapkan, melalui kunjungan ini akan  terjalin kerjasama antara Sekar Jagad dengan Dekranasda Prov. Jatim maupun dengan para perajin dan menjadikan batik tetap eksis di bumi nusantara."Perajin batik dari Jatim harus banyak belajar dari Solo dan DIY salah satunya harus ada sisi  di modernisasi," ungkapnya.

Menurutnya, setiap batik harus mengandung sebuah filosofi. Di Jatim sudah banyak batik yang dihasilkan, akan tetapi harus diperkuat filosofi didalamnya. Sehingga, akan memiliki nilai tambah. " Di setiap batik alangkah lebih bagus apabila ada deskripsinya seperti nama dan filosofi yang ditanamkan, " ucapnya.

Bude Karwo menambahkan, Jatim menjadi satu satunya Pemerintah Provinsi yang mengenakan batik seminggu 3x, dimana provinsi lain hanya 2x. Hal tersebut menjadi salah satu upaya dalam rangka menggerakkan masyarakat yang dimulai dari ASN untuk mencintai batik.

Kunjungan ke Solo dan DIY, Bude Karwo juga didampingi oleh istri Ketua DPRD Jatim, Lili Halim, Kabiro Perekonomian selaku Sekretaris Dekranasda Prov Jatim. Aries Mukiono, dan Kadisnas Koperasi dan UMKM prov. Jatim selaku  Kepala Bidang Pengembangan Usaha dekranasda jatim , Mas Purnomo Hadi.

Selain mengunjungi perajin batik, Bude Karwo juga berkesempatan mengunjungi Balai Besar Kerajinan dan Batik DIY. Bude Karwo disuguhkan dengan berbagai serba serbi tentang batik. Salah satunya adalah melihat batik motif Cuwiri, dimana  membuat berkesan rombongan karena semua hal yang ada di Balai Kerajinan dan Batik DIY sudah disertai dengan deskripsi dan filosofi.

Bude Karwo bangga dengan dicetuskannya  Pamekasan sebagai Pasar batik dunia. Ada sekitar 103 perajin batik di Pamekasan. Hal tersebut tidak lepas dari peran serta para perajin batik Pamekasan yang terus giat membuat batik dengan ciri khas sendiri. Dan juga, adanya Paguyuban  Sekar Jagad yang ikut mempromosikan batik Pamekasan di setiap kegiatan yang diselenggarakannya."Keistimewaan batik Pamekasan adalah harga yang murah dan model yang banyak. Agar bisa bersaing di pasar global  harus ada standarisasi," tutur Bude Karwo.

Sementara itu Gusti Kanjeng Bendoro, Raden Ayu Adipati Pakualam menuturkan pembatik Pamekasan sungguh luar biasa dengan karya yang hebat. Hal itu diwujudkan ketika diadakan salah satu pameran batik di DIY. Banyak masyarakat yang antusias akan batik Pamekasan."hal tersebut merupakan wujud bahwa  Batik Pamekasan bisa menjadi warna baru dalam batik dunia," ungkapnya .

Wanita yang juga sebagai Penasehat Paguyuban Sekar Jagad itu mengajak untuk meningkatkan sinergitas untuk kemajuan batik Indonesia. Jangan sampai batik diakui milik negara lain. Sebagai contoh Malaysia dan Brunei  mulai mencontoh batik Indonesia."Hal tersebut menjadi tantangan kita untuk terus membatik dengan kreasi yang lain. (min)

 

 
Pakde Karwo : Pendidikan Double Track SMA Isi Kekosongan Industrialisasi

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Pendidikan double track SMA dilakukan untuk mengisi kekosongan terhadap proses industrialisasi di Jatim. Kekosongan tersebut antara lain terlihat dari adanya sekitar 90 ribu peluang kerja di Jatim yang tidak bisa diisi karena kompetensi.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan pemprov melalui Dinas Pendidikan Prov. Jatim dengan Dewan Pendidikan mengambil double track sebagai solusi, yang di dalamnya terdapat link and match antara pendidikan dengan lowongan tenaga kerja, tegasnya di Surabaya, Senin (23/4/2018)

“Penerapan konsep double track untuk menghadapi pertarungan global dan mengisi tenaga kerja di industri merupakan pengambilan keputusan penting,” ujar Pakde Karwo.

Dijelaskan, pengembangan pendidikan double track menjadi salah satu fokus Pemprov Jatim pada tahun 2018, sejalan dengan tagline pengembangan SDM berdaya saing. Konsep ini merupakan langkah konkrit pemprov untuk meningkatkan sumber daya manusia sekaligus mengatasi pengangguran. 

“Double track pada SMA  juga sebagai solusi mengatasi permasalahan siswa lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya, sambil menambahkan double track dilakukan baik pada jalur formal maupun non formal.

Dalam paparannya, Pakde Karwo menjelaskan penerapan double track dilakukan dengan menambahkan kurikulum kompetensi di SMA, yakni menyisipkan pendidikan vokasional. Adapun keahlian yang diberikan seperti bidang teknologi dan rekayasa, teknologi informasi dan komunikasi, kesehatan, agrobisnis dan agro teknologi, perikanan dan kelautan, bisnis dan manajemen, pariwisata, seni rupa dan kriya, serta seni pertunjukkan.

“Begitu lulus dari double track ini, para siswa SMA akan mendapatkan sertifikat dari BSN. Jadi, saat mereka tidak bisa melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi bisa bekerja sesuai keahlian yang dimiliki,” kata orang nomor satu di Jatim ini sambil menjelaskan bahwa pendidikan adalah human investment untuk jangka panjang.

Sementara itu, untuk non formal dilakukan melalui penyelenggaaan BLK berstandar internasional, SMK Mini dan Bosda Madin.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Prov. Jatim, SMAN di Jatim terdapat 423 unit terdiri dari 379 akreditasi A, 30 akreditasi B, 2 akreditasi C, dan 12 belum terakreditasi. Sedangkan SMA Swasta di Jatim sebanyak 1.109 unit yang terdiri dari 294 akreditasi A, 438 akreditasi B, 90 akreditasi C, dan 287 belum terakreditasi.

Selain program double track pada SMA, Pemprov Jatim juga telah mengembangkan sekolah khusus membangun karakter wawasan kebangsaan pada SMAN Taruna Nala di Malang dan SMAN Taruna Angkasa di Madiun.(min)

Apel Sinergitas 3 Pilar Dalam Rangka Pengamanan Pilkada Serentak Tahun 2018 Wilayah Jatim, di Mapolda Jatim, Jl. A. Yani 116, Surabaya, Jumat(20/04).

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Gubenur Jatim Dr. H. Soekarwo mengapresiasi komitmen yang diberikan oleh tiga pilar plus untuk mengelola pelaksanaan pilkada serentak dengan damai. Komitmen ini sangat diperlukan karena Pilkada bukan sekedar pesta demokrasi, tapi ajang aktualisasi suasana kekerabatan, kerukunan dan kekeluargaan.

“Saat ini bukan hanya tiga pilarnya tapi komitmen antara babinsa, babinkamtibmas, dan kades/lurah  ikut terlibat dalam proses pilkada, yang harus diseriusi dan didukung,” terang Pakde Karwo sapaan lekat Gubernur Jatim usai memimpin Apel Sinergitas 3 Pilar Dalam Rangka Pengamanan Pilkada Serentak Tahun 2018 Wilayah Jatim, di Mapolda Jatim, Jl. A. Yani 116, Surabaya, Jumat(20/04).

Pakde Karwo menjelaskan, Jatim adalah barometer nasional dalam pengamanan  pilkada 2018. Oleh sebab itu, keberadaan tiga pilar plus sebagai mata dan telinga paling bawah harus bisa mewujudkan kenyamanan dan kedamaian.

Selain itu, segala potensi konflik yang mungkin timbul jelang maupun saat pelaksanaan Pilkada cukup diselesaikan di tingkat kelurahan/desa, atau maksimal satu tingkat diatasnya, tidak perlu sampai kabupaten/kota “KPU dan Bawaslu juga terbantu oleh tiga pilar plus bahkan percaya diri bahwa pilkada Jatim akan berjalan lancar dan damai,” imbuhnya.

Ditambahkan, sinergitas tiga pilar plus ini merupakan yang pertama di Indonesia dimana nilai-nilai yang tumbuh di desa dikelola menjadi kerja bersama. Disamping itu, model seperti ini menunjukkan bahwa pilkada 2018 merupakan palagan perdamaian bukan palagan konflik.

Apalagi, Jatim tidak mengenal budaya konflik tapi budaya musyawarah mufakat yang dikedepankan. “Kami yakin babinsa, babinkamtibmas, dan kades/lurah mampu melaksanakan sungguh-sungguh. Namun bantuan camat,kapolsek dan koramil juga diperlukan guna mendukung kebijakan polda dan TNI,” urainya.

Pakde Karwo berpesan, untuk selalu meningkatkan kekompakan dan sinergitas tiga pilar plus di daerah masing-masing, dan menjalin koordinasi dan komunikasi yang intens secara berkala. Pendeteksian dan pencegahan dini terhadap permasalahan yang mungkin timbul juga tidak boleh lengah, sehingga suasana kondusif, aman dan nyaman bisa selalu terjaga.

“Apel ini bukanlah tujuan, namun sebagai bentuk pengelolaan terhadap kondisi yang sudah bagus dan damai di desa/keluarahan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jatim Pakde Karwo terhadap konsep tiga pilar plus yang dikembangkan di Jatim. Pihaknya berharap Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 27 Juni nanti bisa berjalan lancar, partisipasi masyarakat tinggi, dan tidak ditemukan pelanggaran.

Selain itu, tiga pilar plus harus mampu mendeteksi dini segala kejadian yang mengancam keamanan misalnya narkoba dan miras. “Tiga pilar plus ini sudah dijual Pakde Karwo dimana-mana, ini menunjukkan betapa orang lain ingin meniru budaya guyub rukun yang telah dibangun di Jatim,” terangnya.

Senada dengan pernyataan Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman mengungkapkan, sinergitas tiga pilar plus memberikan keyakinan pada masyarakat Jatim bahwa Pilkada Jatim bisa berjalan dengan aman, damai dan lancar.

Pihak TNI juga akan terus mengawal untuk mensukseskan proses Pilkada dari awal hingga usai. “Hari ini sangat luar biasa dimana tiga pilar plus berikrar bersama untuk melaksanakan komitmen, dan kami selalu siap untuk mengawal pelaksanaannya,” tegasnya.

Apel sinergitas tiga pilar plus yang dipimpin oleh Gubernur Jatim ini diikuti oleh 4000 peserta yang terdiri dari Forpimda tingkat 1 dan 2, 1000 personil Babinsa, 1000 personil Babinkamtibmas, 1000 kades/lurah, dan 500 personil Mapolda Jatim.  Turut hadir Ketua KPU Prov. Jatim, Ketua Bawaslu Prov. Jatim, dan para pejabat di lingkup SKPD Pemprov Jatim. (tek/med)

Sebanyak 56 pasangan paslon peserta pemilukada serebtak Jawa Timur mengikuti deklarasi LHKN di Grahadi Surabaya, Kamis (12/4/2018)

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Wakil Ketua KPK RI Irjen Pol. Basaria Panjaitan mengungkapkan bahwa setelah melalui analisa yang mendalam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat kebijakan baru. 

Kebijakan tersebut dilakukan dengan bicara soal korupsi sejak sebelum pasangan calon kepala daerah terpilih. Dimana persoalan pencegahan awal dinilai lebih baik hasilnya.

“Hal tersebut dilakukan melihat saat ini banyak sekali paslon yang terjerat  dalam  ranah tindak korupsi. ungkap Basaria Panjaitan dalam kesempatan memberikan pesan khusus kepada 56 paslon peserta pemilukada Jawa Timur di gdung negara Grahadi Surabaya, Kamis (12/4/2018)

Tujuan utamanya yaitu mencegah masuknya paslon pada ranah tindak korupsi.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan Deklarasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Pasangan Calon Kepala Daerah se Jatim Untuk Mewujudkan Pilkada yang bertintegritas 

Lebih lanjut Basaria Panjaitan menyampaikan, bahwa komitmen para paslon wajib disertakan sebuah integritas atau satu kesatuan antara kejujuran, perencanaan, sosialisasi program pada masyarakat dan harus ada implementasi. 

Menurutnya sebuah kejujuran itu dinilai sangat perlu. Salah satunya lewat penyerahan LHKP (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara). Karena banyak sekali paslon yang tidak jujur menyerahkan LHKP, terutama bagi petahana. 

Hal tersebut sangat berpengaruh pada biaya pemilukada yang besar tidak sesuai dengan harta kekayaan yang dimiliki. Sehingga untuk menutupi biaya besar tersebut dilakukan ijon proyek khususnya pada petahana, mahar politik atau dinasti politik.

“Yang perlu diperhatikan partai politik yang pertama, rekruitmen kader harus benar-benar diperhitungkan, jangan sampai hanya sebagai alat untuk memperkaya diri saja. Kedua, kaderisasi harus dipersiapkan secara matang. 

Dengan harapan para kader sudah siap untuk menjadi pemimpin. Pematangan kader melalui pendidikan dan pelatihan tentang anggaran, perijinan dan lain-lain,” tandasnya. 

“KPK juga berfungsi sebagai pendorong agar semua lembaga, aparat hukum terlepas dari jerat ranah hukum. Salah satu yang bisa dilakukan adalah parpol membuat kode etik, transparansi anggaran, penguatan penyelenggaraan penegakan hukum terpadu,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, SH pada kesempatan yang sama berharap agar para paslon dalam menandatangani fakta integritas yang sudah dilaksanakan harus bisa dilakukan dengan hati nurani dan tidak hanya segera menandatangani.

Selain itu, Mendagri Tjahjo Kumolo berpesan agar para paslon harus memiliki impian, gagasan yang cemerlang. Mereka harus bisa menyusun konsep, kemudian menjabarkan dan mengimplementasikan dalam program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Kepada paslon terpilih, dirinya menitipkan agar mereka harus peduli terhadap pemberantasan radikalisme dan terorisme yang sedang marak. 

“Ormas tidak  dilarang di Indonesia, asal mereka mengakui adanya Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI,” ungkapnya. 

Selain itu juga dirinya mengingatkan akan bahaya narkoba yang sedang marak di Indonesia, dimana keberadaannya saat ini semakin menggurita.

Dengan diadakannya Pembekalan Anti Korupsi dan Deklarasi LHKPN Pasangan Calon Kepala Daerah se Jatim Mendagri berharap Pemilukada Serentak akan lebih bermartabat membangun masyarakat dan memperkuat otonomi daerah. (min)

  

Empat Pencuri yang Nyaru Petugas PDAM Sudah Kuras Rp 872 Juta Dari Para Korbannya

SURABAYA  (Korantransparansi.com) - Empat anggota komplotan penjahat yang menyaru petugas PDAM Kota Surabaya tak berkutik ketika diciduk Unit Jatanras Polrestabes Surabaya.

Mereka yang sudah beraksi di lima TKP di Surabaya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas alias ditembak, lantaran melawan.

"Kami terpaksa melakukan tindakan tegas (tembak), karena pelaku ini membahayakan angota kami di lapangan saat dilakukan penangkapan," sebut Sudamiran, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Senin (9/4/2018).

Mereka sudah beraksi di Surabaya selama 6 bulan terakhir ini, yakni sejak Oktober 2017 dan terakhir menyatroni rumah di Jl Manyar Kerto Adi Surabaya pada 4 April 2018.

Polisi yang menerima laporan dari para korban, akhirnya melakukan penyelidikan dan memburu pelaku yang selalu menyaru sebagai petugas PDAM Kota Surabaya.

Dari rekaman CCTV yang dipelajari dan dilihat petugas di beberapa TKP, ternyata pelaku mengarah ke komplotan Anton Saputra dkk. Komplotan ini beranggotakan delapan orang, tapi yang lebih dulu tertangkap empat pelaku.

"Kami masih mengembangkan dan memburu pelaku lainnya. Komplotan ini selalu berpindah-pindah tempat, aksinya juga dilakukan secara bergantian," terang Sudamiran.

Sedikitnya komplotan ini sudah beraksi di lima lokasi di surabaya, yakni membobol rumah di Jl Manyar Kerta Adi, Jl Dukuh Kupang, Jl Tambaksari, Jl Welirang, dan Jl Manyar Kerta Adi Surabaya.

Dari aksinya ini, pelaku menguras harta benda milik korban. Seperti uang tunai, perhiasan dan barang berharga lainnya. Mereka bisa mengumpulkan uang tunai Rp 872 juta dari aksi jahatnya.

"Modusnya selalu mengaku petugas PDAM. Mereka pura-pura melihat meter PDAM dan masuk rumah korban, selanjutnya mengambil uang tunai, perhiasan dan lainnya," terang Sudamiran.

Anton Saputra, salah satu pelaku mengatakan, dirinya melakukan aksi secara berkelompok. Tapi sasarannya berpindah-pindah dengan mengaku sebagai petugas PDAM Surabaya.

"Saya dan teman-teman juga pakai seragam PDAM, tapi saat beraksi harus hati-hati. Begitu yakin rumah sepi, baru melakukan aksi. Uang dipakai untuk kebutuhan keluarga," tutur Anton.

Diberitakan sebelumnya, empat pelaku kejahatan bermodus menyaru petugas PDAM Kota Surabaya digulung Unit Jatanras Polrestabes Surabaya. Selain Anton Saputra, polisi menangkap Andi Sahril, Andri Daeng, dan Arham Djaelani.(sumber suryaonline)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...