Peristiwa

Diklat fungsionaris angkatan pertama Partai Golkar Jawa Timur . Renananya Diklat fungsionaris itu akan bersambung hingga tujuh angkatan

Surabaya (KoranTransparansi.com) – Partai Golkar tidak hanya serius memenangkan cagub-cawagub Khofifah Indar Parawansa- Emil Dardak, namun juga bersemangat menghadapi pileg/pilpres 2019. Agar kader Golkar memiliki kualitas, partai Golkar mewajibkan calon legislatif mengikuti Diklat Fungsionaris.

Golkar merencanakan Diklat fungsionaris itu sampai 7 angkatan. Dan hari ini angkatan pertama untuk anggota fraksi baik DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota dan unsur KSB (Ketua, sekretaris dan Bendahara). Pada angkatan pertama diikuti 400 orang.

Ketua panitia Dr Kodrat Sunjoto mengatakan, diklat kali ini berbeda dengan Diklat diklat sebelumnya. "Kami ingin memastikan bahwa kader partai yang akan duduk di DPR bebas narkoba. Sebab itu kami menggandeng BNN untuk melakukan tes urine. “Jangan sampai kami kebobolan ada caleg DPRD dari Golkar pecandu narkoba,”jelasnya.

Kodrat Sunyoto mengatakan pihaknya tengah berupaya menciptakan calon anggota dewan yang berkualitas dan bersih dalam segala aspek, terutama narkoaba dan korupsi. Diklat fungsionaris ini menjadi persaratan bagi caleg. 

Menjawab petanyaan bagaimana jika hasil tes urine ada indikasi narkoba, Kodrat mengatakan, bisa dinyatakan tidak lulus dan tidak bisa mendaftar sebagai caleg. Ini bagian dari seleksi. Tujuannya adalah untuk menyiapkan kader yang berkualitas dan bersih, bebas korupsi, maupun narkoba,” tegas Kodrat Sunyoto.

Kodrat mengatakan dalam orientasi tersebut ada 8 materi pokok yang berkaitan dengan Kegolkaran, isu stategis dan kebangsaan, serta persepsi publik penggalangan pemilih di Pileg dan Pilpres 2019.

“Selain itu juga ada komunikasi politik dan medsos (media sosial), ketentuan penyelenggara Pemilu, konsolidasi kepartaian serta tupoksi fungsionaris dan kode etik,” sambung pria asal Lamongan itu.

Lebih lanjut dia menambahkan bahwa 8 materi tersebut juga memuat materi strategi pemenangan Pemilu serentak dan dinamika kelompok. (min)

Ustadz Abdul Somad bersama para jamaah sebelum memberikan Tausiyahnya pada Tablig Akbar di Ponpes Hidayatullah Keputih Surabya, Sabtu (28/4/2018)

Surabaya (KoranTransparansi.com) – Ustadz Abdul Somad, dai kondang meresmikan Program 1000 Penghafal al Quran Jawa Timur di Ponpes Hidayatullah, Keputih Surabaya, Sabtu (28/4/2018) 

Ustadz  Somad juga mengisi Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Pesantren tersebut dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadhan 1439 H. Dalam kesempatan itu Utads Somad berkesempatan mengalungkan surban kepada para santri tahfidz.

Program 1000 Pengahafal al Quran hasil kerja bareng antara Pesantren Hidayatullah  dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH). Yakni Pesantren Hidayatullah dengan program Takhassusnya, dan BMH dengan pondok pesantren tahfidznya.

Dalam tausiyahnya di acara Tabligh Akbar tersebut, Ustadz Abdul Somad dengan semangatnya mengajak jamaah yang hadir untuk senantiasa mendukung para penghafal al Quran Hidayatullah. 

Sambil ceramah ustadz Abdul Somad mengeluarkan dompet yang ada di sakunya dan masukkan beberapa lembar uang dari dompetnya ke kotak amal sambil berkata:

“Mudah-mudahan dihadapan Allah Swt, walaupun tak banyak bisa nyumbang untuk 1 bulan, 2bulan sekolahnya. Anak-anak yang menghafal al Quran, sudah hafal 30 juz mereka akan mengulangi hafalannya sehari 2 juz kalau kau sudah mati menjadi tanah maka mengalir pahalanya untukmu juga.”

Selain itu, Ustadz Abdul Somad juga mengajak jamaah agar tidak ragu untuk senantiasa meminta putera-puterinya belajar al Quran. (fir)

 

Lantaran banyak menggelar uji kompetensi wartawan (UKW) , PWI Pusat memberikan penghargaan khusus kepada PWI Jawa Timur.

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - PWI Jatim menerima Penghargaan PWI 2017 dari PWI Pusat. Penghargaan prestisius tersebut diserahkan oleh Ketua Bidang Daerah PWI Pusat Atal S Depari, kepada Ketua PWI Jatim Akhmad Munir, Sabtu (28/4/2018) sore. 

Penyerahan dilakukan usai digelarnya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-23 PWI Jatim hasil kerjasama dengan Bank Mayapada, di Graha A Azis, Surabaya. 

Ketua Bidang Daerah PWI Pusat Atal S Depari mengatakan, Penghargaan PWI 2017 diberikan kepada PWI Jatim, karena prestasi dan peran aktifnya yang luar biasa dalam menyelenggarakan kegiatan untuk meningkatkan kompetensi wartawan melalui UKW, safari jurnalistik dan berbagai kegiatan pers nasional lainnya selama periode 2017.

"Jadi penghargaan ini bentuk apresiasi PWI Pusat kepada PWI Jatim yang mempunyai kinerja sangat luar biasa," ujarnya.

Menurut Atal, PWI Jatim sangat layak mendapatkan Penghargaan PWI 2017, karena telah berhasil menyelenggarakan UKW sebanyak 23 angkatan dengan tanpa dipungut biaya sepeserpun alias gratis. 

Padahal di tempat dan daerah lain, peserta UKW harus membayar. Yakni, Rp 1 juta untuk peserta kelas muda, Rp 1,5 juta untuk kelas madya, dan peserta kelas utama harus membayar Rp 2 juta.

"Nah, diJatim ini mulai UKW angkatan 1 hingga 23 semuanya gratis. Ini sangat luar biasa," tegasnya.

Ketua PWI Jatim Akhmad Munir mengucapkan terimakasih kepada PWI Pusat yang kembali memberikan penghargaan kepada PWI Jatim.

"Dengan diraihnya Penghargaan PWI 2017 ini, berarti selama tiga tahun berturut-turut kita selalu mendapatkan penghargaan dari PWI Pusat," tegasnya.

Menurut Munir, penghargaan luar biasa yang diraih PWI Jatim tersebut, tak lepas dari banyaknya jumlah UKW yang digelar PWI Jatim, yakni mencapai 23 angkatan. 

Selain itu, jumlah peserta UKW di Jatim juga terbanyak dibandingkan provinsi lain. 

"Setiap angkatan, jumlah peserta berkisar antara 50-60 orang," terangnya. 

Hal terpenting, UKW yang digelar PWI Jatim juga selalu gratis dan tidak dipungut biaya. 

"Jatimlah satu-satunya provinsi yang menggratiskan biaya UKW," tandas Munir.

Hal itu dilakukan, sebagai upaya untuk mendorong wartawan di Jatim bertugas secara profesional dan taat kode etik yang saat ini lagi digalakkan oleh Dewan Pers dan PWI.

Untuk itu, wartawan yang telah mengikuti UKW dan dinyatakan kompeten, kata Munir, harus menjadi pioneer dan contoh pelaksanaan dan diugeminya kerja jurnalistik yang benar. 

Sehingga bisa menularkan kepada wartawan lain untuk ikut bekerja secara profesional. 

"Ini penting, karena pers yang profesional akan menyebabkan terjadinya informasi yang sehat.  Sehingga konsumsi informasi yang diterima publik bisa bermanfaat bagi masyarakat," tegas Munir yang juga Direktur Pemberitaan Kantor Berita Antara ini:

Sementara itu, dalam UKW PWI Jatim angkatan ke-23 yang digelar hasil kerjasama dengan Bank Mayapada, sebanyak 50 orang peserta dinyatakan kompeten oleh Dewan Penguji. 

Kata Munir, dengan tambahan 50 orang tersebut, saat ini jumlah wartawan anggota PWI Jatim yang lulus UKW dan dinyatakan kompeten mencapai sebanyak 1.053 orang dari sekitar 1.500 anggota.

"Jumlah tersebut yang terbanyak di Indonesia dibandingkan provinsi lain," pungkasnya. (min)

 Gubernur Jatim ini saat Peringatan Isra’Mi’raj 1439 H di Gedung Islamic Centre, Jl. Dukuh Kupang Surabaya, Kamis (27/4) malam.

Surabaya (KoranTransparansi.com) -  Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo mengajak umat untuk menyelaraskan antara ketakwaan terhadap Allah SWT dan hubungan sosial dengan sesama umat manusia. Menurut Gubernur Jatim ini, keduanya menjadi kunci utama untuk mewujudkan kehidupan harmonis, damai, aman, dan tentram baik untuk masing-masing pribadi, bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara  

“Kehidupan seperti itulah yang dibutuhkan pemerintah agar pembangunan berjalan lancar. Tidak mungkin proses pembangunan berjalan optimal apabila suasana masyarakatnya gaduh dan penuh kebencian. 

Karena itu, mari selaraskan ketakwaan dan hubungan sosial kita”  himbau Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim ini saat Peringatan Isra’Mi’raj 1439 H di Gedung Islamic Centre, Jl. Dukuh Kupang Surabaya, Kamis (27/4) malam.

Pakde Karwo menambahkan, ketakwaan dan hubungan sosial menjadi bagian tidak terpisahkan. Kedekatan terhadap Allah SWT harus berbanding lurus dengan kehidupan sosial dengan sesama manusia. “Kepedulian terhadap sesama menjadi bagian iman dan takwa kepada Allah SWT” ujarnya.

Gubernur kelahiran Madiun ini mencontohkan, manusia yang dekat dengan Allah SWT dan baik hubungan sosialnya akan merasakan kedamaian dalam hidupnya. Secara sosial, dia senang bersilaturahim, dan silaturahim ini akan membuahkan pikiran-pikiran positif, dan memiliki hubungan yang positif dengan sesamanya.

“Selain menambah teman, Allah SWT akan menambah rejeki, dan kesehatan atas silaturahim tsb. Lewat rejeki dan kesehatan itu, manusia bersyukur dan semakin dekat denganNya. 

Jadi jika dekat dengan Allah SWT kita menjadi tenang dan damai, implementasinya dalam kehidupan sehari-hari adalah dekat dengan sesama dan lingkungannya” ujarnya.  

Dalam kesempatan sama, Pakde Karwo juga mengajak seluruh anggota Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menumpas penyakit sosial ditengah masyarakat yang kian meresahkan, salah satunya masih maraknya mabuk-mabukan dengan miras oplosan hingga menelan korban jiwa.

“Ini sangat miris, saya baca, di Pasar Keling ada tiga orang nggeblak, kemudian bertambah lagi tiga yang nggeblak. Kemudian di provinsi lain ada 51 orang yang tumbang karena oplosan. Ini tugas kita untuk menyembuhkan penyakit sosial” kata Pakde Karwo.

Kasus miras oplosan ini, lanjutnya, merupakan anomali, dimana saat pemerintah dan seluruh pihak berusaha untuk memperkuat agama dan sosial ditengah masyarakat, namun disisi lain penyakit sosial juga masih terjadi. Karena itu, Pakde Karwo meminta peran orang tua, dan Forkopimda lebih ditingkatkan lagi untuk mengatasi penyakit ini.

“Mari kita bersinergi, untuk menumpas penyakit sosial ini. Bagaimana baiknya, dan langkah-langkahnya. Apakah para penjual dan pemilik pabrik oplosan itu bisa diberikan pencerahan untuk tidak mengulang lagi perbuatannya, karena korbannya sudah banyak. Saya yakin jika ulama dan umaroh kompak, jalan itu pasti ada” pungkasnya. 

Dalam tausiahnya, Guru Besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Dr KH Ali Aziz MA menyampaikan, sebagai manusia, kita harus bisa bahagia dan membahagiakan orang lain. Salah satu cara untuk bahagia, adalah melalui sholat yang khusuk kepada Allah SWT.

“Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dimulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan berlanjut ke Sidrotul Muntaha hanya membutuhkan waktu singkat dan sangat cepat. Amanah yang diwariskan dari peristiwa tersebut yakni melaksanakan shalat dengan sebaik-baiknya” katanya.

Isra’ Mi’raj, lanjutnya, harus dimaknai dan dilaksanakan secara seutuhnya. Artinya, jangan sampai isra’ meninggallkan mi’rajnya, dan sebaliknya, jadi harus dua-duanya. “Makna yang pertama, isra’ mi’raj ini dari masjid ke masjid, jadi jangan sampai kita terpisah dengan masjid” katanya.

Kemanapun kita pergi, imbuh Prof. Ali, jika dalam perjalanan mendengar suara adzan, diharapkan segera menuju ke masjid, turun dari kendaraan untuk berwudlu dan menunaikan sholat, serta jika ada rejeki lebih, bisa mengisi kas masjid. “Jadi jangan dari masjid ke masjid untuk buang hajat, tapi sekalian ibadah juga” imbuhnya. 

Makna kedua, tambahnya, isra’ mir’aj ini dijadikan momentum untuk meningkatkan akhlak bangsa ini. Pasalnya, Allah SWT sangat menghargai satu level peningkatan iman dari manusia. 

“Allah SWT menghargai bagaimana setitik-pun debu iman yang ada pada diri manusia. Malam ini, saya yakin kebaikan yang kita peroleh tidak hanya ceramah saya saja, tapi juga kita bisa bertemu orang-orang mulia, berjabat tangan, dan tukar pikiran. Itulah bagian yang bisa menambah kualitas iman kita” pungkasnya.

Peringatan Isra Miraj tahun ini dihadiri sebanyak 1.500 jamaah hadir terdiri dari PNS di lingkungan Pemprov Jatim, TNI, Polri dan masyarakat umum. Di antara tokoh yang hadir yaitu Ketua MUI Jatim, KH Abdussomad Bukhori, Kapolda Jatim, Irjen Pol Drs Machfud Arifin dan Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman.(min)

Hj Nina Soekarwo (istri Gubernur Jawa Timur saat mengunjungi stand batik di Solo, Jaw Tengah

SOLO (KoranTransparansi.com) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) terus berupaya meningkatkan kualitas produk agar lebih berdaya saing. Salah satunya adalah mengajak para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) sektor kerajinan untuk  bertukar pikiran dengan para perajin batik di Solo dan Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY). Selama dua hari yaitu pada tanggal 25-26 April 2018,

Ketua Dekranasda Prov. Jatim , Dra. hj. Nina Soekarwo, M.Si mengunjungi beberapa titik perajin batik diantaranya Batik Karlina Solo, Batik Gunawan Solo dan Afif Collection.

Dengan  mengajak para pelaku UKM Jatim ke perajin batik di Solo dan DIY, diyakini Bude Karwo akan meningkatkan daya saing UKM Jatim, khususnya menghadapi era perdagangan bebas. Kunjungan ini juga sebagai upaya membumikan batik agar tetap lestari dan terus dicintai masyarakat Indonesia dan dunia.

" Silaturahmi ini menambah wawasan baru bagi para pelaku UKM untuk terus meningkatkan kualitas batik. Selain itu juga bisa belajar manajemen berorganisasi sehingga bisa bersaing dan membuat inovasi baru," ujarnya saat mengunjungi Paguyuban Sekar Jagad dan Afif Collection, Daerah Istimewa Yogjakarta, Kamis(26/4).

Ketua Dekranasda Jatim itu menjelaskan, Solo dan DIY  menjadi kiblat dalam perkembangan batik di nusantara, khususnya  Paguyuban Pecinta Batik Sekar Jagad  yang memiliki visi dan misinya yaitu Batik lestari di dunia. Diharapkan, melalui kunjungan ini akan  terjalin kerjasama antara Sekar Jagad dengan Dekranasda Prov. Jatim maupun dengan para perajin dan menjadikan batik tetap eksis di bumi nusantara."Perajin batik dari Jatim harus banyak belajar dari Solo dan DIY salah satunya harus ada sisi  di modernisasi," ungkapnya.

Menurutnya, setiap batik harus mengandung sebuah filosofi. Di Jatim sudah banyak batik yang dihasilkan, akan tetapi harus diperkuat filosofi didalamnya. Sehingga, akan memiliki nilai tambah. " Di setiap batik alangkah lebih bagus apabila ada deskripsinya seperti nama dan filosofi yang ditanamkan, " ucapnya.

Bude Karwo menambahkan, Jatim menjadi satu satunya Pemerintah Provinsi yang mengenakan batik seminggu 3x, dimana provinsi lain hanya 2x. Hal tersebut menjadi salah satu upaya dalam rangka menggerakkan masyarakat yang dimulai dari ASN untuk mencintai batik.

Kunjungan ke Solo dan DIY, Bude Karwo juga didampingi oleh istri Ketua DPRD Jatim, Lili Halim, Kabiro Perekonomian selaku Sekretaris Dekranasda Prov Jatim. Aries Mukiono, dan Kadisnas Koperasi dan UMKM prov. Jatim selaku  Kepala Bidang Pengembangan Usaha dekranasda jatim , Mas Purnomo Hadi.

Selain mengunjungi perajin batik, Bude Karwo juga berkesempatan mengunjungi Balai Besar Kerajinan dan Batik DIY. Bude Karwo disuguhkan dengan berbagai serba serbi tentang batik. Salah satunya adalah melihat batik motif Cuwiri, dimana  membuat berkesan rombongan karena semua hal yang ada di Balai Kerajinan dan Batik DIY sudah disertai dengan deskripsi dan filosofi.

Bude Karwo bangga dengan dicetuskannya  Pamekasan sebagai Pasar batik dunia. Ada sekitar 103 perajin batik di Pamekasan. Hal tersebut tidak lepas dari peran serta para perajin batik Pamekasan yang terus giat membuat batik dengan ciri khas sendiri. Dan juga, adanya Paguyuban  Sekar Jagad yang ikut mempromosikan batik Pamekasan di setiap kegiatan yang diselenggarakannya."Keistimewaan batik Pamekasan adalah harga yang murah dan model yang banyak. Agar bisa bersaing di pasar global  harus ada standarisasi," tutur Bude Karwo.

Sementara itu Gusti Kanjeng Bendoro, Raden Ayu Adipati Pakualam menuturkan pembatik Pamekasan sungguh luar biasa dengan karya yang hebat. Hal itu diwujudkan ketika diadakan salah satu pameran batik di DIY. Banyak masyarakat yang antusias akan batik Pamekasan."hal tersebut merupakan wujud bahwa  Batik Pamekasan bisa menjadi warna baru dalam batik dunia," ungkapnya .

Wanita yang juga sebagai Penasehat Paguyuban Sekar Jagad itu mengajak untuk meningkatkan sinergitas untuk kemajuan batik Indonesia. Jangan sampai batik diakui milik negara lain. Sebagai contoh Malaysia dan Brunei  mulai mencontoh batik Indonesia."Hal tersebut menjadi tantangan kita untuk terus membatik dengan kreasi yang lain. (min)

 

 
Pakde Karwo : Pendidikan Double Track SMA Isi Kekosongan Industrialisasi

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Pendidikan double track SMA dilakukan untuk mengisi kekosongan terhadap proses industrialisasi di Jatim. Kekosongan tersebut antara lain terlihat dari adanya sekitar 90 ribu peluang kerja di Jatim yang tidak bisa diisi karena kompetensi.

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan pemprov melalui Dinas Pendidikan Prov. Jatim dengan Dewan Pendidikan mengambil double track sebagai solusi, yang di dalamnya terdapat link and match antara pendidikan dengan lowongan tenaga kerja, tegasnya di Surabaya, Senin (23/4/2018)

“Penerapan konsep double track untuk menghadapi pertarungan global dan mengisi tenaga kerja di industri merupakan pengambilan keputusan penting,” ujar Pakde Karwo.

Dijelaskan, pengembangan pendidikan double track menjadi salah satu fokus Pemprov Jatim pada tahun 2018, sejalan dengan tagline pengembangan SDM berdaya saing. Konsep ini merupakan langkah konkrit pemprov untuk meningkatkan sumber daya manusia sekaligus mengatasi pengangguran. 

“Double track pada SMA  juga sebagai solusi mengatasi permasalahan siswa lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya, sambil menambahkan double track dilakukan baik pada jalur formal maupun non formal.

Dalam paparannya, Pakde Karwo menjelaskan penerapan double track dilakukan dengan menambahkan kurikulum kompetensi di SMA, yakni menyisipkan pendidikan vokasional. Adapun keahlian yang diberikan seperti bidang teknologi dan rekayasa, teknologi informasi dan komunikasi, kesehatan, agrobisnis dan agro teknologi, perikanan dan kelautan, bisnis dan manajemen, pariwisata, seni rupa dan kriya, serta seni pertunjukkan.

“Begitu lulus dari double track ini, para siswa SMA akan mendapatkan sertifikat dari BSN. Jadi, saat mereka tidak bisa melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi bisa bekerja sesuai keahlian yang dimiliki,” kata orang nomor satu di Jatim ini sambil menjelaskan bahwa pendidikan adalah human investment untuk jangka panjang.

Sementara itu, untuk non formal dilakukan melalui penyelenggaaan BLK berstandar internasional, SMK Mini dan Bosda Madin.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Prov. Jatim, SMAN di Jatim terdapat 423 unit terdiri dari 379 akreditasi A, 30 akreditasi B, 2 akreditasi C, dan 12 belum terakreditasi. Sedangkan SMA Swasta di Jatim sebanyak 1.109 unit yang terdiri dari 294 akreditasi A, 438 akreditasi B, 90 akreditasi C, dan 287 belum terakreditasi.

Selain program double track pada SMA, Pemprov Jatim juga telah mengembangkan sekolah khusus membangun karakter wawasan kebangsaan pada SMAN Taruna Nala di Malang dan SMAN Taruna Angkasa di Madiun.(min)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...