Peristiwa

Ketua FORIKAN Jawa Timur Hj Nina Soekarwo mendapingi Gubernur ketika mengunjungi stan pameran JFME Jumat (5/5/2018) malam di Surabaya

SURABAYA (KoranTransparansi.com) -  Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) Jatim  Hj. Nina Kirana Soekarwo mengatakan, tingkat konsumsi ikan di Jatim mengalami peningkatan yang cukup signifikan. 

Jika dulu hanya mencapai 16 kg/kapita/tahun, namun saat ini sudah mencapai 34 kg/kapita/tahun. tutur Bude Karwo Di Surabaya, Jumat malam.

“Ini progress yang cukup besar, kami bersama TP PKK mengajak seluruh ketua TP PKK kabupaten/kota untuk membentuk FORIKAN, dan berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi ikan. Ini tidak mudah, sebab ada mitos jika makan ikan itu nanti cacingan, padahal sebaliknya, ikan sangat bergizi” 

Dikatakan, mengkonsumsi ikan membantu meningkatkan kecerdasan dan berguna bagi tumbuh kembang anak, khususnya balita. Karena itu, dalam berbagai kesempatan, pihaknya tak pernah lelah untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi ikan. 

“Setiap tahun kami mengadakan lomba kreasi masakan ikan, serta melibatkan chef terkenal. Ini merupakan salah satu upaya untuk melahirkan inovasi dan kreasi tentang olahan ikan, jadi tidak monoton hanya digoreng saja. 

Salah satu inovasi itu adalah membuat makanan ikan untuk anak-anak dengan bentuk tokoh kartun, jadi mereka tertarik untuk memakannya” pungkasnya. (min)

Perjuangkan Nasib Pedagang, Khofifah Ingin Negosiasi Ulang Kontrak BOT Pasar Turi Lama

 

SURABAYA - Kedatangan calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ke TPS (Tempat Penampungan Sementara) Pedagang Pasar Turi dijadikan ajang curhat oleh para pedagang. Mereka mengeluhkan relokasi pedagang pasar yang tak kunjung tuntas.

Kedatangan Khofifah disambut para pedagang pasar Turi Lama, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (4/5/2018). Kedatangan Khofifah bah harapan baru bagi pedagang.

Sebab, hingga saat ini pedagang pasar Turi berharap ada sosok yang memperjuangkan nasib para pedagang pasar turi yang tak kunjung mendapatkan hak tempat dagang baru pascakebakaran besar beberapa tahun silam. 

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Himpunan Pedagang Pasar Turi, M Taufik kepada Khofifah. Dari 3794 pedagang yang terdampak kebakaran, masih ada 999 pedagang yang belum mendapatkan tempat baru dari pemerintah. Padahal mayoritas pedagang sudah melunasi booking untuk stand pasar baru.

“Semua pedagang 97 persen sudah melunasi uang bayar stand, pajak, PPN. Pedagang ditarik sertifikat strata titel. Perjanjiannya tidak pernah dinotarialkan,” kata Taufik.

 

Bahkan, taufik mengeluhkan adanya pungutan liar kepada para pedagang meski belum menempati tempat baru. Berbagai upaya telah dilakukan namun masih nihil hasil.

“Belum menempati, stand belum jadi, para pedagang sudah dipungut uang denda bunga yang bukan sedikit puluhan bahkan ratusan juta per stand. Yang tidak pernah salah. Di sini menyakiti hatinya para pedagang. Pedagang pun kalau tidak mau bayar, hangus. Disuruh keluar,” ungkapnya.

Sementara itu, Khofifah menegaskan akan memperjuangkan nasib para pedagang pasa Turi Lama. Khofifah akan berupaya membuka komunikasi dengan pihak pemerintah kota karena TPS Pasar Turi terletak di wilayah Kota Surabaya.

“Harus segera turun bersama. Tentu wilayah ini, wilayah Pemkot karena ini ada di wilayah Jawa Timur harus ada pertemuan yang segera dilakukan oleh Pemprov dan Pemko. Memanggil kembali investornya, membuka kembali kontrak-kontraknya, menyiapkan langkah strategis,” kata Khofifah.

Menteri Sosial 2014-2018 ini mengupayakan adanya negosiasi ulang terkait kontrak BOT (Built, Operate, Transfer) pasar Turi Lama. Sehingga pedagang pasar Turi Lama bisa mendapatkan haknya.

“Jadi renegosiasi harus dilakukan, membuka kembali kontrak-kontrak itu dna melihat kembali apa yang menjadi keputusan kontrak itu dilakukan, banyak hal rupanya yang harus dilakukan koreksi bersama. Karena ini TPS mereka harus menempati tempat barunya. Mereka harus dikembalikan hak dasar mereka,” pungkasnya. (min)

 calon gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengikuti Tasyakuran sedekah bumi dan Istighosah yang digelar warga Perumahan UKA, Benowo, Surabaya, Rabu (3/4), malam.

SURABAYA (KoranTransparansi.com)  - Bersama ribuan warga, calon gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengikuti Tasyakuran sedekah bumi dan Istighosah yang digelar warga Perumahan UKA, Benowo, Surabaya, Rabu (3/4), malam.

Beberapa gunungan jajan pasar dan aneka tumpeng dipersiapkan warga sebagai bentuk syukur atas keberkahan yang selama ini mereka dapatkan.

Gus Ipul sendiri tiba di lokasi acara sekitar pukul 22.00 WIB dan langsung berbaur dengan warga. Usai memberikan sambutan singkat, Gus Ipul juga ikut warga bersila untuk berdoa.

Makan nasi tumpeng lesehan juga digelar sebagai bentuk keakraban antar warga. Gus Ipul yang mengenakan koko dan sarung putih berbaur di antara mereka. Makan nasi bareng satu nampan dengan menggunakan tangan tanpa sendok.

"Inilah pemimpin kita, berbaur dengan rakyat tanpa sekat. Mana mau calon lain seperti ini," kata Sunarwito, tokoh masyarakat setempat.

Dia lantas mengisahkan, salah satu calon pemimpin yang tidak pernah ke masjid tiba-tiba ngomong ke mana-mana dia rajin. "Kalau Gus Ipul ini putra Kiai, dari sananya sudah rajin tidak dibuat-buat. Tidak hanya pas nyalon saja. Beda dengan calon sebelah," ujarnya.

Sementaa itu Gus Ipul menyambut baik budaya sedekah bumi yang digelar warga. Sedekah bumi merupakan budaya yang di dalamnya mengandung Makna syukur.

"Ini bentuk rasa syukur karena kita telah diberi macam-macam nikmat. Sehat, nikmat iman, rejeki dan keluarga sehat," kata Gus Ipul.

Dengan bersyukur yang disimbolkan dengan sedekah bumi. Kenikmatan yang selama ini kita rasakan dihadapan bisa terus bertambah.

Terkait sedekah bumi inipula, Gus Ipul berharap bisa dilestarikan dan ke depan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi kampung perumahan UKA Benowo.

"Ini kalau dilestarikan bisa jadi daya tarik wisata. Kawasan ini nantinya bisa jadi desa wisata," kata Gus Ipul.

Jika kelak dirinya menjadi gubernur, maka daya tarik seperti yang dimiliki perumahan UKA ini akan disuport dengan program Seribu Dewi (seribu desa wisata).

Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini mengatakan, pengembangan seribu desa wisata bakal digeber di seluruh pelosok bersama Cawagub Puti Guntur Soekarno.

“Titik tekan programnya adalah warga, pariwisata berbasis warga. Ibu-ibu, anak muda, warga diberdayakan. Kita sasar seribu kelompok sadar wisata (pokdarwis), diberi modal, dibantu mempercantik desanya, dibantu toiletnya agar berstandar, dibantu sistem dan sebagainya,” jelasnya.

Dari program itu, Gus Ipul menargetkan ada 200.000 lapangan kerja untuk warga desa. “Ibu-ibu jual makanan, anak muda jadi tour guide, penghasilan warga pengelola wisata relatif besar. Warga tambah sejahtera,” ujarnya.(min)

Diklat fungsionaris angkatan pertama Partai Golkar Jawa Timur . Renananya Diklat fungsionaris itu akan bersambung hingga tujuh angkatan

Surabaya (KoranTransparansi.com) – Partai Golkar tidak hanya serius memenangkan cagub-cawagub Khofifah Indar Parawansa- Emil Dardak, namun juga bersemangat menghadapi pileg/pilpres 2019. Agar kader Golkar memiliki kualitas, partai Golkar mewajibkan calon legislatif mengikuti Diklat Fungsionaris.

Golkar merencanakan Diklat fungsionaris itu sampai 7 angkatan. Dan hari ini angkatan pertama untuk anggota fraksi baik DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota dan unsur KSB (Ketua, sekretaris dan Bendahara). Pada angkatan pertama diikuti 400 orang.

Ketua panitia Dr Kodrat Sunjoto mengatakan, diklat kali ini berbeda dengan Diklat diklat sebelumnya. "Kami ingin memastikan bahwa kader partai yang akan duduk di DPR bebas narkoba. Sebab itu kami menggandeng BNN untuk melakukan tes urine. “Jangan sampai kami kebobolan ada caleg DPRD dari Golkar pecandu narkoba,”jelasnya.

Kodrat Sunyoto mengatakan pihaknya tengah berupaya menciptakan calon anggota dewan yang berkualitas dan bersih dalam segala aspek, terutama narkoaba dan korupsi. Diklat fungsionaris ini menjadi persaratan bagi caleg. 

Menjawab petanyaan bagaimana jika hasil tes urine ada indikasi narkoba, Kodrat mengatakan, bisa dinyatakan tidak lulus dan tidak bisa mendaftar sebagai caleg. Ini bagian dari seleksi. Tujuannya adalah untuk menyiapkan kader yang berkualitas dan bersih, bebas korupsi, maupun narkoba,” tegas Kodrat Sunyoto.

Kodrat mengatakan dalam orientasi tersebut ada 8 materi pokok yang berkaitan dengan Kegolkaran, isu stategis dan kebangsaan, serta persepsi publik penggalangan pemilih di Pileg dan Pilpres 2019.

“Selain itu juga ada komunikasi politik dan medsos (media sosial), ketentuan penyelenggara Pemilu, konsolidasi kepartaian serta tupoksi fungsionaris dan kode etik,” sambung pria asal Lamongan itu.

Lebih lanjut dia menambahkan bahwa 8 materi tersebut juga memuat materi strategi pemenangan Pemilu serentak dan dinamika kelompok. (min)

Ustadz Abdul Somad bersama para jamaah sebelum memberikan Tausiyahnya pada Tablig Akbar di Ponpes Hidayatullah Keputih Surabya, Sabtu (28/4/2018)

Surabaya (KoranTransparansi.com) – Ustadz Abdul Somad, dai kondang meresmikan Program 1000 Penghafal al Quran Jawa Timur di Ponpes Hidayatullah, Keputih Surabaya, Sabtu (28/4/2018) 

Ustadz  Somad juga mengisi Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Pesantren tersebut dalam rangka menyambut datangnya bulan suci ramadhan 1439 H. Dalam kesempatan itu Utads Somad berkesempatan mengalungkan surban kepada para santri tahfidz.

Program 1000 Pengahafal al Quran hasil kerja bareng antara Pesantren Hidayatullah  dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH). Yakni Pesantren Hidayatullah dengan program Takhassusnya, dan BMH dengan pondok pesantren tahfidznya.

Dalam tausiyahnya di acara Tabligh Akbar tersebut, Ustadz Abdul Somad dengan semangatnya mengajak jamaah yang hadir untuk senantiasa mendukung para penghafal al Quran Hidayatullah. 

Sambil ceramah ustadz Abdul Somad mengeluarkan dompet yang ada di sakunya dan masukkan beberapa lembar uang dari dompetnya ke kotak amal sambil berkata:

“Mudah-mudahan dihadapan Allah Swt, walaupun tak banyak bisa nyumbang untuk 1 bulan, 2bulan sekolahnya. Anak-anak yang menghafal al Quran, sudah hafal 30 juz mereka akan mengulangi hafalannya sehari 2 juz kalau kau sudah mati menjadi tanah maka mengalir pahalanya untukmu juga.”

Selain itu, Ustadz Abdul Somad juga mengajak jamaah agar tidak ragu untuk senantiasa meminta putera-puterinya belajar al Quran. (fir)

 

Lantaran banyak menggelar uji kompetensi wartawan (UKW) , PWI Pusat memberikan penghargaan khusus kepada PWI Jawa Timur.

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - PWI Jatim menerima Penghargaan PWI 2017 dari PWI Pusat. Penghargaan prestisius tersebut diserahkan oleh Ketua Bidang Daerah PWI Pusat Atal S Depari, kepada Ketua PWI Jatim Akhmad Munir, Sabtu (28/4/2018) sore. 

Penyerahan dilakukan usai digelarnya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-23 PWI Jatim hasil kerjasama dengan Bank Mayapada, di Graha A Azis, Surabaya. 

Ketua Bidang Daerah PWI Pusat Atal S Depari mengatakan, Penghargaan PWI 2017 diberikan kepada PWI Jatim, karena prestasi dan peran aktifnya yang luar biasa dalam menyelenggarakan kegiatan untuk meningkatkan kompetensi wartawan melalui UKW, safari jurnalistik dan berbagai kegiatan pers nasional lainnya selama periode 2017.

"Jadi penghargaan ini bentuk apresiasi PWI Pusat kepada PWI Jatim yang mempunyai kinerja sangat luar biasa," ujarnya.

Menurut Atal, PWI Jatim sangat layak mendapatkan Penghargaan PWI 2017, karena telah berhasil menyelenggarakan UKW sebanyak 23 angkatan dengan tanpa dipungut biaya sepeserpun alias gratis. 

Padahal di tempat dan daerah lain, peserta UKW harus membayar. Yakni, Rp 1 juta untuk peserta kelas muda, Rp 1,5 juta untuk kelas madya, dan peserta kelas utama harus membayar Rp 2 juta.

"Nah, diJatim ini mulai UKW angkatan 1 hingga 23 semuanya gratis. Ini sangat luar biasa," tegasnya.

Ketua PWI Jatim Akhmad Munir mengucapkan terimakasih kepada PWI Pusat yang kembali memberikan penghargaan kepada PWI Jatim.

"Dengan diraihnya Penghargaan PWI 2017 ini, berarti selama tiga tahun berturut-turut kita selalu mendapatkan penghargaan dari PWI Pusat," tegasnya.

Menurut Munir, penghargaan luar biasa yang diraih PWI Jatim tersebut, tak lepas dari banyaknya jumlah UKW yang digelar PWI Jatim, yakni mencapai 23 angkatan. 

Selain itu, jumlah peserta UKW di Jatim juga terbanyak dibandingkan provinsi lain. 

"Setiap angkatan, jumlah peserta berkisar antara 50-60 orang," terangnya. 

Hal terpenting, UKW yang digelar PWI Jatim juga selalu gratis dan tidak dipungut biaya. 

"Jatimlah satu-satunya provinsi yang menggratiskan biaya UKW," tandas Munir.

Hal itu dilakukan, sebagai upaya untuk mendorong wartawan di Jatim bertugas secara profesional dan taat kode etik yang saat ini lagi digalakkan oleh Dewan Pers dan PWI.

Untuk itu, wartawan yang telah mengikuti UKW dan dinyatakan kompeten, kata Munir, harus menjadi pioneer dan contoh pelaksanaan dan diugeminya kerja jurnalistik yang benar. 

Sehingga bisa menularkan kepada wartawan lain untuk ikut bekerja secara profesional. 

"Ini penting, karena pers yang profesional akan menyebabkan terjadinya informasi yang sehat.  Sehingga konsumsi informasi yang diterima publik bisa bermanfaat bagi masyarakat," tegas Munir yang juga Direktur Pemberitaan Kantor Berita Antara ini:

Sementara itu, dalam UKW PWI Jatim angkatan ke-23 yang digelar hasil kerjasama dengan Bank Mayapada, sebanyak 50 orang peserta dinyatakan kompeten oleh Dewan Penguji. 

Kata Munir, dengan tambahan 50 orang tersebut, saat ini jumlah wartawan anggota PWI Jatim yang lulus UKW dan dinyatakan kompeten mencapai sebanyak 1.053 orang dari sekitar 1.500 anggota.

"Jumlah tersebut yang terbanyak di Indonesia dibandingkan provinsi lain," pungkasnya. (min)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...