Peristiwa

Gerakan Perempuan Ormas MKGR Jawa Timur membagi 900 pack takjil yang diperuntukan meeka yang kbetulan melintas di kawasan Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (8/6/2018)

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Mendekati Idul Fitri 1439 H,  Gerakan Perempuan (GePe) Ormas MKGR Jawa Timur, sebuah organisasi perempuan yang berafiliasi pada Partai Golkar makin bersemangat berbagi bahagia. 

Sepertihalnya yang terjadi pada Jumat (8/6/2018),  puluhan kader Gepe tak lupa berbagi takjil di jalan Ahmad Yani Surabaya. Tentu ini diperuntukan bagi mereka yang melintas di kawasan tersebut.

Ada 900 Pack yang dbagi. Tidak memerlukan waktu lama, apalagi pembagian takjil itu melibatkan kader dalam jumlah banyak. Karuan dalam sekejab sudah terbagi habis.

Menurut Ketua Gepe Ormas MKGR Jawa Timur Yuli Andriyani yang didampingi seketarisnya There Sibarani, takjil tersebut merupakan partisipasi dari kader GePe Ormas MKGR dan beberapa simpatisan. "Alhamdulillah, selama bulan ramadan ini kami tak lupa berbagi.

Ramadan adalah kesempatan kita meningkagkan ibadah. Semoga yang sedikit ini ada barokahnya. 

Disinilah kita menunjukan soliditas kita sebagai salah satu kelompok organisasi masyarakat yg peduli sesama. "Toleransi beragama dan ini juga bahagian dari Ibadah kami," kata  Yuli Andriyani

Ditengah pembagian takjil juga disertai pembagian bingkisan oleh ketua Yuli Andriyani kepada pengurus GePe MKGR Jawa Timur."ini Sebagai tanda kasih sayang saya dan juga ucapan terima kasih saya kepada pengurus yang tetap aktif dan selalu ikut berpartisipasi dalam setiap agenda organisasi. 

Saya sangat terhau an bangga GePe bisa berbuat untuk masyarakat. tandasnya Yuli. (min)

Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya Blegur Prijanggono SH (kanan) menyerahkan susunan pengurus Golkar Kota Surabaya, pengurus Kecamatan dan Kelurahan se Surabaya kepada Ketua tim Audit Prof Daeng Gatit Suherman, pada Kamis (7/6/2018)

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Tim audit DPD l Golkar Jawa Timur yang dipimpin ketua tim Prof Daeng Gatot Suherman dan  sekretaris Erick Reginal Tahalele berkunjung ke DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Kamis (7/6/2018).

Kedatangan tim terdiri 14 orang melaksanakan perintah DPP Partai Golkar yang menghendaki perlunya melakukan pengecekan atas kineja DPD Golkar Kabupaten/Kota  di Jawa Timur. 

Tim tersebut bekerja secara maroton untuk memastikan konsolidasi organisasi apakah berjalan atau tidak. Juga memastikan apakah susunan pengurus yang tercantum dalam surat keputusan (SK) sudah sesuai dengan nama dan alamatnya. 

"Ini sebenarnya bukan audit melainkan ferifikasi saja. Mencocokan apakah nama yang tercantum dalam SK kepengurus pleno DPD ll Golkar Kota Surabaya ada orangnya atau tidak. Lalu pengurus PK (Kecamatan) dan PL (tingat Kelurahan). Kami kebetulan mendapat tugas di Surabaya," ungkap Prof Daeng.

Pada mulanya, tim mengabsen satu persatu pengurus pleno sesuai dengan SK yang ternyata sudah lengkap. Ada satu dua yang tidak hadir, namun mereka sudah ijin karena tidak bisa meninggalkan kantornya. 

Lalu tim juga mengabsen satu persatu nama nama susunan pengurus tingkat Kecamatan. Ditingkat Kecamatan semua pengurus juga lengkap, namun tim minta agar Ketua PK, Sekretaris dan Bendahara (KSB) harus mencantumkan nomer HP dan alamat sekretariat. 

Pencatuman nomor HP bagi KSB menjadi keharusan untuk memudahkan kemunikasi. "Prinsipnya DPD Golkar Surabaya clear," ungkap Proaf Daeng Gatot Suherman. (min)

 

Sekitar 10 persen dari 3.500 bus angkutan lebaran yang sudah menjalani uji fisik diketahui tidak memenuh standart

Tuban (KoranTransparansi.com) - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XI jawa Timur menyebutkan berkisar 5-10 persen dari sekitar 3.500 bus yang sudah menjalani uji kelayakan atau "ramp check" diketahui tidak standar dengan berbagai kekurangan untuk angkutan Hari Raya Idul Fitri.

Kasi Sarpras Balai Pengelola Trasportasi Darat (BPTD) Wilayah XI Jawa Timur, Hanura Kelana Irianto di Tuban, Rabu, menjelaskan dari hasil "ramp check" bus yang tidak standar itu agar tetap bisa beroperasi, maka kekurangannya kekurangannya harus dilengkapi.

"Ramp check" bus angkutan lebaran termasuk bus pariwisata dilakukan di 15 terminal di Jawa Timur. Kekurangan bus yang tidak standar itu, antara lain, ban sudah tidak layak pakai, kaca kendaraan tidak dilengkapi dengan kipas, juga kekurangan yang lainnya.

"Kalau memang sudah dilengkapi dan diperbaiki maka bus yang tidak standar itu tetap diperbolehkan beroperasi," ucapnya, menegaskan.

Ia menambahkan BPTD juga memfungsikan 12 jembatan timbang di Jawa Timur, sebagai "rest area" bagi para pemudik selama lebaran.

Lokasi jembatan timbang di Jatim yang dimanfaatkan "rest area", antara lain, jembatan timbang Kalibaru Manis dan Watudodol di Banyuwangi, Talun Blitar, Baureno Bojonegoro, Klakah Lumajang, Singosari Malang, Trowulan Mojokerjo, Pojok Tulungagung, dan Widang Tuban.

"Jumlah pemudik tahun ini meningkat berkisar 5-10 persen dibandingkan tahun lalu," ucapny,a menambahkan.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya I Ketut Darmawahana, di sela-sela pembukaan jembatan Widang Tuban, menambahkan perbaikan jembatan Widang yang melintas di Bengawan Solo yang ambruk pada 17 April, menelan biaya sekitar Rp15 miliar.

"Biaya masih bisa berkembang, sebab masih ada kerangka jembatan di Bengawan Solo yang harus diangkat," ujarnya.

Dari hasil pengecekan yang dilakukan, lanjut dia, kondisi 40 jembatan yang ada di Jawa Timur, dalam keadaan baik dan aman dilalui para pemudik.

Pemanfaatan jembatan Widang di bagian barat yang melintas di Bengawan Solo dilakukan hari ini dengan dihadiri Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.(den)

Kejatim Jatim yang abru Dr Sunarta akan mengutamkan kearifan lokal dan kolaborasi dengan Forkompimda Jatim

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Kajati Jatim, Dr. Sunarta mengatakan, dirinya siap berkolaborasi dengan Forkopimda Jatim untuk membangun provinsi ini. Untuk itu, ia berkomitmen segera beradaptasi dengan suasana di Jatim, yang terdukung pengalamannya sebagai Kajari Banyuwangi.

“Prinsip saya, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Jadi saya akan mengikuti kearifan dan kebijakan lokal di Jatim sebagai kekuatan dalam membangun daerah,” ujar Kejati Jatim yng baru saat membrikan sambutan perkanalan pada acara buka puasa dengan Forkompimda Jawa Timur, di kantornya, Selasa (5/6/2018).

Mengaikuti kearifan lokal menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Sebagai langkah awal untuk beradaptasi, Kajati Sunarta akan memulainya dengan sesering mungkin mengkonsumsi kuliner khas Jatim, seperti nasi rawon, rujak cingur, dan lainnya. 

“Saya harus terbiasa dengan makanan dan adat di Jatim, supaya makin cepat beradaptasi dan jatuh cinta dengan Jawa Timur” ujarnya yang memiliki kesan tersendiri saat menjadi Kajari di Banyuwangi. 

“Bersama Pakde Karwo dan Fokopimda, kami berharap bisa memimpin Kajati Jatim dengan baik. Lewat kebersamaan ini, kita kawal dan bersama-sama membangun Jawa Timur” katanya. Sebelum sebagai Kajatim Jatim, Dr. Sunarta menjabat Kajati Provinsi Nusa Tenggara Timu. Sebelumnya, sebagai Wakajati Sulawesi Selatan, dan pada 2006-2008 menjabat sebagai Kajari Banyuwangi. 

Hadir dalam kesempatan ini antara lain Wakapolda Jatim, pimpinan OPD di Jajaran Pemprov. Jatim, perwakilan AAL, Armatim, AU, dan Kodam V/Brawijaya. (min)

Anggota Divisi Perencanaan dan Data KPU JawaTimur Choirul Anam

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Pemilihan Gubernur Jawa Timur dan Pilkada serentak Rabu (29/6/2018) menarik perhatian dunia. Setidaknya ada 150 negara di dunia akan memantau pelaksanaan dua event politik lokal Jawa Timur tersebut.

Kabar akan hadirnya 150 negara ke Jawa Timur diperoleh dari Ketua Divisi Perencanaan dan data Komisi Pemilihn Umum (KPU) Jawa Timur Choirul Anam (Cak Anam) saat menjelaskan kepada anggota Dewan Perwakilan daerah (DPD) RI di gedung negara Grahadi Surabaya, Selasa (5/6/2018). Dalam pertemuan tersebut hadir pula Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Delegasi 150 negara tersebut akan hadir ke Surabaya, Jawa Timur mulai tanggal 23 sampai H+1 yaitu tanggal 28 Juni. Karena ini pekerjaan diluar KPU meski obyeknya KPU, tapi kami perlu melaporkan secara kusus kepada Gubernur. Nantinya mereka akan di jamu Pemprov Jawa Timur dan Pak Gubernur sebagai tuan rumahnya.

Selain Pilgub ada 18 Kabupaten/Kota yang melaksnakan pemilihan Bupati dan Walikota.

Mantan anggota KPU Kota Surabaya itu mengatakan, para pemantau pilgub dan pilkada serentak dari berbagai negara itu adalah anggota KPUnya negara tersebut alias bukan LSM. Jadi kedatangannya ke Surabaya atas nama negara masing masing. "Sebenarnya ini tamunya KPU Pusat, namun oleh KPU Pusat diarahkan ke KPU Jawa Timur.

Pihaknya tidak mengerti pertimbangan KPU Pusat kenapa harus Jawa Timur. Bisa jadi karena Pilgub Jawa Timur dianggap lebih cool. Sedangkan apa saja yang akan jadi pusat pemantauan, kita serahkan kepada mereka maunya apa. Yang jelas, KPU Jawa Timur siap menggelar Pilgub Jawa Timur.

Dalam pertemuan tadi, juga kami sampaikan tentang kesiapan Jawa Timur menghadapi event politik tersebut mulai dari distribusi APK (Alat Peraga Kampanye), surat suara, petugas TPS, pengawasan, sampai pada coblosan di Lapas (Lembaga Pemasarakatan) dan perlakukan pengungsi Sampang penganut Siah yang kini masih di Surabaya. 

Semuanya sudah clear. Bahkan diluar dugaan untuk distribusi surat suara sudah sampai ke Kabupaten/Kota di Jawa Timur. "Kami juga mengajak Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dalam rangka pengawasan," tandas Choirul Anam. (min)

Pakde dan Bude Karwo Temu Kangen Paguma Surabaya Lewat Buka Puasa Bersama

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo beserta Ny. Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si melakukan temu kangen dengan Paguyuban Madiun/Paguma Surabaya lewat buka puasa bersama, di kediaman Ketua Paguma Surabaya, dr. Pranawa,Sp.PD, KGH, di Jalan Rungkut Asri Tengah VII No. 43 Surabaya, Minggu (3/6) sore.

Memberikan sambutan, Pakde Karwo mengatakan, bulan Ramadhan dipenuhi berkah Allah SWT. Untuk itu, perlu diisi dengan kegiatan-kegiatan kebaikan, seperti  silaturahmi, temu kangen, dan saling memaafkan. Memahami keberkahan bulan ini, ajang buka puasa dijadikan sebagai momen silaturahim oleh Paguma Surabaya dan dirinya.

“Kami sekeluarga terima kasih diundang untuk buka puasa bersama di sini. Tadi diajak cepat-cepat untuk berangkat ke sini untuk temu kangen dengan saudara-saudara Paguma Surabaya. Semoga Bulan Ramadhan tahun depan bisa bertemu lagi,” ujarnya sambil mengapresiasi berbagai kontribusi sosial Paguma Surabaya, diantaranya mendirikan asrama mahasiswi untuk warga Paguma Surabaya. 

Mengakhiri sambutannya, Pakde Karwo berpamitan kepada warga Paguma Surabaya, karena akan mengakhiri jabatannya sebagai Gubernur Jatim pada 12 Februari 2019. Meskipun tidak lagi menjabat sebagai gubernur, ia menegaskan dirinya tetap akan mensupport dan berpartisipasi terhadap Paguma Surabaya. 

Dalam acara buka puasa bersama ini, Pakde dan Bude Karwo memberikan bingkisan kepada 100 anak yatim piatu dari beberapa panti asuhan di Surabaya, yang secara simbolis diberikan kepada 10 anak sebagai perwakilan .

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Paguma Surabaya  menjelaskan, Paguma Surabaya telah berhasil mendirikan asrama mahasiswi Paguma, berlokasi di Jalan SMEA Negeri 3 No. 5 Keputih Surabaya tahun 2015. “Pendirian ini berhasil diwujudkan atas gagasan dari Pakde Karwo yang juga merupakan Pelindung Paguma Surabaya,” ujarnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Suasana guyub, rukun, gayeng, dan penuh persaudaraan di antara keluarga Paguma Surabaya nampak benar dalam acara buka puasa ini. Demikian pula, canda dan tawa, bersalaman, serta peluk sapa diantara sesama warga Paguma. Pakde Karwo juga tanpa canggung berbaur bersama warga lainnya. (den)

 

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...