Lamongan (KoranTransparansi.com) - Dua pengedar pil koplo dobel LL asal Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan di ringkus anggota buser Satreskoba Polres Lamongan, mereka adalah Awang Sapto Anggoro (20) warga Dusun Melawe RT/RW, 001/003 Desa Kepudibener dan Saifudin (23) warga Dusun Nataan RT/RW 015/008 Desa Gedong Boyo Untung.  
 
Kedua pelaku di tangkap secara terpisah namun masih dalam satu jaringan. Dari tangan keduanya petugas berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 110 butir pil koplo. 
 
Menurut Kasubbag Humas Polres Lamongan Kompol Harmudji saat dikonfirmasi mengatakan, penangkapan para pelaku bermula saat anggota buser Satreskoba Polres Lamongan mendapat laporan dari masyarakat, yang menyebutkan bahwa di warung kopi di wilayah Kecamatan Kota Lamongan sering di salah gunakan untuk peredaran barang haram tersebut.  Berdasarkan informasi tersebut anggota buser melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengerucut salah satu pelaku yakini Awang. 
 
"Saat itu pelaku sedang nongkrong di samping warung kopi di Jalan Papandayan Kelurahan/Kecamatan Kota Lamongan kami tangkap dan di gledah di temukan barang bukti pil koplo 100 butir yang di simpat di dalam saku celananya.  Selain itu juga petugas menyita ponsel (telepon seluler)  dan sepeda motor beserta STNKnya, " ungkap Kompol Harmudji,  Minggu (25/11/2018). 
 
Selanjutnya, masih menurut Harmudji petugas anggota buser langsung melakukan pengembangan.  Ketika pelaku di intrograsi,  di hadapan petugas, pelaku Awang mengaku mendapatakan barang harum tersebut dari pelaku Saifudin.  Pelaku Awang langsung di gelandang ke rumah Saifudin.  
 
"Namun saat itu pelaku Saifudin berada di tempat warung kopi yang tidak jauh dari rumahnya.  Tidak ingin buruannya kabur,  petugas langsung menangkapnya.  Dan di geledah di temukan barang bukti 10 butir pil koplo dan uang tunai Rp 300 ribu hasil penjualan pil koplo serta sebuah ponsel yang di gunkan alat untuk transaksi, " ungkapnya. 
 
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kemudian kedua palaku beserta barang bukti di bawa ke Mapolres Lamongang guna untuk penyelidikan pengembangan dan pneyidikan proses hukum lebih lanjutnya. (rin/bis).
 
 
 

Bojonegoro (KoranTransparansi.com)  – Masih dalam rangkaian memperingati Hari Jadi Bojonegoro (HJB) Ke-341, digelar Festival Geopark Bojonegoro, yang berlangsung di Obyek wisata Khayangan Api, yang berada di Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Sabtu (24/11/2018) kemarin malam.

 
Acara diawali dengan suguhan Tari Kayangan Api dan Juga Tari Thengul yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro tersebut. Tak hanya itu, acara juga dimeriahkan oleh Regina Idol, Djaduk F dan Bojonegoro Etnic Musik.
 
Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Drs Budi Irawanto,M.Pd, dalam sambutanya menyampaikan tentang terciptanya Gerakan sadar wisata yang digalakkan di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro sebagai destinasi wisata sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
 
“Gerakan Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) pastinya akan berdampak positif bagi masyarakat Desa Wonocolo dan di destinasi wisata lainnya yang ada di Kabupaten Bojonegoro ini. Salah satunya adalah mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, sehingga masyarakat di sekitar obyek wisata tersebut akan makin sejahtera,” ungkap Wabup Bojonegoro yang akrab disapa Mas Wawan itu.
 
Ditambahkan, Wawan menjelaskan dengan menjadi destinasi wisata maka jalan menuju ke lokasi wisata tersebut segera dilakukan perbaikan dengan tujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung di lokasi wisata tersebut.
 
Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan Launching Batik Motif baru dari Bojonegoro dan Fashion show, dengan peragaan batik yang di peragakan oleh ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 0813 Bojonegoro. Mereka memperagakan berbagai keindahan motif batik yang di produksi masyarakat Bumi Angling Dharma itu.
 
Di hari ke-2 Festival Geopark Minggu (25/11/2018), dimeriahkan oleh penyanyi Ibukota Jakarta diantaranya, ada Anji, Sruti Respati, Indro H dan Bojonegoro Light Orkestra.
 
Tampak hadir, Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli,SIK,MH,M.Si, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Arh Redinal Dewanto,S.Sos, Sekda Bojonegoro Yayan Rachman, kepala OPD dan undangan lainnya. (rin/bis).
Monday, 26 November 2018 04:18

Jelang Pileg, Dewan Sapu Bersih Proyek PL

Pasuruan  (KoranTransparansi.com) – Beberapa pekan terakhir tersiar isue yang sangat menyesakan dada, di gedung wakil rakyat Kab.Pasuruan. Isue yang berkembang diakhir tahun 2018, terkait anggota dewan Kabupaten Pasuruan yang “mengakuisisi” sejumlah proyek Penunjukan Langsung (PL) pada sejumlah OPD yang ada.
 
Seperti yang disampaikan oleh narasumber yang berhasil diwawancarai Transparansi dan minta namanya untuk disamarkan dengan alasan keamanan, sebut saja “R”.
 
” Untuk proyek PL disejumlah OPD pada akhir tahun ini hampir 90% telah diberikan kepada sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pasuruan,”ucapnya.
 
Ditambahkan, jika rekanan tidak memiliki hubungan koneksitas dengan anggota dewan tersebut, maka tidak akan mendapatkan pekerjaan. Rata-rata proyek PL mulai harga Rp.100juta hingga Rp.200juta, pun demikian juga dengan sejumlah paket proyek dengan kisaran harga Rp.300jutaan. Contoh nyata yakni proyek MCK dari Dinas PUPR dan proyek 18 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) milik Dinas Bina Marga.
 
Dengan adanya “akuisisi” tersebut, setidaknya membuat para kepala OPD, bagai makan buah simalakama. Mereka (Kepala OPD) serba salah dan hanya menuruti apa yang menjadi kehendak para wakil rakyat tersebut,”tandas R
 
Sementara itu tanggapan dari sejumlah kalangan pegiat sosial kemasyarakatan mengatakan pada intinya,” hal tersebut biasa terjadi saat menjelang Pileg(Pilihan Legislatif). Ongkos politik dinegeri ini sangat mahal, sehingga untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah dan merengguh simpati warga,maka dipakailah cara tersebut,”ujarnya.
 
Saat hal ini coba dikonfirmasikan pada Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan HM.Sudiono Fauzan, Minggu(25/11) melalui sambungan telepon dan send massage WA, tidak diterima dan send massage tidak dibaca.
 
Jika hal tersebut diatas benar adanya, sungguh ironis apa yang dilakukan oleh para wakil rakyat tersebut. Sebagai wakil rakyat, seharusnya mampu untuk menjadi penyambung lidah rakyat dan bukan sebagai penyambung lidah para kontraktor yang masuk dalam jaringannya.(hen)

Gresik (KoranTransparansi.com) – Plt DPD l Golkar Jawa Timur  H. Zainudin Amali mengukuhkan badan pemenangan pemilu (Bappilu) DPD ll Golkar Gresik, yang dipusatkan di kantor Golkar Jalan Panglima Sudirman Gresik, Sabtu (24/11l2018) malam.

Acara pengukuhan Bappilu Gresik yang diketuai H. Ahmad Nurhamim, Sekretaris Atek Ridwan, dan Bendahara Erry Sucahyo, bersamaan pelaksanaan Rakornis Bappilu, pelepasan Caleg DPR-RI DPRD Provinsi  Jatim dan Caleg Golkar Kabupaten Gresik.

Bappilu adalah pelaksana seluruh kegiatan pengendalian dan pemenangan, karenanya  tugas-tugas elektoral diambil. Makanya, Ketua  Bappilu dipimpin ketua partai," tuturnya saat memberikan sambutan pengukuhan. Sementara fungsi dari struktur partai adalah memberikan dukungan.

Ia melarang sesama  Bacaleg Golkar agar tak  saling menjelekkan, membunuh karakter, menusuk dari belakang sesama Bacaleg dari Golkar. "Kita bersaing merebut suara rakyat bukan merebut suara dari sesama partai," .

Ia juga meminta pengurus Golkar  tak boleh membeda-bedakan Bacaleg. Semua harus difasilitasi. Semua Bacaleg  yang minta bantu, harus dibantu. " Saya juga minta jangan sampai semua Bacaleg menumpuk di satu wilayah garapan," tegasnya

Pada kesempatan itu, Zainudin Amali menginstruksikan 4 hal sesuai nomor partai. Pertama, Golkar yang mengusung Capres-Cawapres  Joko Widodo-Ma'ruf Amin harus disosialisasikan.

Kedua,  harus kampanyekan diri sendiri. Ketiga, jika tak suka dengan Bacaleg DPR dan Provinsi tak boleh gandeng Bacaleg dari partai lain. Dan, keempat Pemilu 2019 beda dengan sebelumnya.

" Sebab, ada 5 kertas suara Presiden, DPD, DPR, DPRD Provinsi  Kabupaten/Kota," katanya.

Ketua Komsi ll DPR RI asal daerah pemilihan Madura meminta tradisi kepemimpinan Ketua dan Bupati di Gresik harus dipertahankan." Saya akan lihat. Jika target tercapai akan ada penghargaan dari  Bappilu Jatim," tandasnya.

Sementara itu Ketua DPD Golkar Kab. Gresik H.Nurhamim  merespon kontestasi politik pemilu legislatif (pileg) dan pilpres  2019 mendatang dengan menyiapkan kerja keras dan karya nyata.

Untuk menuju kesana, maka ada empat tahapan yang dilakukan agar target kursi di DPRD  terpenuhi. Pada pemilu 2014, kami berhasil meraup 11 kursi dan menempatkan kadernya sebagai Ketua dewan.

H. Ahmad Nurhamim yang juga Ketua DPD Golkar Gresik menyatakan, partainya dalam menghadapi Pemilu 2019 baik Pileg maupun Pilpres yang digelar bersamaan membagi menjadi empat tahap.

Yaitu, tahap konsolidasi  yang telah dilakukan pada 2016, tahap kaderisasi pada  2017 dengan awali  training of trainer (ToT), tahap penggalangan pada 2018 untuk menentukan berapa kursi, dan tahap pemenangan Pemilu 2019.

" Dari 356 desa se Kabupaten  Gresik kami sudah  memetakan perolehan suara Golkar," katanya.

Dikatakan Nurhamin, dalam menghadapi Pemilu 2019, Golkar Gresik ingin kembali mengukir sejarah Pemilu 2014." Pada Pileg 2014, Golkar mampu meraih 11 kursi dan mampu mendudukkan kadernya  di jabatan Ketua DPRD Gresik," paparnya. Targetnya 15 kursi.

" Namun, di pimpinan eksekutif (bupati),  Golkar tak mampu mendudukkan kadernya," sambungnya.

Dalam memenangkan Pemilu, Nurhamim, membagi membauat strategi perzona.  Ada Bacaleg penugasan masing-masing ditugaskan mendapatkan 10 ribu  masa tergalang. Dan, Bacaleg perintah yang  rata-rata perempuan untuk pemenangan.

Dari DPT (daftar pemilih tetap) 920 ribu, diambil 225 ribu sangat realistis." Ini bukan sombong," katanya." (min)

 

 

 

Page 10 of 1824
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...