Metro

Published in Metro

Ketua GePe MKGR Jatim Yuli Andriyani : Pilpres Harus Memberikan Pendidikan Politik Yang Baik

Sep 28, 2018 Publish by 
 Ketua GePe MKGR Jawa Timur Yuli Andriyani SH (pegang mikrofon) dalam seminar dengan thema Pemilu 2019 : Kalah Terhormat Menang Bermartabat di Uinsa Surabaya, Jumat (28/9/2019).
Ketua GePe MKGR Jawa Timur Yuli Andriyani SH (pegang mikrofon) dalam seminar dengan thema Pemilu 2019 : Kalah Terhormat Menang Bermartabat di Uinsa Surabaya, Jumat (28/9/2019). (kt/min)

Surabaya (KoranTransparansi.com) ) –  KPU sebagai lembaga penyelenggara Pemilu harusnya memperbanyak forum forum diskusi yang bisa melibatkan kalangan kampus, LSM dan kelompok masyarakat.

Tujuannya, dengan makin banyaknya forum diskusi yang melibatkan banyak eleman masyarakat, selain sebagai bentuk pendidikan politik bagi generasi milenial , muaranya tetap  pada kualitas  pemilu itu sendiri. Selama ini nyaris tidak terdengar . Kalaupun ada sangat terbatas.

Forum terbuka sangat diperlukan agar masyarakat bisa mengkritisi calon yang diusung  baik pada pemilu Bupati/Walikota, Gubernur, Pileg maupun Presiden. ungkap Ketua Gerakan Perempuan (GePe) MKGR Jawa Timur Yuli Andriayani, SH pada seminar sehari dengan thema Pemilu 2019 kalah terhormat menang bermartabat, Jumat (28/9/2019).

Seminar tersebut diselengarakan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, bekerjasama dengan FORMACIDA (Forum Masyaraat Cinta Damai) Jawa Timur di Kampus UINSA Surabaya. Hadir dalam kesempatan itu selain para dosen dan mahasiswa Uinsa, mahasiswa Untag Surabaya, GePe MKGR dan Formacida.

Yuli Andriayani yang berprofesi sebagai notaris itu tetap menginginkan sebuah Pemilu yang cinta damai. Dengan semangat cinta damai itu maka akan terhindar dari gesekan gesekan antara satu sama lain. Konflik di masyarakat bisa dihindari.

Kata kunci dari Pemilu yang cinta damai itu, kata Yuli, demikian ia biasa dipanggil, pemilu harus humanis, menjaga hubungan relasi terhadap orang orang disekitar kita. Melalui pendekatan ini diharapkan akan muncul kesadaran politik yang tinggi dari masyarakat.

Generasi milenial kata Yuli, jumlahnya sangat besar. Tapi mereka ini pemahaman tentang pemilunya sangat kurang. Pemilu itu dianggap demokratis kalau memenuhi unsur unsurnya diantaranya dilakukan secarasistematis dan berkala, transparan, adil, jujur dan bebas dan rahasia.

Menurut Yuli, Pemilu yang cinta damai harus diawali dari tokoh tokoh yang ada disekitar calon maupun tim kampanye. Tokoh tokoh ini harus menunjukan prilaku yang baik, tidak saling mengejek dan tidak ada hoax. Terpenting adalah adu program.

“Ingat bahwa kedaulatan terletak di tangan rakyat,” tandasnya. (fir)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...