Berita Kota

Sekretaris Partai Golkar Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak SH saat ngobrol santai dengan sahabat sahabatnya dalam acr buka puasa bersama, Senin (11/6/2018)

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Sekretaris Partai Golkar Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak, SH, mengundang sahabat sahabtnya sesama kader partai untuk berbuka puasa bersama di Hotel Elmi Surabaya, Senin (11/6/2018). 

Tidak hanya pengurus pleno saja yang hadir melainkan juga Ketua Ormas pendiri Partai Golkar seperti Ketua Ormas MKGR Jawa Timur Dr Kodrat Sunyoto, Ketua Ormas Kosgoro Yusuf Husni,GePe Ormas MKGR Andriayani Yulia, Dr Criswanto, Wakil Ketua bidang Humas Golkar Jatim Ali Saibu, Sabron Jamil Pasaribu, Pranayudha, Ketua DPD Golkar Koata Surabaya Blegur Projanggono SH, Ketua KNPI Jawa Timur Hasil Musda Surabaya Fajar Hysam. 

Agendanya tunggal hanya buka puasa bersama. Tuan rumah sendiri Sahat Smanjuntak yang juga Ketua Fraksi di DPRD Jawa Timur telat hadir karena harus mengikuti rapat dan buka puasa Bawaslu Jawa Timur terkait dengan Pilgub Jawa Timur 27 Juni 2018.

Kodrat Sunyoto yang kebetulan Sekretaris Fraksi berkomentar ini acara santai saja. Ngobrol ringan. Malah dengan seperti ini ide ide kita muncul semua. Tapi terpenting adalah Cagub Golkar Khofifah - Emil harus menang. 

"Kita perlu kerja keras. Tempat tempat yang masih lubang dengan waktu tersisa harus ditutup," kata Kodrat santai. (min)

SURABAYA (KoranTransparnsi.com) - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa akui lebih suka berbelanja di pasar tradisional, Ia menuturkan berbelanja dipasar tradisional dapat memberikan kesan mendalam bagi dirinya, sebab di pasar tradisional ia bisa bercengkrama dengan masyarakat 

Hal ini diungkapkan saat dirinya berkunjung di pasar Mangga Dua Jagir Surabaya, Senin, (11/6/2018)Dini hari

Mantan Mensos RI ini juga mengungkapkan keinginannya untuk memperbaiki fasilitas pasar-pasar tradisional di Jawa Timur, ia mengungkapkan pasar tradisional yang notabene juga mempunyai perputaran ekonomi yang relatif besar harus diimbangi dengan fasilitas yang memadai, misal dengan memperbaiki infrastruktur yang nantinya dapat menarik pembeli dari kalangan ekonomi atas agar mempunyai keinginan untuk berbelanja dipasar-pasar tradisional.

"saya yakin perputaran ekonomi dipasar ini relatif besar, karna pembeli disini membeli barang untuk dijual kembali, juga, untuk menarik masyarakat ekonomi atas berbelanja di pasar-pasar tradisional seperti ini infrastruktur harus juga dibenahi,"Ungkapnya

Khofifah juga mengutarakan bahwa dalam setiap kunjungannya ke hampir seluruh daerah di jawa timur tidak menemukan bank penyedia KUR yang berada ditengah-tengah pasar, ia menginginkan agar nantinya akan ada Bank penyedia KUR ditengah-tengah Pasar-pasar Tradisional. Ini ia rencanakan sabai bentuk real dukungan modal dari pemerintah untuk memajukan usaha masyarakat.

"Saya ingin nantinya pemerintah memberikan bantuan modal pada para pedagang dengan meletakkan Bank Penyalur KUR yang interestnya 7 persen pertahun,sejauh ini saya tidak melihat ada bank penyedia KUR ditengah-tengah pasar tradisional"tambah Khofifah

Mantan aktifis perempuan ini juga mengungkapkan pentingnya menumbuhkan inofasi pembangunan pasar tradisional, ia mencontohkan ketika pasar modern dapat berlari kencang sedangkan pasar tradisional tidak dapat pembenahan infrastuktur secara maksimal

" inofasi pembangunan pasar-pasar tradisional itu penting, ketika pasar tradisional dapat berlari kencang kemudian pasar tradisional tidak dapat pembenahan secara maksimal," tambahnya

Ditempat terpisah, Samuna pedagang sayur di pasar Mangga Dua Jagir Surabaya ini mengungkapkan dukungannya pada Khofifah, ia juga mendukung langkah Khofifah untuk memperbaiki pasar Jagir wonokromo ini agar terlihat lebih baik, dan ketika hujan tidak becek.

"Saya dari dulu udah suka ibu Khofifah, saya dukung yang terbaik buat ibu, Saya juga dukung kalau mau benerin pasar ini," Ungkap pedagang asal Kabupatan Sampang Madura ini.(den/min)

Peduli Nasib Petani, HKTI Beri Gelar Khofifah 'Ibu Petani Jawa Timur'

Surabaya (KOranTransparnsi.com) - Khofifah Indar Parawansa menghadiri undangan pelantikan pengurus HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Jawa Timur. Kepada para ribuan petani yang hadir, Khofifah mendorong kesejahteraan untuk petani.

Kehadiran Khofifah disambut para petani dari seluruh Jawa Timur yang hadir tersebut. Pada pelantikan pengurus HKTI yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (10/6/2018) tersebut Khofifah langsung disambut ke atas panggung.

Di podium Khofifah dikenakan topi caping petani khas dari bambu. Hal tersebut dikatakan Ketua HKTI Jawa Timur, Ahmad Nawardi untuk menyambut sekaligus menobatkan sebagai 'Ibu Petani Jawa Timur'.

"Hadir di tengah kita Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Kita nobatkan sebagai ibu petani Jawa Timur," kata Nawardi kepada ratusan petani dari 38 kota/kabupaten wilayah Jawa Timur.

Harapan para petani itu pun dijawab dengan sejumlah gagasan cemerlang untuk membangun sektor pertanian Jawa Timur ke depan. Menurut Khofifah, petani perdesaan butuh bantuan agar bisa mendapatkan akses fasilitas subsidi  pemerintah provinsi. Sehingga kelangsungan pertanian bisa berlangsung baik.

"Saudara kita petani desa perlu pendampingan. Saudara kita di samping hutan menanam padi. Padinya dihitung sebagai bagian produksi padi Jatim tapi mereka tidak bisa akses bantuan subsidi. Mereka membutuhkan uluran tangan kita butuh sapaan kita," kata Khofifah.

Saat ini, Khofifah menyebut sektor pertanian bisa menjadi jalan keluar untuk meningkatkan kesejahteraan. Terutama daerah perdesaan. Saat ini kemiskinan di Jawa Timur di pedesaan mencapai 15,8 persen dan di kota hanya 7,7 persen.

"Kalau HKTI punya komitmen keberdayaan kepada petani. Ini adalah pikiran yang harus mendapatkan ruang untuk mewujudkanya," ungkapnya.

Produk tani Jawa Timur, sejatinya punya potensi besar terhadap peningakatan ekonomi Jawa Timur. Namun, menurut Khofifah perlu stimulus dari pemeritnah. Utamanya soal akses pemasaran produk tani yang dinilai masih menjadi kendala.

"Kewenangan kemampuan dari pemerintah untuk membangun konektifitas upaya-upaya penciptaan penyejahteraan masyarakat. Sehingga pemerintah bisa bekerja sama dengan perusahaan yang bisa membuka akses internasional. Kita bisa menginventarisir itu melakukan pemetaan untuk pemasaran," pungkasnya.(min)

 Saur bareng dengan Mbak Puti, Cawagub Jawa Timur, Minggu (10/6/2018)

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Walikota Surabaya Tri Rismaharini bersama Pasangan Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno (Mbak Puti) melakukan sahur bareng dengan ratusan Sahabat Gusti Surabaya di Pedestrian Urip Sumoharjo Surabaya, Minggu (10/6/2018) dini hari. 

Dalam sambutannya, Risma mengatakan bahwa warga Jatim tidak membutuhkan pemimpin yang sok pintar, tetapi yang bisa mendengarkan keinginan rakyatnya. Sosok itu ada di diri Gus Ipul dan Mbak Puti. 

"Kita tidak butuh pemimpin yang keminter (sok pintar). Kita hanya butuh yang mau mendengar. Gus Ipul itu orangnya mau mendengar, Mbak Puti itu orangnya amanah," tegas Risma.

Menurut Risma, di tengah masa liburnya, ia terus bergerak dan menemui warga masyarakat Kota Surabaya. Di mana, kata dia, beberapa orang banyak yang ingin menjadi pemimpin. "Tapi, hanya Gus Ipul dan Mbak Puti inilah yang paling amanah," ujarnya. 

Saat ini, lanjut Walikota perempuan pertama di Kota Pahlawan, banyak anak-anak SMA/SMK tidak bisa sekolah lantaran tidak bisa membayar. "Jadi, saat ketemu Gus Ipul-Mbak Puti inilah yang bisa menyanggupi untuk menggratiskan sekolah," tuturnya.

Risma pun memastikan warga Surabaya sudah maju dengan tingkat ekonomi yang terus menunjukkan kenaikan di keluarganya. "Kenapa Surabaya ini maju, dan kenapa golongan miskin itu sekarang naik menjadi menengah. Itu semua karena kita memberikan pendidikan gratis," jelasnya. 

Oleh sebab itu, Risma meminta kepada seluruh warga Kota Surabaya bergerak bersama-sama memenangkan Gus Ipul-Puti untuk Jawa Timur lebih sejahtera. 

"Di waktu kurang dua minggu ini, kita harus turun, kalau kita ingin sejahtera. Kita pengaruhi terus saudara dan tetangga kanan kiri kita, mari kita bekerja terus," pintanya. 

Sambutan Risma pun dilanjutkan Puti Guntur Soekarno. Di tengah-tengah sambutannya, Gus Ipul tiba-tiba hadir bersama Ketua Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti dari internal PDIP, Ahmad Basarah. Salawat pun terdengar ketika Calon Gubernur nomor 2 menyalami Sahabat Gusti Surabaya. 

Pernyataan Risma sendiri juga dilanjutkan oleh Mbak Puti. Ia mengatakan bahwa seorang pemimpin harus konsisten dan memiliki pendirian. "Mengapa saya mengagumi Bu Risma itu karena konsistensi. Kalau pemimpin mencla-mencle (plin-plan), maka tidak akan menjadi seorang pemimpin yang besar," jelasnya. 

Gus Ipul mengaku senang dan bahagia bisa bertemu Relawan Gusti Surabaya. Bahkan, Wakil Gubernur Jatim pendamping Pakde Karwo dua periode ini juga belajar dengan kinerja Wali Kota Risma. 

"Akhirnya, saya dengan Mbak Puti bisa bertemu dan bisa belajar lebih banyak lagi kepada bu Risma. Karena Bu Walikota inilah yang bisa membawa kotanya sukses. Intinya kita belajar sama Bu Risma," kata Gus Ipul. 

Ahmad Basarah juga menjelaskan, pihaknya berjuang keras untuk kemenangan Gus Ipul-Puti. Hal ini dilakukan lantaran menjadi seorang pemimpin haruslah sampai tuntas. Kalau tidak, lanjut dia, kebijakan akan berganti pula. 

"Oleh karena itu kepala daerah termasuk, Pakde Karwo dengan wakilnya Gus Ipul. Gus Ipul harus kita dukung untuk melanjutkannya bersama Mbak Puti. Termasuk Bu Risma memilih menjadi Walikota sampai habis masa memimpinnya," pungkasnya.(den/min)

Pemkota Surabaya akhirnya mencairkan anggaran Rp 58 miliar untuk THR PNS dan Pensiunan Pmkot Surabaya.

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Tunjangan hari raya yang sempat ditolak Walikota Surabaya Tri Rismaharini dengan alasan tidak ada uang akhirnyha cair juga. Ini setelah Walikota dan DPRD Kota Surabaya bertemu dan memutuskan bersama.

Namun, komponen THR tidak termasuk tunjangan kinerja. Total THR yang dibayarkan berjumlah Rp 58 miliar.

Kepastian pencairan THR bagi 13.000 lebih PNS Pemkot Surabaya diungkapkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Kota Surabaya Yusron Sumartono, Jumat (8/6/2018).

Bahkan Yusron menegaskan jika gaji ke 14 sudah dibayar Pemkot beberapa hari lalu. "Gaji 14 sudah dianggarkan sejak awal pembahasan APBD 2018 dan sudah cair 3-4 hari lalu," katanya pada wartawan di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya.

Untuk besaran anggaran yang dikeluarkan Pemkot Surabaya untuk THR atau gaji ke 14 sekitar Rp 58 miliar.

Untuk tunjangan sesuai dengan peraturan pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2018, Pemkot Surabaya menunda pembayarannya menunggu hasil konsultasi ke pemerintah pusat.

Alasan penundaan tunjangan disebabkan adanya perbedaan persepsi Pemkot Surabaya yang memakai istilah tunjangan tambahan penghasilan pegawai (TTPP) yang berbasis kerja. "Di APBD tidak dianggarakan komponen TTPP masuk dibayarkan bersama THR. Dalam PP 19/2018 disebut tunjangan kinerja," ungkapnya.

Jika tunjangan dibayarkan, total anggaran yang dikeluarkan sekitar Rp 50-55 miliar bagi 13.000 PNS pemkot Surabaya. "Kalau TPP di Surabaya kenapa tidak bisa realisasikan karena harus dilihat prestasi pegawai," tambah Yusron. (fir)

Gubernur Jatim Soekarwo bersilaturahim dan berbuka puasa bersama dengan PWNU Jawa Timur

SURABAYA (KORANTRANPARANSI.COM) - Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi muslim terbesar di Jatim memberikan kontribusi besar dalam menciptakan suasana sejuk, aman, dan nyaman bagi masyarakat Jatim. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat menghadiri Silaturahim dan Buka Puasa PWNU, PCNU, dan Forkopimda Jatim serta Tokoh Masyarakat di Kantor PWNU Jatim, Kamis (7/6).

Dikatakan, konsep yang ditawarkan oleh NU yang dikenal dengan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) telah memberikan ruang yang positif dalam mendukung suasana kondusif di Jatim. 

Dukungan dan peran serta dari kiai, ulama, serta santri yang mengajarkan hubungan kepatuhan dan kesantunan antar sesama memberikan konsep kesejukan yang bagus sekali, sehingga peranan kiai di Jatim sangat besar dalam menciptakan rahmatan lil alamin. 

Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim menambahkan provinsi Jatim berpenduduk  mayoritas pemeluk islam terbesar atau sekitar 97,6 persen. Sebanyak 68.9 persennya berasal dari NU. Oleh karenanya, Pakde Karwo meminta konsep islam rahmatan lil alamin yang mengedepankan sentuhan/touch antara kiai dan santri dalam belajar ilmu agama terus dipertahankan. 

"Jangan sampai ngaji menggunakan teknologi atau website. Ngaji seperti sorokan kitab kuning atau badongan bahkan rutinan jadi ke khasan santri di Jatim," tegasnya. 

NU Komitmen Jadikan Jatim Barometer Keamanan Nasional

Sementara itu, Ketua PWNU Jatim KH. Mutawakil Allallah mengatakan, NU terus berkomitmen untuk menjadikan Jatim sebagai barometer keamanan nasional. "Kami terus bersinergi dengan pemerintah, TNI dan Polri dalam mendukung dan mempertahankan Jatim sebagai barometer nasional," ujarnya. 

Salah satu bukti nyata yang dilakukan oleh PWNU adalah mengunjungi gereja dan menyampaikan rasa simpati sekaligus memberikan dukungan kepada pihak yang menjadi korban bom gereja beberapa waktu lalu. 

Ia menambahkan bahwa PWNU telah menyampaikan kepada pendeta bahwa bom yang dilakukan di gereja tidak ada hubungannya dengan islam, melainkan kejahatan yang mengatasnamakan islam. 

Untuk itu, PWNU meminta pendeta kepada jamaatnya untuk tidak terprovokasi dan melakukan upaya saling membalas teror kepada umat islam. "Jika ummat nasrani dan muslim terprovokasi dan melakukan tindakan saling balas, maka teror akan semakin meluas," terangnya. 

Kegiatan buka puasa bersama ini merupakan rangkaian kegiatan buka bersama Forkopimda Jatim. Sebelumnya, kegiatan sama dilakukan antara lain di gedung negara Grahadi ,Polda Jatim, Kodam V Brawijaya, dan AAL, Pengadilan Tinggi, dan Kejaksaan Tinggi, serta beberapa kantor organisasi keagamaan Prov. Jatim. (den)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...