Berita Kota

Gubernur Jatim Terima Ucapan Selamat dari Negara Sahabat

SURABAYA (KT) -Gubernur Jatim Dr H Soekarwo menerima ucapan selamat HUT ke-72 Proklamasi Kemerdekaan RI dari negara-negara sahabat, yang  diwakili Konjen USA di Surabaya Heater Variava.

 
Pemberian ucapan selamat ditandai dengan toast bersama antara Gubernur Jatim dengan para konjen, konsul kehormatan, dan perwakilan negara sabahat pada acara resepsi kenegaraan di Gedung Negara Grahadi, Kamis (17/8).

Perwakilan negara sahabat yang hadir antara lain Konjen Jepang, Konjen RRT, dan Konjen Kehormatan Hungaria. Juga, Konsul Kehormatan Belanda, Thailand, Perancis, Jerman Maroko, Selandia Baru, Filipina, dan Konsul Kehormatan Polandia.

Mendampingi Gubernur Jatim dalam kesempatan ini a.l. Dra H Nina Soekarwo, MSI, Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf beserta isteri, Sekda Dr H Akhmad Sukardi, MM beserta isteri, anggota Forkopimda Jatim, dan mantan Gubernur Jawa Timur H Imam Utomo S.

Seuai foto bersama bersama dengan Pakde Karwo dan Bude Karwo-sapaan akrab Ny. Nina Soekarwo, Konjen USA di Surabaya Heater Variava mengutarakan perasaannya, “Saya sangat senang bisa merayakan HUT ke-72 Kemerdekaan RI di Indonesia, semoga seluruh masyarkat Indonesia bahagia merayakannya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan dirinya yakin hubungan kerjasama Indonesia – USA akan semakin menjadi lebih dekat dan kuat karena Indonesia dan Amerika merupakan dua negara besar di dunia yang memiliki kesamaan prinsip. Diantaranya, prinsip seperi toleransi, keberagaman, dan demokrasi. (min)

Pakde Karwo Beri Hormat dan Apresiasi Pejuang Veteran

SURABAYA (KT) - Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo memberikan rasa hormat serta apresiasi setinggi-tingginya kepada para pejuang veteran yang telah berjuang bertaruh nyawa dengan tanpa pamrih demi mewujudkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Mewakili seluruh elemen di Jawa Timur, kami memberikan penghormatan dan apresiasi sebesar-besarnya kepada para pejuang veteran, serta pejuang yang telah gugur atas perjuangan yang tidak mempedulikan keringat, darah, harta dan nyawa demi kemerdekaan bangsa”

Hal itu disampaikan Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim saat ramah tamah dengan para pejuang veteran, perintis kemerdekaan, dan purnawirawan, dan jenderal veteran dalam rangka peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-72 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (17/8).

Pakde Karwo mengatakan, salah satu alasan yang menguatkan tekad para pejuang kemerdkaan adalah mewujudkan cita-cita adil dan makmur bagi bangsa ini. Cita-cita tersebut menumbuhkan rasa persaudaraan dan kebersamaan hingga menyatukan tekad untuk berjuang demi kemerdekaan.

“Cita-cita itu yang membuat pejuang rela bermandikan keringat dan bercucuran darah untuk melawan penjajah. Semangat itu masih tetap terpancar dari wajah para pejuang veteran yang hadir disini. Badan bisa menua, tapi semangat perjuangan tidak pernah padam” pujinya.

“Kami doakan agar para pejuang veteran yang masih hidup agar senantiasa sehat-sehat dan terus menyebarkan semangat kepahlawanan pada generasi penerus. Kepada para pejuang yang telah gugur, kami doakan agar mendapat tempat disisiNya, serta menjadi bunga bangsa dan tauladan kita” lanjutnya.

Usai menyampaikan sambutan, Pakde Karwo berkesempatan memotong tumpeng dan menyerahkannya secara simbolis kepada Bapak Ahmad dan Ibu Ani selaku perwakilan pejuang veteran.
 
Nyanyikan Lagu Kebangsaan

Usai menyerahkan tumpeng, Pakde Karwo didampingi istri, Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo, serta Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf didampingi istri, Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf bersama-sama menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dengan diiringi musik dari Band Sapto and Friends.

Beberapa lagu yang dinyanyikan adalah Indonesia Pusaka, Hari Merdeka, Garuda Pancasila, kemudian dilanjutkan tembang-tembang nostalgia dengan irama keroncong seperti Sepasang Mata Bola, Bandar Jakarta, dan diakhiri dengan lagu Kemesraan ini.

Ramah tamah dengan para pejuang veteran dan perintis kemerdekaan itu dihadiri oleh Ketua DPRD bersama istri, Pangdam V/Brawijaya bersama istri, Kapolda Jatim bersama istri, Kajati bersama istri, tokoh masyarakat, alim ulama, dan para konjen negara sahabat. (min)

Benny Sampirwanto Kepala Biro Humas & Protokol Pemprov Jatim

SURABAYA (KT) - Prestasi membanggakan diukir oleh Pasukan Pengibar bendera Pusaka (Paskibraka) Jawa Timur. Selain sukses melaksanakan tugas sebagai Paskibraka di halaman Gedung Negara Grahadi pada Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke 72 Tingkat Jawa Timur, di tingkat nasional dua wakil Paskibraka Jatim berhasil terpilih sebagai petugas pembawa baki bendera pusaka pada pengibaran bendera atas nama Fariza Putri Salsabila dari Kota Blitar. Sedangkan satu lainnya, atas nama Muhammad Wildan Arsyad dari Pacitan juga terpilih sebagai penggerek penurunan bendera.

Kasipan (memegang spanduk) ,pemilik lahan di tengah frontage berharap masalah lahannya bisa diselesaikan melalui konsinyasi
Surabaya - Pembebasan lahan masih menjadi ganjalan pembangunan Frontage Road Ahmad Yani, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Karena terdapat dua bangunan yang berada di tengah jalur Dolog menuju Mapolda Jatim.
 
Menariknya jika biasanya mencoba menghindari penyelesaian pembebasan lahan melalui konsinyasi. Namun hal ini tidak berlaku bagi pemilik dua bangunan di tengah frontage sisi barat ini.
 
Kasipan (52), salah satu ahli waris dari Almarhum Siti (pemilik bangunan, red) meminta Pemkot Surabaya turun tangan menyelesaikan polemik ini.
 
"Kita minta Pemkot untuk segera melakukan konsinyasi (penitipan dana ganti rugi pembebasan tanah) ke pengadilan," ujar Kasipan, Kamis (16/8).
 
 
Permintaan itu dilatar belakangi polemik yang ada diantara para ahli waris bangunan tersebut.
 
Hingga, guna memperjuangkan haknya tersebut, Kasipan bersama ahli waris lainnya menggelar aksi dengan membentangkan spanduk berukuran besar yang bertuliskan "Bu Risma, Kami Minta Kosinyasi Saja. PU Bina Marga Jangan Intervensi, yang Netral dan Lebih Bijak, Tertanda Para Ahli Waris".
 
Spanduk berwarna kuning terang tersebut, dipasang tepat didepan bangunan yang belum dibongkar oleh Pemkot. Tak ayal, spanduk tersebut menjadi perhatian pengguna jalan yang sedang melintas di jalur padat tersebut.  
 
Upaya ini, dilakukan Kasipan karena ia tidak menginginkan penzoliman terhadap dirinya terjadi kembali atas adanya proyek Frontage Road tersebut.
 
Ahli waris ini, mengaku juga tidak mendapat bagian dana dari ganti rugi pembebasan lahan sisi bagian selatan bagunan.
 
"Untuk itu, kami tidak mau kecolongan yang kedua kalinya. Dana sebesar Rp 650 juta yang dibayarkan Pemkot pada 2010 lalu, sepeserpun kita tidak merasakan. Lokasinya diseberang jalan itu. Menurut Pemkot, pada tahun 2010 lalu, perhitungan ganti rugi mencapai Rp 750 juta saat NJOP senilai Rp 5-6 juta rupiah. Namun hingga 2017 ini, kita belum menerima sepeserpun ganti rugi, padahal sudah dijadikan jalan dan NJOP saat ini mencapai Rp 15 juta permeter," tambah Kasipan.
 
Kepada wartawan ia menceritakan, asal usul tanah dan bangunan seluas 187 meter persegi tersebut berasal dari neneknya, Mut B Maniah dengan ahli waris antara lain, Marwiyah (alm), Dewi (alm), Ridwan (alm) , Siti (alm), Nasikah dan Musikah.
 
Namun belakangan pihaknya mengaku kaget terkait terbitnya surat kuasa-hibah yang dibuat oleh bibinya, almarhum Dewi (salah satu ahli waris) yang isinya memberikan hibah atas tanah dan bangunan yang ia tempati kepada Karsono (anak Dewi).
 
Pasalnya surat hibah tersebut, sebelumnya tidak pernah diketahui oleh Kasipan sebelumnya. "Sejak lahir saya tinggal disini dan tidak pernah mengetahui adanya surat hibah ini. Saya mempertanyakan keabsahan surat ini dan meminta Pemkot melakukan chek secara detail soal asal usul status bangunan sehingga tidak ada pemilik hak yang terzolimi," pintanya.
 
Ia juga menduga surat hibah itu sarat rekayasa. Hal itu diketahui karena adanya beberapa kejanggalan yang ada dalam isi surat.
 
"Surat hibah ditandatangani pada tahun 1994, namun materainya tahun 1998. Selain itu, saksi yang tertera dalam surat tidak melibatkan seluruh ahli waris yang ada. Hanya ada 4, yaitu Riduwan, Musi'ah, Marwiyah dan Nasikah. Sedangkan ibu saya, Siti tidak dilibatkan," ungkapnya.
 
Disamping itu, nama saksi Musi'ah itupun diduga bukan nama sebenarnya. "Tidak ada ahli waris bernama tersebut, yang benar adalah Musikah," tambah pria penjual bensin eceran ini.
 
Saat ingin memperjuangkan haknya, oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) I Surabaya malah tanah dan bangunan tersebut dianggap tidak bertuan. "Padahal kita memegang Surat Tanda Hak Milik (STHM) Atas Tanah bernomor Ka./Agr 627/Hm./60," bebernya. (Zal/abn)
Gubernur Jatim: Operasionalkan Diskripsi Menjadi Program Kurangi Kesenjangan

SURABAYA (KT) - Gubernur Jatim Soekarwo berkeinginan agar program program-program pembangunan Pemprov. Jatim mengurangi kesenjangan, yakni semakin merata dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Untuk itu, Pemprov. akan meng-operasionalkan "diskripsi" menjadi program-program pengurangan kesenjangan. Bukan hanya mengurangi kemiskinan sebesar 0,08%, tetapi 0,7 atau 0,8%.

Hal tsb disampaikan Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim ini usai sidang paripurna istimewa mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT RI ke- 72  dan  Rapat paripurna Lanjutan  Pandangan Umum Fraksi-fraksi  terhadap raperda tentang Perubahan APBD Tahun 2017  di Gedung DPRD Prov. Jatim, Jln. Indrapura Surabaya, Rabu (16/8). Komentar diberikan menjawab pertanyaan wartawan mengenai harapan sebagian anggota DPRD Jatim tentang perlunya Pemprov. mengupayakan pengurangan kesenjangan di Jatim.
 
"Caranya, instansi yang menangani hanya Dinas Pemberdayaan Masyarakat, dan DPU Cipta Karya untuk air minum, bukan seperti sebelumnya, yakni beberapa organisasi perangkat daerah (OPD)," ujarnya. Targetnya adalah Madura sebagai daerah dengan kemiskinan tinggi dengan pelaknsaan program pada 2018.

Menurut Pakde Karwo, kesenjangan sendiri sebetulnya tidak mungkin bisa hilang, ibarat sekolah ada yang cerdas dan tidak, ada yang mempunyai akses ada tidak. Ada yang besar dan dipastikan efisien, sebaliknya kecil karena kurang efisien. Dalam agamapun dikatakan kemiskinan sebagai bagian dari kehidupan. "Namun demikian, di era liberalisme ini, tugas Pemerintah lah untuk membantu yang kecil dan kurang atau tidak efisien tadi," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Pakde Karwo, kepada yang kecil dan tidak efisien diberikan prioritas dalam pembangunan akses jalan, akses kesehatan, akses pendidikan, akses pinjaman bunga murah, serta akses apa saja yang dapat membantu dan mengangkat kesejahteraaan mereka.

Ditambahkan, Pemerintah harus memberikan prioritas bagi masyarakat kecil, karena mereka mempunyai hak untuk diperhatikan negara. Bagi Pakde Karwo, konsep yang kecil jangan sampai dibiarkan berkompetisi sebuah keadilan (MIN).

Mensos RI Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri halaqoh kebangsaan yang digelar PW Muhammadiyah Jatim
Surabaya - Kedatangan Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa ke Kantor PW Muhammadiyah Jatim mendapat sambutan meriah. Saat menghadiri Halaqoh kebangsaan, Kafifah menuai banyak pujian juga dorongan untuk maju di Pilgub Jatim.
 
Seperti yang dilontarkan Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jatim, Prof Zainuddin Maliki. Dalam sambutannya memuji Mensos RI Khofifah Indar Parawansa karena diakui media internasional  Bloomberg, karena mampu menjadi sosok pemecahkan sterotip gender dan agama di Indonesia. 
 
"Khofifah itu salah satu perempuan di Indonesia yang mampu sukses di panggung politik nasional, hingga menjadi perwakilan distribusi penyetaraan gender di kabinet pemerintahan. Dia mampu pecahkan steorotip gender dan agama," ungkap Zainudin Maliki, di kantor PW Muhammadiyah Jatim jalan Kertomenanggal Surabaya, Selasa (15/8) malam.  
 
Dirinya mengimbau, di Pilgub Jatim 2018 warga Muhammadiyah memilih calon pemimpin yang mempunyai kapasitas dan komitmen untuk menyelesaikan permasalahan di Jawa Timur.
 
Alasannya, kata Zainuddin walaupun pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata nasional tapi kemiskinan Jatim justru diatas rata-rata nasional. Itu karena penopang pembangunan di Jatim masih belum merata. Bahkan hampir separoh PDRB Jatim hanya berkutat di 4 daerah yakni Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Kediri. Sehingga butuh sosok yang mampu menyelesaikan masalah ini
 
"Jatim ke depan butuh pemimpin yang siap supaya Jatim bisa lebih baik lagi. Sosok yang punya kapasitas untuk bangun Jatim ke depan adalah Khofifah," tegasnya disambut tepuk tangan peserta Halaqoh Kebangsaan. 
 
Hal senada diungkap ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jatim, Mukayat Al Amin. Menurutnya bahwa Halaqoh Kebangsaan ini sengaja mengundang Mensos RI karena ingin mendapat masukan terkait dinamika politik jelang Pilgub Jatim 2018. Pasalnya, persoalan utama Jatim menurut kaca mata Pemuda Muhammadiyah adalah disparitas sehingga mengakibatkan tingkat kemiskinan dan buta huruf tinggi di Jatim. 
 
"Walaupun pertumbuhan tinggi tapi kemiskinan dan buta huruf di Jatim juga tinggi. Kami ingin bangun Jatim lebih berdaya dan unggul. Kami berharap bisa bersinergi untuk Jatim yang lebih berdaya dan unggul," beber Mukayat Al Amin. 
 
Secara khusus, Khofifah  mengapresiasi kegiatan Halaqoh Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Pemuda Muhammadiyah Jatim. Sebab, NU dan Muhammadiyah adalah pilar penyangga Indonesia sehingga kedua ormas keagamaan terbesar ini harus senantiasa bersinergi supaya Islam di Indonesia bahkan dunia bisa tercerahkan oleh Islam Indonesia yang dimotori NU dan Muhammadiyah. 
 
Ketum PP Muhammadiyah Pak Din Syamsuddin, kata Khofifah adalah mantan kader IPNU di Bima yang mendedikasikan ilmunya untuk Muhammadiyah berkemajuan. Namun  begitu Muhammadiyah lebih maju di bidang pendidikan, NU yang kebagian mengisi kampus Universitas Muhammadiyah sehingga mayoritas mahasiswanya adalah anak NU. "Itulah ukhuwah yang baik dan harus dikembangkan terus bukan hanya di tataran daerah tapi juga nasional," bebernya.
 
Ia juga menegaskan bahwa daya saing itu sunnatullah, sehingga semua pihak dituntut untuk harus bergerak dan berimprovisasi jika tak mau tertinggal. "Yang dibutuhkan saat ini adalah bisa buat keputusan cepat dan tepat dalam bertindak, itulah daya saing yang sesungguhnya," pungkas Mensos RI ini. (Zal/Abn)
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...