Berita Kota

Gubernur Jatim Pakde Karwo pimpina apel pagi dan minta pejabat pemprov jangan sekedar tana tangan saj. Apel berlangsung di kantor gubernuran Jalan Pahlaan Surabaya, Senon (11/12/2017) . ( kt/min )

SURABAYA (KT) - Gubernur Jatim Soekarwo meminta agar pejabat eselon tidak sekedar tanda tangan saja . namun juga memhami aturan aturan. Disisi lain pejabat juga menguasai empat hal yaitu anggaran, bencana, bonus demografi dan pilkada.

Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil  di setujuhi

SURABAYA (KT) - DPRD Provinsi Jatim memberikan persetujuan terhadap Rancangan Perturan Daerah/Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Jatim Tahun 2017-2037. Dari pandangan kesembilan fraksi-fraksi yang hadir pada rapat paripurna kali ini, semua fraksi dapat menerima dan menyetujui raperda ini. 

Persetujuan tersebut ditindaklanjuti dengan penandatanganan keputusan terhadap raperda tentang RZWP3K di Gedung DPRD Prov. Jatim, Jl. Indrapura Surabaya, Jum’at (8/12) sore.

Dalam sambutannya, Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo mengatakan, diberlakukannya UU nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah membawa perubahan kewenangan pemprov salah satunya tentang pengelolaan ruang laut sampai 12 mil di luar minyak dan gas bumi, penerbitan ijin dan pemanfaatan ruang laut di bawah 12 mil di luar minyak dan gas bumi, serta pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil. 

“Sebelum ada UU 23 tahun 2014 ini kewenangan pemprov hanya meliputi 4-12 mil, sedangkan 0-4 mil merupakan kewenangan pemkab/pemkot,” terang Pakde Karwo, sapaan lekat Gubernur Jatim.

Wilayah Jatim, lanjutnya, mempunyai wilayah pesisir yang sangat luas, dimana ada 22 kab/kota yang berbatasan dengan lautan dan memiliki ratusan pulau yang tersebar. Oleh karena itu, ia mengapresiasi DPRD Prov Jatim sebagai inisiator perda ini.

“Perda ini punya nilai sangat penting bukan saja sebagai penyesuain terhadap peraturan yang lebih tinggi, tapi juga mempercepat pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” terang orang nomor satu di Jatim ini.

Ditambahkannya, pembangunan bidang kelautan dan perikanan juga memerlukan sinergitas dengan provinsi yang mempunyai wilayah laut yang berbatasan secara langsung seperti Provinsi Jawa Tengah dan Bali. Untuk itu, dilakukan pula penandatanganan kesepakatan batas wilayah pengelolaan ruang laut dan RZWP3K antara Provinsi Jatim dengan Provinsi Jateng dan Bali dalam pengelolaan dan pemanfaatan wilayah laut.

Di akhir sambutannya, Pakde Karwo berharap perda ini dapat dijadikan acuan pembangunan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Jatim selama 20 tahun ke depan. “Dengan adanya pembangunan seimbang antara wilayah daratan dengan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil akan dapat mengurangi kesenjangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (rin)

Gubernur Soekarwo  pada kegiatan HUT  RSUD Dr. Soetomo ke-79 di RSUD Dr. Soetomo di Surabaya, Jumat (8/12/2017.

SURABAYA (KT) – Memiliki standar internasional saja tidak cukup kalau tidak ditunjang dengan teknologi dan perbaikan pelayanan yan prima. Ini harus dilakukan agar muncul kepecayaan masyarakat kepada RSUD Soetomo sebagai rumah sakit milik pemerintah.

Peningkatan mutu pelayanan ini mencakup dalam hal SDM, kemajuan teknologi yang digunakan, serta pelayanan yang terstandar dan terakreditasi. Tandas Gubernur Soekarwo  pada kegiatan HUT  RSUD Dr. Soetomo ke-79 di RSUD Dr. Soetomo di Surabaya, Jumat (8/12/2017.

Ditambahkan, peningkatan sarana juga terus dilakukan seperti pembangunan dan perbaikan gedung serta kelengkapan peralatan  yang memadai. Semua peningkatan ini merupakan bentuk dukungan bagi RSUD Dr. Soetomo dalam memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat. 

“Dengan fokus pada pelayanan maka akan timbul rasa aman dan nyaman baik di sisi psikomatis pasien, dokter maupun paramedis,” tambahnya lagi

RSUD Dr. Soetomo merupakan rumah sakit yang berkonsep pendidikan paling baik. Hal ini ditunjang hubungan yang sangat baik antara semua pihak di pendidikan dengan pihak RS, sehingga banyak riset yang mampu dikembangkan. Apalagi, pihak rumah sakit juga memberikan dukungan terhadap riset dengan memberikan alokasi anggaran yang cukup besar. 

“Riset-riset yang dilakukan di rumah sakit ini semakin melengkapi Jatim sebagai rujukan pelayanan publik skala nasional,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan, program kesehatan merupakan salah satu unsur dari kesejahteraan masyarakat, oleh sebab itu perbaikan layanan kesehatan juga mesti dimulai dari puskesmas dan ponkesdes. 

Dicontohkan, jika seseorang hanya kena flu atau batuk pilek maka pengobatannya cukup di puskesmas saja dan tidak perlu ke IGD RSUD Dr. Soetomo. “Sistem ini harus dibangun dan ke kabupaten/kota, juga sosialisasi upaya preventif berupa budaya hidup sehat  harus terus dilakukan ke masyarakat,” tukas Pakde Karwo.

Pakde Karwo berpesan, kerja keras dan keterlibatan semua pihak rumah sakit dengan dukungan Pemprov Jatim sangat diperlukan untuk mewujudkan RSUD Dr. Soetomo lebih maju. Namun demikian, pekerjaan rumah untuk menuju pelayanan kesehatan yang bermutu masih banyak. Karenanya perencanaan mobilitas, ability, performance serta konsistensi pada time line harus dilakukan. 

“Bertepatan dengan HUT RSUD Dr. Soetomo ke 79 ini saya harapkan bisa menjadi tonggak penyemangat untuk terus membangun, melayani dengan hati, dan membesarkan rumah sakit yang kita cintai ini," pungkasnya.

 

Pada kesempatan yang sama Pakde Karwo yang didampingi Bude Karwo juga melakukan peresmian gedung Kidney Center, instalasi rawat jalan, gedung paliatif dan pusat nyeri, serta Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT). Semua gedung baru tersebut berada di lingkungan RSUD Dr. Soetomo.(min)

 

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf semat selvi dengan pengurus GIPI yang baru di lantik, di Surabaya, Selasa (5/12/2017

SURABAYA (KT) - Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf meminta kepada pengurus DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jatim mendukung pengembangan pariwisata di Jatim. Apalagi perkembangan wisatawan mancanegara (Wisman) maupun wisatawan nusantara (Wisnus) ke Jatim dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. 

Inilah aksi Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf saat Wisuda Sarjana & Pasca Sarjana Unsuri di Surabaya, Sabtu (2/12/2017)

SURABAYA (KT) – Universitas Sunan Giri (UNSURI) sebagai lembaga pendidikan tinggi telah bekerja secara maksimal. Tentu ini berkat kinerja seluruh civitas akademika Unsuri yang ternyata selama dua tahun terakhir telah membuahkan hasil yang cukup menggembirakan.

Sebab itu Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf memberikan apresiasi atas peningkatan kualitas Unsuri Surabaya. tegas Gus Ipul saat menghadiri Wisuda Sarjana dan Pasca Sarja Unsuri, Sabtu (2/12/2017).

Kemajuan UNSURI juga tidak bisa dilpaskan dari kepemimpinan Rektor Unsuri Dr. Ir. Gunawan Aji, M.T yang selalu mengedepankan entepreneur university dengan tetap memegang teguh kultur.

“Saya bangga dengan usaha seluruh civitas akademika Unsuri, terus berbenah sesuai dengan arahan Menristek Dikti,”  

Berdasarkan data Menristek Dikti, saat ini terdapat 4.000 perguruan tinggi (PT) yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut terbagi dalam berbagai tingkatan sesuai dengan akreditasinya. 

Sebagian besar, keberadaannya memerlukan pembenahan dengan langkah revolusioner untuk mendapatkan akreditasi. 

“Banyak perguruan tinggi yang ingin berbenah sesuai dengan standar yang ditentukan, tetapi mereka tidak mempunyai dana,” jelas Gus Ipul, panggilan akrab pendamping PakdeKarwo sepuluh tahun itu.

Pihaknya menyarankan agar Unsuri dan pergufuan tinggi lainay  berbenah sesuai dengan tuntutan jaman apabila tidak mau ketinggalan. 

“Majunya sebuah perguruan tinggi sangat berpengaruh pada kemajuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Gus Ipul juga berharap kepada para wisudawan agar mereka bisa menjadi pribadi yang kreatif, inovatif dan ikut membantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi pemerintah sesuai dengan bidang ilmunya. 

Selain itu, dirinya meminta agar para wisudawan terus belajar mengikuti perkembangan teknologi yang saat ini berkembang pesat.  "Agar apa ? agar tidak ketinggalan dan dapat berkompetisi di dunia kerja," terangnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya,  Gus Ipul memberi gambaran pada para wisudawan bahwa saat ini  sangatlah sulit untuk menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi. Sebab, tidak semua lulusan sekolah dasar (SD) bisa melanjutkan ke jenjang sekolah menengah (SMP). Demikian pula lulusan SMP tidak  semuanya bisa melanjutkan ke SMA/SMK .

"Hanya 35 sampai 40 persen lulusan  SMA/ SMK/sederajat yang dapat diterima di perguruan tinggi," jelasnya. 

Untuk itu, para wisudawan diminta untuk bisa berterima kasih kepada orang tua mereka yang telah bersusah-payah hingga mampu menyekolahkan hingga ke jenjang S1. "Untuk itu jangan sia-siakan ilmu yang telah didapat untuk kepentingan keluarga,  bangsa dan negara," pinta Gus Ipul.

Jumlah wisudawan yang diwisuda pada hari itu sebanyak 393 wisudawan. Jumlah 

lulusan tersebut terdiri dari Fakultas Teknik, Fakultas Agama Islam, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum dan Sosial. Sementara untuk Pasca Sarjana fakultas yang diluluskan terdiri dari Ilmu Hukum, Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Hukum Keluarga.  (min)

 

Gubernur Jatim Soekarwo pada  HUT KORPRI  ke 46 di Grahadi Surabaya, Kamis (30/11/2017

SURABAYA (KT) - Korp Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) diharapkan  tetap mempertahankan kualitas pelayanan publik. Ini karena dunia khususnya Asia menilai bahwainovasi dan kreativitas Jatim yang terbaik.

“Hal ini membuktikan bahwa kualitas pelayanan publik, keamanan, suasana kondusif dalam berbisnis di Jawa Timur sangat baik. Diharapkan KORPRI tetap mempertahankan dan memperkuat standar internasional itu”  

Dalam kesempatan memberikan arahan pada peringatan HUT KORPRI  ke 46 di Grahadi Surabaya, Kamis (30/11/2017), Gubernur Soekarwo mengingatkan agar ASN tetap netral dalam Pilkada serentak 2018 termasuk Pilgub Jawa Timur.

Hal itu sesuai dengan amanat Presiden Jokowi secara tertulis yang mengatakan, KORPRI harus mampu menjaga netralitas organisasi, menempatkan pelayanan masyarakat diatas kepentingan pribadi, organisasi dan golongan. Serta mendorong pengembangan kompetensi sumber daya manusianya agar menjadi aparatur yang profesional.

Selain itu, di era persaingan terbuka saat ini banyak tantangan yang harus dihadapi. "lnovasi dan perkembangan teknologi global tidak hanya membawa kemudahan pada kehidupan sehari-hari, tetapi bahkan mampu mengubah lanskap ekonomi, kehidupan sosial politik, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

"Setiap anggota KORPRI harus terus memperbaiki diri, tinggalkan cara-cara rutin, dan perkuat semangat debirokratisasi. Jangan pernah berhenti berinovasi, manfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menciptakan terobosan layanan publik yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel," katanya.

Peringatan HUT KORPRI harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi, menjaga soliditas dan solidaritas. Harus menjadi momentum melakukan lompatan besar demi mencapai kemajuan bangsa .

KORPRI diharapkan menjadi organisasi dengan budaya yang penuh inovasi dan kreativitas, yang modern dan efisien,dan yang melayani dengan jiwa dan semangat Pancasila.

Gubernur Jatim didampingi Bude Karwo, menyerahkan penghargaan kepada 27 orang penerima penghargaan antara lain Cabor PORNAS ke XIV KORPRI tahun 2017, penghargaan tugas pengabdian, dan pemanfaatan iuran KORPRI untuk tali asih purna tugas, bantuan pasca operasi, dan santunan meninggal dunia

 

Turut hadir Wakil Gubernur Jatim Drs Fatma Saifullah Yusuf dan isterinya Dra Hj Fatma Saifullah Yusuf,  dan pejabat TNI/ POLRI (min)

banner