Berita Kota

HUT Surabaya ke-725, Gus Ipul-Puti: Bu Risma Makin Moncer

Surabaya - Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno menyampaikan selamat HUT ke-725 Kota Surabaya, Kamis 31 Mei 2018.

“Selamat Ulang Tahun untuk seluruh Arek Suroboyo. Semoga tambah jaya dan sejahtera. Makin memperkuat gotong-royong. Dipimpin Bu Risma, Surabaya makin moncer,” kata Gus Ipul.

Cawagub Puti Guntur Soekarno memberi ucapan yang sama. “Selamat HUT Kota Surabaya ke-725. Dipimpin Bu Risma, Surabaya makin maju. Surabaya makin nyaman dan makmur,” kata Puti.

Kota Surabaya, kata dia, sangat dekat dengan keluarga Bung Karno. Di kota ini, kekeknya lahir 6 Juni 1901. Tempatnya di Kampung Lawang Seketeng, yang kini bernama kampung Peneleh Pandean. Di pemukiman, tepian Kali Mas.

“Bung Karno lahir ketika fajar merekah. Itu sebabnya, Eyang Karno juga disebut Putera Sang Fajar,” kata Puti.

Gus Ipul melihat, Surabaya berbenah sejak pemerintahan kota pasca reformasi. Ini dimulai Walikota Bambang DH yang telah meletakkan dasar pemerintahan kota yang baik dan benar.

“Tahun 2010, Bu Risma memimpin Kota Surabaya. Seluruh tata pemerintahan kota semakin solid. Kebijakan-kebijakan pembangunan makin menunjukkan wajah pro-rakyat,” kata Gus Ipul.

Wakil Gubernur Jawa Timur 2 periode itu berpendapat, Pemkot Surabaya terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Seperti, pendidikan gratis untuk SD dan SMP Negeri. Pelayanan kesehatan juga terus dikembangkan.

“Perhatian pada perempuan dan anak-anak, sangat dirasakan di Surabaya. Bu Risma telah memberi keteladanan pemimpin yang melayani warga,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul dan Puti sama-sama melihat, banyaknya penghargaan nasional dan internasional yang diraih Kota Surabaya, menunjukkan betapa penting dan nyata berbagai perubahan sekaligus penataan yang terjadi selama ini.

“Pemerintahan yang melayani, tentu akan memicu partisipasi publik yang hebat di masyarakat. Dan, situasi itu sangat terasa di Kota Surabaya,” kata Gus Ipul.

“Sekali lagi, selamat HUT untuk arek-arek Suroboyo. Selamat untuk Bu Risma dan seluruh jajaran pemerintahan. Selamat berjuang untuk negeri,” kata Puti.

Gus Ipul menambahkan, Surabaya telah menunjukkan peradaban yang kosmopolitan, sejak awak dulu hingga saat ini. Kota ini seperti telah ditakdirkan menjadi kota besar, dimana banyak orang  datang dari berbagai daerah, dan bertempat tinggal di Surabaya.

“Tapi sejarah Surabaya juga menujukkan jiwa-jiwa yang berani, karakter yang lugas. Seluruh warga Surabaya, dimana pun tinggal, selalu bangga ketika bilang: aku arek Suroboyo!” kata Gus Ipul.(den)

Rektor UNAIR: Civitas Akademik Tidak Pernah Survei untuk Pilgub Jatim 2018

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Sebuah lembaga survei yang merilis data elektabilitas Pemilu Gubernur Jawa Timur 2018 mencatut nama civitas Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Airlangga (UNAIR) Prof Dr Mohammad Nasih mengklarifikasi bahwa survei tersebut bukan dari pihak Universitas.

Prof Nasih menegaskan, survei yang mengatasnamakan Pusat Kajian Pembangunan dan Pengelolaan Konfilk (Puskep) FISIP Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bukan resmi dari pihak kampus. Prof Nasih mengatakan pihak kampus tidak pernah membuat program survei untuk Pilgub Jawa Timur 2018.

"UNAIR secara official tidak pernah tidak pernah menyelenggarakan survei," kata Prof Nasih di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (30/5/2018).

Pencatutan nama UNAIR dalam survei tersebut juga dinilai tidak etis. Adapun survei yang diselenggarakan terkait Pilgub ini adalah opini di luar civitas akademika UNAIR

"Penggunaan UNAIR itu yang tidak pada tempat, tidak etis kalau mengatasnamakan UNAIR. Hasilnya pun berbeda secara luas, secara mayoritas. Orang mengira UNAIR membuat itu. Kami tidak menyelenggarakan untuk Pilkada," pungkas Prof Nasih.

Seperti diketahui survei yang mencatut nama UNAIR tersebut dirilis oleh salah satu dosen FISIP Unair Putu Aditya di Cafe Tjap Pregolan Surabaya, Selasa (29/5). Survei tersebut terdapat sejumlah kejanggalan karena tidak sesuai dengan data terbaru survei di sejumlah lembaga survei.

Selain itu, survei yang mengklaim Unair tersebut terdapat kejanggalan dalam menentukan toleransi ambang kesalahan atau Margin of Error. Survei tersebut digelar 12-19 Mei 2018 di 38 kabupaten/kota seluruh Jatim dengan jumlah responden 800 orang dan margin of error 2 persen dengan tingkat kepercayaan 98 persen. (den)

Perancis Tawarkan Kerjasama Dengan Jatim  Berantas Terorisme

SURABAYA (KoranTrabsparansi.com)- Perancis menyampaikan duka yang mendalam, serta rasa solidaritas yang tinggi kepada seluruh elemen masyarakat di Jawa Timur atas aksi terorisme dan tragedi bom yang terjadi di Kota Surabaya dan Sidoarjo pada tanggal 13-14 Mei lalu. 

Secara khusus Dubes Perancis menemui Gubernur Jatim yang diterima Sekdaprov Dr Achmad Sukardi di Ruang Kerja, Jl. Pahlawan 110 Surabaya, Senin (28/5) siang.Tragedi tersebut merupakan kejadian yang kelam, yang lebih memprihatinkan, tragedi tersebut juga melibatkan keluarga dan anak-anak. 

“Ancaman terorisme adalah ancaman global terhadap negara-negara yang demokratis” katanya.

Atas kesamaan nasib dan untuk mencegah aksi terorisme terulang kembali, Dubes Jean menegaskan, pihaknya siap meningkatkan kerjasama di bidang anti terorisme. “Pada bulan September mendatang, kepolisian kami akan berkunjung kesini, untuk bertemu Kepolisian Indonesia” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, rencanany akan membahas langkah-langkah antisipasi  terorisme dan juga melakukan praktek-praktek deradikalisasi. “Ini menunjukkan bahwa kita tidak gentar melawan teroris, dan mari bersama-sama memberantas terorisme” katanya.

Dalam kesempatan ini, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sukardi mengatakan, pihaknya memberi apresiasi terhadap ucapan duka, empati, dan rasa solidaritas dari masyarakat Perancis. Sekdaprov Sukardi juga menyambut baik tawaran Dubes Jean untuk kerjasama antiterorisme antara Kepolisian Indonesia dan Kepolisian Perancis.

“Terima kasih atas perhatian seluruh masyarakat Perancis, ternyata di Perancis juga terjadi aksi terorisme yang sama, terorisme adalah masalah global” katanya.

Menurutnya, kerjasama tersebut sejalan dengan sikap pemerintah, melalui Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo untuk memberantas terorisme, khususnya pasca terjadi aksi terorisme di Surabaya dan Sidoarjo pada tanggal 13-14 Mei lalu. Berbagai langkah telah dilakukan pemerintah untuk mencegah aksi serupa terjadi di provinsi ini. (mat)

Gubernur Jawa Timur Pakde Karwo secara khsus mengundang wartawan Jawa Timur untuk berbuka puasa bersama di gedung negara Grahadi Surabaya, Sabtui (26/5/2018)

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Menunjukkan Jatim sebagai tuan rumah even nasional Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2019,  perlu persiapan matang, termasuk materi diskusi. Dengan demikian,  sebagaimana diharapkan PWI pusat, pertemuan nasional ini  bukan hanya untuk nongkrong atau kongkow-kongkow  tetapi memberikan manfaat besar bagi masyarakat Jatim.

Hal tsb disampaikan Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo pada acara “Buka Puasa Bersama Gubernur Jatim Dengan PWI, Pimpinan Media Cetak, On Line, dan Elektronik” di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (26/5) malam.

Sebagai langkah awal, lanjutnya, Pemprov  Jatim mengundang jajaran PWI Jatim dan pimpinan media, baik cetak, online, maupun elektronik di Jatim untuk penyamaan persepsi, termasuk materi diskusi. “Setelah itu, dilanjutkan pertemuan-pertemuan jajaran Pemprov. Jatim pertemuan dan PWI Jatim dengan PWI Pusat,” ujarnya.

Terkait agenda kegiatan, Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim ini mengusulkan, antara lain perlunya diskusi mengenai pengaruh digitalisasi, termasuk digitalisasi ekonomi dan media.

“Digitalisasi ekonomi jangan menjebak kita pada digitalisasi trading yang menjadikan kita semata-mata sebagai trader, tetapi lebih dari itu kemampuan kita menjadi industri atau digital industri,” pesannya. Dengan demikian, kita tidak hanya menjadi konsumen bagi yang lain.  

Ditambahkan, juga perlu dipikirkan apakah digitalisasi ini mematikan  media mainstream, atau sebaliknya menjadi bonus  bagi media mainstream. Untuk itu,  perlu dilakukan FGD untuk merumuskan upaya mempertahankan media mainstream didalam proses memberikan informasi yang berkualitas.

Bagi Pakde Karwo, mempertahankan media mainstream merupakan hal sangat penting, karena media jenis ini tetap menjadi rujukan kepastian informasi, termasuk media digital on line. Dengan data  kuat dan akurat yang dianalisis dan diolah menjadi informasi, media on line melengkapi media mainstream cetak dan elektronik. 

“Saya yakin Jatim bisa menyumbangkan pemikiran terkait digitalisasi ini sebagai bagian dalam perkembangan yang tidak bisa ditahan,” ujarnya sambil menambahkan  dengan demikian digitalisasi akan menjadi bonus, bukan sebaliknya sebagai bencana

Dalam kesempatan sama, Pakde Karwo juga menyampaikan saat ini terdapat investasi sebesar Rp. 328 triliun yang siap masuk ke Jatim, atas dasar ijin prinsip, dengan nilai PMA sebesar Rp. 248 triliun. “Tanggal 30 Mei ini kita kumpul dengan para pengusaha tsb,” ujarnya seraya menambahkan untuk PMDN tinggal landing karena sudah mengetahui mengetahui kultur dan kondisi di Jatim. 

Kepastian realisasi investasi tsb, lanjut Pakde Karwo, tergantung dari hasil pertemuan ini, yang diantaranya juga akan menjelaskan bahwa di Jatim aman. Demikian pula,  para pengusaha asing yang sudah ada di Indonesia ikut memberikan penjelasan tentang situasi bisnis di Jatim.

Ditambahkan, pihaknya optimis para investor asing tersebut tetap menanamkan modalnya di Jatim. Karena, kondisi di Jatim sudah aman terkendali. Juga, akar terorisme sudah dideteksi dan dicabut oleh kepolisian, serta UU anti terorisme telah disahkan oleh DPR RI.  

“Gangguan-gangguan seperti ini bersifat internasional, tidak hanya di Indonesia saja. Bahkan negara adikuasa seperti Amerika Serikat saja juga mengalami gangguan ini,” tegasnya. Oleh karena itu, ia optimis para pengusaha tetap akan melakuka  investasi di Jatim.

Dalam sambutannya, Ketua PWI Jatim, Ahmad Munir mengatakan, pihaknya siap menyukseskan HPN 2019 yang akan digelar di Jatim. “Dari tahun ke tahun, PWI jadi motor penggerak HPN. Karena itu, kami siap mengantar Pemprov Jatim menjadi tuan rumah pada HPN 2019 mendatang” ujarnya.

Menurut Munir, HPN  merupakan even terbesar bagi insan pers, bukan hanya tingkat nasional, tetapi bahkan se-Asia. Pandangan ini disampaikan  insan pers dari  berbagai negara di Asia ketika mengikuti HPN-HPN sebelumnya. 

“Mereka kaget, bangga, dan heran melihat hari persnya Indonesia. Oada acara ini, seluruh wartawan se-Indonesia, dari yang tua sampai muda bisa hadir di HPN, yang tempatnya selalu berpindah-pindah diseluruh provinsi se-Indonesia. Itu artinya kekuatan pers kita  kuat” tegasnya.

Munir menegaskan, bersama Pemprov Jatim, pihaknya akan melakukan koordinasi secara intensif untuk mempersiapkan penyelenggaraan HPN 2019. Alasannya, selain even berskala nasional, momen ini juga menjadi event akbar terakhir bagi Pakde Karwo sebagai Gubernur Jatim.

“HPN 2019 akan digelar pada 9 Februari 2019, sementara Pakde Karwo akan pamit secara formal sebagai Gubernur Jatim pada 12 Februari 2019. Jadi ini menjadi even pamungkas Pakde Karwo yang akan pamitan kepada wartawan seluruh Indonesia” katanya. 

Secara khusus, Ahmad Munir memberi apresiasi kepada Pakde Karwo yang mau memperjuangkan Jatim sebagai tuan rumah HPN 2019. “Logikanya, Pakde Karwo akan pensiun pada 2019, jadi sudah tidak ada kepentingan. Untuk apa mau susah-susah mengurus teman-teman media? Jadi ini karena kebaikan beliau yang begitu perhatian dengan teman-teman media” pujinya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Ditambahkan, selama 10 tahun Pakde Karwo memimpin sebagai gubernur, Jatim tumbuh dengan luar biasa. Dimana pertumbuhan ekonominya selalu diatas pertumbuhan ekonomi nasional. Terakhir pada 2017, pertumbuhan ekonomi nasional hanya 5,1%, sedangkan Jatim bisa tumbuh  5,45%.

“Ini berkat peninggalan atau landasan dasar yang diletakkan Pakde Karwo lewat Jatimnomic-nya. Kami mewakili insan media mengucapkan terma kasih kepada Pakde Karwo” pungkasnya. 

Hadir dalam kesempatan ini, Sekdaprov Jatim, Dr. H. Akhmad Sukardi, para kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim, para tokoh pers dan komunikasi, diantaranya Prof. Sam Abede, Ali Salim, Joko Tetuko, para pimpinan PWI Jatim dan pimpinan media, baik cetak, televisi, dan online. (eka/med)

Rasa Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah dan masyarakat Amerika Serikat (AS) atas rasa empati negara adidaya ini  terhadap korban dan dampak terorisme yang terjadi di Surabaya beberapa waktu lalu. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim yang akrab dipanggil Pakde Karwo ini saat menerima kunjungan Konjen AS di Surabaya  di Ruang Kerja Gubernur Jawa Timur, Jl. Pahlawan 110, Surabaya, Kamis (24/5).

“Pemerintah akan segera menerbitkan semacam internal security act guna melindungi masyarakat banyak, seperti dimiliki negara-negara lain. Diantaranya, Australia dan AS,”ujar Pakde Karwo sambil menambahkan dengan ISA tsb maka kepentingan masyarakat banyak lebih terlindungi, termasuk investasi. 

Pakde Karwo menjelaskan, ijin prinsip investasi di Jatim yang tercatat di Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Prov. Jatim saat ini tercatat sebesar Rp. 248 trilyun atau sekitar US $ 18 juta,  dan investasi tsb  belum terwujud. Apalagi terjadi kasus terorisme, sementara ekonomi adalah persepsi. Untuk itu, dan mempertimbangkan arti penting investasi bagi kesejahteraan masyarakat, pihaknya akan mengundang para pengusaha termasuk Konjen AS di Surabaya untuk bertemu dalam waktu dekat.

Jawa Timur, lanjut Pakde Karwo, menjadi hub 16 provinsi lainnya. Kondisi tidak stabil provinsi ini, akan mempengaruhi 16 provinsi lainnya. Sebab, beragam produk bahan pokok dan komoditi lainnya dihasilkan dan dipasok Jatim untuk ke 16 provinsi tersebut. Diantaranya, telur ayam, daging, beras, dsb-nya.

Dalam kunjungannya, Konjen AS Heather Variava, menyampaikan  rasa dukacita kepada Gubernur Jatim atas terjadinya tindakan terorisme yang menimbulkan korban luka dan jiwa beberapa waktu. Atas dasar pengalaman tinggal selama tiga tahun di Surabaya, ia menilai, pemikiran teroris tsb bukanlah pemikiran mainstream masyarakat Jawa Timur yang damai dan toleran. 

Keberagaman dan kekayaan budaya yang dimiliki Jatim, diyakininya, akan menjadikan Jatim menjadi lebih kuat. “Saya juga mengapresiasi tindakan Pak Gubernur saat terorisme terjadi. Bapak Gubernur hadir di semua lokasi untuk memberikan dukungan moril kepada korban dan semangat kepada kepolisian,” ujarnya yang sekaligus berpamitan menjadi Konjen AS di Surabaya  karena menempati posting jabatan  baru sebagai awakil Dubes AS di Jakarta. 

Mendampingi Gubernur Soekarwo dalam acara ini Kepala BPM PTSP Prov. Jatim, Lili Soleh Wartadipradja serta Kepala Biro Humas dan Protokol Pempriv. Jatim, Benny Sampir Wanto. Sementara itu, Konjen AS di Surabaya didampingi Kepala Urusan Politik,  Andre  Kelly (min)

Gubernur Jatim Soekarwo didampingi Kadis Pndidikan Jatim Saiful Rahman saat diaog dngan para siswa pada suatu acara di Surabaya, Rabu (23/5/2018)

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Menghadapi bonus demografi 2019 dimana usia produktif antara 15-64 tahun mencapai puncak di provinsi ini , Jatim menghadang dengan berbagai upaya yang dilakukan. 

Diantaranya Jatim melakukan moratorium SMA sejak tahun 2015, menjadikan komposisi SMK:SMA=70:30, serta melakukan strategi dual track pendidikan. tutur Gubernur Jatim Soekarwo saat pada acara Rapat Koordinasi Kepala SMA Swasta se Jatim, di Hotel Mercure Surabaya,Rabu (23/5).  

Dual track pendidikan adalah strategi  pembangunan SDM yang berdaya saing dengan memberikan vokasional atau keahlian kepada siswa, termasuk kepada siswa SMA dan MA. “ Salah satu caranya, guru ekstrakurikuler mengajak  murid-muridnya datang ke pasar atau ke mall, untuk melihat barang apa yang paling laris atau laku dijual disana. 

Kemudian, murid diminta untuk meniru produk barang yang paling  laku tersebut, tapi dengan syarat harus lebih bagus kualitasnya dan harganyapun jauh lebih murah,” ujarnya sambil menambahkan  dengan cara seperti itu SDM anak- anak muda Jatim  bisa  memiliki jiwa entrepreneur dan memiliki daya saing kedepannya.

Agar strategi dual track pendidikan berhasil, Pemprov Jatim yang secara teknis ditangani Dinas Pendidikan Jatim telah  menjalin kerjasama dengan  universitas dan TNI/Polri.  Kerjasama dengan Universitas  dimaksudkan untuk memberikan pembinaan atau pelatihan kualitas produk. 

Sementaranitu, kerjasama dengan TNI/POLRI, diharapkan bisa memberikan pelajaran tentang kedisiplinan, wawasan kebangsaan, moral dan etika, serta kecintaan terhadap tanah air/NKRI atau lebih dikenal sebagai pembentukan karakter.

Ditambahkan, pendekatan formal dan non formal juga dilakukan. Misalnya, strategi link and macth bekerjasama dengan 14 perusahaan dari Jerman dan Samsung  di 40 SMK dan  SMA , serta SMK berfilial dengan PTN. Saat ini,  lanjutnya, Universitas Brawijaya telah membangun inkubator di Kediri dengan luas lahan 4,5 Hektar. Semua ini disiapkan agar perguruan tinggi dapat memberikan pembinaan sekaligus memberikan pelatihan langsung kepada siswa SMK.

Mengakhiri sambutannya, Pakde Karwo mengharapkan agar jajaran SMA untuk terus meningkatkan kualitasnya. Sebagai gambaran,  jumlah SMA swasta di Jatim saat ini sebanyak  1.109 buah, dengan yang memperoleh akreditasi A sebanyak 294 ( 2,5 %), B sebanyak 438 (39,4%), akreditasi C sebanyak 91 ( 2,1 %), dan yang belum ter-akreditasi sebanyak 287 SMA ( 26 %). 

“Untuk itu, saya minta setiap bakorwil ada SMA yang telah menjalin kerjasama  baik dengan TNI/Polri atau Universitas. Sebagai Contoh, SMA di Bakorwil Malang telah bekerjasama dengan TNI Laut dan madiun dengan AU dan Jatim dengan Akmil,” pinta Pakde Karwo. (fir)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...