Berita Kota

Published in Berita Kota

Lawan Korupsi dengan memperkuat intergritas

Dec 12, 2017 Publish by 
Gubernur Jawa Timur H Soekarwo saat memimpin upcara anti Korupsi di gedung negara Grahadi Surabaya Selasa (12/12/2017. (foto/hms/min)
Gubernur Jawa Timur H Soekarwo saat memimpin upcara anti Korupsi di gedung negara Grahadi Surabaya Selasa (12/12/2017. (foto/hms/min)

SURABAYA (KT) - Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang bisa merusak kehidupan berbangsa dan bernegara serta menyengsarakan rakyat. Untuk mencegahnya,salah satu diantaranya seluruh elemen mulai dari pejabat hingga masyarakat memperkuat integritas.

Dari segi sistem Teknologi Informasi/TI, provinsi Jatim sudah berjalan baik. Namun kendala yang dihadapai menyangkut soal integritas. Jadi intergirtas ini harus diperkuat. Gubernur Jatim Soekarwo ketika menjadi pemimpin upacara Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (12/12), mengatakan,semangat anti korupsi harus terus kita kibarkan dan semoga kemakmuran akan terealisasi.

Pakde Karwo sepakat dan mendukung proses transparansi. Melalui sistem tersebut, suatu proses bisa ditrekking dan sekaligus mengantisipasi munculnya praktek-praktek korupsi. 

Nilai-nilai integritas yang mencakup perilaku jujur, etis, transparan, dan bertanggungjawab harus terus dipegang. Nilai integritas ini juga harus dimiliki oleh para pemimpin terlebih tahun 2018 Jatim akan melaksanakan pemilukada serentak di 18 bupati/walikota dan satu gubernur.

“Tolong tahun depan saat Pilkada dicek betul integritas para calon pemimpin ini, kalau perlu mereka suruh memaparkan visi misinya,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Untuk mencegah korupsi, lanjutnya, perlu adanya pendidikan anti korupsi sejak dini, salah satunya dengan memperkuat pendidikan etika, moral dan agama. Kepada anak-anak, Gubernur asal Madiun itu berpesan, untuk belajar integritas dan kejujuran sejak sekolah.  “Kalau jajan di kantin, beli pisang goreng tiga jangan ngaku ambil dua, harus jujur,” pesannya disambut tepuk tangan para hadirin.

Lalu Pakde mencontohkan kasus Operasi Tangkap Tangan/OTT di Jatim beberapa waktu lalu adalah soal integritas yakni pemerasan antar kelembagaan. Namun, di masyarakat sendiri sistemnya sudah baik. Hal ini terbukti dari hasil riset yang dilakukan Asia Competitiveness Institute (ACI) 2017 yang menobatkan Jatim sebagai provinsi dengan tingkat kemudahan berbisnis nomor satu di Indonesia.

Upacara yang mengambil tema “Tegakkan Integritas, Stop Korupsi untuk Indonesia Hebat” ini diikuti 1.100 peserta yang terdiri dari 700 pelajar dan mahasiswa dan 400 orang yang teridiri dari undur forpimda, SKPD, tokoh masyarakat dan lembaga swadaya. 

Upacara peringatan ini dilakukan untuk mengkampanyekan gerakan anti korupsi dan mengingatkan semua elemen untuk bertekad mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang bersih dari KKN. 

Dalam upacara ini dilakukan pembacaan ikrar anti korupsi oleh para pelajar dari SMA Negeri 1 Surabaya. Ikrar ini berisikan pesan diantaranya korupsi harus dihindari karena bukan budaya bangsa Indonesia, serta membangun tatanan pemerintahan yang  bersih, bebas korupsi dan profesional. (min)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...