Berita Kota

Published in Berita Kota

Karo Pemerintahan Prov Jatim : Gus Ipul, Anas dan Emil cukup mengajukan cuti

Nov 29, 2017 Publish by 
Kepala Biro Pemerintahan Anom Surahno menyaakan Gus Ipul, Anas dan Emil cukup mengajukan cuti. Dan setelah pilgub selesai kembali bertugas lagi ditenpat semula. Kepala Biro Pemerintahan Anom Surahno menyaakan Gus Ipul, Anas dan Emil cukup mengajukan cuti. Dan setelah pilgub selesai kembali bertugas lagi ditenpat semula. (kt/min)
Kepala Biro Pemerintahan Anom Surahno menyaakan Gus Ipul, Anas dan Emil cukup mengajukan cuti. Dan setelah pilgub selesai kembali bertugas lagi ditenpat semula. Kepala Biro Pemerintahan Anom Surahno menyaakan Gus Ipul, Anas dan Emil cukup mengajukan cuti. Dan setelah pilgub selesai kembali bertugas lagi ditenpat semula. (kt/min) (kt/min)

SURABAYA (KT) - Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Jawa Timu Anom Surahno menyatakan menyangkut soal pencalonan wakil gubernur Saifullah Yusuf sebagai gubernur akan datang tidak perlu harus mengundurkan diri dari jabatanya  sebagai wakil gubernur.

Juga pasangannya Abdullah Azwar Anas yang kebetulan Bupati Banyuwangi,ungkap Anom Surahno kepada korantransparansi.com di kantornya, Rabu (29/11/2017)

Ketentuan tersebut tercantum dalam undang undang 23/2014. Disini jelas diatur bahwa wakil gubernur yang mencalonkan lagi tidak perlu harus mengundurkan diri.

Ini juga berlaku untuk Emil Elestianto Dardak, Bupati Trenggalek bakal calon wakil gubernur yang berpasangan dengan  Khofifah Indar Parawansa. Mereka itu cukup mengajukan cuti saja.

Jadi, soal mundur calon pimpinan kepala daerah itu tidak perlu dipetanyakan. Apalagi diributkan karena aturanya sudah jelas.

Menurut Anom,  yang bersangkutan cukup mengajukan cuti terhitung tiga bulan sebelumnya sampai tiga hari menjelang coblosan (masa tenang). Tepatnya mulai tanggal 15 Pebruari sampai 25 Juni 2018.

Menurut Anom Surahno, undang undang itu tidak berlaku kalau calon tersebut berasal dari ASN (Aparatur Sipil Negara), TNI/Polri dan anggota DPR/DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota. Kalau seorang calon tersebut berasal dari tiga unsur itu ya harus harus mengundurkan diri (bukan cuti).

Pengajuan ijin cuti untuk Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Bupati Trenggalek Emil Dardak diajukan kepada Mendagri melalui Gubernur Jawa Timur. Sedangkan untuk Gus Ipul langsung ke Mendagri.

Disebutkan bahwa selama ditinggal cuti oleh Bupati, maka tugas tugas Buapati akan ditunjuk pejabat sementara. Bisa saja PJnya yaitu wakil Bupatinya.

Menyanggung soal kapasitas Khofifah Indar Parawansa yang kebetulan sebagai Mensos, Anom Surahno menyatakan, itu wewenangnya ada di Presiden karena Menteri itu diangkat oleh presiden. Tapi adalah tidak mungkin bisa dirangkap. Pasti konsentrasinya akan pecah.

Peraturan ini juga mengatur manakala seorang Bupati yang masih aktif, kemudian mencalonkan sebagai Bupati diluar daerahnya. Misalnya saja, Bupati Trenggalek Emil Dardak mencalonkan Bupati Tulungagung, dia haus mundur dulu sebagai Bupati Trenggalek.

 Ini berlaku untuk gubernur suatu daerah  yang periodisasinya belum selesai, lalu mencalonkan diri sebagai gubernur Riau. Dia harus mundur.

"Ini menghindari terjadinya calon yang coba coba," tegas Anom Surahno.(min)

banner