Berita Kota

Published in Berita Kota

Masyarakat Diharap Pahami Sensor Mandiri Tayangan Televisi

May 16, 2017 Publish by 
Pelantikan anggota Lembaga Sensor Film Indonesia Jawa Timur, di Surabaya
Pelantikan anggota Lembaga Sensor Film Indonesia Jawa Timur, di Surabaya

Surabaya (KT) - Tayangan Televisi sering kali luput dari sensor, meskipun sudah ada pemilahan tayangan sesuai batasan umur. Ini disebabkan minimnya kesadaran sensor mandiri dari masyarakat.

"Sering kali masyarakat bertanya film gitu kok lolos? Inilah yang kurang dipahami masyarakat terkait pemilahan jam tayang sesuai batasan umur," ujar Ketua Lembaga Sensor Film (LSF)Indonesia, Ahmad Yani Basuki, usai melantik anggota perwakilan LSF Jatim, di Surabaya, Selasa (16/5).

Karena itu pihaknya  berkomitmen meningkatkan kesadaran sensor mandiri kepada masyarakat terhadap film-film yang disuguhkan di televisi maupun layar lebar. Hal ini diharapkan mampu menyelamatkan generasi muda dari tontonya negatif.

Dirinya juga menekankan kepada Anggota LSF Jatim untuk mendorong perkembangan kualitas perfilman nasional khususnya yang memiliki nuansa kearifan dan budaya lokal. "LSF harus jadi penerang dan pendorong untuk semakin berkembangnya produktivitas film nasional," tukasnya.

Anggota LSF Jatim Muhammad Lukman Hidayat ditemui usai pelantikan, menyatakan siap mengawal kualitas film nasional.

Menurut dia, saat ini harus dibiasakan menyensor sendiri film-film sekaligus dijadikan budaya sehingga masyarakat semakin mengerti mana tontonan yang layak dan tidak.

Kendati demikian, pihaknya sebagai lembaga yang berwenang menyensor film tak sesuai aturan akan semakin memberikan perhatian dan proteksi. "Film Indonesia harus terlindungi dan anak bangsa jangan sampai terpengaruh hal negatif. LSF Jatim siap untuk melakukan itu," ucap mantan general manager salah satu pabrik gula di bawah naungan PTPN XI tersebut.

 sementara itu, Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Jatim, Wira Lina, mengapresiasi adanya lembaga sensor film di Ibu Kota Provinsi sehingga tidak perlu ke Jakarta untuk proses sensor sebuah produksi film.

"LSF kini sudah berada di Jatim dan diharapkan mampu melindungi masyarakat dari tayangan yang tidak sepantasnya. Kami sangat mendukung sekali," katanya.

LSF merupakan lembaga independen di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang memiliki wewenang menyeleksi adegan-adegan di film sebelum ditayangkan ke publik agar masyarakat terlindungi serta terhindar dari pengaruh negatif.

Di Jatim, sebanyak tujuh anggota LSF dilantik untuk masa periode 2017-2021, yaitu Muhammad Roissudin, Fatur Rohman, M. Natsir, Anwar Hudijono, Lukman Hidayat, Budi Santosa dan Aditya Rizka Ashar. (Zal/Abn)

banner

> BERITA TERKINI lainnya ...