Berita Kota

Heru Tjahjono ketika dilantik sebagai Sekdaprov Jawa Timur di gedung negara Grahadi Surabaya, Selasa (25/9/2018)

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, sekretaris daerah (sekda) memiliki dua fungsi, yakni sebagai sekda dan sekretaris gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah. 

Dengan begitu, sekda harus mampu mengkoordinasi semua jajaran baik OPD Pemprov maupun instansi/lembaga vertikal yang ada di Jawa Timur. tutur Gubernur Jatim Soekarwo saat melantik Heru Tjahjono, sebagai Sekdaprov Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (25/9).

Menurut gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini, sesuai arahan Mendagri pelantikan sekda ini harus melibatkan lembaga vertikal di Jatim. Alasannya, selain mengkoordinasikan program pembangunan di OPD, sekda juga bertugas mengkoordinasikan antar sektor dalam hal ini lembaga vertikal dalam pembangunan di Jawa Timur.

“Harusnya dibedakan antara sekda dan sekretaris gubernur, tapi kami mengusulkan jangan dijabat dua orang, cukup dirangkap sekda saja,” terangnya.

Menurutnya, sekda merupakan jabatan paling puncak dalam karier PNS di daerah. Ia bertugas membantu kepala daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah dan menyusun kebijakan. 

Sekda juga memiliki peran strategis dalam menjaga roda pemerintahan, membina aparatur di bawahnya, serta mendorong implementasi kebijakan pembangunan agar roda pemerintahan berjalan dengan baik.

Peran sekda ini, lanjut Pakde Karwo, sangat penting dan strategis dalam mengatur anggaran. APBD harus dikelola dengan baik sebagai bentuk pemerataan pembangunan di daerah. Sekda juga menjadi sebagai motor penggerak bagi jajaran PNS di bawahnya untuk memiliki tiga aspek yakni kualifikasi, kompetensi dan kinerja dalam pelayanan masyarakat yang mendorong kesejahteraan rakyat. 

Terkait pelantikan sekda ini, Pakde Karwo menyampaikan bahwa prosesnya sudah dilakukan secara terbuka dan kompetitif. Dalam proses seleksi ini, selain mempertimbangkan hasil seleksi juga melihat rekam jejak yang bersangkutan. Selain itu, ada Tim Penilai Akhir (TPA) baik dari Kmendagri maupun Sekretariat Kabinet. 

Dalam rangka mencegah kasus seperti DPRD Malang maka rekam jejak menjadi penilaian penting. Karena disini ada sistem integritas yang tidak bisa dilakukan dengan standar pelayanan minimal. Kalau bahasa Jawa kuno bibit, bobot, bebet-nya dicek,” kata orang nomor satu di Jatim ini.(ais)

 

   Anggota DPR RI dari Fraksi Gokar Satya Widya Yudha (kanan) , GUbernur Jatim Soekarwo dan Freddy Purnomo usai pelantikan 12 bupati/walikota di gdung negara Grahadi Surabaya, Senin (24/9/2018).

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Pengurus DPP Partai Golkar Satya Widya Yudha menilai pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin adalah pasangan yang dikehendaki oleh masyakarat, ideal dan cocok untuk masyarakat Indonesia saat ini. 

Pak Jokowi telah mampu melakukan perubahan dan dalam banyak hal sangat berhasil. Kedepan masyarakat Indonesia akan lebih sejahtera. tegas anggota DPR RI kepada wartatransparansi.com di Surabaya, Senin (24/9/2018). 

Satya Yudha di Surabaya dalam rangka menghadiri pelantikan 12 Bupati/Walikota se Jawa Timur di gedung negara Grahadi Surabaya. Ia hadir diacara itu didampingi Ketua Harian Golkar Jawa Timur Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Freddy Purnomo. 

Partai Golkar yang merupakan bagian dari koalisi pengusung capres-cawapres Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin meminta para Ketua partai Golkar di daerah baik provinsi maupun Kabupaten/Kota hendaknya mampu menjelaskan kepada publik apa yang telah dicapai oleh Presiden Jokowi pada periode sebelumnya.

Kalau bicara capres-cawapes, maka kita akan menengok keberhasilan Jokowi pada periodesasi ini. Selama lima tahun terakhir Pak Jokowi telah berhasil dalam pengentasan kemiskinan, maupun mengurangi angka pengangguran.  Capaian seperti ini yang harus ditularkan kepada masyarakat dibawah ungkap Satya Yudha.

"Belum semua masyarakat mengetahui betul atas keberhasilan pak Jokowi. Sebab itu para Ketua Golkar Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia harus menjelaskan," tandasnya. 

Menyinggung soal figur KH Ma'ruf Amin, Satya Yudha mengatakan, bahwa kekuasaan itu ada ditangan presiden. Faktor wapres juga penting namun masih dibawah preisden sehingga figur presiden lebih dominan.

Status wakil presiden dalam kabinet sedikit diatas menteri. Walaupun mereka dipilih  oleh rakyat secara langsung. Sehingga kita melihatnya lebih kepada Pak Jokowinya. 

Jadi kalau wakil presidennnya tidak begitu mampu mengelolanya, presiden bisa mengambil over semua. Jadi keberadaan KH Ma'ruf Amin adalah melekat pada capres Jokowi.

Dengan begitu kedua tokoh ini saling melengkapi. Paling tidak politisasi agama dalam lima tahun kedepan bisa dihindari. Sehingga nantinya tidak ada lagi politik identitas.

Jatim target 70 persen

Sementara itu Ketua Harian Golkar Jawa Timur Freddy Purnomo mengatakan, Golkar Jawa Timur siap melaksanakan perintah Ketua Umum DPP Partai Golkar. Pola sosialisasi tidak jauh bedak etika Golkar Jawa Timur menyukseskan  Khofoifah Indar Parawansa-Emil Dardak di Pilgub Jawa Timur. 

Artinya Anggota DPRRI, DPRD provinsi dan Kab/Kota harus menjaga wilayahnya masing masing. Selain itu, Golkar Jawa Timur akan terus melakukan komunikasi dengan partai pengusung lainya.

Golkar Jawa Timur akan merapatkan dan mempertajam suksesi Jokowi-Ma'ruf Amin pada Selasa (25/9/2018) di kantor Golkar Jalan Ahmad Yani Surabaya. Pendukung Golkar di Jawa Timur antara 3 sampai 4 juta. 

Bersama pendukung partai pengusung lainnya maka diharapkan Jokowi-KH Ma'ruf Amin akan meraup diatas 70 persen. "Insyaallah target 70 pesen tercapai," tandasnya. (min)  

Gubernur Jawa Timur Pakde Karwo memberikan sambutan pada pelantikan 12 Bupati/wakil bupati, Walikota/Walikil Walikota di gdung negara Grahadi Surabaya, Senin (24/9/2018)

 

Suarabaya (KoranTransparansi.com) - Bupati dan walikota hendaknya berpedoman dan mengacu kepada visi dan misi presiden, serta visi dan misi gubernur, dalam rangka melaksanakan pembangunan daerah. 

Hal tersebut perlu dilakukan agar terjadi sinkronisasi dan harmonisasi dari daerah sampai ke pusat. Pesan Gubernur itu disampaikan saat melantik Bupatui/Walikota di gedung negara Grahadi Surabaya, Senin (24/9/2018).

Dikatkan sebagai wujud aplikasi acuan yang bisa dilakukan yakni menjabarkan dan implementasikan sesuai konteks dan kondisi daerah masing-masing. Program-program kementerian dan lembaga di pusat harus dijamin dapat terkonsolidasi dengan baik. 

Demikian pula program-program lintas provinsi dan lintas kabupaten/kota agar bisa difasilitasi dan disinergikan dengan sebaik-baiknya.

 “Tidak ada kabupaten/kota yang berjalan sendiri tanpa mengikuti arahan dan program dari pusat yang turun ke provinsi dan dari provinsi sampai ke kabupaten/kota,” ujarnya. 

Selain itu, Pakde Karwo mengingatkan pemerintah kabupaten/kota dapat memberikan perhatian terhadap permasalahan utama di masing-masing daerah utamanya terkait kesejahteraan masyarakat.

Sebagai contoh, berdasarkan tingkat kemiskinan kabupaten/kota Tahun 2017 di Jawa Timur, Kabupaten Probolinggo mempunyai jumlah penduduk miskin terbanyak nomor tiga yaitu sebanyak 225.130 jiwa dengan prosentase penduduk miskin sebanyak 20,52 persen.

Pada bidang kesehatan kabupaten/kota tahun 2017 di Jatim, Kabupaten Bangkalan terdapat kasus stunting sebanyak 43,0 persen yang merupakan persentase tertinggi se-Jatim dan kasus kusta sebanyak 260 kasus yang merupakan jumlah terbanyak ke-4 se-Jatim. Sedangkan Kabupaten Nganjuk memiliki kasus angka kematian bayi sebanyak 147 kasus yang merupakan jumlah terbanyak ke-8 se-Jatim. 

Melihat hal tersebut, permasalahan-permasalahan itu harus segera ditangani bersama seluruh stakeholder pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat.

Ke depan, Pakde Karwo meminta bupati dan walikota juga memperhatikan 9 poin penting dalam melaksanakan tugasnya. Diantaranya, dalam mengelola keuangan daerah agar mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.

Selain itu belanja APBD harus menguatamakan belanja publik terutama memberikan layanan kepada masyarakat dan pembangunan wilayah; memprioritaskan penanggulangan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan, meningkatkan kesempatan kerja, investasi dan ekspor, tingkatkan kualitas pendidikan serta kesehatan, revitalisasi pertanian serta penegakan hukum;

Selain itu, juga perlu melakukan hubungan kerjasama dengan daerah lain dalam rangka mewujudkan efisiensi dan aktivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan serta untuk meningkatkan pengelolaan potensi daerah.

Tak kalah pentingnya peningkatkan kualitas layanan publik baik dalam bentuk jasa ataupun perijinan melalui transparansi dan standarisasi pelayanan serta meniadakan pungutan liar; menerapkan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik di lingkungan pemerintahan daerah. (min)

 

Kepala Biro Humas, Protokol dan Kerjasama Pemprov Jawa Timur Aries Agung Paewai.

Surabaya (KoranTransparansi.com) – Sebanyak duabelas pasang Bupati/Wakil bupati, Walikota/Wakil Walikota terpilih hasil Pemilu serentak Kab/Kota tanggal 27 Juni lalu  akan dilantik secara bersamaan. 

Gubernur Jawa Timur DR Soekarwo rencananya akan melantik dan mengambil sumpah di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Senin (24/9/2018). Akan hadir pula Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim Aries Agung Paewai mengatakan seluruh nama kepala daerah terpilih yang dilantik rinciannya, yakni Bupati/Wakil Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan Timbul Prihanjoko, Bupati/Wakil Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron dan Mohni. 

Selain ada Bupati/Wakil Bupati Bojonegoro Anna Mu’awannah dan Budi Irawanto, serta Bupati/Wakil Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dan Marhaen Djumadi. Bupati/Wakil Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Raja’e, Bupati/Wakil Bupati Pasuruan M. Irsyad Yusuf dan KH A Mujib Imron.

Bupati/Wakil Bupati Magetan Suprawoto dan Nanik Endang Rusminiarti, serta Bupati/Wakil Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro dan Hari Wuryanto.n Selain itu, Bupati/Wakil Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Indah Amperawati. 

Bupati/Wakil Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin dan Irwan Bachtiar Rachmat, Bupati/Wakil Bupati Jombang Mudjidah Wahab dan Sumrambah, serta Wali Kota/Wakil Wali Kota Malang Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko.

Sebagai bagian dari prosesi pelantikan, kata dia, saat akan memasuki Gedung Negara Grahadi, kepala daerah yang dilantik akan diberikan penghormatan khusus oleh jajaran kehormatan.

“Usai pelantikan pasangan kepala daerah juga dilanjutkan prosesi pelantikan terhadap istri bupati/wali kota terpilih sebagai ketua TP PKK dan Dekranasda,” ucapnya.

Sementara Bupati yang kini masih menunggu giliran pelantikan diantaranya Tulungagung (rencana tanggal 25 September), Sampang, Kota Mojokerto, Kota Probolinggo, Kota Kediri dan Kota Madiun. Sedang pelantikan Gubernur Jawa Timur rencananya berlangsung 11 Maret 2019 

Selama proses pelantikan juga tidak semua undangan bisa memasuki ruang utama karena terbatasnya kursi sehingga disediakan tenda khusus untuk menyaksikan kegiatan selama acara berlangsung melalui layar lebar.

Sejumlah pejabat unsur Forkopimda Jatim juga dijadwalkan hadir, seperti Ketua DPRDJatim, Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jatim, Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim, serta pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi. (min)

 

 

 

ILUSTRASI : Uji kompetensi anggota PWI Cabang Jawa Timur

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jatim kembali menggelar program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) selama dua hari, Sabtu (22/9/2018) dan Minggu (23/9/2018), di kantor PWI Jatim, Jalan Taman Apsari Surabaya. 


UKW kali ini adalah pelaksanaan UKW ke-24 yang digelar oleh PWI Jatim dan terlaksana berkat hasil kerjasama antara PWI Jatim dengan Bank Mayapada.

Tema yang diusung, "Menjadikan wartawan lebih profesional, kompeten, dan berintegritas".

Ketua PWI Jatim, Akhmad Munir mengatakan, kegiatan UKW yang terus menerus digelar oleh PWI Jatim merupakan wujud nyata dari komitmen lembaga yang dipimpinnya untuk meningkatkan kompetensi, kapasitas, profesionalitas, serta moralitas wartawan.

Modal tersebut, kata Munir dinilai sangat penting, seiring dengan makin beratnya tugas dan tantangan wartawan saat ini. Ketika melakukan tugas-tugas jurnalistik di era keterbukaan, perkembangan teknologi, dan bombardir informasi terutama informasi hoaks lewat sosial.

"Tanpa ada kompetensi, kapasitas, profesionalitas serta moralitas yang tangguh, akan sulit bagi wartawan bisa terus menjaga marwah profesi yang luhur dan mulia ini," ujarnya, Jumat (21/9/2018).

Hal itu, lanjut Munir, sangat penting, agar media massa dan wartawan bisa tetap menjadi sosial kontrol dan pilar keempat demokrasi sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman.

Menurut Munir, UKW angkatan ke-24 yang digelar PWI Jatim ini terselenggara berkat kerjasama dengan Bank Mayapada. "Dan ini merupakan yang keempat kalinya, kita menggelar UKW kerjasama dengan Bank Mayapada. Setelah sebelumnya UKW angkatan ke-19, angkata ke-21 dan angkatan ke-23," tegasnya.

Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Jatim Ainur Rohim menambahkan, UKW angkatan ke-24 yang digelar PWI Jatim diikuti oleh 48 orang peserta, yang berasal dari perwakilan berbagai media massa nasional, regional, dan lokal yang ada di Provinsi Jatim. Baik media cetak, elektronik, maupun online, serta peserta dari perwakilan PWI Jatim yang ada di kabupaten/kota yang anggotanya belum banyak mengikuti UKW.

"Asas pemerataan dan keterwakilan benar-benar sangat kita pertimbangkan dalam kepesertaan UKW ini," ucapnya.

Dikatakan, dari 48 orang peserta UKW PWI Jatim angkatan ke-24, akan dibagi menjadi delapan kelas. Yakni, lima kelas untuk UKW kelas muda, dua untuk kelas madya, dan satu untuk UKW kelas utama. Tiap kelas berisi enam  wartawan atau peserta.

"Jumlah peserta tiap kelas berkurang satu, dari tujuh menjadi enam orang. Tujuannya agar uji kompetensi wartawan bisa lebih optimal dan mendalam untuk mengeksplore kemampuan para wartawan," terang Air, panggilan Ainur Rohim.

Untuk peserta yang mengikuti UKW angkatan ke-24 yang digelar PWI Jatim 22 dan 23 September 2018, Air berpesan agar semua peserta benar-benar mempersiapkan diri dan membawa peralatan yang dibutuhkan, seperti laptop, flashdisk, dan perangkat lain.

"Terpentig, jangan lupa Hari Sabtu besok (22 September) pukul 07.00 WIB, peserta sudah harus datang ke tempat ujian di Kantor PWI Jatim," tandas Air, mengingatkan. (fir)

Peserta Saudi Serbu Pameran Umrah di Cito

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Merencanakan perjalanan ke tanah suci bagi umat Islam telah menjadi kebutuhan hidup. Umrah dan haji plus pun menjadi pilihan di tengah panjangnya daftar antrean haji reguler. Buktinya, pameran Umrah Haji dan Muslim Lifestyle yang digelar di Cito Mall pada 19-23 September 2018 tak hanya diserbu peserta dari Jawa Timur, tapi juga berbagai pelaku usaha dari Saudi Arabia.

“Permintaan umrah dan haji plus saat ini bukan sekadar harga murah, tapi masyarakat makin cerdas sehingga juga meminta pelayanan yang prima. Nah... pameran Umrah Haji dan Muslim Lifestyle yang diselenggarakan Jazeerah Production ini menjawab semua kebutuhan tersebut,” ujar Ketua Panitia, Moch. Djamil di sela-sela pembukaan, Rabu (19/9).

Untuk diketahui, selain diikuti oleh puluhan travel umrah ternama di Jatim, acara ini juga menghadirkan Rekab Al Ula, perusahaan transportasi terkemuka di Timur Tengah yang menyediakan armada bus untuk jamaah umrah dan haji. Ada juga Tatra Factory, industri sajadah dan permadani, Saudi Isnad dan Syams Trading.

“Kami sangat bersemangat dan berharap memberikan manfaat bagi travel umrah di Indonesia maupun masyarakat secara umum dengan kehadiran kami di acara ini,” tutur peserta dari Saudi Arabia, Saleem Ayash, General Manager Rekab Al Ula.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah, Kanwil Kemenag Jatim, Drs. H. Jamal, M.Pd.I  dalam sambutannya mengingatkan agar masyarakat pintar dalam memilih biro perjalanan umrah. “Tetap pegang 5 pasti, Pasti Ijin Travel Umrahnya, Pasti Penerbangan atau jadwal keberangkatan, Pasti Pelayanannya, Pasti Hotelnya dan Pasti Visanya,” tuturnya.

Sementara itu, pemilik Mastour Grup, H. Syarqowie mengatakan dengan kehadiran peserta dari Timur Tengah ini tak hanya menambah semarak acara tapi juga menambah jaringan bagi para pelaku usaha travel umrah di tanah air. “Sangat bermanfaat sekali, saya secara pribadi berterimakasih kepada teman-teman dari Saudi dan juga kepada Jazeerah yang telah mempertemukan kami  sehingga terjalin silaturahim dengan sesama travel umrah tanah air dan Timur Tengah.

Harapannya tentu saling bermanfaat bagi semua,” tuturnya.

Untuk diketahui, acara ini diikuti oleh 50 stand yang terdiri dari travel umrah, fashion muslim, operator selular, hotel, jasa transportasi, industri permadani hingga jasa catering. “Kami memang berusaha menghadirkan pameran yang berkonsep one stop shoping, artinya masyarakat bisa mencari travel umrah, perlengkapan di tanah suci bahkan hingga oleh-olehnya. Dan bagi peserta juga bisa saling melakukan kontak business to business,” tutup Moch. Djamil. (mat)

 

 
banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...