Berita Kota

Rasa Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah dan masyarakat Amerika Serikat (AS) atas rasa empati negara adidaya ini  terhadap korban dan dampak terorisme yang terjadi di Surabaya beberapa waktu lalu. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim yang akrab dipanggil Pakde Karwo ini saat menerima kunjungan Konjen AS di Surabaya  di Ruang Kerja Gubernur Jawa Timur, Jl. Pahlawan 110, Surabaya, Kamis (24/5).

“Pemerintah akan segera menerbitkan semacam internal security act guna melindungi masyarakat banyak, seperti dimiliki negara-negara lain. Diantaranya, Australia dan AS,”ujar Pakde Karwo sambil menambahkan dengan ISA tsb maka kepentingan masyarakat banyak lebih terlindungi, termasuk investasi. 

Pakde Karwo menjelaskan, ijin prinsip investasi di Jatim yang tercatat di Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Prov. Jatim saat ini tercatat sebesar Rp. 248 trilyun atau sekitar US $ 18 juta,  dan investasi tsb  belum terwujud. Apalagi terjadi kasus terorisme, sementara ekonomi adalah persepsi. Untuk itu, dan mempertimbangkan arti penting investasi bagi kesejahteraan masyarakat, pihaknya akan mengundang para pengusaha termasuk Konjen AS di Surabaya untuk bertemu dalam waktu dekat.

Jawa Timur, lanjut Pakde Karwo, menjadi hub 16 provinsi lainnya. Kondisi tidak stabil provinsi ini, akan mempengaruhi 16 provinsi lainnya. Sebab, beragam produk bahan pokok dan komoditi lainnya dihasilkan dan dipasok Jatim untuk ke 16 provinsi tersebut. Diantaranya, telur ayam, daging, beras, dsb-nya.

Dalam kunjungannya, Konjen AS Heather Variava, menyampaikan  rasa dukacita kepada Gubernur Jatim atas terjadinya tindakan terorisme yang menimbulkan korban luka dan jiwa beberapa waktu. Atas dasar pengalaman tinggal selama tiga tahun di Surabaya, ia menilai, pemikiran teroris tsb bukanlah pemikiran mainstream masyarakat Jawa Timur yang damai dan toleran. 

Keberagaman dan kekayaan budaya yang dimiliki Jatim, diyakininya, akan menjadikan Jatim menjadi lebih kuat. “Saya juga mengapresiasi tindakan Pak Gubernur saat terorisme terjadi. Bapak Gubernur hadir di semua lokasi untuk memberikan dukungan moril kepada korban dan semangat kepada kepolisian,” ujarnya yang sekaligus berpamitan menjadi Konjen AS di Surabaya  karena menempati posting jabatan  baru sebagai awakil Dubes AS di Jakarta. 

Mendampingi Gubernur Soekarwo dalam acara ini Kepala BPM PTSP Prov. Jatim, Lili Soleh Wartadipradja serta Kepala Biro Humas dan Protokol Pempriv. Jatim, Benny Sampir Wanto. Sementara itu, Konjen AS di Surabaya didampingi Kepala Urusan Politik,  Andre  Kelly (min)

Gubernur Jatim Soekarwo didampingi Kadis Pndidikan Jatim Saiful Rahman saat diaog dngan para siswa pada suatu acara di Surabaya, Rabu (23/5/2018)

SURABAYA (KoranTransparansi.com) - Menghadapi bonus demografi 2019 dimana usia produktif antara 15-64 tahun mencapai puncak di provinsi ini , Jatim menghadang dengan berbagai upaya yang dilakukan. 

Diantaranya Jatim melakukan moratorium SMA sejak tahun 2015, menjadikan komposisi SMK:SMA=70:30, serta melakukan strategi dual track pendidikan. tutur Gubernur Jatim Soekarwo saat pada acara Rapat Koordinasi Kepala SMA Swasta se Jatim, di Hotel Mercure Surabaya,Rabu (23/5).  

Dual track pendidikan adalah strategi  pembangunan SDM yang berdaya saing dengan memberikan vokasional atau keahlian kepada siswa, termasuk kepada siswa SMA dan MA. “ Salah satu caranya, guru ekstrakurikuler mengajak  murid-muridnya datang ke pasar atau ke mall, untuk melihat barang apa yang paling laris atau laku dijual disana. 

Kemudian, murid diminta untuk meniru produk barang yang paling  laku tersebut, tapi dengan syarat harus lebih bagus kualitasnya dan harganyapun jauh lebih murah,” ujarnya sambil menambahkan  dengan cara seperti itu SDM anak- anak muda Jatim  bisa  memiliki jiwa entrepreneur dan memiliki daya saing kedepannya.

Agar strategi dual track pendidikan berhasil, Pemprov Jatim yang secara teknis ditangani Dinas Pendidikan Jatim telah  menjalin kerjasama dengan  universitas dan TNI/Polri.  Kerjasama dengan Universitas  dimaksudkan untuk memberikan pembinaan atau pelatihan kualitas produk. 

Sementaranitu, kerjasama dengan TNI/POLRI, diharapkan bisa memberikan pelajaran tentang kedisiplinan, wawasan kebangsaan, moral dan etika, serta kecintaan terhadap tanah air/NKRI atau lebih dikenal sebagai pembentukan karakter.

Ditambahkan, pendekatan formal dan non formal juga dilakukan. Misalnya, strategi link and macth bekerjasama dengan 14 perusahaan dari Jerman dan Samsung  di 40 SMK dan  SMA , serta SMK berfilial dengan PTN. Saat ini,  lanjutnya, Universitas Brawijaya telah membangun inkubator di Kediri dengan luas lahan 4,5 Hektar. Semua ini disiapkan agar perguruan tinggi dapat memberikan pembinaan sekaligus memberikan pelatihan langsung kepada siswa SMK.

Mengakhiri sambutannya, Pakde Karwo mengharapkan agar jajaran SMA untuk terus meningkatkan kualitasnya. Sebagai gambaran,  jumlah SMA swasta di Jatim saat ini sebanyak  1.109 buah, dengan yang memperoleh akreditasi A sebanyak 294 ( 2,5 %), B sebanyak 438 (39,4%), akreditasi C sebanyak 91 ( 2,1 %), dan yang belum ter-akreditasi sebanyak 287 SMA ( 26 %). 

“Untuk itu, saya minta setiap bakorwil ada SMA yang telah menjalin kerjasama  baik dengan TNI/Polri atau Universitas. Sebagai Contoh, SMA di Bakorwil Malang telah bekerjasama dengan TNI Laut dan madiun dengan AU dan Jatim dengan Akmil,” pinta Pakde Karwo. (fir)

Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Masaki Tani.

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Surabaya menyatakan tidak terpengaruh oleh adanya peristiwa teror bom yang menewaskan belasan orang dan puluhan orang luka-luka di sejumlah lokasi di Kota Pahlawan sepekan lalu.

"Masing-masing orang punya persaaan yang berbeda-beda, tapi saya sendiri tidak ada kekhawatiran," kata Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Masaki Tani, saat menggelar kegiatan buka bersama bersama tokoh masyarakat di Surabaya, Selasa.

Menurut dia, pada umumnya Indonesia merupakan negara yang tingkat keamanannya cukup terjamin. Hal itu juga berlaku di Kota Surabaya yang selama ini selalu aman dan nyaman.

Meski demikian, ia mengaku sempat kaget adanya teror bom di tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya pada 13 dan 14 Mei 2018.

Ia berharap kejadian tersebut tidak ada lagi di Surabaya maupun daerah-daerah lain di Indonesia.

Saat ditanya apakah Konjen Jepang di Surabaya ikut memperketat keamanan seperti institusi lainnya, Masaki Tani mengatakan hal itu tidak perlu dilakukan di Konjen Jepang secara berlebihan .

"Keamanan seperti biasa. Memang kantor kami sejak dulu selalu dijaga kepolisian," katanya sebagaimana dilaporkan Antara.

Menanggapi teror bom tersebut, Masaki mewakili Pemerintah Jepang turut berduka cita dan berbelasungkawa kepada seluruh keluarga korban yang meninggal dunia, maupun korban yang kini masih dirawat di rumah sakit.

"Kami solidaritas kepada pemerintah Indoensia atas kejadian ini," demikian Masaki Tani.(den)

Pakde Karwo dan Forkopimda Jatim Ziarah Makam Dr. Soetomo

SURABAYA - Gubernur Jatim H Soekarwo, Kapolda Jatim Irjen Pol Mahfud Arifin dan Pngdam V Brawijaya Mayjen TNI Arief Rahman  melakukan ziarah ke Makam Pahlawan Nasional Dr. Soetomo, di Jalan Bubutan Surabaya.

Ziarah ke makam ini merupakan rangkaian dari Peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Peringatan Harkitnas tersebut mestinya hari minggu, namun mundur sehari, Senin (21/5/2018)

Pakde Karwo selaku pimpinan ziarah bersama rombongan tiba pukul 09.15 WIB. Sebagai awal kegiatan, Pakde Karwo memberikan penghormatan umum kepada Pahlawan Nasional Dr. Soetomo yang diikuti oleh seluruh peserta ziarah. 

Kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan sekaligus mendoakan arwah Pahlawan Nasional Dr. Soetomo, serta meletakkan karangan bunga oleh pimpinan ziarah.

Sebelum mengakhiri kegiatan ziarah, Pakde Karwo kembali memberikan penghormatan dan melakukan tabur bunga yang diikuti Forkopimda Jatim dan peserta ziarah lainnya di Makam Dr. Soetomo.

Hadir dalam ziarah makam Dr. Soetomo tersebut antara lain Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, Pangarmatim sejumlah pejabat utama dari Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya, pejabat di lingkungan Pemprov Jatim, pelajar, anggota pramuka. (min)

 

 
Bertemu Pengmudi Online, Puti Guntur Sampaikan Program Kesehatan dan Pendidika

Surabaya (KofanTransparnsi.com)  – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor 2, Puti Guntur Soekarno, menyampaikan program pemerintahan di kalangan pengemudi angkutan online, GoJek dan Grab. Diantaranya, ia menyebut kesehatan gratis, melalui BPJS atau ‘Kartu Jatim Sehat’.

Kartu Jatim Sehat dirancang Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Puti Guntur untuk memperluas akes pelayanan kesehatan kepada masyarakat, yang dibiayai pemerintah. 

“Kami berdua ingin, para pengemudi angkutan mendapatkan jaminan kesehatan, seperti warga masyarakat umum lain,” kata Puti Guntur dalam acara buka puasa bersama kalangan pengemudi GoJek dan Grab, Senin (21/5/2018)

Acara itu digelar di kawasan Darmo, Kota Surabaya, yang dihadiri Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji. Puti menyadari, kesehatan merupakan kebutuhan dasar warga masyarakat. Terlebih bagi pengemudi angkutan. 

“Sementara, di pihak lain, negara melalui pemerintah berusaha memenuhi kebutuhan itu dengan kapasitas anggaran yang dimilikinya,” kata Puti

Jika terpilih dalam Pilkada Jawa Timur 2018, Gus Ipul dan Puti Guntur merencanakan pemberian Kartu Jatim Sehat untuk melengkapi program kesehatan dari pemerintah pusat seperti Kartu Indonesia Sehat dan BPJS. 

 

“Dengan kemampuan anggaran yang dimiliki Jawa Timur, kami berdua ingin warga masyarakat di provinsi ini dapat seluas-luasnya menikmati fasilitas kesehatan,” kata Puti.

Selain kesehatan, Puti juga menyinggung program pendidikan gratis untuk SMA Negeri dan SMK Negeri. Pada para pengemudi Grab dan GoJek, Puti menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak didik. 

“Dengan program pendidikan gratis untuk SMA/SMK Negeri, kami berdua ingin anak-anak pelajar kita terjamin hak-hak pendidikan mereka,” kata Puti.

Ia menyampaikan, kewenangan pemerintah provinsi adalah mengelola SMA dan SMK. Ini diatur oleh UU 23/2014 tentang pemerintahan daerah. Sedangkan pemerintah kota dan kabupaten, diberi mandat mengelola urusan pendidikan di level pra-sekolah, TK, SD dan SMP.

“Maka dengan kewenengan yang diberikan undang-undang, kami berkomitmen untuk menggratiskan biaya pendidikan SMA/SMK Negeri,” kata Puti

Mantan anggota DPR RI selama 2 periode itu ternyata menjadi pelanggan setia trasportasi online. Ini jika dirinya tidak ada sopir yang mengantar pergi. 

“Saya juga pengguna setia, karena sangat terbantukan sekali dengan adanya ojek online. Kalau tidak ada sopir, saya suka naik Gojek atau Grab. Khususnya untuk aplikasi go food," terang Puti.

Ia menilai, angkutan pengemudi online telah menjadi trend konsumsi masyarakat, menyusul perkembangan teknologi komunikasi. “Tetapi, pengemudi angkutan konvensional juga harus dilindungi. Kuncinya, terletak pada kepastian hokum,” kata Puti.

Ia menginginkan, ke depan, Pemprov Jawa Timur membangun komunikasi yang intensif dengan pemerintah pusat untuk melahirkan payung hukum bagi pengemudi online. “Sehingga pengemudi tradisional, entah itu roda empat atau ojek tradisional, dapat memperoleh jaminan kehidupan pula,” kata Puti. (den)

Gubernur Jatim Soekarwo bersama Kapolda dan Pangdam V Brawijaya berkunjung  di empat Gereja di Surabaya pasca meledaknya bom di tiga geeja pada Minggu lalu.

Surabaya (KoranTransparnsi.com) - Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan  seluruh lapisan masyarakat telah yakin keamanan di Surabaya terkendali. kata Gubernur di Surabaya usai melakukan peninjauan di empat Gereja di Surabaya, Minggu (2-/5/2018).

Keempat gereja yang dikunjungi, yaitu Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jl. Ngagel Jaya Utara 81 Surabaya, Gereja Santa Maria Tak Bercela/SMTB di Jl. Ngagel Madya 1 Surabaya, Gereja Hati Kudus Yesus (HKY) di Jl. Polisi Istimewa 15 Surabaya, dan Gereja Katolik Santo Yakobus (GKSY) di Citra Land Surabaya. 

Kunjungan ke empat gereja dilakukan bersama Kapolda Jatim Irjen. Pol. Drs. Machfud Arifin, SH dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, M.A. 

Soekarwo mengaku sudah bertemu para romo atau pendeta diantaranya Romo Aloysius Kurdo Irianto dari gereja SMTB yang mengatakan kegiatan ibadah di gerejanya telah berjalan seperti biasa, dan jumlah jemaat  tidak berkurang. 

Kalaupun jumlah jemaat lebih sedikit di pagi hari, hal tsb lebih karena siklus selama ini, yakni pagi hari lebih sedikit dan siang lebih banyak. Gereja SMTB sendiri  telah melakukan misa sejak Minggu  malam tgl 20 Mei.

Pernyataan yang hampir senada, bahwa kunjungan jemaat gereja sudah seperti biasa, disampaikan pula Kepala Paroki HKY, Romo Yuventius Fusi Nusantoro dan Kepala Paroki  Santo Yakubus, Romo Aloysius Hans Kurniawan.

Terkendalinya keamanan yang  dilakukan  Polri dan TNI sehingga memberikan rasa aman bagi warga, ditegaskan Pakde Karwo, sebagai bentuk kehadiran negara melindungi rakyatnya. 

“Ini sesuai arahan Presiden, agar pencarian terorisme sampai dengan ke akar-akarnya,” ujarnya sambil menambahkan saat ini Polda Jatim terus melakukan pencarian, dan sekaligus melakukan tindakan pengamanan kepada masyarakat.

Untuk menciptakan rasa aman tadi, lanjut Pakde Karwo, berbagai lapisan masyarakat juga ikut andil bagian dalam pengamanan gereja-gereja seperti Banser NU, Satpol PP, hingga siswa-siswi pramuka. Untuk itu, kepada para pimpinan gereja, Pakde Karwo juga meminta agar terus memberi semangat pada jemaatnya untuk tetap beribadah.  

Terhadap permasalahan terorisme, Pakde Karwo menjelaskan  saat ini masyarakat telah memberikan hukuman atau sanksi sosial, seperti reaksi tidak boleh dimakamkan di daerahnya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai merasa pentingnya hidup berdampingan secara pluralisme dengan damai, dan sepakat bahwa kekerasan tidak menyelesaikan masalah.

 “Masyarakat juga telah tahu bahwa terorisme bukan perintah agama, karena tidak ada agama manapun yang mengajarkan pembunuhan seperti itu,” tegas Pakde Karwo sambil mengatakan menjadi tugas pemerintah untuk selanjutnya mencarikan makam bagi pelaku teroris.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Jatim Irjen. Pol. Drs. Machfud Arifin, SH mengatakan pengamanan akan terus dilakukan pada tiap gereja sesuai kondisi di lapangan. 

Di tiap gereja jumlah ibadahnya ada beberapa kali, dan semuanya akan dijaga. Pengamanan ini juga didukung oleh TNI serta berbagai lapisan masyarakat. “Harapannya aktivitas peribadatan di gereja seperti biasa dan masyarakar merasa aman dan nyaman,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan apresiasi pada Pakde Karwo yang bisa menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah kondisi seperti ini. 

Dicontohkan, harga bawang putih yang ditargetkan stabil di harga Rp. 24 ribu justru bisa turun Rp. 20 ribu. “Semua pasokan bahan pokok di Jatim cukup, dan semoga sampai jelang lebaran kestabilan harga ini tetap terjaga,” ucapnya. (min)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...