Berita Kota

Walikota Surabaya Tri Rismaharini bersama para pejuang menghadiiri Peringatan Hari Pahlawan di Balai Kota, Sabtu (10/11/2018)

Surabaya (KoranTransparansi.com)– Peringatan Hari Pahlawan ke-73 dan Hari Kesehatan Nasional ke-54, berlangsung di Taman Surya Balai Kota, Sabtu, (10/11/18). Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bertindak sebagai inspektur upacara.

Menteri Sosial dalam sambutan tertulis dibacakan Wali Kota Risma, menekankan pentingnya peringatan Hari Pahlawan.

Ditegaskan, kegiatan peringatan Hari Pahlawan bukan semata sebuah acara, namun harus sarat makna. Bukan hanya sebagai prosesi, namun substansi setiap peringatan Hari Pahlawan, harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam mengimplementasikan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk itu, kiranya seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan harus menjadi energi, dan semangat baru mewarisi nilai perjuangan dan patriotism dalam membangun bangsa Indonesia,” katanya.

Dan dalam amanatnya, Wali Kota Risma berpesan, agar peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum bagi bangsa lndonesia untuk melakukan introspeksi diri. Sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan demi mencapai NKRI yang sejahtera, adil dan makmur.

“Pada hakikatnya, setiap perjuangan pasti ada hasilnya, namun tidak ada kata akhir atau berhenti untuk berjuang. Setiap etape perjuangan, berlanjut pada etape perjuangan berikutnya, sesuai tuntutan lingkungan strategis,” papar Risma.

Dikatakan pula, setiap zaman pasti ada pahlawannya, dan setiap pahlawan pasti berkiprah di eranya. Terkait hal itu, maka bangsa Indonesia memerlukan pahlawan baru. “Indonesia saat ini membutuhkan sosok yang berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk memajukan negeri ini,” imbuhnya.

Terlebih lagi, lanjut Risma, dibutuhkan sosok pemuda lndonesia sebagai generasi penerus yang mempunyai jiwa patriotisme, pantang menyerah, berdisiplin, berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidangnya.

“Pada akhirnya, melalui momentum peringatan Hari Pahlawan, saya mengajak marilah kita berbuat yang terbaik bagi bangsa ini. Mari berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” katanya.

Peringatan Hari Pahlawan kali ini, Risma menyerahkan penghargaan kepada 90 warga dan lembaga di Surabaya yang dianggap punya andil prestasi terhadap kemajuan kota. Di akhir acara, peserta upacara disuguhkan dengan penampilan teatrikal Merah Putih dari 600 siswa-siswi se-Surabaya. Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan senam cuci tangan bersama 500 pelajar SD Surabaya.

Tampak hadir, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Surabaya, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Surabaya, pejuang veteran, pekerja sosial masyarakat, dan ribuan pelajar SD dan SMP dari berbagai sekolah di Surabaya. (wt)

 

 

 

 

Gubernur Jatim Soekarwo bersama paraveteranu usai peringatanHari Pahlawan 10 Noveber 2018 di TuguPahlawan Surabaya, Sabtu (10/11/2018)

Surabaya (KoranTransparansi.com) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan  memaknai semangat kepahlawanan dengan bertarung dalam pasar internasional. Bertarung di sini artinya tidak hanya menjadi pasar, tetapi ikut andil dan berkompetisi dalam pasar internasional.

“Yang membuat semangat itu adanya tantangan karena banyak negara yang membuat tantangan. Jangan sampai kita menjadi pasar terhadap produk-produk luar negeri. Jadi kalau mau maju, tantangan kita yakni mengembangkan produksi yang kita punyai dan bertarung dalam pasar internasional,” 

Untuk mampu bertarung dalam pasar internasional, negara dan pemerintah harus memberikan kemampuan dan dorongan agar bisa bertarung atau berkompetisi lebih baik. Ungkap Gubernur  usai menjadi Irup pada Peringatan HariPahawan 10 NoveberSabtu(10/11/2018).

Sementara dalam Amanat Menteri Sosial yang dibacakan Pakde Karwo dikatakan, peringatan Hari Pahlawan harus melahirkan ide dan gagasan mentransformasikan semangat pahlawan menjadi keuletan dalam melaksanakan pembangunan. 

Mentransformasikan keberanian melawan penjajah menjadi inspirasi mengusir musuh bersama bangsa saat ini antara lain kemiskinan.

Selanjutnya, transformasi kecerdikan para pahlawan dalam mengatur strategi, menjadi inspirasi rakyat Indonesia untuk melakukan inovasi cerdas memperkuat daya saing bangsa dalam pergaulan dunia. 

Karena itu, peringatan Hari Pahlawan bukan semata sebuah acara, namun harus sarat makna. Bukan hanya sebagai prosesi, namun substansi setiap peringatan Hari Pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. 

“Hal ini penting karena nilai kepahlawanan bukan bersifat statis namun dinamis, bisa menguat bahkan dapat melemah. Untuk itu, seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan harus menjadi energi dan semangat baru mewarisi nilai kejuangan dan patriotisme dalam membangun bangsa Indonesia” kata Pakde Karwo saat membacakan Amanat Menteri Sosial. 

Makna Hari Pahlawan Bagi Bude Karwo, ebagai Empowering Kaum Perempuan

Sementara itu, Ketua TP PKK Prov. Jatim  Hj. Nina Soekarwo, M.Si mengatakan, peringatan Hari Pahlawan dimaknai sebagai semangat memberdayakan (empowering) bagi kaum perempuan khususnya di bidang ekonomi. Kaum perempuan itu sangat hati-hati / prudent. Sehingga dengan menggerakkan kaum perempuan maka bisa ikut menyejahterakan keluarga. 

“Ini perjuangan perempuan untuk mengangkat ekonomi. Jadi pemberdayaan perempuan itu sudah dilakukan dengan memberikan modal yang bisa menumbuhkan kaum perempuan untuk berkembang dengan home industry atau UMKMnya,” jelas Bude Karwo sapaan isteri Gubernur Jatim. 

Dijelaskan, TP PKK Prov. Jatim sepakat dengan Gubernur Jatim membuat Kopwan yang pada tahun 2011 itu sudah menjadi 8.506 unit. Dikarenakan ada penggabungan (merger) desa/kelurahan di Jatim, jumlah Kopwan menjadi 8.501 unit.  

“Alhamdulillah seluruh desa/kelurahan di Jatim sudah terbentuk Kopwan. Kopwan ini diharapkan terus bisa berkembang dan menggerakkan perekonomian Jatim,” harapnya. (min)

Pakde Karwo Minta Tiga Pilar Plus Perkuat Kekompakan

Surabaya (KoranTransparansi.com) Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta kepada tiga pilar plus, dari unsur pemerintah, Polri, TNI, tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Tomas), di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan untuk senantiasa menjaga dan memperkuat kekompakan. 

Hal ini dibutuhkan untuk menjaga stabilitas keamanan, khususnya menjelang penyelenggaraan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) Tahun 2019. 

Permintaan itu disampaikan Pakde Karwo saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Ketertiban dan Keamanan di wilayah Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 dengan tema “Jatim Aman dan Kondusif menjelang Pemulihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia serta Pemilihan Legislatif Tahun 2019” di Surabaya, Selasa (6/11) siang.

Menjaga kekompakan menjelang pilpres dan pileg sebagai bagian pesta demokrasi di negeri ini menjadi hal yang sangat penting. Apalagi proses pelaksanaan  tersebut berpotensi terjadinya ketegangan di tengah-tengah masyarakat, khususnya diantara masing-masing pendukung. 

"Karena itu, stabilitas keamanan harus benar-benar ditingkatkan, Salah satunya, dalam mengantisipasi potensi konflik, dan adanya pergerakan massa dengan jumlah yang besar," ujar Pakde Karwo. 

Gubernur kelahiran Madiun ini juga meminta agar segala konflik yang muncul bisa diredam sedini mungkin sejak di tingkat bawah, yakni di kecamatan. "Jadi, jika ada masalah di desa, harus bisa diselesaikan di tingkat kecamatan. Jangan sampai masalah itu dinaikkan ke kabupaten/kota, bahkan provinsi. 

Karena jika sampai naik, kasus itu akan menjadi besar, dan bisa mengganggu stabilitas keamanan di Jatim secara keseluruhan,” tegasnya.

Masih menurut Pakde Karwo, menjaga stabilitas keamanan di Provinsi Jatim dinilai sangat penting dan utama. Karena, provinsi paling ujung timur pulau Jawa ini menjadi center of gravity dan menjadi pusat logistik dan konektivitas perdagangan nasional, khususnya di Indonesia bagian timur. Sehingga, bila stabilitas keamanan Jatim terganggu, maka perekonomian Indonesia bagian timur akan ikut terkena dampaknya. 

“Jadi secara riil, Kapolda Jatim ini adalah Kapolda-nya Indonesia Timur, begitu pula dengan Pangdam V/Brawijaya, Pangarmada II, peranannya sangat strategis dan penting bagi perekonomian nasional. Pun demikian dengan peran camat, kapolsek, dan danramil. Mereka harus bisa menyelesaikan kasus di tingkat desa,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Pakde Karwo juga menyampaikan rasa optimismenya terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pilpres 2019 di Jatim. Pakde Karwo menargetkan sebanyak 80 % masyarakat Jatim yang telah terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) akan mengunakan hak pilihnya. “Saya yakin delapan puluh persen, bahkan lebih DPT di Jatim menyumbangkan dan menggunakan hak suaranya," ungkapnya. 

Berdasarkan data KPU Jatim, pada penyelenggaraan Pilpres dan Pileg Tahun 2019 mendatang, terdapat 15.043.257 DPT pria, dan 15.511.504 DPT wanita di Jatim. Sehingga total DPT di Jatim mencapai 30.554.761 orang. Jumlah tersebut merupakan 16,45 % dari total DPT nasional yang mencapai 185.732.093. Adapun jumlah TPS di Jatim mencapai 129.991 TPS yang tersebar di 38 kabupaten/kota, 666 kecamatan, dan 8.497 kelurahan/desa.       

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Otoda KemendagriSumarsono mengapresiasi dilaksanakannya Rakor tersebut. Menurutnya, baru Provinsi Jatim yang telah menyelenggarakan rakor yang diikuti sekitar 2.500 peserta dari seluruh jajaran forkopimda di seluruh level, mulai tingkat kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi.

“Dari 34 provinsi di Indonesia, Jatim yang pertama kali melaksanakan rakor sebesar ini, khusus untuk persiapan pengamanan Pilpres dan Pileg 2019. Ini patut diapresiasi, luar biasa kekompakannya,” katanya. (min)

 

 

 Foto : Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Sekdaprov Heru Tjahjono memberikan keterangan pers menyangkut penanganan bencana di Pulau Sapudi Jawa Timur, di kantor Gubernur Jalan Pahlawan Surabaya, Kamis (11/10/2018)

Surabaya (KoranTransparansi.com)  -  Gubernur Jawa Timur Soekarwo menjamin seluruh kerugian akibat Gempa 6,4 SR yang terjadi di Pulau Sapudi  Sumenep dan sekitarnya pada Kamis dinihari, sepenuhnya menjadi tanggungjawab Pemprov Jawa Timur. 

Namun jika Pemkab Sumenep ingin partisipasi ya silahkan saja karena Gempa itu ada diwilayah Kabupaten Sumenep. Pemprov Jawa Timur bisa mengatasi sendiri tanpa bantuan dari pemerintah pusat. tegasnya Gubernur kepada wartawan di Surabaya, Kamis (11/10/2018) siang.

Kedatangan Soekarwo disambut ratusan siswa terpelajar, aparatur desa dan warga yang terkena gempa. Sesampainya di Pulau Sapudi, Gubernur langsung melakukan koordinasi dengan Camat setempat. 

Gubernur Jawa Timur H Soekarwo dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Lucky Himawan serta Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arief Rahman langsung meninjau lokasi Gempa setelah sebelumnya melakukan rapat khusus dengan instansi dilingkungan Pemprov Jawa Timur. 

Dari data sementara setidaknya ada dua Kecamatan terkena Gempa. Puluhan rumah mengalami rusak berat.30 rumah mengalami rusak berat dan sekitar 80 orang mengalami luka ringan. Selain itu ada 3 orang yang meninggal dunia, dua diantaranya sudah dimakamkan. 

 

Gubernur Soekarwo menyatakan mereka yang luka luka memang tidak dibawa ke rumah sakit. Para korban lebih  memilih pengobatan ditempat yaitu di Pulau Sapudi ketimbang di bawa ke Sumenep. Sehingga kita harus mengirim para medis dan non medis, obat obatan dankebutuhan lain kesana. 

"Yang dibutuhkan dokter ahli bedah dan ortopedi,"tandas Gubernur Soekarwo.

Semua kebutuhan akibat Gempa di Pulau Sapudi Sumenep dan Bondowo menjadi tanggung jawab Pemprov Jawa Timur. Pemprov Jawa Timur bekerjasama dengan Polda Jawa Timur dan Kodam V Brawijaya untuk membangun rumah rumah milik warga. 

Pasukan Polri, TNI dan tim pemprov akan diberangkatkan ke lokasi Jumat (12/10/2018) sekaligus membawa semua kebutuhan yang diperlukan masyarakat. Nantinya satu rumah dikerjakan 10 orang terdiri pasukan Polri, TNI dan masyarakat. 

Pemprov Jawa Timur memiliki pengalaman dalam menangani bencana yaitu bencana Pacitan dan tempat lainya beberapa waktu lalu. Pembangunan rumah rumah penduduk ditarget akan selesai kurang dari 3 minggu.

Gubernur belum memerinci berapa miliar kerugian akibat Gempa di Pulau Sapudi Sumenep dan Bondowoso. Namun sebuah tim juga sedang menuju ke lokasi. Juga anggaran yang dbututhkan. Tapi Pemprov Jawa Timur siap dana sehingga tidak perlu ada bantuan pihak luar. (min)

 

Gubernur Jatim Soekarwo memimpin rapat terbatas penanganan musibah Gempa 6,4 SR i gedung negara Grahadi Surabaya, pagi tadi.

Surabaya (KoranTransparansi.com)  - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat menangani musibah Gempa 6,4 SR yang terjadi Kamis dinihari di beberapa daerah  di Jawa Timur  dengan menggelar rapat khusus melibatkan Oganisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (11/101/2018).

Rapat khusus di pimpin Gubernur Soekarwo berlangsung di gedung negara Grahadi Surabaya pukul 07.00 WIb diikuti Sekdaprov Heru Tjahjono, Kadinkes Jawa Timur dr Kohar, Kadinsos Jawa Timur Sukesi, BPBD Jawa Timur, dan beberapa kepala Biro.

Gubernur memutuskan akan segera menangani semua korban yang diakibatkan musibah tersebut. Terhadap mereka yang meninggal, Pemprov Jawa Timur akan memberikan bantuan awal Rp 5 Juta. 

Gubernur pagi ini juga langsung menuju lokasi bencana dengan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Lucky, Pangdam V Brawijaya. 

Berikut ini hasil rapat dengan OPD dalam penanganan bencana di Jawa Timur

1. Rapa Gubernur diruang kerja Grahadi pukul 

2. Langsung  memutuskan berangkat dengan Kapolda dan Pangdam ke lokasi bencana di pulau Sapudi

3. Rumah rusak langsung dibangun oleh pemprov, hari (Kamis,11/10/2018) juga langsung turun kelapangan bekerjasama dengan Kodam V Brawijaya.

4. Yang sakit langsung ditangani serius dengan dokter 

5. Yang meninggal diberikan santunan awal Rp 5 juta

6. Gubernur saat itu juga menelpon Camat Gayam tentang kondisi diwilyahnya 

7. Gubernur  minta segera didata berapa rumah rusak dan berapa yg luka dan yg meninggal 

8. Pagi ini tim lengkap berangkat untuk melakukan rehabilitasi semua dan masyarakat tidak boleh menunggu lama harus segera teratasi (min)

Sebuah penghargaan tertinggi dibidang urbanisasi dunia telah diterima Walikota Surabaya Ir Tri Rismaharini berupa penghargaan Scrol of Honour Award dari UN Habitat di Nairoby Kenya.

Kenya (KoranTransparansi.com) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini resmi menerima penghargaan Scroll of Honour Award dari UN Habitat di Nairobi, Kenya, Senin (1/10/2018).

Penghargaan ini merupakan salah satu penghargaan paling bergengsi di dunia yang disajikan kepada mereka yang bekerja dalam bidang urbanisasi.

Fokusnya yaitu bagi orang yang mempunyai kontribusi luar biasa terhadap perkembangan dan memperbaiki kehidupan perkotaan, mengelola permukiman dan mengangkat kehidupan masyarakat miskin serta memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal.

Direktur Eksekutif UN-Habitat, Maimunah Mohd Sharif menjelaskan, tahun ini ada 50 lebih kandidat. Yakni, terdiri dari individu, organisasi dan program kerja.

Pemenang dipilih berdasarkan penjelasan dan praktik nyata di lapangan yang berhubungan dengan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam membuat kota dan masyarakatnya secara inklusif, aman, memiliki daya tahan dan berkelanjutan.

“Saya senang, kami dapat mengenali pencapaian luar biasa ini yang telah berkontribusi dalam peningkatan kehidupan orang-orang diperkotaan" kata Maimunah.

Penghargaan ini berupa sebuah plakat yang diukir dengan nama individu, kota atau lembaga yang menang. Pemberian penghargaan itu bertepatan dengan perayaan World Habitat Day (Hari Habitat Dunia/HHD) tahun 2018, yang jatuh setiap Hari Senin di minggu pertama bulan Oktober.

Tahun 2018 ini, penghargaan Scroll of Honour Award diraih oleh lima tokoh atau instansi. Masing-masing, Kota Xuzhu, Prov Jiangsu Cina, Perencanaan Nasional yang diterapkan pada agenda baru perkotaan di Kuba 2017 – 2036, dan Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya, serta Isaac

"Kaka" Muasa-Chairman Mathare Enviromental Conservation Youth Group (MECYG) Kenya, dan juga  Dr. Mona A. Serageldin (1938 - 2018) Wakil Presiden Institute for International Urban Development, USA.

Menurut Maimunah, Wali Kota Risma pantas mendapatkan penghargaan tertinggi itu karena telah berjasa dalam melayani warga Surabaya selama 20 tahun di Pemkot Surabaya. Selain itu, Risma sudah menjabat dua kali (terpilih pada 2010 dan 2016) juga memiliki banyakpenghargaan.

“Bu Risma dinilai memimpin Kota Surabaya dengan pengolahan sampah yang mumpuni, memobilisasi masyarakat untuk mengurangi dan mengolah lagi limbah masyarakat, menyediakan mereka dengan pendanaan mikro untuk bank sampah di kampung,” kata dia.

Ia menambahkan, dengan cara mengurangi pengolahan sampah yang masuk ke TPA, Risma bisa menghemat dana untuk masyarakat, sehingga dana itu bisa digunakan membangun infrastruktur di Kota Surabaya.

“Bu Risma ini juga dinilai mempunyai inovasi penghijauan dan taman kota yang juga secara otomatis membersihkan dan mempercantik sungai. Bahkan, Bu Risma selama ini mampu mempermudah pelayanan kesehatan masyarakat dan membuat Surabaya lebih sejuk,” ujarnya. (wet)

banner

Berita Terkini

> BERITA TERKINI lainnya ...